Monday, January 6, 2020

Selection : The War Between Women Ep 5 Part 1

Sebelumnya...


Ja Yong mengenalkan Eun Bo ke Tuan Ki Ho.

Ja Young : Ini adalah Tuan Hong Ki Ho, yang akan meminjamkan padamu nama keluarganya.

Tuan Ki Ho : Mulai sekarang, namamu Yeon. Hong Yeon.


Sementara Kyung yg sudah terlelap, bermimpi ttg Eun Bo yg mengikuti proses seleksi sebagai putri Tuan Ki Ho.

Kyung lantas terbangun.

Kyung : Eun Ki!

Kyung tampak bingung.


Wangdaebi terkejut saat Kepala Cenayang mengatakan kalau Eun Ki masih hidup.

Ja Yong langsung membawa Eun Bo ke istana. Ja Yong memberitahu Eun Bo, bahwa Wangdaebi ingin melihatnya.

Ja Yong : Ingat. Didepannya, kau adalah kakakmu, Eun Ki.


Kyung yang sedang berjalan-jalan di halaman belakang istana ditemani Eunuch Hwang, Han Mo dan para pelayannya, melihat Eun Bo yang dibawa masuk oleh Kepala Cenayang.

Kyung kaget, itu Ratu! Apakah kau tidak melihatnya?


Eun Bo menemui Wangdaebi.

Wangdaebi : Kau bilang kau ingin berpartisipasi dalam seleksi? Apa motifmu sebenarnya?

Eun Bo : Aku ingin menemukan pria yang mengarahkan pistol kepadaku dan menghancurkan segalanya.


Hong Sik dan gundiknya bertemu Jae Hwa dan Eun Bo di gazebo. Eun Bo langsung memakai tudungnya. Hong Sik yg setengah mabuk, mengatai Jae Hwa.

Hong Sik : Selamat! Sekarang, kau menjalani kehidupan yang baik. Karena kakekmu yang sebenarnya adalah pengkhianat, aku mendengar kau selalu harus pergi keluar dengan diam-diam.

Jae Hwa kesal.


Eun Bo yang juga kesal, menjegel kaki Hong Sik, sampe Hong Sik jatuh ke kolam.


Eun Bo tanya ke Jae Hwa, kenapa Jae Hwa diam saja saat dihina oleh Hong Sik tadi?

Eun Bo : Kau harus membungkam orang-orang yang seperti itu bahkan dengan menjegal kaki mereka.

Jae Hwa : Dia benar tentang segala yang dikatakannya. Sampai hari ini, Aku masih bersembunyi.

Eun Bo : Semua orang juga bersembunyi. Di belakang nama mereka, keluarga, dan pagar tinggi rumah mereka. Berkatmu, aku juga sudah memutuskan sesuatu.


Ja Yong mengenalkan dua orang pada Eun Bo yg akan mengajari dan menemaninya belajar kepribadian.


Eun Bo berhasil berjalan layaknya seorang bangsawan.

Eun Bo mulai memasuki rumah karantina.


Ja Yong memberitahu Jae Hwa bahwa putri teman mereka, Kang Yi Soo, mulai mengikuti proses seleksi.

Jae Hwa : Kita harus memastikan dia ada di pihak kita sebelum mengirimnya kepada Raja.


Young Ji syok melihat sosok Eun Bo.


Kyung menyuruh Eunuch Hwang mencari tahu apakah putri Tuan Ki Ho ada diantara para kandidat.

Eunuch Hwang :  Putri gubernur Gyeonggi memang ada di antara mereka.


Kyung muncul di tengah2 proses seleksi.

Ketika Eun Bo diperkenalkan sebagai putri Tuan Ki Ho,, Kyung langsung berdiri dan menyibak tirai.

Bersamaan dengan itu, Eun Bo yg sudah selesai memberikan hormatnya kepada Wangdaebi dan Daebi, berniat kembali ke posisinya tapi Kyung menahannya dengan memegang tangannya.

Sontak, Kyung terkejut melihat Eun Bo.

Kyung : Eun Ki-ya...


Daebi : Ada apa lagi disana?


Penasaran dengan apa yang terjadi dibalik tirai,, Daebi langsung kesana. Daebi pun kaget melihat Eun Bo.


Eun Bo tersadar dari keterkejutannya dan minta Kyung melepas tangannya.

Kyung menatap Eun Bo lembut.

Kyung : Kau masih hidup?


Wangdaebi pun kesana dan minta Kyung melepaskan Eun Bo.

Wangdaebi : Anda perlu memikirkan apa yang dipikirkan orang lain.


Tapi Kyung menarik Eun Bo ke pelukannya.

Sontak semua terkejut.

Wangdaebi langsung menyuruh Bu Jung membawa kandidat yang lain ke ruang tunggu.

Wangdaebi : Ini akan menjadi akhir dari presentasi. Semuanya, silahkan pergi.


Bu Jung mengerti dan langsung membawa nona-nona muda itu pergi.

Song Yi menatap Eun Bo yang dipeluk Kyung dengan tatapan penasaran.

Sementara Young Ji yang mengira Eun Bo itu Eun Ki, menatap mereka cemas. Ia takut kalah lagi.


Kyung melepas pelukannya dan menatap Eun Bo.

Kyung : Apa yang terjadi? Sejak kapan...? Apakah kau baik-baik saja? Apakah kau merasa sakit?

Wangdaebi meminta Kyung berhenti dan menyuruh Eun Bo menjelaskan siapa dirinya.

Eun Bo : Aku tidak tahu apa yang anda maksud.


Daebi, dalang dibalik tewasnya Eun Ki, memarahi Eun Bo.

Daebi : Masalah apa yang akan kau sebabkan kali ini? Mengapa kau di sini? Kau seharusnya mati dan dikubur di bawah tanah. Bagaimana kau bisa hidup?

Kyung : Apa yang kau lakukan Ibu! Apa yang kalian lakukan? Bawa Ibu Ratu ke kediamannya sekarang!

Daebi : Apa kau hantu atau monster?

Kyung : Berhenti ibu!


Daebi : Apakah kau akan membahayakan nyawa putraku lagi?

Daebi pun jatuh pingsan.

Sontak Kyung panic.

Wangdaebi menatap Eun Bo.


Tabib sedang memeriksa Daebi. Kyung lantas bertanya keadaan ibunya.

Tabib mengatakan, Daebi pingsan karena syok tapi akan segera siuman kembali.

Wangdaebi :  Itu melegakan, Yang Mulia.


Kyung menatap neneknya.

Kyung : Apakah secara kebetulan nenek tahu ini? Nenek melihat Ratu muncul ke seleksi hari ini. Aku bertanya apakah nenek bermaksud menginginkan dia ada di sana.

Wangdaebi : Tidak seperti itu. Aku juga terkejut. Lagian, dia juga berkata kalau dia bukan Ratu.

Kyung : Dia adalah Ratu.

Wangdaebi : Jika nona muda itu benar-benar Ratu, Coba kau pikirkan, mengapa dia tidak mendatangi-mu lebih dulu?

Kyung terdiam.


Dalam perjalanan ke ruang tunggu, Eun Bo memikirkan Kyung sambil memegang tangannya yang bekas dipegang Kyung.


Tak lama, Eun Bo tiba di ruang tunggu. Begitu Eun Bo masuk, para gadis sontak bertanya2 apa Eun Bo mengenal Raja? Mereka juga bertanya-tanya, siapa Eun Ki dan kenapa Raja memeluk Eun Bo.

Young Ji terlihat cemas.


Tak lama, Bu Jung datang. Para gadis itu langsung diam.

Bu Jung : Ratu Janda ingin kalian meninggalkan istana. Proses seleksi akan dilanjutkan besok.

