Wednesday, January 8, 2020

Selection : The War Between Women Ep 6 Part 2

Sebelumnya...


Eun Bo kembali! Pelayan Daebi tidak percaya Eun Bo bisa kembali dengan selamat.

Para gadis datang.

Yeo Wool : Nona, apa yang terjadi? Aku sangat khawatir padamu.


Eun Bo lantas menatap kesal Song Yi.


Bu Jung langsung keluar begitu mendengar Eun Bo sudah kembali. Eun Bo minta maaf karena kembali dengan terlambat. Eun Bo berkata, ada situasi yang tidak bisa ia hindari.

Bu Jung : Kau memang terlihat agak lusuh.

Nona Park : Apakah kau benar-benar diculik?

Nona Bang memukul Nona Park.

Eun Bo mengiyakan..

Nona Bang kaget, benarkah?


Bu Jung mengajak Eun Bo masuk.

Song Yi tak terima.

Song Yi : Bukannya anda bilang dia dieliminasi? Bagaimana anda bisa membiarkannya di dalam wisma?

Bu Jung : Aku menunda eliminasi.

Song Yi : Bagaimana bisa?


Bu Jung lalu mengeluarkan isi guci Eun Bo. Eun Bo mendapat banyak suara! Song Yi dan para gadis langsung terdiam.

Bu Jung : Nona Hong Yeon memenangkan misi ketiga dengan telak. Dan Juga dia kembali sendiri dan mengaku telah diculik. Adalah prioritas kami untuk menemukan kebenaran. Aku akan melaporkan situasi ini ke istana dan semua keputusan akan dibuat di sana. Silakan masuk istana besok dan kalian akan mengetahui hasilnya melalui pengumuman.

Bu Jung kemudian pergi.

Eun Bo melirik tajam Song Yi. Song Yi juga melirik Eun Bo.


Young Ji duduk di kamarnya. Ia resah memikirkan Eun Bo yg sudah balik.

Tak lama, Eun Bo dan teman2nya masuk.

Nona Bang kaget melihat Young Ji di kamar saja

Nona Bang : Hah? Apakah kau di kamarmu? Kenapa kau tidak keluar? Bahkan saat teman sekamar-mu kembali.

Young Ji berdiri.


Nona Bang memberikan Eun Bo pil.

Nona Bang : Kau pasti kaget. Setidaknya minumlah pil ini. Ini Chungshimhwan.

Eun Bo : Terima kasih.


Yeo Wool memberikan pakaian ganti ke Eun Bo.

Yeo Wool : Anda harus mengganti pakaian anda dulu.


Nona Bang menarik Young Ji keluar.

"Buat dirimu senyaman mungkin. Kami akan pergi ke ruangan yang berbeda."


Eun Bo menanyakan kondisi Yeo Wool.

Yeo Wool pun cerita ttg tuan muda yang menolongnya saat dia hampir diculik.

Yeo Wool : Tapi Nona, apa yang harus kita lakukan jika anda dieliminasi?


Yeo Wool kemudian memberikan surat2 itu pada Eun Bo.

Yeo Wool : Beberapa halaman hancur karena situasinya.

Eun Bo melihat ada jejak sepatu di suratnya.

Ya, ia ingat jejak sepatu itu milik Song Yi. Song Yi sempat menginjak suratnya saat melabraknya sebelum ia diculik.

Eun Bo pun terpikir sesuatu.


Wangdaebi menuju kamar Kyung bersama Bu Jung. Ia kaget saat Bu Jung cerita, kalau Eun Bo mendapatkan suara dua kali lebih banyak dari kandidat lain.

Bu Jung : Jika dia benar-benar diculik, dia tidak bisa dikeluarkan.

Wangdaebi : Tapi itu yang dia katakan. Tidak ada bukti yang jelas. Jika aku melakukan ini dengan cara yang tidak jelas, akan ada reaksi balik dari para menteri.


Mereka tiba di depan kamar Kyung.

Wangdaebi : Katakan padanya bahwa aku di sini.

Eunuch Hwang : Aku minta maaf, Yang Mulia. Yang Mulia berkata dia tidak akan melihat siapa pun hari ini.

Wangdaebi : Aku mendengar raja bepergian dengan menyamar lagi hari ini. Pelayan macam apa kau ini?  Mengapa kau membiarkannya meninggalkan istana sepanjang waktu? Jika sesuatu yang buruk terjadi padanya di luar istana, aku akan memenggal kepalamu terlebih dahulu!


Kyung keluar.

Kyung : Jangan salahkan orang yang tidak bersalah hanya untuk membuatku keluar. Kepala Kasim Hwang mengikuti perintah dariku sebagai pelayanku.

Wangdaebi : Kemana saja kau pergi?

Kyung : Nenek kan sudah tahu. Aku tahu nenek di sini untuk bertanya kepadaku apakah aku menemukan pelakunya, bukan bagaimana dia melakukannya.

Wangdaebi : Geumsang....

Kyung : Aku akan mengurus ini sendiri. Tolong mengerti itu dan pergi saja, Nenek.


Di kertas, Kyung menulis 'Mimpi masa depan'.

Kyung : Baca ini.

Eunuch Hwang :  Mimpi masa depan.


Kyung kemudian tertawa.

Kyung : Sejak aku kembali dari kematian, aku melihat masa depan dalam mimpiku. Jika seseorang mendengar itu, mereka akan memanggilku gila dan mencoba menyeretku keluar dari tahta.

Eunuch Hwang : Yang Mulia, apa yang mengganggu anda?

Kyung : Siapa dia sebenarnya kalau dia bukan Ratu? Lagi pula, siapa gadis itu? Gadis itu ada di kedua mimpiku.

Eunuch Hwang : Apa yang akan anda lakukan dengan nona itu?


Kyung : Aku akan membiarkan dia menjadi Hong Yeon. Dengan begitu ... Ratu akan mampu melindungi dirinya sendiri. Dan aku akan... melindungi gadis itu.

Kyung lalu kembali melihat tulisannya.


Song Yi pergi menemui Eun Bo di halaman belakang rumah karantina.

Song Yi : Mengapa kau ingin bertemu denganku?

Eun Bo : Kau tidak berpikir aku akan kembali, kan.

Song Yi : Apa maksud perkataanmu?

Eun Bo : Apakah kau pikir hal ini tidak akan ada konsekuensinya? Apakah kau pikir aku tidak punya rencana? Katakan pada Nyonya Jung bahwa kau melihat penculiknya.

Song Yi : Mengapa aku harus melakukannya?


Eun Bo lalu memegang sesuatu di dalam lengan bajunya.

Eun Bo : Haruskah aku menunjukkan ini ke Nyonya Jung saja?

Song Yi : Apa itu?

Eun Bo : Bukti bahwa penculik itu bekerja untuk keluarga Kim.

Song Yi : Kau berbohong. Jika kau benar-benar memiliki sesuatu, mengapa kau tidak menyajikannya lebih awal?

Eun Bo : Karena dengan begitu, aku akan mengubah keluarga Kim yang kuat menjadi musuhku. Bahkan putri gubernur Gyeonggi tahu banyak. Jika kau tidak percaya padaku, tutup mulut saja. Kau akan bisa melihat apa buktinya di istana esok hari.


Song Yi berusaha merebut bukti itu tapi Eun Bo langsung mencengkram tangannya.

Eun Bo : Pikirkan baik-baik. sepanjang malam, malam ini.

Eun Bo beranjak pergi. Song Yi menatap kesal Eun Bo.

Eun Bo berjalan melewati Young Ji, yg tanpa ia sadari, diam2 menguping mereka.

Young Ji terkejut.


Song Yi kembali ke kamarnya. Di kamarnya, temannya sedang bersiap untuk tidur. Song Yi kesal dgn ancaman Eun Bo. Saking kesalnya, dia sampai menjatuhkan vas di meja ke lantai.


Sekarang,, Eun Bo sudah berbaring di kasurnya.

Young Ji juga.

Keduanya sama2 larut dalam pikiran mereka.

Eun Bo memikirkan kata2 Kyung saat menyelamatkannya tadi.

Kyung : Jangan takut dan lihat saja aku. Tidak apa-apa. Aku akan memastikan untuk menyelamatkanmu.

Eun Bo ngebatin : Apakah itu benar-benar karena ketulusannya? Dengan segala risikonya, dia mencoba menyelamatkanku ... maksudku, dia mencoba menyelamatkan kakakku. Apakah dia jatuh cinta pada kakak sebanyak itu?


Young Ji mengajak Eun Bo bicara.

Young Ji tanya, apa Eun Bo sudah menemukan jalan agar tidak dieliminasi?

Eun Bo : Aku belum tahu apa yang harus aku lakukan.


Young Ji lalu duduk.

Young Ji : Kenapa kau kembali? Jika itu terjadi pada gadis lain, mereka akan segera melarikan diri. Apakah kau tidak takut? Sesuatu mungkin akan terjadi lagi.

Eun Bo duduk juga.

Eun Bo : Aku takut. Tapi aku tidak bisa lari karena keluargaku. Aku yakin semua orang di sini seperti itu. Mereka berada di bawah tekanan keluarga mereka. Apakah kau tidak seperti itu juga?

Young Ji : Aku tidak begitu. Aku di sini karena inilah yang ingin aku lakukan.


Heung Gyeon diberitahu dua anteknya, bahwa tidak seorang pun tahu ttg Yeon. Salah satu diantara anteknya adalah adik Wangdaebi.

"Dia tidak menonjolkan diri karena dia lemah sejak lahir. Dia pergi untuk perawatan medis untuk waktu yang lama. Itu sebabnya dia tidak mengenal tetangganya sama sekali."

"Apa nama penyakitnya?" tanya Heung Gyeon.

"Tampaknya asma."

"Asma?" tanya Heung Gyeon.


Paginya, para gadis dibawa menuju istana. Eun Bo cemas dalam tandunya, kalau2 Song Yi mengabaikan ancamannya.


Pengawal Man Chan ke tandu Song Yi. Song Yi sewot karena pengawal pamannya gagal mengurus Eun Bo.

Song Yi :  Bagaimana dia bisa mengatasimu?

"Permasalahannya adalah ada tentara kerajaan ketika aku kembali ke gudang."

Song Yi kaget, apa?


Para gadis tiba di istana. Mereka langsung dikumpulkan di satu ruangan.

Song Yi menggenggam roknya. Ia bingung. Di satu sisi, ia mau Eun Bo tersingkir. Tapi di sisi lain, ia takut dengan ancaman Eun Bo.


Eun Bo melirik Song Yi.


Bu Jung datang.

Bu Jung : Hasil seleksi babak pertama akan diumumkan segera. Mohon tunggu sebentar.

Song Yi yg tersudut, akhirya menuruti permintaan Eun Bo. Ia bicara!


Bu Jung langsung menghadap Wangdaebi. Di ruangan Wangdaebi, ada Daebi dan para tetua lainnya juga.

Wangdaebi : Nona Kim melihat penculiknya?

Bu Jung : Iya. Dia tampaknya tidak berbicara karena dia tidak yakin. Deskripsi tentang penculiknya cocok dengan perkataan Nona Hong.


Wangdaebi menatap kesal Daebi.

Wangdaebi : Kenapa dia mengatakan itu sekarang? Seberapa menyedihkannya itu?

Wangdaebi kemudian berkata, tidak ada alasan bagi mereka mengeliminasi Eun Bo.

Daebi protes.

Wangdaebi : Ini Nona Kim, bukan orang lain yang melihatnya.

Daebi diam.


Daebi lalu keluar menemui para gadis. Bu Jung membacakan nama-nama yg lolos seleksi.

Bu Jung : Silakan maju dan ambil gulungan itu.

Young Ji, Ye Shil (Nona Bang), Ha Young (Nona Ha), Jong Hee (Nona Park) dan Song Yi.

Daebi tersenyum ketika menyerahkan gulungan kepada Song Yi.

Bu Jung : Terakhir, Yeon dari keluarga Hong.

Eun Bo lega dia lolos.


Eun Bo pun maju mengambil gulungannya. Daebi menatapnya penuh kebencian. Dan saat Eun Bo hendak mengambil gulungannya yang diberikan Daebi, Daebi tampak seperti tidak mau menyerahkan gulungan itu.

Eun Bo menatap Daebi. Barulah Daebi menyerahkan gulungan itu.


Setelah itu,, Song Yi menemui Eun Bo secara pribadi. Yeo Wool berusaha mengintip mereka.

Song Yi meminta bukti itu.

Eun Bo tersenyum dan menyerahkan buktinya, berupa surat yang ada jejak Song Yi.

Song Yi membukanya dan bingung melihat buktinya.

Song Yi : Apa ini?

Eun Bo : Itu jejakmu.

Song Yi : Jejak kaki?

Song Yi marah, kau menyebut ini bukti? Beraninya kau membodohiku!


Song Yi ingin menampar Eun Bo tapi tangannya langsung dicengkram Eun Bo. Eun Bo lalu memelintir Song Yi.

Eun Bo : Mencoba menyakitiku sekali lagi. Orang bodoh yang berpura-pura pintar seperti kau tidak bisa menjadi pesaingku. Jadi sebaiknya kau jaga sikap.

Eun Bo mendorong Song Yi. Song Yi kesal.


Bu Jung menemui Wangdaebi.

Bu Jung : Fakta bahwa dia tiba-tiba mengaku seperti itu membuatku berpikir Nona Hong mungkin membuat kesepakatan dengannya.

Wangdaebi : Kesepakatan? Sepertinya dia bisa sangat berguna.

Wangdaebi senang.

Bu Jung : Sejak putaran pertama telah berakhir, para wanita muda akan libur mulai besok.

Wangdaebi : Pastikan untuk memberikannya dengan murah hati.

Bu Jung : Ya, omong-omong, Yang mulia. Apakah benar-benar tidak masalah untuk melepaskan insiden penculikan?

Wangdaebi : Aku akan menunggu dan melihat apa yang ingin dilakukan Raja.


Kyung sedang berjalan di teras istana bersama Eunuch Hwang dan seluruh pelayannya.

Eunuch Hwang : Yang Mulia, ada berita bagus. Nona muda itu tampaknya berhasil ke babak kedua. Aku melihatnya dan tampaknya semua pilihan mengarah kepadanya.


Kyung pun berhenti berjalan dan menatap Eunuch Hwang.

Kyung : Aku tidak bertanya padamu.


Kyung lalu kembali berjalan.

Eunuch Hwang : Itu karena anda mengatakan kepadaku untuk mencari tahu tentang dia dengan sangat detail. Itu sebabnya aku melihatnya.

Kyung : Ngomong-ngomong, bagaimana dia bisa mendapatkan begitu banyak suara?

Eunuch Hwang : Aku tidak tahu. Aku tidak tahu tentang itu ...

Kyung : Pergilah dan cari tahu. Tapi pertama-tama, beri tahu Perdana Menteri dan Menteri Negara Kiri untuk menemuiku di kamar-ku.


Man Chan dan Heung Gyeon penasaran kenapa Kyung memanggilnya.

Kyung : Aku ingin melihat kalian karena aku ingin menenangkan saraf kalian.

Keduanya bingung.

Kyung : Putri dan keponakan kalian berada di tengah-tengah seleksi. Kalian pasti sangat gugup untuk mereka. Juga... aku mendengar seorang nona muda hampir diculik oleh seorang pria bersenjata juga. Apa yang kalian pikirkan? Tidakkah kalian pikir itu mungkin orang-orang yang menodongkan pistol ke arahku saat upacara?

Kyung mengatakan itu sambil menatap tajam Man Chan.

Heung Gyeon : Jika itu yang anda pikirkan, silakan pesan Biro Investigasi Kerajaan untuk menyelidikinya.

Man Chan : Yang Mulia, sudah ada banyak desas-desus tentang pemilihan. Mungkin menyebabkan banyak rumor buruk di dalam dan di luar istana. Mungkin keamanan di wisma perlu diperkuat terlebih dahulu.


Kyung : Membuat Biro Investigasi Kerajaan menyelidiki dan memperkuat keamanan? Kedengarannya bagus. Namun bagaimana mungkin kalian bisa begitu riang? Nona muda itu bisa saja dibunuh seperti ratu. Itu juga bisa jadi keponakanmu dan juga putri-mu. Bagaimana mungkin kalian tidak khawatir sama sekali?

Heung Gyeon : Yang Mulia. Bagaimana mungkin aku tidak khawatir? Itu karena aku menyembunyikan emosiku sejak aku menghargai kesetiaan-ku terhadap Yang Mulia atas kesalehan anak.

Kyung : Loyalitas, katamu? Jika begitu, aku harus membalas kesetiaanmu. Jika para nona muda itu berada dalam bahaya, aku tidak hanya akan duduk diam dan melihatnya saja. Jika sesuatu yang memalukan terjadi lagi selama pemilihan, aku akan membatalkan pemilihan ini dan tidak akan memilih Ratu.


Man Chan dan Heung Gyeong kaget.


Hyung Chan dan Hong Sik penasaran dengan yg dikatakan Kyung. Hyung Chan tanya ke Man Chan.

Man Chan : Dia bilang dia tidak akan menikah jika aku membahayakan gadis itu. Dia mengancamku seperti itu.

Hyung Chan dan Hong Sik kesal.

Hyung Chan : Itu tidak masuk akal. Bagaimana dia bisa membatalkan pernikahan kerajaan?

Man Chan : Ibu Suri benar. Gadis itu menggoda raja lagi.

Hong Sik : Maksudku, kenapa raja begitu terpengaruh oleh wajah itu? Apakah dia benar-benar cantik?

Hyung Chan : Itulah yang aku katakan, Keponakan. Apa dia, Hwang Jin Yi atau Jang Nok Soo?


Hong Sik : Paman, kau harus mengajar putrimu lebih baik. Dia mengatakan kepada semua orang untuk mengandalkannya tapi sekarang lihat dia.

Hyung Chan : Apa katamu?

Hong Sik : Apakah kau pikir aku salah?

Hyung Chan : Kau sangat agresif akhir-akhir ini ...

Man Chan : Tenanglah! Cukup sudah! Berhenti!


Heung Gyeon menemui Young Ji.

Heung Gyeon : Jangan khawatir tentang Nona muda dari keluarga Kim. Aku punya rencana dalam pikiranku. Ada hal lain yang perlu kau lakukan.

Young Ji : Aku perlu melakukan sesuatu?

Heung Gyeon : Situasinya tidak begitu baik. Sepertinya raja menyelamatkan gadis itu sendiri. Ungkapkan fakta bahwa dia adalah Ratu yang sudah mati sebelum dia menjadi ancaman bagimu dan membuatnya tersingkir dari seleksi. Untuk melakukan itu, kita perlu tahu pasti bahwa dia memalsukan identitasnya.

Heung Gyeon lalu memberikan bubuk kacang pada Young Ji.

Heung Gyeon : Ini adalah bubuk kacang dan akan memicu asma. Hong Yeon yang asli ternyata memiliki penyakit kronis. Kau akan merasakan manfaatnya. Apakah kau ingin mencobanya?

Young Ji terdiam sejenak. Lalu tak lama, ia mengambil bubuk kacang itu.


Ja Yong menemui Jae Hwa di markas mereka.

Ja Yong : Dia pasti putri Kang Yi Soo karena dia berhasil ke babak kedua karena dia mendengarkan orang-orang. Dia membuat Shinmoongo untuk orang-orang?

Jae Hwa kaget, shinmoongo?


Jae Hwa lalu ingat saat membaca salah satu surat Eun Bo setelah menyelamatkan Yeo Wool.

Jae Hwa : Itu berarti pelayan itu ... Kebetulan sekali.


Jae Hwa lalu tanya tingkat pendidikan Eun Bo.

Ja Yong : Dia selesai membaca buku Teori Pencerahan. Dia pembelajar yang cepat.

Jae Hwa : Cukup bagus. Tapi yang paling penting, kita harus meningkatkan permusuhannya terhadap Raja.

Ja Yong : Dia masih lebih fokus pada pelaku yang membunuh kakaknya.

Bersambung ke part 3.....

No comments:

Post a Comment