Thursday, January 9, 2020

Selection : The War Between Women Ep 6 Part 3

Sebelumnya...


Pria yg mencari Wal, datang lagi ke gibang. Pria ini, juga pria yg mengawasi Young Koon di rumah tabib.

Pria ini kemudian mendengar omongan dua gisaeng ttg Wal yg sudah kembali.


"Karena pemilik Badan Buyong telah kembali, apakah itu berarti kita mendapat lebih banyak pekerjaan kecil?"

"Jangan terlalu bernafsu." jawab Cheon Yi.

"Kupikir kita menghasilkan uang yang cukup bagus."

"Jika kau menjadi mata dan telinganya dan mendapatkan informasi, dia memberi kita uang." jawab Cheon Yi.


"Kita sudah cukup istirahat. Ayo pergi sekarang. Bos kita akan mundur lagi."

"Kau bisa duluan. Aku akan mengurus yang lain dulu." jawab Cheon Yi.


Begitu melihat Cheon Yi sudah sendiri, pria itu mendekati Cheon Yi.

"Pemilik Agensi Buyong kembali?"

"Nah, masalahnya adalah...."

Pria itu memotong kalimat Cheon Yi. Ia menatap tajam Cheon Yi dan meminta Cheon Yi membalas budi.


Wal yg sedang bersantai di dalam salah satu kamar di gibang, didatangi Cheon Yi. Cheon Yi memberinya sebuah kotak kecil.

Wal : Apa ini?

Wal membuka kotak itu dan terbelalak melihat banyak uang di dalamnya.

Cheon Yi : Klien yang aku sebutkan mengatakan kepadaku untuk memberikan ini kepadamu. Selama kau mengambil kopernya, dia akan memberimu dua kali lipat ... Tidak, tiga kali lipat dari ini. Dia menyuruhmu untuk menemuinya di rumah jerami di bawah Tiger Rock di Gunung Inwang. Temui dia pukul tujuh malam


Wal kaget, tiga kali lipat?

Wal lantas menutup kotak itu dan menolak. Wal bilang, Badan Buyong ditutup untuk sementara.

Wal : Bukankah dia semacam pria yang aneh? Dia meninggalkan begitu banyak uang bersamamu.

Cheon Yi : Kupikir kau lah yang aneh. Apakah kau melakukan kejahatan? Kalau dipikir-pikir, ini aneh karena kau tiba-tiba menghilang.

Wal : Aku tidak melakukan kejahatan apa pun. Mereka mengatakan kau harus mengetuk batu sebelum kau menginjaknya. Itu saja.

Cheon Yi : Aigoo, kau akhirnya kehilangan klien saat mengetuk batu.


Cheon Yi lalu berdiri.

Cheon Yi :  Lupakan saja jika kau tidak mau. Bagaimanapun, kau perlu mengembalikan ini padanya.

Wal : Mengapa harus aku?

Cheon Yi : Aku menyampaikan pesan. Dia mungkin melapor ke polisi karena kau tidak mengembalikannya. Dan aku tidak ada hubungannya dengan itu.

Cheon Yi pergi.


Wal : Hei! Hei, apa yang kau katakan? Ya ampun. Wow. Di mana kau mengatakan dia akan berada?

"Rumah jerami di Gunung Inwang!" teriak Cheon Yi di depan pintu.

Cheon Yi lantas menatap pria bertudung yang berdiri di samping kamar Wal.


Young Ji menaruh bubuk kacang ke atas camilan. Tak lama, Eun Bo masuk bersama Nona Ha dan Nona Bang.

Nona Bang heran sendiri melihat camilan beserta 4 cangkir di atas meja.

Young Ji : Karena ini adalah malam terakhir kita di wisma, kupikir kita harus merayakannya bersama.

Nona Bang : Wow, bagaimana bisa kau membaca pikiranku?


Nona Bang lantas mengeluarkan botol minuman dari balik hanboknya.

Eun Bo : Apa itu?

Nona Bang : Ini minuman ginseng. Aku mencuri satu ketika aku meninggalkan rumah.

Young Ji : Kau membawa alkohol? Kau benar-benar memiliki semua jenis makanan.

Nona Bang : Masih ada banyak di kamar kami. Dendeng sapi, kesemek kering ...

Eun Bo : Baiklah, baiklah. Ayo duduk dulu.

Nona Bang : Baiklah.


Eun Bo : Omong-omong, apakah ini benar-benar tidak apa-apa?

Nona Bang : Kita semua berhasil mencapai babak kedua. Setidaknya kita harus merayakannya. Mari kita lupakan kekhawatiran kita.

Nona Bang menuangkan minumannya ke cangkir Eun Bo, Young Ji dan Nona Ha.

Mereka lalu bersulang dan minum. Selesai minum, Young Ji menatap Eun Bo.


Nona Bang : Orang tuaku mungkin kaget sekarang. Bagaimana bisa seorang warga desa seperti aku bisa mencapai putaran kedua seleksi?


Nona Ha : Aku justru khawatir. Aku dari keluarga miskin dan aku memasuki putaran kedua seleksi. Aku khawatir tentang biaya akhir dan hal-hal seperti itu. Akulah yang mendukung keluargaku sendiri.


Nona Bang : Hai semuanya! Dengarkan apa yang aku katakan. Jangan membual karena kau kaya dan jangan bersedih karena kau miskin. Kita harus minum dan meningkatkan mood.

Mereka kembali bersulang.


Eun Bo lalu mengambil kuenya.

Young Ji senang melihatnya.

Tapi wajah senangnya langsung berubah kesal saat Nona Bang mengambil kue itu dari tangan Eun Bo.

Nona Bang : Bubuk apa itu yang ada di atasnya? Apakah ada jenis makanan yang tidak aku ketahui di Joseon?

Young Ji : Inilah yang disebut "kacang." Itu dari Cina.


Young Ji menyuruh Eun Bo mencicipnya.

Eun Bo mencicipnya.

Eun Bo : Rasanya enak.

Young Ji : Aku rasa tidak.


Mendengar kata2 Young Ji, Eun Bo menatap Young Ji heran. Ditatap Eun Bo, Young Ji kaget dan pura2 senyum.


Pria tudung mulai beraksi. Ia menusuk leher seorang pria mabuk dengan jarum beracun.


Sedangkan Wal beranjak meninggalkan gibang membawa kotak uang itu.


Pria bertudung ke rumah tabib dan membawa pergi Young Koon.

Han Mo yg melihat itu langsung menyuruh anak buahnya mengirim pesan ke istana.


Young Ji yang sudah mabuk, mencubit pipi Eun Bo. Eun Bo terkejut.

Young Ji : Dimana kau mendapatkan wajah seperti ini? Di mana aku bisa membeli yang seperti ini?

Eun Bo : Apakah kau mabuk?

Young Ji : Aku tidak mabuk. Ngomong-ngomong, kau benar-benar tidak akan menjualnya kepadaku? Berapa harganya? Berapa banyak yang kau inginkan?


Young Ji pun teler.

Young Ji yang teler, meracau, menanyakan siapa Eun Bo sebenarnya dan kenapa Eun Bo kembali. Eun Bo tambah kaget.


Kyung senang dapat pesan dari Han Mo soal Young Koon yg dibawa pergi.


Pria bertudung membawa Young Koon ke hutan.

Han Mo dan anak buahnya terus mengikuti mereka.

Sementara Wal juga berada di hutan itu.


Pria bertudung itu membawa Young Koon sebuah gubuk. Di gubuk itu, ada jasad pria mabuk yang tewas karena ditusuk oleh pria bertudung dgn jarum beracun sebelumnya.

"Lihat, dia tamu yang menginap di kamar sebelahku di bar. Lihatlah dia. Dia memiliki tubuh yang mirip dengan tubuhku. Jadi orang akan berpikir kau dan aku mati bersama."

Pria bertudung lantas menusuk leher Young Koon dgn jarum beracun.


Han Mo dan anak buahnya bersembunyi dibalik batu tak jauh dari gubuk itu.

Kemudian mereka melihat Wal datang.

Wal :  Apakah ada orang di sana?

Karena tak ada orang, Wal pun masuk.


Wal terkejut melihat dua jasad di lantai.

Han Mo dan anak buahnya masuk. Han Mo menyuruh anak buahnya menangkap Wal karena mereka pikir Wal pembunuhnya.

Wal menyangkal, tapi Han Mo tidak percaya dan membawanya pergi.


Tanpa Han Mo sadari, pria bertudung melihatnya membawa Wal pergi.

Bersambung ke part 3....

No comments:

Post a Comment