Song Yi : Bukankah kita pantas tahu setidaknya apa yang baru saja terjadi?

Bu Jung : Raja memerintahkan untuk merahasiakan apa yang terjadi hari ini. Aku akan menyiapkan tandu. Silakan tinggalkan istana sekarang.


Bu Jung mengantarkan para gadis ke tandu.

Saat para gadis menuju tandu masing2, Eunuch Hwang menghampiri Eun Bo.

Eunuch Hwang : Yang Mulia ingin bertemu denganmu.

Eun Bo menghela nafas.


Kyung menunggu Eun Bo dengan gelisah di taman. Tak lama,,, Eunuch Hwang datang bersama Eun Bo.

Kyung menatap Eun Bo tapi Eun Bo terus menunduk.

Kyung : Maafkan aku. Lupakan semua yang dikatakan ibu.

Karena Eun Bo terus menunduk, Kyung meminta Eun Bo menatapnya.

Kyung : Hanya ada kau dan aku sekarang.

Eun Bo : Maafkan aku, Yang Mulia. Sebelum aku datang ke istana, aku diberitahu untuk tidak menginjak bayangan raja dan juga untuk tidak melihat wajah raja secara langsung. Tapi aku bersikap kasar karena aku tertangkap basah sebelumnya.

Kyung :  Ratu.

Eun Bo : Apa maksud anda memanggilku Ratu? Bagaimana anda bisa mengatakan sesuatu yang tak terbayangkan? Aku hanya seorang wanita yang berpartisipasi dalam seleksi.

Kyung : Kenapa kau melakukan ini, Eun Ki-ya?

Eun Bo : Aku minta maaf, tapi aku adalah Yeon dari keluarga Hong.

Kyung : Angkat kepalamu. Itu adalah perintah.


Barulah Eun Bo menatap Kyung.

Kyung mendekati Eun Bo tapi Eun Bo menjauh.

Kyung : Jangan menjauh. Ini adalah perintah.

Kyung menatap wajah Eun Bo lekat2.

Kyung : Tidak mungkin aku tidak akan mengenalimu.

Eun Bo : Tapi aku bukanlah wanita yang anda pikir, Yang Mulia.

Kyung : Itu bohong.

Eun Bo : Itu benar.


Kyung :  Apakah kau ingin menghukumku? Apakah kau menghukumku seperti ini karena aku tidak bisa melindungimu?

Eun Bo : Yang Mulia, tolong jangan menempatkanku di posisi yang sulit lagi. Aku mohon padamu. Tolong biarkan aku pergi.


Kyung kecewa dengan sikap Eun Bo yang dikiranya Eun Ki.

Sementara Han Mo dan Eunuch Hwang menatap iba Kyung.


Eunuch Hwang mengantarkan Eun Bo sampai ke tandu. Setelah itu ia pergi.

Eun Bo menatap ke arah istana dan teringat pertemuannya dengan Wangdaebi malam itu.

Flashback...

Eun Bo yang menyamar sebagai Eun Ki, meminta bantuan Wangdaebi untuk mengembalikan statusnya sebagai Ratu.

Wangdaebi berkata, akan memikirkan akan membantu Eun Bo atau tidak jika Eun Bo berhasil sampai ke tahap terakhir seleksi. Ia juga melarang Eun Bo memberitahu Kyung identitasnya sbg Eun Ki.

Wangdaebi bertanya,, apa menurut Eun Bo, Kyung akan membiarkan Eun Bo ikut seleksi jika tahu dirinya masih hidup? Wangdaebi juga berkata, rencana Eun Bo menangkap si pelaku akan sia2 jika Kyung sampai tahu.

Eun Bo : Aku akan mengikuti perintah anda.


Kyung masih membeku di taman. Tak lama,, ia berlari menyusul Eun Bo tapi sampai disana, ia melihat tandu Eun Bo keluar dari gerbang.

Kyung ingin keluar, tapi dihalangi Eunuch Hwang.

Eunuch Hwang : Anda tidak dapat keluar dari istana seperti ini. Anda tahu itu, Yang Mulia.

Kyung yg tak bisa menyusul Eun Bo, akhirnya menugaskan Han Mo untuk melindungi Eun Bo.

Kyung : Jadi dia tidak akan berada dalam bahaya atau menghilang lagi. Kencangkan keamanan di kediamannya.

Han Mo langsung pergi.


Bu Jung menemui Wangdaebi. Bu Jung bertanya, kenapa Wangdaebi mengatakan pada Kyung bahwa Eun Bo adalah Yeon.

Wangdaebi : Yang Mulia mungkin akan mencoba mengembalikannya segera. Keluarga Ratu adalah keluarga pengkhianat. Kita bahkan belum menangkap pelakunya. Aku tidak bisa membiarkan istana menjadi terganggu lagi.


Eun Bo menemui Ja Yong. Eun Bo mengatakan, ia bertemu Kyung selama proses seleksi.

Ja Yong : Maksudmu Raja ada di sana?

Eun Bo mengangguk.

Ja Yong : Jadi, apakah kau mengatasinya dengan baik?

Eun Bo : Aku bilang aku Hong Yeon sesuai perintah Ratu Janda. Tapi sepertinya dia tidak mempercayainya.

Ja Yong : Kau melakukannya dengan baik. Kau tidak dapat memenangkan pertempuran ini tanpa bantuan Ratu Janda. Kau harus mengikuti perintahnya dan mengubahnya menjadi sekutu-mu.

Eun Bo : Ya.

Ja Yong : Jadi, apakah kau sudah yakin tentang keputusan ini?

Eun Bo : Aku membaca Teori Pencerahan. Jika itu jalan yang dipilih ayah, aku akan mengikuti jejaknya. Tapi terlebih dahulu, aku perlu menemukan pelaku yang membunuh kakakku. Membalas dendam pada Raja akan dilakukan sesudah hal itu.


Daebi memberitahu kakaknya soal Eun Bo.

Man Chan kaget.

Man Chan : Maksudmu dia benar-benar Ratu?

Daebi : Aku bahkan pingsan. Bukankah itu sudah cukup untuk dikatakan? Kita harus menemukan solusi. Dia memalsukan identitasnya dan memasuki seleksi. Dia akan merayu Yang Mulia lagi.


Hong Sik mengatakan pada pamannya, bahwa ia sudah mengkonfirmasi pada petugas koroner kalau Eun Ki sudah meninggal.

Hong Sik : Para prajurit yang membuang mayat di luar istana pun juga mengatakan hal yang sama.

Hyung Chan : Ini pasti akhir dari dunia. Bagaimana bisa orang mati terus hidup kembali? Bagaimana jika Kang Yi Soo juga hidup kembali?


"Hei! Jangan katakan hal seperti itu dalam situasi seperti ini." tegur pamannya yg duduk disamping Man Chan.

Pria itu kemudian menatap Man Chan.

"Belum ada yang serius yang terjadi. Kau harus memeriksanya lebih lanjut dan menghadapinya sesudahnya."

"Aku khawatir tentang omelan Ibu Suri. Dia sangat ketakutan." jawab Man Chan.


Heung Gyeon kemudian masuk.

Hyung Chan : Sepertinya kau belum mendengar beritanya.

Heung Gyeon menatap Man Chan dengan wajah kebingungan.


Young Ji berlari ke pelukan ayahnya yg menunggunya diluar. Young Ji gemetar.

Young Ji : Ayah, ada seorang wanita yang memiliki wajah yang sama dengan Ratu! Yang Mulia juga melihatnya.


Heung Gyeon : Apakah itu penyebabnya kau sangat gemetar? Apakah kau ingin pulang ke rumah bersamaku? Apakah kau ingin kembali ke lampiran dan menyesalinya selama sisa hidupmu?

Young Ji : Aku tidak mau.

Heung Gyeon : Jika begitu berhenti gemetaran, anakku. Jika Ratu benar-benar hidup kembali, aku akan menemukan buktinya dan mengeluarkannya dari pandanganmu. Dia adalah Putri seorang pengkhianat. Dia tidak hanya akan didiskualifikasi dari seleksi, tetapi dia juga harus segera dibunuh. Aku akan melihat semua keluarga Hong secara menyeluruh. Kau harus kuat. Kau hanya perlu melakukan apa yang aku katakan. Tersenyumlah dengan polos tidak peduli dengan siapa kau bersaing untuk saat ini. Jadi tidak ada yang akan menganggapmu sebagai ancaman. Itu yang harus kau lakukan.


Tak lama, Eun Bo dan Yeo Wool keluar.

Young Ji langsung memberitahu ayahnya bahwa Eun Bo lah wanita mirip Ratu.

Heung Gyeon terkejut melihatnya.

"Dia memiliki wajah Ratu yang sudah mati?" batin Heung Gyeon.

Eun Bo memberikan hormatnya pada Heung Gyeon sebagai bentuk sikap sopannya, lalu mengajak Yeo Wool pergi.


Para kandidat sedang makan malam.

Gadis yang bertubuh gendut berkata, bahwa ia mendengar tentang betapa besarnya istana.

"Jika aku tidak memakan dendeng, aku akan pingsan saat berjalan." ucapnya.


Gadis lain berkata, bahwa ia merasa tergoda melihat Kyung tadi.

"Apakah kau tidak melihat wajahnya hari ini? Dia sangat tampan. Dia tipeku."


Mendengar itu, Song Yi meletakkan sendoknya dan menatap Eun Bo.

Song Yi : Kami harus melihat wajahnya yang tampan karena dirimu. Haruskah aku berterima kasih untuk itu?

Eun Bo diam saja.

Song Yi : Ngomong-ngomong, siapa Eun Ki? Apakah aku satu-satunya yang penasaran? Baik! Kalau dipikir-pikir, aku pernah mendengar nama itu sebelumnya. Dia adalah Ratu yang tragis yang meninggal secara tak terduga. Apakah aku salah?

Asisten Bu Jung masuk dan mendengar kata2 Song Yi.


Eun Bo : Terima kasih telah memberitahunya padaku. Aku juga ingin tahu tentang itu. Tapi ini sangat disayangkan. Kau menentang perintah Raja dengan memberi tahu semua orang. Kupikir kau akan menerima hukuman.


Dan benar saja, asisten Bu Jung berkata, bahwa Song Yi akan menerima hukuman.

Song Yi pun menatap kesal Eun Bo.


Usai makan malam, para gadis kembali ke kamar mereka.

Eun Bo sekamar dengan Young Ji dan mereka sedang menyiapkan kasur mereka masing2.

Young Ji terus menatap Eun Bo dan teringat kata2 ayahnya bahwa Eun Ki adalah putri pengkhianat dan akan segera didiskualifikasi, bahkan dibunuh.


Eun Bo yang tak nyaman ditatap seperti itu oleh Young Ji tanya, kenapa Young Ji terus menerus menatapnya.

Young Ji ingat pesan ayahnya bahwa ia harus tersenyum pada siapapun agar tak dicurigai.

Young Ji pun senyum, tidak apa-apa.


Kyung masih terjaga. Eunuch Hwang meminta Kyung tidur karena hari sudah larut.

Kyung : Ini sangat aneh. Apa yang aku impikan terjadi dalam kenyataan.

Eunuch Hwang : Itu kadang-kadang bisa terjadi. Jangan terlalu khawatir tentang itu.


Han Mo kemudian datang.

Han Mo : Para prajurit menjaga rumah tamu dengan aman.

Kyung : Bagaimana dengan dia?

Han Mo : Dia aman.

Eunuch Hwang : Yang Mulia, apa yang sangat anda khawatirkan?

Kyung : Aku tidak mungkin melupakan wajah itu, dan suaranya itu. Tapi tatapan matanya ... Matanya terasa agak berbeda.


Paginya para gadis kembali mengikuti proses seleksi.


Dae Bi membujuk Wangdaebi agar mendiskualifikasi Eun Bo. Ia bilang karena Eun Bo, Kyung nyaris meninggal.

"Iya, kakak. Maksudku Yang Mulia.  Aku juga setuju dengannya. Jika dia benar-benar Ratu yang hidup kembali, dia adalah putri pengkhianat!" ucap adik Wangdaebi.

"Itu mungkin pendapat menteri negara kiri, bukan pendapatmu." jawab Wangdaebi, membuat adiknya langsung diam.

"Berhenti meributkannya. Dia bukanlah Ratu yang sudah mati." ucap Wangdaebi.

"Bahkan jika itu benar, aku punya firasat buruk tentang itu. Ini pertanda buruk!" jawab Daebi.

"Babak seleksi pertama sudah dimulai. Kita tidak bisa lagi merusak martabat kita sebagai bangsawan." ucap Wangdaebi.

"Mama!" ucap adiknya tak setuju.

"Jika dia berarti nasib buruk seperti perkataan Ibu Ratu, dia akan tersingkir selama putaran pertama seleksi. Pilihan ini akan ... menjadi unik dalam metodenya." jawab Wangdaebi.


Bu Jung menemui para gadis.

Bu Jung : Pilihan ini akan terdiri dari Gwansang, Shimsang, Haengsang. Itu akan menjadi tiga bagian secara total. Gwansang adalah tentang wajah, Shimsang adalah tentang hati, dan Haengsang adalah tentang sikap. Hal Itu akan menjadi kriteria. Sebelum kami memeriksa wajah kalian, kami akan memeriksa apakah Kalian memakai riasan. Jika kalian melanggar aturan dan mengenakan pemerah pipi kalian, kalian akan menerima penalti.

Song Yi menoleh ke Eun Bo dengan wajah senang. *Eun Bo bakal dikerjain ni kek nya.


Dari jauh, Kyung menatap Eun Bo. Tak lama,, Wangdaebi datang.

Wangdaebi : Tenangkan dirimu, Yang Mulia. Jangan bingung.

Kyung : Aku mengendalikan diri juga tidak akan cukup. Apakah dia ratu atau bukan, semua orang akan memanipulasinya di depanku mulai sekarang. Itu juga termasuk diri anda, Nenek. Jangan mencoba mengambil keuntungan darinya bagaimanapun caranya. Aku akan mengawasimu. Dan jika nona muda itu memang ternyata menjadi ratu, aku akan melindunginya tidak peduli apa yang diperlukan kali ini.


Han Mo lantas datang dan membisikkan sesuatu.

Wangdaebi : Ada apa?

Kyung : Tidak apa-apa. Aku akan pergi.


Kyung : Jadi pria itu terbangun?

Han Mo : Ya, Yang Mulia.

Eunuch Hwang : Yang Mulia, aku akan mengirim penyiksa terkenal sehingga dia mengaku.

Kyung : Aku akan mengunjunginya sendiri.

Eunuch Hwang : Anda ingin melakukan ini sendiri?

Kyung : Bersiap-siaplah. Sekarang juga?

Eunuch Hwang : Aku pikir akan lebih baik jika anda pergi setelah matahari terbenam.

Kyung : Aku akan mengatakan bahwa aku akan pergi untuk memeriksa kantor publik. Han Mo, kau akan menjadi satu-satunya yang datang bersamaku.


Eunuch Hwang cemberut tidak diajak.

Kyung : Aku berencana untuk menempatkanmu pada tugas penting. Jangan terlalu cemberut.

Eunuch Hwang senang, apakah anda mengatakan "tugas penting?"

Kyung : Awasi terus Nona itu.

Eunuch Hwang : Yang Mulia, omong-omong, masalahnya ... apakah Aku memata-matai atau menjaganya?

Kyung : Keduanya?

Kyung lalu mengajak Han Mo pergi.


Man Chan menemui Daebi dan tanya keputusan Wangdaebi.

Wangdaebi : Aku tidak tahu apa yang direncanakan wanita tua itu. Aku berhasil menjadikan diriku setidaknya seorang juri penentu. Aku menanam salah satu pelayan di pengadilanku juga sebagai seorang juri.

Man Chan : Itu dilakukan dengan baik! Apa yang harus aku lakukan?

Daebi : Jika kau terlibat banyak hal yang akan menjadi terlalu keras. Song Yi dan aku akan membereskan ini. Jadi, minggir saja.


Para kandidat mulai diperiksa wajahnya.

Pelayan meletakkan saputangan ke bibir para gadis untuk diperiksa para gadis memakai lipstick atau tidak.

Tiba giliran Eun Bo, Eun Bo tak lulus karena memakai lipstick.

Eun Bo : Aku tidak memakai riasan.

Asisten Bu Jung menyuruh pelayan sekali lagi memeriksa tapi hasilnya sama.


Ternyata,, itu ulah salah satu pelayan. Saputangan yang diletakkan ke bibir Eun Bo sudah ditaburi sesuatu sehingga saputangan itu berwarna merah saat diletakkan ke bibir Eun Bo.


Bu Jung pun mengatakan Eun Bo menerima hukuman double.

Bu Jung : Sikap seseorang terhadap proses dan hasilnya juga merupakan bagian dari evaluasi.

Song Yi menatap Eun Bo yang kena hukuman dengan wajah puas.

Ya, pelayan yg mengerjai Eun Bo tadi adalah suruhan Daebi.


Saat tiba giliran Young Ji, pelayan Young Ji lah mengambil karena tak mau Young Ji dikerjai juga seperti Eun Bo.

Young Ji lolos. Pelayan Daebi kesal. Sementara pelayan Young Ji tersenyum puas.

Young Ji kemudian menatap Eun Bo.


Para kandidat lalu duduk di sebuah ruangan dengan baskom berisi air di depan mereka.

Bu Jung : Banyak dari kalian tidak lulus tes riasan. Hapus semua yang ada di wajah kalian.

Dua pelayan membagikan handuk kecil. Pelayan Daebi lagi2 mengerjai Eun Bo.


Eun Bo mencium handuknya dan kaget.

Nona gendut bertanya, ada apa?

"Aku sudah mencium aroma wolfsbane sebelumnya." ucap Eun Bo.

"Wolfsbane?"

"Ini beracun. Kulitmu akan gatal dan juga akan mengubahnya menjadi merah."


Eun Bo menatap kesal ke arah Song Yi.


Pelayan Daebi juga memberikan handuk beracun pada Young Ji tapi pelayan Young Ji dengan sigap memberikan handuk baru pada Young Ji, hingga Young Ji selamat.


Bintik kemerahan mulai muncul di kulit telapak tangan Eun Bo.

Si nona gendut kaget, Nona Hong!

Eun Bo : Bisakah kau meminjamkan handukmu jika sudah selesai?

"Kau ingin yang sudah aku gunakan? Tapi tanganmu ..."

"Akan sangat tidak menguntungkan bagiku jika aku membuat keributan sekarang."


Asisten Bu Jung mengawasi satu per satu kandidat. Eun Bo mulai membasuh wajahnya dengan handuk milik si nona gendut itu.

Saat asisten Bu Jung lewat, si nona gendut pura2 me-lap wajahnya agar tidak ketahuan handuknya dipakai Eun Bo.

Bersambung ke part 2......

No comments:

Post a Comment