Wednesday, January 15, 2020

Selection : The War Between Women Ep 7 Part 4

Sebelumnya....


Pelayan Daebi membawa Eun Bo ke dapur kerajaan.

Nona Bang yang sudah berada disana duluan, kaget melihat Eun Bo.

Eun Bo juga.

Nona Bang : Kau datang ke dapur kerajaan juga?

Eun Bo : Dan kau juga melakukannya.

Nona Bang : Misi ini mudah karena kau hanya perlu mengikuti prompt, bukan begitu? Kau buat apa?

Eun Bo : Aku disuruh membuat hidangan menggunakan kue beras untuk Ibu Ratu.

Nona Bang kaget, tidakkah kau pikir ada kesalahan?


Keduanya lalu memperlihatkan tugas mereka masing2.

Eun Bo : Bagaimana mungkin tugas kita sama?

Pelayan Daebi tersenyum licik.


Young Ji ke toko obat, mencari Heuksam.

Young Ji : Ini untuk sebuah misi. Bisakah aku aya memiliki beberapa heuksam?

Song Yi juga datang, mencari heuksam.

Tabib kaget dua wanita meminta heuksam. Tapi heuksam nya tinggal satu karena bahannya langka.


Nona Park dan Nona Ha mencari Bunga Hydrangea.


Wangdaebi menjelaskan ke Kyung, bahwa setiap pasangan kandidat diberi misi yang sama.

Kyung : Jika demikian, apakah salah satu dari dua wanita akan dieliminasi? Dan ibu juga tidak tahu siapa yang dia pilih?

Wangdaebi : Aku kira kau bisa mengatakan itu. Bagaimanapun, keputusannya tergantung pada Ibu Suri. Dia tidak akan bisa mengeluh lagi.


Kyung tersenyum : Jadi itu sebabnya kau menurutinya begitu saja.

Wangdaebi : Kau menemuiku karena kau ingin tahu niatku?

Kyung : Apa misi untuk para wanita?


Kyung lalu teringat mimpinya, dimana Eun Bo minta tolong padanya.

Kyung : Apakah ada kemungkinan mereka datang kepadaku atau atau masuk ke bahaya sama sekali?


Eun Bo dan Nona Bang tidak sengaja menjatuhkan mangkuk yang isinya madu.

Nona Bang kemudian mengambil semua bahan.

Eun Bo : Apa yang akan aku lakukan jika kau mengambil semuanya?

Nona Bang : Ini pertama datang, pertama dilayani dalam situasi seperti ini.


Terpaksa lah Eun Bo mengambil satu bahan yang tersisa.


Young Ji dan Song Yi rebutan heuksam.


Nona Bang dan Eun Bo mulai memasak.

Nona Bang merebus sayur, lalu memotong labu.


Sementara Eun Bo mencampurkan air dengan tepung, kemudian menguleninya.


Young Ji dan Song Yi masih memperebutkan heuksam.

Young Ji yang kemudian sadar mereka bisa kehabisan waktu jika begitu terus, mengajak Song Yi kerja sama.

Young Ji : Kita berdua mungkin tersingkir karena kehabisan waktu.

Song Yi : Kenapa aku melakukan itu denganmu?

Young Ji : Jika begitu, kita akan tersingkir.

Song Yi mulai merasa Young Ji ada benarnya.


Eun Bo dan Nona Bang hampir siap.

Pelayan Daebi maju dan tanya hidangan apa yang dibuat Eun Bo.

"Aku perlu menuliskannya."

"Ini teh Omija dingin dengan kue beras. Omija dikenal sebagai penyegar dan karena dia mungkin kesulitan makan kue beras karena penyakitnya, aku pikir bentuk teh mungkin lebih cocok." jawab Eun Bo.


Eun Bo lalu teringat madu dan melirik Nona Bang.

Eun Bo lantas mengambil mangkuknya dan meminta sedikit madu pada Nona Bang.


Nona Bang : Aku hanya punya sesendok tersisa.

Eun Bo : Terima kasih.

Saat Eun Bo meminta madu pada Nona Bang, pelayan Daebi beraksi.

Pelayan Daebi mencokok segenggam garam dan berniat memasukkannya ke makanan Eun Bo. Tapi syukurlah, niatnya menghancurkan makanan Eun Bo gagal karena Eunuch Hwang yang ditugaskan menjaga Eun Bo, menghentikannya.

Eunuch Hwang mencengkram tangan pelayan Daebi.

"Kenapa kau memegang tanganku?" tanya pelayan Daebi.

"Buka!" perintah Eunuch Hwang.


Pelayan Daebi terpaksa membuka genggamannya.

Eunuch mencicipi yang digenggam pelayan Daebi. Asin!

Eunuch : Siapa yang mengajarimu melakukan cara ini? Ikut denganku. Aku harus membawamu ke Nyonya Pengadilan.

Pelayan Daebi langsung berlutut, memohon agar tidak dibawa ke Nyonya Jung.

Pelayan Daebi : Kau akan membuatku terbunuh! Tolong maafkan aku! Tolong maafkan aku. Aku tidak akan pernah melakukannya lagi!

Eunuch : Jika sesuatu seperti ini terjadi lagi, aku akan memastikan bahwa kau mendapatkan hukuman yang sesuai. Apakah kau mengerti?


Eunuch kemudian menatap Eun Bo dan memberikan hormatnya.

Eunuch lalu pergi. Eun Bo menatap kesal pelayan Daebi.


Eun Bo dan Nona Bang selesai memasak.


Young Ji juga tengah mengipas2 tungku ketika asisten Bu Jung datang. Asisten Bu Jung menyuruh mereka datang ke kediaman Daebi.

Song Yi menatap Young Ji.


Eun Bo dan Nona Bang tiba di depan pintu kamar Daebi.

Setelah diizinkan masuk oleh Daebi, kedua pelayan membawa masuk hidangan Eun Bo dan Nona Bang.

Eun Bo dan Nona Bang menunggu diluar.


Asisten Bu Jung sedang bersama Nona Park dan Nona Ha sekarang.

"Apa yang kalian persiapkan?"

"Mereka adalah biji hydrangea. Mereka masih biji, tapi mereka akan mekar saat waktunya tiba." ucap Nona Park.

"Aku tidak bisa mendapatkan hydrangea, jadi aku melakukan bordir sebagai gantinya." jawab Nona Ha yang membuat sulaman bunga hydrangea.


Bu Jung memberikan hidangan yang dimasak Eun Bo.

Daebi : Tidak terlalu buruk. Meskipun itu tidak cukup manis.

Bu Jung yg tahu itu hidangan Eun Bo, tersenyum.


Saat mencicipi hidangan Nona Bang, Daebi marah. Rasanya asin..


Eun Bo pun langsung tanya kenapa Nona Bang melakukan itu.

Eun Bo : Kau bilang kau pandai memasak.

Nona Bang : Aku cukup melihat istana. Dan aku muak tinggal di Hanyang. Aku juga merindukan makanan ibuku. Tidakkah kau pikir aku terlihat kurang gizi? Ya ampun, pipiku adalah aset terbaikku. Juga, yang paling penting, Yang Mulia bukan tipeku. Aku menemukan Kepala Kasim sangat lah manis. Kau tahu, aku sudah mengawasimu. Bahkan ketika kau memiliki ruam di tanganmu dan ketika kau diculik, kau mencoba yang terbaik yang kau bisa. Pada awalnya, aku berpikir, "Betapa jahatnya seorang wanita." Tapi itu berarti kau sangat menginginkannya.


Heung Gyeon sedang bersama antek2nya.

"Tapi tetap saja, ini adalah seleksi babak kedua."

"Apakah kau benar-benar berpikir aku tidak akan melakukan apa pun?" tanya Heung Gyeon.

"Apa maksudmu?" tanya adik Wangdaebi.

"Aku mencari Hong Yeon yang asli." jawab Heung Gyeon.


Gae Pyong tiba di toko obat tempat Ki Ho biasa membeli obat untuk Yeon.

Gae Pyong : Biarkan aku bertanya sesuatu padamu. Bukan kah gubernur Gyeonggi memesan obat asma dalam jumlah besar belakangan ini?

"Ya, dia sesekali melakukannya."

"Jadi kapan dia akan datang?"

Si penjual obat diam saja. Gae Pyong lantas memberikan si penjual obat uang.

Si penjual langsung memberitahu kapan saja Ki Ho datang.

"Dia datang pada tanggal 1 setiap bulan. Jadi dia datang seminggu kemudian."


Jae Hwa gelisah di rumahnya.

Tak lama, pelayannya datang memberikan surat titipan Ja Yong.

Ja Yong : Aku akan melihat detailnya sendiri. Juga, kita harus berusaha untuk tidak sering bertemu untuk saat ini.

Jae Hwa menghela nafas.


Bu Jung heran Song Yi dan Young Ji hanya membawa satu mangkuk.

Young Ji : Permasalahannya adalah, mereka bilang terlalu banyak obat bisa beracun. Kami pikir memberi Ibu Ratu terlalu banyak obat mungkin lebih buruk daripada memberinya terlalu sedikit. Karena kami khawatir tentang itu, setelah banyak diskusi, kami memutuskan untuk mengerjakan misi ini bersama. Kami pikir itu akan menjadi cara yang baik untuk membantunya.

Bu Jung : Itu poin yang bagus, tapi bukan itu yang kami maksudkan.

Song Yi : Tidak ada cukup heuksam dari awal. Tapi kami memutuskan untuk bekerja bersama daripada berkelahi. Anda mungkin tidak ingin kami bersaing satu sama lain. Jika anda melakukannya secara kebetulan, itu akan membuat prompt bermasalah.


Bu Jung pun mengatakan pada Daebi kalau mereka harus meluluskan Song Yi dan Young Ji.

Bu Jung : Aku menyesal mengatakan ini, tetapi prompt itu memiliki kekurangan karena aku cepat-cepat mengubahnya.

Daebi : Bahkan terkadang kau melakukan kesalahan.

Daebi kemudian memilih benih bunga favoritnya dan sulaman bunga favoritnya. Dia memilih sulaman.


Daebi : Siapa yang berhasil maju ke babak ketiga?

Bu Jung : Pertama, ini Lady Hong dan...

Sontak Daebi kaget Eun Bo lolos.

Daebi : Maksudmu aku memilihnya?

Bu Jung mengangguk.


Kyung senang saat diberitahu Eunuch kalau Eun Bo lolos babak ketiga, dipilih oleh Daebi.

Kyung : Apakah ada hal lain yang terjadi?

Eunuch : Sama sekali tidak, Yang Mulia. Anda pasti memiliki mimpi konyol saat ini. Jadi tolong jangan khawatir.


Han Mo datang, memberitahu ttg Jae Hwa yg tidak meninggalkan rumah belakangan ini.

Han Mo : Aku mencari bordil saat kau memesan juga, tapi itu kosong.

Kyung : Informasi tentang Young Koon yang disediakan oleh Agensi Buyong semuanya benar. Tetapi identitas wanita yang aku temui saat ... Pengawal yang hilang dan sang pangeran. Ada terlalu banyak hal yang mencurigakan tentang Wal itu.


Eunuch : Aku setuju dengan anda, Yang Mulia. Dia pria yang sangat mencurigakan.

Kyung : Apakah dia masih tetap diam?

Eunuch : Dia bahkan tidak mau mengalah. Alih-alih membuatnya terkunci, mungkin anda harus menyerahkannya ke Biro Investigasi Kerajaan dan menanyainya.


Wal diseret oleh petugas. Ia hendak dibawa ke Biro Investigasi.


Asisten Bu Jung mengantarkan para kandidat ke tandu.

"Terima kasih atas kerja kerasnya. Silakan tinggalkan istana sekarang."


Nona Park yg kesal pun berjalan menuju tandunya dan dengan sengaja menabrak Nona Ha.

Melihat itu, Nona Bang menegurnya.

Nona Bang : Tidak bisakah kau setidaknya mengucapkan selamat tinggal untuk yang terakhir kalinya?

Nona Park : Semoga beruntung dengan semuanya.

Nona Ha merasa bersalah karena Nona Park tidak terpilih.

Nona Ha : Dia seharusnya berhasil ke babak ketiga, bukan aku.

Nona Bang : Diam! Apa yang kau katakan? Kau lulus karena kau melakukan pekerjaan dengan baik. Jadi jangan katakan hal-hal seperti itu.


Song Yi melihat Nona Ha.

Song Yi : Sadarlah tempatmu, orang kampung.

Song Yi ikut pergi, tapi sebelum pergi, ia sempat menatap Young Ji tapi tidak mengatakan apapun.


Nona Ha : Ngomong-ngomong, aku sedih sekali kau pergi.

Nona Bang : Datanglah kapan saja kau mau! Aku akan tunjukkan betapa enaknya makanan ini di Jeollado, oke?


Eun Bo menatap Nona Bang.

Eun Bo : Aku memiliki hari yang baik, terima kasih.

Nona Bang : Kita ini teman.

Keduanya lalu berjabat tangan.


Nona Bang kemudian memeluk Eun Bo.

Nona Bang : Pastikan untuk menjadi Ratu. Pastikan untuk tidak melupakanku, oke?

Nona Bang pergi.


Setelah Nona Bang pergi, Young Ji juga pamit pada Eun Bo.


Eun Bo yang ingin naik ke tandunya, terkejut melihat penjaga menyeret Wal.


Eun Bo ingin menyusul Wal tapi ditahan Yeo Wool.


Malam harinya, Eun Bo berbicara dengan Ki Ho dan Ja Yong.

Ja Yong : Aku mendengar kau berhasil mencapai babak ketiga. Kau melakukannya dengan baik.

Eun Bo : Aku bertemu dengan seseorang yang aku kenal di istana hari ini. Menurut para prajurit, sepertinya dia dibawa ke Biro Investigasi Kerajaan. Apakah kau bisa memeriksanya?

Ja Yong : Aku sebenarnya sedang menunggu untuk berbicara denganmu tentang hal itu. Rupanya, pemilik Agensi Buyong telah ditawan oleh raja.

Eun Bo kaget, Raja?

Ja Yong : Tampaknya, tentara kerajaan muncul di Gunung Inwang dan rumah bordil belakangan ini. Apakah kau tahu sesuatu tentang ini?

Eun Bo : Raja telah mencari penyebab pembunuhan itu. Jika tentara kerajaan berada di misi rahasia, itu pasti ada hubungannya dengan pelakunya. Jika demikian, mungkinkah ...

Ja Yong : Maksudmu kolegamu ditangkap sebagai penyebab utama insiden itu?

Eun Bo : Jika itu masalahnya, dia bisa berakhir, bukan?


Ja Yong : Itu belum semuanya. Identitasmu yang sebenarnya mungkin terungkap juga. Segalanya mungkin sia-sia.

Eun Bo : Bagaimana jika aku bertemu dengan Raja? Tolong biarkan aku melihat Raja. Itulah satu-satunya solusi.


Maka, besoknya Ki Ho membawa Eun Bo ke istana.


Kyung : Apakah anda Hong Ki Ho, gubernur Gyeonggi?

Ki Ho : Ya, Yang Mulia.

Kyung : Apa alasan anda ingin menemuiku?

Ki Ho : Permasalahannya adalah seseorang ingin bertemu anda.

Kyung : Siapa itu?


Eun Bo masuk.

Ki Ho : Putriku.

Setelah Eun Bo masuk, Ki Ho pun keluar.


Eun Bo langsung meminta Kyung membebaskan Wal.

Eun Bo : Tolong jangan bunuh orang yang ditangkap sebagai pelaku pembunuhan itu. Tolong biarkan dia hidup.

Kyung kaget, mengapa kau... Bagaimana kau tahu pria itu?


Eun Bo : Aku.... akulah wanita yang kau temui di rumah dukun. Aku.... adalah Eun Ki, Yang Mulia.

Kyung kaget.


Bersambung.....

1 comment: