Sunday, January 19, 2020

Selection : The War Between Women Ep 9 Part 1

Sebelumnya...


Eun Bo menyangkal tuduhan itu.

Eun Bo : Itu tidak mungkin. Pasti ada yang salah. Itu bukan milikku!

Senior Wal : Raja memerintahkan untuk tangkap pelakunya dengan cepat. Bawa Lady Hong pergi!


Wal terdiam saat rekan-rekannya menyeret Eun Bo.

Asisten Bu Jung datang, mencegah Eun Bo dibawa pergi.

"Anda tidak bisa begitu saja mengambil calon selama pemilihan!" ucapnya.

Wal meminta seniornya mendengarkan penjelasan Eun Bo. Tapi dia langsung diam saat ditatap galak oleh seniornya.

Senior Wal menyuruh asisten Bu Jung minggir. Ia bilang, ia hanya menjalankan perintah Raja.


Asisten Bu Jung tak bisa apa-apa lagi. Eun Bo pun dibawa pergi.

Eun Bo : Aku bilang itu bukan milikku! Lepaskan aku! Aku berkata lepaskan aku! Itu bukan milikku! Tolong periksa sekali lagi!

Nona Ha tampak gelisah.


Senior Wal lalu meminta anak buahnya mengunci Eun Bo di sel pertama.

Senior Wal : Aku akan bergabung dengan kalian setelah melapor kepada Yang Mulia.

Mereka pun pergi.

Wal : Ini benar-benar gila ...


Daebi menghampiri Kyung. Daebi pura2 tanya apa yang terjadi pada pelayannya.


Dua petugas datang, menyampaikan sesuatu ke Han Mo.

Dan Han Mo langsung menyampaikannya ke Kyung.


Kyung sontak kaget mendengar Eun Bo ditangkap.

Daebi pura2 kaget mendengarnya.

Daebi lalu menatap putranya.

Daebi : Jusang, kau dengar itu? Lady Hong melakukan pembunuhan.....

Kyung marah : Lagi? Apa yang sudah kau lakukan kali ini?

Kyung langsung pergi.


Tiba di halaman istananya, senior Wal langsung memberikan laporan padanya.

"Saya kapten Biro Investigasi Kerajaan, Sung Gi Chil. Untungnya, kami dapat menangkap pelakunya dengan cepat..."

"Kau salah. Lady Hong bukan pelakunya.  Singkirkan tuduhan itu segera dan mulai kembali penyelidikan." ucap Kyung.

"Tapi kami menemukan racun di barang-barang Lady Hong." jawab Kapten Sung.

"Apakah kau baru saja mengatakan racun?" tanya Kyung.

"Ya, itu rumput beracun. Wanita istana itu dibunuh oleh rumput beracun juga. Dan saya tidak yakin apa yang terjadi, tetapi kami menemukan surat yang diterimanya dari Ibu Suri juga. Juga... ada seorang saksi mata yang melihatnya bertemu dengan korban secara pribadi." jawab Kapten Sung.


Kapten Sung lalu memberikan surat dan racun itu pada Kyung.

Kyung : Ini fitnah. Ini semua konspirasi! Di mana Lady Hong sekarang?

Kapten Sung : Dia dibawa ke Biro Investigasi Kerajaan.

Kyung langsung pergi.


Eun Bo dibawa ke sel oleh Yong Ho dan Wal. Begitu Yong Ho pergi, Wal bilang pada Eun Bo, kalau ia akan segera kembali.


Wangdaebi terkejut mendengar cerita Nyonya Jung tentang Eun Bo yang terlibat pembunuhan.

Nyonya Jung : Sepertinya dia diracun. Dia ditangkap segera karena buktinya jelas.

Wangdaebi : Apakah kau mengatakan korban bekerja untuk Ratu?

Nyonya Jung : Dia juga orang yang melaporkan Yang Mulia Kang Yi Soo.

Wangdaebi : Begitu ada desas-desus tentang kembalinya ratu mati, wanita istana yang melaporkan Kang Yi Soo meninggal. Karena mereka bertindak sangat tergesa-gesa, mereka pasti... Tunda pilihan yang dijadwalkan dan biarkan para kandidat menunggu di Yeonghwadang terlebih dahulu.

Nyonya Jung : Ya, Yang Mulia.

Wangdaebi : Bagaimana kabar Raja sekarang?


Kyung hendak ke sel, tapi dihalangi Eunuch.

Kyung marah, apa kau mau menyuruhku untuk meninggalkannya di penjara?

Eunuch : Jika anda pergi ke Biro Investigasi Kerajaan dan membebaskannya sendiri, anda akan melanggar hukum sebagai raja! Bebaskan dia dulu, Yang Mulia.

Jika anda membuktikan dia tidak bersalah, dia akan dibebaskan secara alami.

Kyung : Mereka merencanakannya dan menjebaknya! Ada bukti jelas juga! Harus ada yang menaruh racun terlebih dahulu...


Dan, Kyung pun teringat mimpinya.

Kyung : Dalam mimpiku tadi malam, seorang wanita menyelinap ke ruangan itu.


Wal menemui Eun Bo diam-diam.

Eun Bo : Apakah itu benar-benar racun? Apakah itu benar-benar berasal dari barang-barangku?

Wal : Ya, itu racun yang terbuat dari rumput. Bagaimana kau bisa ditangkap karena membunuh secara tiba-tiba? Buktinya juga jelas.... Hei, bagaimana jika sesuatu yang buruk benar-benar terjadi padamu?

Eun Bo : Racun rumput?


Eun Bo lantas teringat surat yang dikirimkan Daebi kepadanya semalam lewat pelayan yang terbunuh itu.


Eun Bo : Apakah dia mengirim surat itu kepadaku untuk menjebakku?

Eun Bo lalu menyuruh Wal ke rumah Ja Yong.

Eun Bo : Pergi katakan padanya bahwa kita membutuhkan bantuan Ratu Janda.

Wal : Ya ampun....

Wal pun langsung pergi.


Man Chan memberitahu Daebi, bahwa rencana mereka berjalan lancar.

Man Chan : Anda ingat bagaimana menjelaskan surat itu, bukan?

Daebi senang, tentu.  Aku tidak pernah menulis dan mengirim surat seperti itu.  Ini bahkan bukan tulisan tanganku. Tetapi akankah Raja benar-benar membiarkan ini terjadi? Aku bahkan mengorbankan pelayan setiaku untuk ini. Kita tidak boleh membiarkan kesalahan terjadi.

Man Chan : Tolong jangan khawatir. Semuanya akan berjalan seperti yang kita inginkan.

Daebi : Kalau begitu, apa yang menunggu kita selanjutnya?

Man Chan : Kita harus mulai menekan Raja.


Man Chan dan antek2nya, bertemu Heung Gyeon dan antek2nya di halaman istana.

Man Chan : Anda kebetulan berada di istana.

Heung Gyeon : Ya, aku mendengar ada pembunuhan yang mengerikan di istana.

Man Chan : Aku sedang dalam perjalanan untuk menemui Yang Mulia mengenai hal itu. Maukah kau ikut denganku?

Man Chan lalu mengajak antek2nya pergi.


Kyung sedang memikirkan wanita dalam mimpinya yang menaruh racun di barang2 Eun Bo saat Eun Bo tidur.

Kyung : Dari cara dia berpakaian, dia jelas salah satu kandidat.


Kyung lalu tanya ke Han Mo, siapa kandidat yang menjadi saksi malam itu saat pelayan Daebi bertemu Eun Bo.

Kyung : Apakah itu Lady Kim?

Han Mo : Itu Lady Jo, Yang Mulia.

Eunuch : Putri Yang Mulia Jo Heung Gyeon?

Han Mo : Iya.

Eunuch : Aku tahu itu. Aku tidak pernah menyukai cara dia memandang Yang Mulia.


Kasim lain kemudian datang, memberitahu Kyung kalau para menteri, termasuk Man Chan ingin bertemu dengannya.


Man Chan meminta Kyung menghukum Eun Bo.

Man Chan : Bagaimana mungkin seorang kandidat untuk seleksi melakukan pembunuhan di istana? Ini adalah insiden terburuk sejak sistem seleksi pertama kali diperkenalkan di bawah Raja Taejong.

Kyung : Aku tidak bisa melakukan itu. Tuduhannya belum ditentukan. Aku akan menyelidiki lebih teliti.


Tuan Kim : Bukti sudah ditemukan.

Kyung : Bagaimana jika bukti melibatkan kebohongan? Siapa yang akan bertanggung jawab?

Hyung Chan : Tidak mungkin bukti itu melibatkan kebohongan.


Kyung : Apakah kau akan bertanggung jawab!

Hyung Chan terdiam.


Kyung : Meskipun racun itu ditemukan, Nona Hong tidak punya motif untuk membunuh nyonya istana. Ayah Lady Hong, Gubernur Hong Ki Ho, yang disebutkan dalam surat ini hidup dan sehat.


Heung Gyeon : Maafkan aku karena mengatakan ini, tapi ada rumor di dalam istana bahwa Lady Hong adalah ratu yang telah bangkit. Itu juga harus dilihat sesegera mungkin. Mungkin anda harus membuatnya mengklarifikasi dirinya sendiri.

Man Chan : Yang Mulia, aku setuju dengannya. Anda harus menyelidiki semuanya dengan seksama untuk menjunjung tinggi kehormatan keluarga kerajaan. Tolong dengarkan permohonan kami, Yang Mulia.


Kyung terdiam dengan wajah marah.


Wal menemui Ja Yong. Ja Yong heran, petugas Biro Investigasi datang menemuinya.

Wal menjelaskan maksud kedatangannya.

Wal : Anda mengenal Kang Eun Bo, bukan? Wanita itu dituduh membunuh seseorang. Dia di penjara sekarang.

Ja Yong kaget, apa? Benarkah itu?

Wal : Iya.

Ja Yong : Ngomong-ngomong, siapa kau dan mengapa kau mengatakan ini padaku? Apakah Eun Bo memintamu untuk melakukan ini?

Wal : Nah, masalahnya adalah... ceritanya panjang. Bagaimanapun, aku sudah lama mengenalnya. Tetapi yang lebih penting, dia dalam situasi yang mengerikan, Tuan.


Song Yi dan Young Ji melihat kamar Eun Bo yang berantakan karena diacak2 petugas Biro Investigasi tadi.

Song Yi : Kudengar, Menteri Negara Kiri selalu bergerak dalam bayang-bayang. Mungkin dia melakukannya kali ini juga.

Young Ji : Bagaimana dengan orang-orang di keluargamu? Semua orang mengatakan bahwa mereka selalu bersikap sembrono.

Song Yi : Mengapa kau bersaksi bahwa kau melihat Lady Hong dengan wanita istana? Aku pikir kalian berdua adalah teman.

Young Ji : Kaulah yang membuatnya terlihat mencurigakan.

Song Yi : Itu karena... Lagi pula, apa yang aku harapkan darimu? Ngomong-ngomong, bukankah semuanya berjalan baik bagi kita berdua?

Song Yi lalu pergi.


Nona Ha datang dan melihat kamar Eun Bo.

Nona Ha : Apa yang akan terjadi pada Lady Hong?

Young Ji : Aku juga tidak yakin, tapi dia mungkin tidak akan bisa kembali ke sini.

Nona Ha : Dia tidak akan mati, kan?


Young Ji lantas melihat tangan Nona Ha gemetaran.

Young Ji : Apakah kau baik-baik saja?


Asisten Bu Jung tiba2 datang dan menyuruh Young Ji keluar.


Sampai diluar,, ia bertemu Eunuch Hwang.

Eunuch Hwang : Yang Mulia ingin menanyakan sesuatu.


Young Ji pun bergegas mendekati Kyung.

Kyung : Dimana kau tadi malam setelah bel berbunyi?

Young Ji : Aku berada di kamarku, memikirkan misi untuk babak final.

Kyung : Apakah kau di kamar sepanjang waktu?

Young Ji : Aku pergi ke halaman belakang Yeonghwadang untuk mencari udara segar.

Kyung : Dan kau melihat Lady Hong dan wanita istana bersama?

Young Ji : Iya.


Kyung : Apakah kau pernah masuk ke dalam kamar Lady Hong?

Young Ji : Apa maksudmu?

Young Ji kemudian sadar Kyung mencurigainya.

Kyung lalu menatap ke arah rok Young Ji.

Kyung : Di mana rok yang kau kenakan selama putaran pertama?

Young Ji : Aku bertanya mengapa kau curiga terhadapku.

Kyung : Kebenaran dimulai dengan kecurigaan. Aku curiga pada semua orang, bukan hanya kau.


Young Ji : Jika begitu kau harus curiga terhadap Lady Hong terlebih dahulu. Dia tidak diragukan lagi orang yang terpilih sebagai pelakunya.

Kyung : Bukan untukku.

Kyung kemudian pergi.


Kyung memberitahu Eunuch dan Han Mo, ada sulaman bunga di saputangan yang dipakai untuk menutupi botol racun.

Eunuch : Apakah anda mengatakan bordir? Apakah itu sebabnya anda bertemu dengan Lady Jo yang roknya disulam untuk babak pertama?

Kyung : Sepertinya dia tidak berbohong ketika aku bertanya di mana dia tadi malam.

Eunuch : Tidakkah anda pikir itu mungkin Nona Kim?

Kyung : Jika aku buru-buru menanyai Nona Kim, dia mungkin menyembunyikan ekornya.


Jae Hwa kaget mendengar cerita Ja Yong tentang Eun Bo yang dipenjara.

Ja Yong : Seorang pria yang seharusnya menjadi mitra Eun Bo datang. Sepertinya dia dijebak.

Jae Hwa : Kita harus mengeluarkannya. Apakah ada cara? Pertama, kirim pendeta wanita ke Ratu Janda dan....


Jae Hwa lalu marah pada Kyung. Ia menganggap Kyung tidak melakukan apa-apa untuk Eun Bo yg kini dipenjara.

Jae Hwa : Dia bilang dia wanitanya. Bagaimana dia bisa membiarkan ini terjadi? Dia mungkin memikirkan semuanya dengan tergesa-gesa.

Ja Yong : Kita  Kita perlu bersiap untuk skenario terburuk, Yang Mulia.  Kita mungkin kehilangan keduanya dan hak-hak militer...

Jae Hwa : Kita seharusnya tidak membahas itu dulu. Tolong pelajari situasinya dengan seksama sebelum melakukan sesuatu.

Ja Yong : Aku menyuruh Hong Ki Ho untuk bertemu dengan Eun Bo. Kita lihat saja.


Di selnya, Eun Bo teringat janji Kyung padanya.

Kyung : Aku akan menepati janji yang kubuat padamu di bawah matahari, bulan, dan bintang di sini. Bisakah kau menunggu sebentar, sedikit lebih lama sampai saat itu?

Eun Bo menangis.


Tak lama, Wal datang bersama Ki Ho.

Wal : Aku membiarkanmu masuk sebentar sambil mengganti shift. Kau tidak punya banyak waktu.

Wal pun pergi.


Eun Bo mendekati Ki Ho.

Eun Bo : Apa yang membawamu kemari?

Ki Ho : Apakah kau baik-baik saja?

Eun Bo : Ya, setidaknya untuk saat ini.

Ki Ho : Mereka akan melakukan interogasi padamu besok siang.

Eun Bo : Ibu Suri membuat seseorang menaruh racun di kamarku, Itu mungkin seorang pelayan kerajaan atau kandidat yang bisa memasuki Yeonghwadang. Kita harus menemukannya. Tolong minta bantuan Ratu Janda.

Ki Ho : Bukan untuk Raja, tapi Ratu Janda?

Eun Bo : Ibu Ratu masih ibu Raja. Bisakah dia membuat ibunya didakwa dengan mudah?

Ki Ho : Akankah Ratu Janda membantumu?

Eun Bo : Aku sudah memberi tahu Ratu Janda bahwa aku akan menangkap sendiri pelaku dari pembunuhan itu. Dia melihatku mencapai babak final seleksi. Dia akan membantuku setidaknya sekali hanya untuk memberiku kesempatan.


Eun Bo lantas meminta maaf. Ia takut, Ki Ho juga terkena dampaknya.

Ki Ho : Kaulah yang terkunci. Jangan khawatir tentang aku. Ketika aku memberimu nama putriku,  aku memutuskan untuk menerima apa pun yang mungkin terjadi. Khawatirkan saja dirimu sendiri.

Eun Bo : Mereka mungkin menjebak ayahku dengan cara yang sama juga. Memikirkan dia sekarat seperti itu membuatku sangat marah.


Nyonya Jung mengantarkan surat dari Ki Ho ke Wangdaebi.

Nyonya Jung : Apa yang dikatakan?

Wangdaebi : Dia meminta bantuanku.

Nyonya Jung : Lady Hong mungkin berada dalam bahaya jika anda membiarkan ini terjadi. Mungkin anda harus menerima permintaannya dan masuk.

Wangdaebi : Tetapi tidak ada solusi yang jelas...


Kyung kemudian datang, membuat pembicaraan mereka terhenti. Kyung minta Wangdaebi melakukan sidak ke Yeonghwadang besok pagi.

Wangdaebi terkejut dengan permintaan Kyung.

Kyung : Seorang kandidat dilaporkan menyelundupkan racun ke dalam istana. Tolong lakukan inspeksi mendadak terhadap barang-barang kandidat lainnya untuk langkah-langkah keamanan.


Besoknya, Nyonya Jung memberitahu para kandidat bahwa kamar mereka akan digeledah.

Nyonya Jung : Ini perintah Ratu Janda.


Pelayan pengadilan langsung memeriksa kamar para kandidat.

Salah satu pelayan mengambil buntelan pink dari dalam lemari.


Sekarang, Nyonya Jung memeriksa satu per satu buntelan itu. Ia akhirnya menemukan saputangan bermotif bunga itu di salah satu buntelan.


Eunuch menyerahkan saputangan itu ke Kyung.

Eunuch : Apakah ini yang kau lihat dalam mimpimu?

Kyung : Siapa pemilik saputangan ini.


Biro Investigasi sedang menyiapkan alat2 investigasi.

Kapten Sung : Interogasi akan segera dimulai. Bersiaplah dengan cepa dan bawa penjahat keluar.

Wal cemas.


Wal mengikuti Kapten Sung dan seorang rekannya ke penjara.

Kapten Sung menyuruh Wal membuka pintu penjara tapi Wal pura2 kehilangan kuncinya. Sontak Kapten Sung langsung menendang kakinya.

Kapten Sung lalu menyuruh rekannya yg satu lagi mengambil kunci.


Eunuch membawa Nona Ha ke Kyung. Sontak, Nona kaget melihat Kyung.

Kyung : Mengapa kau menaruh botol racun di kamar Lady Hong?

Nona Ha pura2 tidak mengerti.

Kyung : Mengapa kau melakukan hal seperti itu?

Nona Ha : Bukan aku. Bukan aku!

Kyung mulai marah.

Kyung : Siapa yang menyuruhmu melakukan itu!

Nona Ha terkesiap.


Eun Bo dikeluarkan dari penjara.

Eun Bo : Lepaskan aku! Aku bisa jalan sendiri.


Nona Ha masih tidak mau mengakui kesalahannya.

Kyung menatapnya tajam.

Kyung : Malam itu kau pergi ke kamar Lady Hong saat dia tidur. Kau mengeluarkan racun yang dibungkus dengan saputangan dengan sulaman violet....

Kyung lalu melihat tangan Nona Ha yang gemetaran.

Kyung : .... dan dengan tangan gemetar itu, kau menaruh racun di antara barang-barang Nona Hong. Apakah kau masih tidak tahu apa-apa tentang itu? Jika kau mengaku sekarang, aku tidak akan membuatmu bertanggung jawab atas segalanya. Siapa itu? Siapa yang membuatmu melakukan hal seperti itu? Siapa itu?

Tersudut, Nona Ha mengaku siapa yang menyuruhnya. Menteri Kehakiman!

Flashback....


Pengawal Man Chan membawa Nona Ha ke Menteri Kehakiman.

Nona Ha : Dia ingin melihatku malam sebelum aku memasuki istana.

Nona Ha menatap bingung Menteri Kehakiman.

Nona : Kau siapa?

"Aku Kwon Ik Soo, Menteri Kehakiman. Aku sudah mengenal ayahmu sejak lama juga. Dari apa yang aku dengar, keluargamu mengalami kesulitan dan sekarang seluruh keluarga berjuang secara finansial. Kebetulan... tidakkah kau ingin membantu orang tua dan saudaramu?"

*Oh namanya Kwon Ik Soo toh, saya fikir dia masih bagian dari keluarga Kim, makanya sy panggil Tuan Kim.

Nona Ha : Aku tidak mengerti apa maksudmu?

Tuan Kwon : Aku ingin kau menjalankan tugas untukku.  Jika demikian, keluargamu akan diberi hadiah. Jika kau mengatakan tidak, keluargamu juga harus membayarnya.

Flashback end...


Nona Ha lantas berlutut.

Nona Ha : Aku layak mati. Dia mengancam akan membahayakan keluargaku. Aku tidak tahu ada racun di sana. Aku tidak tahu seorang wanita istana akan terbunuh. Aku benar-benar tidak tahu!

Kyung : Apakah semua yang kau katakan itu benar?

Nona Ha : Ya.


Kyung lantas menyuruh Han Mo menangkap Tuan Kwon.


Tuan Kwon meminta Eun Bo mengakui kesalahan itu.

Tuan Kwon : Kami sudah memiliki bukti yang jelas. Mengapa kau membunuh wanita istana?

Eun Bo : Ini konspirasi. Aku tidak membunuh wanita istana itu!

Karena Eun Bo tidak mau mengaku, Tuan Kwon menyuruh penjaga menyiksanya.


Tepat saat itu, Han Mo dan anak buahnya datang menghentikan itu.

Han Mo : Raja memerintahkan kami untuk menangkap Kwon Ik Soo, Menteri Kehakiman. Tangkap dia sekarang.

Anak buah Han Mo langsung menangkap Tuan Kwon.

Tuan Kwon marah, apa yang kau lakukan! Lagipula, apa perintah Raja?

Han Mo : Aku disuruh menangkap penjahat yang menjebak orang yang tidak bersalah dengan mengarang bukti. Bawa dia!

Tuan Kwon dibawa pergi.


Eun Bo lega.


Wal lalu membawa Eun Bo kembali ke sel.

Wal : Raja menemukan orang yang menaruh racun di kamarmu.

Eun Bo : Yang Mulia menemukannya?

Eun Bo lalu tanya siapa orang itu.


Di depan seluruh pejabat, Kyung membersihkan nama Eun Bo dari tuduhan pembunuhan itu.

Kyung : Nona Ha mengakui segalanya. Karena kami menemukan pelakunya yang sebenarnya, aku berpikir untuk melakukan interogasi seperti yang kalian rekomendasikan. Aku akan menyelidiki kejahatan Kwon Ik Soo dan menyelesaikan insiden mengerikan ini.


Man Chan dan Hyung Chan tak setuju.

Man Chan : Yang Mulia, tuduhan itu belum terbukti.

Hyung Chan : Ya, dan bagaimana jika Nona Ha mengatakan kebohongan?


Kyung : Kenapa kau tidak bisa hati-hati ketika Nona Hong ditangkap?

Sontak mereka diam.

Kyung : Aku akan menyelidiki insiden itu secara komprehensif dan menangkap semua orang yang terlibat. Untuk interogasi, aku ingin Han Ui Geum, Menteri Pengadilan yang bertanggung jawab.

Tuan Han, adik Wangdaebi, terkejut tapi ia menerima tugas itu.


Usai pertemuan itu, Heung Gyeon dan kedua anteknya langsung membahas itu diluar.

"Nona Hong akan kembali ke seleksi lagi."


Heung Gyeon menatap Tuan Han.

Heung Gyeon : Lakukan yang terbaik untuk memenuhi tugasmu.

Tuan Han : Apakah anda menyarankan mendengarkan Yang Mulia?

Heung Gyeon : Yang Mulia sudah memenangkan babak ini. Meskipun aku menjalankan rencana itu, aku tidak pernah berharap mendapatkan banyak dari itu.

Tuan Han : Jika demikian, mengapa kau memberi tahu perdana menteri bahwa Nona Hong adalah Ratu yang mati?

Heung Gyeon : Aku hanya ingin memulai gosip. Perdana Menteri yang merencanakan pembunuhan.


Hong Sik dan Hyung Chan panic.

Hong Sik : Apa yang akan kita lakukan sekarang, ayah?

Hyung Chan : Sekarang Menteri Kehakiman ditangkap, eterlibatan kita dalam pembunuhan akan terungkap.

Man Chan : Berhenti ribut. Kita hanya perlu memotong ekornya.

Hyung Chan : Apakah kau akan menjatuhkan Yang Mulia Kwon Ik Soo?

Man Chan : Kita dapat dengan mudah menemukan anjing lain yang mau setia kepada keluarga kita. Apa yang kau khawatirkan?


Man Chan pun menemui Tuan Kwon di penjara.

Ia berdecak, ckckckck.... Lihat dirimu sekarang ...

Tuan Kwon : Tolong bantu aku.

Man Chan : Jangan khawatir tentang keluargamu. Aku akan menjaganya sejak aku kenal mereka sebentar.

Tuan Kwon bingung, apa maksudmu...


Man Chan : Katakan bahwa wanita istana berbicara buruk tentangmu kepada Ibu Suri dan semuanya menjadi tidak terkendali. Itu yang akan kau katakan.

Tuan Kwon kaget, apakah kau menyuruhku untuk bertanggung jawab atas segalanya sekarang?

Man Chan : Apa yang kau katakan? Kau merencanakan semuanya dari awal. Itu membuat kau bertanggung jawab atas segalanya.

Tuan Kwon : Aku setia pada keluarga Kim.

Man Chan : Aku sadar, tapi kau seharusnya tidak mendapatkan ide yang salah. Apakah kau berpikir bahwa nama belakangmu menjadi Kim hanya karena kita bergaul bersama?

Man Chan tertawa.

Man Chan : Pikirkan keluargamu.


Man Chan pergi.

Tuan Kwon marah.


Besoknya, Tuan Kwon mengakui kejahatan itu ia lakukan sendiri pada Tuan Han.

Tuan Kwon : Aku melakukan semuanya sendiri. Aku membunuh wanita istana dan menjebak Nona Hong untuk itu.


Kapten Sung dan Wal membebaskan Eun Bo.


Kyung menemui ibunya.

Daebi : Aku mendengar Kwon Ik Soo mengakui semua kejahatannya. Aku tidak tahu dia melakukan itu di belakang kami.

Kyung : Seperti yang kau janjikan padaku terakhir kali, tolong akui kejahatanmu.

Daebi : Kejahatan apa?

Kyung : Bahwa kau memerintahkan wanita istana untuk membuat pengakuan palsu.

Daebi : Memesan pengakuan palsu? Siapa yang melakukan itu? Aku pikir kau salah mengerti apa yang aku katakan terakhir kali. Aku tidak bermaksud bahwa ketika aku mengatakan aku akan mengungkapkan kebenaran. Aku ingin menggunakannya sebagai pembawa pesan untuk membuktikan kepadamu bahwa aku tidak bersalah. Tetapi apa yang harus aku lakukan sekarang? Wanita istana yang sudah mati tidak bisa bicara lagi. Kebenaran tidak akan terungkap lagi.


Mendengar itu, Kyung yang kesal, menyuruh Eunuch masuk.

Kyung : Selidiki para pelayan yang bekerja untuk Ratu sekarang. Aku harus menemukan seseorang untuk membuktikan bahwa Kang Yi Soo tidak pernah mencoba untuk mengindoktrinasi putrinya.

Daebi kaget mendengarnya.

Bersambung ke part 2.....

1 comment: