Skip to main content

The Game : Towards Zero Ep 18 Part 2

Sebelumnya...


Tae Pyeong dibantu Nona Lee sedang membereskan barang-barang Teacher Baek.

Nona Lee, bagaimana dengan lukisan Pak Baek?

Tae Pyeong : Aku akan meninggalkannya disini. Rumah ini tidak akan terasa seperti miliknya tanpa itu.

Nona Lee : Secara hukum ini adalah rumahmu sekarang.

Tae Pyeong : Bagiku, ini rumah Pak Baek.

Nona Lee : Bagaimana dengan kursi rodanya?

Tae Pyeong : Nanti saja. Aku akan mengurusnya.


Tae Pyeong membawa kursi roda Teacher Baek ke ruangan Teacher Baek. Nona Lee menemani Teacher Baek di belakang.

Saat mau pergi setelah meninggalkan kursi rodanya disana, Tae Pyeong melihat foto wanita yang dicintai Teacher Baek di atas meja.

Tae Pyeong mengambil foto itu dan melihatnya.

Tae Pyeong : Nona Lee, bisakah aku mencari keluarganya?

Nona Lee : Keluarganya?

Tae Pyeong : Sama seperti Pak Baek yang menyimpan fotonya, keluarganya mungkin menyimpan fotonya. Dan Pak Baek mungkin ada disalah satu foto itu.


Tae Pyeong pun mendatangi sebuah kedai. Terdengar narasi Nona Lee.

Nona Lee : Nama wanita di dalam foto itu adalah Park Hye Jung. Diantara kenalan Pak Baek, aku menemukan surat yang dia kirimkan untuknya, jadi menemukannya lebih mudah dari perkiraanku.

Seorang wanita muncul.

"Maafkan aku. Aku sedang memberi makan kucingku."

Tae Pyeong menatap wanita itu.

"Apa yang kau inginkan?" tanya wanita itu.


Tae Pyeong dan wanita itu lalu bicara. Tae Pyeong menunjukkan foto Park Hye Jung pada wanita itu.

"Aku tidak tahu jika dia masih menyimpan foto ini. Mereka saling jatuh cinta. Bagaimanapun, kakakku mati karena dia. Apa gunanya menghasilkan uang dengan memberitahu orang lain tentang bagaimana cara mereka mati? Orang yang seharusnya dia lindungi mati."

"Dia ingin menghentikannya. Itulah sebabnya dia merasa bersalah seumur hidupnya. Tolong cari fotonya untuk berjaga-jaga. Untuk memberikan keadilan pada kematian Pak Baek, aku sangat membutuhkan fotonya."

"Apakah kau juga bisa melihat kematian seseorang?"

"Iya."

"Silahkan pergi."


Tae Pyeong pun tak bisa apa-apa karena wanita itu mengusirnya. Namun saat hendak pergi, dia melihat tulisan di papan di dekat pintu masuk.

Di papan itu tertulis, "Daya Tarik Kafe: Tanaman Evening Primrose, Kerinduan".


Tae Pyeong lantas menatap wanita itu..

Tae Pyeong : Kau pasti sangat menyukai bunga. Saat kau menyeberang jalan, harap berhati-hati.

Wanita itu terdiam.


Wanita itu baru saja membeli sebuket bunga. Di depan penyeberangan, dia bertemu seorang ibu dan bayinya.

"Manisnya." puji wanita itu.

Wanita itu lalu teringat kata-kata Tae Pyeong tadi saat menyuruhnya berhati-hati.

Tae Pyeong : Kau pasti sangat menyukai bunga. Saat kau menyeberang jalan, harap berhati-hati. Tidak perduli seberapa manis bayi itu, saat kau menyeberang jalan, selalu waspada pada mobil.


Ibu dan bayinya menyebrang jalan. Wanita itu terkejut dan langsung menghentikan ibu yang hendak menyebrang bersama bayinya. Ibu dan bayinya selamat dari kecelakaan.


Tae Pyeong ada di gereja. Tak lama kemudian, ponselnya berbunyi dan dia langsung menatapnya.


Di kantor, Kang Jae, Bong Soo dan Joon Young membahas kematian Teacher Baek.

Kang Jae tak yakin itu bunuh diri.

Bong Soo : Aku mengerti dia buta tapi jika dia mengangkat kelopak matanya seperti ini, dia mungkin bisa melihat sesuatu.

Kang Jae : Kita jujur saja. Ini karena kita tidak punya bukti apapun. Jadi banyak hal mengenai kasus ini sangat mencurigakan. Sama seperti listrik yang padam pada saat itu.


Joon Young : Tapi kenapa dia kesana? Jika kita menganggapnya pembunuhan, bukannya bunuh diri, Jo Hyun Woo mungkin pergi kerumah Pak Baek. Jika begitu anggapan kita, dia pasti kesana dan sekitar waktu itu dia pergi ke rumah Pak Baek, Jo Hyun Woo menemukan kamera tersembunyi dirumahnya.


Joon Young, Kang Jae dan Bong Soo kembali ke rumah Teacher Baek.

Nona Lee : Tae Pyeong baru saja pergi. Kau pasti merindukannya.

Joon Young : Aku kesini untuk memeriksa sesuatu jadi aku tidak menelponnya. Apakah kami bisa berkeliling disekitar sini?

Kang Jae ingin memeriksa kamar Tae Pyeong lebih dulu.

Nona Lee langsung mengantarkan Kang Jae ke kamar Tae Pyeong.


Sementara Bong Soo dan Joon Young memeriksa ruangan lain.

Kang Jae : Kupikir dia tidak masuk kedalam kamarnya. Rumah ini sangat besar. Pinggangku sakit.

Joon Young : Aku akan pergi ke kamar mandi.

Kang Jae mengajak Bong Soo pergi.


Joon Young menatap sekeliling rumah Teacher Baek dan bertanya-tanya.

Joon Young : Aku tidak bisa mengubah dasar pemikiran itu hanya karena tidak ada kamera CCTV. Jika Jo Hyun Woo masuk kerumah, bagaimana bisa dia masuk kerumah tanpa meninggalkan tanda masuk paksa? Apakah dia berpura-pura menjadi teknisi yang datang untuk melakukan inspeksi?


Lalu Joon Young membayangkan seolah-olah ia melihat apa yang dilakukan Do Kyung hari itu.

Ia melihat Do Kyung masuk ke kamar Tae Pyeong. Seolah2, Joon Young tengah melihatnya, Do Kyung berbalik dan menatap ke arah Joon Young.


Joon Young kemudian membayangkan saat Do Kyung dan Teacher Baek bergelut di kamar Tae Pyeong.

Lalu Joon Young melihat Do Kyung membawa Teacher Baek keluar dari kamar Tae Pyeong.


Joon Young mengikuti Do Kyung ke kamar mandi dan melihat Do Kyung membersihkan darah di wastafel.

Joon Young : Pak Baek tidak bisa melihat maupun berjalan, jadi aku yakin dia sangat mudah untuk dilumpuhkan. dan tempat dimana dia bisa menutupi pembunuhannya sebagai bunuh diri. Ini adalah lokasi kejahatannya. Aku yakin dia dibunuh disini tapi bagaimana bisa dia membunuhnya saat masih sadar? Aku yakin dia merusak lokasi kejadiannya tapi seberapa keras dia mencoba untuk menghapus semuanya, aku yakin pasti ada sedikit darah yang tertinggal disuatu tempat dimana dia tidak bisa melihatnya.


Joon Young kemudian memeriksa pipa saluran air.

Joon Young : Jika ada darah didalam pipa ini, dia pasti pembunuhnya.

Tapi tidak ada apapun disana. Joon Young bingung sendiri.


Tae Pyeong sedang menatap foto Teacher Baek yang dikirimkan oleh adik Hye Jung.

Ia menangis melihat bagaimana Do Kyung menghabisi Teacher Baek.


Di ruang bawah tanahnya, Do Kyung sedang mengawasi Tae Pyeong lewat kamera CCTV yang ia pasang di kediaman Teacher Baek.


 Tapi Tae Pyeong berhasil menemukan satu per satu kamera yang dipasang Do Kyung dimana2.

Tae Pyeong juga melihat kamera itu ada di langit2 kamar mandi tempat Teacher Baek ditemukan.


Tae Pyeong membuka pipa saluran air dan menunjukkannya ke Do Kyung. Ada sisa darah di dalam pipa itu.


Do Kyung yang melihat itu marah. Ia berdiri dan melempar piring berisi makanan untuk Joon Hee dan Hyung Soo.


Tae Pyeong menatap marah ke arah kamera.

Bersambung...

Jadi karena itu guys si Joon Young gak bisa nemuin tu sisa darah di pipa saluran air karena udah dibuang Tae Pyeong duluan.

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...