The World Of The Married Ep 15

Sebelumnya....


Episode ini diawali dengan kebahagiaan rumah tangga Da Kyung di masa lalu.

Da Kyung : Kami harus sempurna. Aku tidak akan terombang-ambing tidak peduli betapa sulitnya itu. Aku mengatakan pada diriku sendiri berulang kali.


"Kegembiraan. Kesedihan dan rasa sakit. Kebahagiaan. Karena kita harus berbagi semuanya sejak kita menikah...."

"Karena dia rekanku, tempatku berbagi suka dan duka.


"Karena aku tidak boleh goyah, apa pun yang terjadi."

"Tapi sekarang? Apa yang wanita ini katakan?"


Da Kyung syok mendengar pengakuan Sun Woo.

Sun Woo bilang, dia tidur dengan Tae O.

Sun Woo : Sudah kubilang, bukan? Tidak ada jaminan kau tidak akan berakhir sepertiku.

Da Kyung menolak percaya. Ia menuding Sun Woo gila yang mencoba menghancurkan pernikahannya sebelum pergi dari Gosan.


Sun Woo tanya, haruskah ia memberitahu Da Kyung apa warna celana dalam Tae O malam itu?

Da Kyung tambah syok.

Sun Woo : Aku tidak berbohong. Terserah kau mau percaya atau tidak.


Sun Woo mau pergi tapi Da Kyung ngatain dia murahan. Da Kyung juga menyebut Sun Woo sebagai pelacur.

Da Kyung : Apa kau tidak malu menghadapi Joon Young?


Sun Woo berbalik dan kembali menatap tajam Da Kyung.

Sun Woo : Itu adalah malam saat Joon Young meninggalkan rumah dan ketiduran di kafe internet.

Da Kyung membeku mendengarnya.


Di mobil, Joon Young menatap ibunya yang lagi bicara dengan Da Kyung.


Da Kyung kembali ke dalam rumah. Begitu ia masuk, Hyo Jung langsung mendekatinya dan tanya apa yang terjadi. Hyo Jung juga tanyain Joon Young.

Da Kyung menatap ayahnya dan berkata bahwa ia melihat Joon Young pergi.

Da Kyung : Tidak apa-apa. Maafkan aku sudah membuat keributan.


Da Kyung lantas menyuruh ayah dan ibunya pulang. Tapi sang ayah bilang mereka akan pulang setelah Tae O pulang. Hyo Jung menambahkan, kalau mereka tak bisa meninggalkan Da Kyung sendirian sekarang.

Da Kyung : Aku baik-baik saja. Ini sudah larut. Pulanglah.

Hyo Jung : Kau terlihat mengerikan sekarang. Apakah wanita itu mengatakan sesuatu yang aneh?

Da Kyung : Ini bukan pertama kalinya dia bertingkah aneh. Itu tidak menggangguku. Aku hanya akan mengabaikannya.


Pimpinan Yeo mendekat dan ingin tahu apa yang dikatakan Sun Woo.

Da Kyung : Aku bilang tidak ada. Aku mau istirahat. Jadi pulanglah.


Da Kyung lalu beranjak pergi.

Hyo Jung menangis melihat Da Kyung.


Dalam perjalanan, Pimpinan Yeo dan Hyo Jung tak saling bicara. Mereka sama-sama resah mikirin Da Kyung.


Sun Woo dan Joon Young tiba di rumah. Mereka masu ke rumah sambil berpegangan tangan. Joon Young menatap sekeliling rumahnya yang sudah lama ia tinggalkan.


Sun Woo menatap Joon Young lirih.

Sun Woo : Aku lapar. Haruskah kita makan sesuatu?

Joon Young tampak menahan tangisnya menatap sang ibu.

Sun Woo menyenderkan kepalanya di bahu Joon Young.


Tae O yang minum-minum di warung tenda teringat saat tadi memukul Joon Young. Dia juga ingat ketika melihat Sun Woo menangis dipelukan Yoon Ki.


Tae O merasa bersalah dan mulai memaki dirinya.

Tae O : Sadarlah idiot! Begitu banyak orang yang terluka karenamu. Berapa banyak lagi yang harus mereka derita? Kau sampah.


Da Kyung termenung di ruang makannya, mikirin yang terjadi.

Tae O pulang dan melihat Da Kyung di dapur.


Melihat Da Kyung, Tae O pun mendekati Da Kyung.

Tae O : Maaf.

Tae O lalu menanyakan Joon Young. Da Kyung diam saja.


Curiga terjadi sesuatu, Tae O pun lari ke kamar Joon Young dan kaget Joon Young tidak ada.


Tae O lalu kembali menghampiri Da Kyung.

Tae O : Di mana Joon Young? Apa yang terjadi?

Da Kyung pun tanya, apa Tae O tidur dengan Sun Woo. Dia bertanya dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.

Tae O terkejut Da Kyung tahu.

Da Kyung : Jawablah dengan bijak jika kau tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama dua kali. Semuanya tergantung pada jawabanmu. Apakah kau akan mengatakan yang sebenarnya atau berbohong kepadaku. 


Sontak lah Tae O ingat pas dulu Sun Woo tanya dia punya wanita lain apa gak. Sun Woo juga mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan Da Kyung.

Sun Woo : Jika kau mengatakan yang sebenarnya, aku akan membencimu selama sisa hidupku, tetapi jika kau berbohong, aku tidak akan pernah memaafkanmu. Aku tidak bisa memaafkan dusta. Berbohong akan benar-benar mengkhianatiku. Jadi jujurlah denganku. Apa kau punya wanita lain?


Da Kyung : Kudengar itu adalah malam saat Joon Young meninggalkan rumah. Malam itu aku terjaga sepanjang malam karena Jenny demam. Malam kau berbohong kepadaku, mengatakan kau bersama Je Hyuk! Aku menelepon berkali-kali karena bayi kita sakit, tetapi kau melakukan itu dengan wanita itu?

Tae O : Apa Sun Woo yang mengatakannya?

Da Kyung : Jawab aku! Apa kau tidur dengannya?

Tae O terdiam sejenak. Tak lama kemudian, ia mengakuinya.


Tangis Da Kyung langsung berjatuhan.

Da Kyung : Ada apa dengan kalian berdua?

Tae O : Itu kesalahan! Bagiku itu tidak ada artinya. Itu hanya kesalahan. Itu saja. Tidak ada lagi. Itu adalah kesalahan yang tidak ingin aku lakukan lagi. Dia tidak akan berada di sini lagi. Dia akan pergi. Dia sudah menyerahkan pengunduran dirinya. Berhentilah membiarkan dia mengganggumu, Da Kyung-ah.

Da Kyung : Siapa yang peduli dimana dia? Saat itu kau! Aku tidak bisa percaya! Aku percaya padamu ketika dia mengatakan kau menguntitnya. Bahkan ketika aku melihat ponselmu penuh dengan fotonya, aku masih mempercayaimu. Ketika dia menjadi alibimu di kantor polisi, aku pikir dia melakukannya karena kau ayah putranya. Aku pikir dia melakukannya untuk Joon Young. Tapi aku mengerti sekarang. Kalian berdua masih terikat satu sama lain. Kau dan wanita itu juga.


Tae O : Semua yang wanita itu inginkan adalah menghancurkanku!  Kenapa dia berbagi hal yang memalukan denganmu? Dia berusaha menghancurkan kita! Jangan biarkan kata-katanya menyesatkanmu.  Hanya kau yang ingin aku lindungi Aku mencoba membuatnya pergi karena aku ingin bahagia denganmu. Dan akhirnya, itu terjadi!

Da Kyung : Apakah itu sebabnya kau tidur dengannya? Untuk membuatnya meninggalkan kota? Apakah kau berharap aku mempercayai itu?

Tae O terdiam. Da Kyung lalu beranjak pergi.


Di kamar, Da Kyung menangis.

Tae O juga menangis di ruang bacanya.


Sementara Sun Woo mengatakan semuanya pada Joon Young.

Sun Woo : Kami saling mencintai, menikah dan memilikimu. Aku menghabiskan sebagian besar hidupku dengan ayahmu. Kita berperang dan berpisah karena kita tidak bisa hidup bersama lagi, tapi bukan hanya kebencian yang kami miliki satu sama lain. Sama seperti kau yang merindukan ayahmu, aku juga merindukan suamiku, meskipun itu hanya sesaat. Wajar kau merasa bingung dan dikhianti.

Joon Young menahan tangis mendengarnya.


Sun Woo memegang tangan Joon Young. Tangisnya juga mulai keluar.

Sun Woo : Aku baik-baik saja dengan itu bahkan jika kau terus membenciku. Aku akan tetap di sisimu untuk mendukung dan melindungimu. Apa yang aku inginkan darimu adalah, hargai dirimu. Itu saja. Kau berbeda dari orang tuamu. Kau dapat hidup secara berbeda. Itu saja. Ingat itu.

Joon Young : Aku yakin seluruh sekolah sudah tahu aku pencuri.

Sun Woo : Itu akan sulit tapi kau bisa berjuang melaluinya. Kau punya ibu. Ibu akan melindungimu. Kita selesaikan bersama. Oke?


Joon Young : Bisakah kita pergi saja? Ayo pergi ke suatu tempat dimana tidak ada seorang pun yang mengenal kita.

Sun Woo : Apa kau baik-baik saja dengan tidak pernah melihat ayahmu lagi?

Joon Young menghapus tangisnya dan berkata kalau ia baik-baik saja.

Sun Woo : Baik. Ayo pergi, kemanapun itu. Beri aku waktu beberapa hari untuk mengatur segalanya. Baik?


Paginya, Tae O terbangun lantaran menyadari hari sudah pagi.


Tae O lalu turun ke bawah. Dia mau masuk dapur, tapi segan melihat Da Kyung.

Tae O pada akhirnya tetap masuk ke dapur. Dia salah tingkah sendiri melewati Da Kyung dan terus berjalan ke kulkas.

Selesai minum, dia melihat sarapan yang sudah disiapkan Da Kyung untuknya.


Tae O kemudian pergi tapi Da Kyung mengucapkan terima kasih karena Tae O sudah bicara jujur soal Sun Woo.

Da Kyung : Aku yakin itu tidak mudah.

Da Kyung lalu tanya, apa Joon Young tahu yang terjadi antara Tae O dan Sun Woo.


Tae O tak menjawab pertanyaan Da Kyung.

Melihat ekspresi Tae O, Da Kyung pun tahu jawabannya dan merasa kasihan pada Joon Young.


Da Kyung lalu berkata, tidak akan membiarkan Jenny menjadi seperti Joon Young.

Da Kyung : Aku tidak seperti wanita itu. Aku tidak ingin bertindak gila dan mencapai titik terendah. Aku tahu aku bisa mengatasi ini. Aku akan memastikan untuk mengatasinya bahkan jika hanya untuk Jenny. Akuu akan melewatinya denganmu. Tapi beri aku waktu. Aku butuh waktu.

Tae O : Baik. Ambil sebanyak yang kau butuhkan. Gunakan waktumu. Aku akan menunggu. Juga, aku akan mencoba yang terbaik juga.

Da Kyung : Makan sarapanmu.


Tae O mulai duduk meski masih ngerasa canggung.

Tae O : Terima kasih.

Tae O mulai makan dan memuji rasa sup buatan Da Kyung.

Da Kyung yang masih terguncang, beranjak pergi dengan dalih mau melihat Jenny.


Da Kyung sedang main dengan Jenny, ketika Tae O masuk untuk pamit berangkat kerja.

Di depan Jenny, mereka berusaha bersikap seolah-olah tidak terjadi masalah.


Di kamarnya, Joon Young lagi mengepak semua barangnya.

Saat tengah mengambil pakaian dalamnya di dalam laci, Joon Young melihat kotak tempat ia menaruh barang-barang yang ia curi dari temannya. Joon Young lalu mengambil kotak itu, tapi tiba2 dia mendengar suara mobil.


Sun Woo yang juga tengah mengepak pakaiannya, dihampiri Joon Young.

Joon Young : Aku tidak ingin bertemu dengannya.

Sun Woo kaget.


Sun Woo lalu turun ke bawah, sementara Joon Young tetap di atas.

Sun Woo menyuruh Joon Young masuk kamar.


Sun Woo lalu membuka pintu. Tae O menatap Sun Woo dengan tatapan emosi.

Tae O : Di mana Joon Young?

Sun Woo : Katakan apa yang ingin kau katakan. Aku akan memastikan untuk memberi tahu dia.

Tae O : Aku di sini untuk meminta maaf. Aku ingin melakukannya secara langsung.

Sun Woo : Dia tidak ingin melihatmu.


Tae O gak peduli. Dia mendorong Sun Woo dan menerobos masuk ke dalam dan teriak-teriak memanggil Joon Young.

Sun Woo mengejar Tae O.

Sun Woo : Apa yang sedang kau lakukan! Aku bilang dia tidak ingin melihatmu!

Tae O : Joon Young!

Sun Woo : Pergi saja! Dia tidak ingin bertemu denganmu. Dia bahkan tidak ingin berbicara denganmu. Dia takut padamu sekarang.


Tae O gak peduli dan mau naik ke atas tapi melihat Joon Young berdiri di tangga atas.

Tae O yang gak mau Sun Woo mendapatkan Joon Young, coba membujuk Joon Young.

Tae O : Maafkan aku. Maaf aku memukulmu. Aku minta maaf. Bisakah kita bicara? Aku tidak memukulmu karena kebencian. Aku benar-benar marah...

Joon Young : Pergi.

Tae O : Ayo. Setidaknya bersihkan udara diantara kita. Apakah kau tidak ingin melakukan itu?

Joon Young : Jika kau tidak pergi, aku akan memanggil polisi.

Joon Young lari ke kamarnya.


Sun Woo menyuruh Tae O pergi tapi Tae O malah menatap geram Sun Woo.


Mata2 keluarga Yeo mengawasi rumah Sun Woo. Tak lama, dia melihat Tae O menarik Sun Woo keluar.


Tae O : Apakah semuanya bagian dari rencanamu?

Sun Woo : Apa? Apa yang kau bicarakan?

Tae O : Mengapa kau memberi tahu Da Kyung? Kau bilang kita harus merahasiakannya! Kau mengatakan itu sendiri! Apakah kau masih memiliki perasaan untukku?

Sun Woo : Aku melakukan apa yang kau minta. Aku menyerahkan segalanya dan mundur. Yang saya minta darimu adalah untuk memastikan Joon Young tidak terluka. Kau berjanji untuk membesarkannya dengan baik. Kau bilang kau akan membuatnya bahagia. Tapi beraninya kau memukul anakku di depannya dan keluarganya!

Tae O : Terus? Apakah kau menyuruhnya membalasku?  Apakah kau benar-benar harus sejauh ini?


Sun Woo : Kau takut dia meninggalkanmu?

Tae O : Da Kyung tidak sepertimu. Dia bersedia memaafkanku atas kesalahan yang kubuat. Sayang sekali, kan? Kau pasti kecewa.

Sun Woo : Apakah kau benar-benar berpikir dia akan bisa memaafkanmu? Apakah kau benar-benar berpikir dia akan berbeda?

Tae O : Jangan berpikir bahwa Joon Young menyukaimu.  Dia menjadi seperti itu karena dia marah padaku. Aku tidak akan pernah menyerah padanya.


Tae O masuk ke mobil, tapi Sun Woo menahan pintu mobil Tae O.

Sun Woo : Ini peringatan terakhir. Menyerahlah dan akhiri pertarungan disini sekarang. Kalau tidak, aku tidak akan tinggal diam. Aku bersumpah akan mengakhiri hidupmu. Aku akan menghancurkan hidupmu sepenuhnya.


Tae O tak terima disalahkan. Dia mencengkram tangan Sun Woo dan mendesak Sun Woo ke mobil.

Tae O : Tidak, kau baru saja menghancurkan hidupmu sendiri. Kau mencoba membalasku dengan kesalahan satu malam itu tetapi kau hanya dipermalukan. Apakah kau masih tidak tahu tempatmu? Apa yang bisa kau lakukan padaku? Apa yang akan kau lakukan? Aku tidak akan pernah membiarkan wanita gila sepertimu membesarkan Joon Young. Aku akan membawanya kembali sesegera mungkin. Jadi ingatlah itu.


Tae O mendorong Sun Woo dan beranjak pergi.


Sementara di dalam, Joon Young takut kalau ayahnya membawanya pergi.


Joon Young ingat kata2 Sun Woo. Sun Woo bilang tidak akan pernah membiarkan Tae O melakukan itu.

Sun Woo : Sudah kubilang aku akan melindungimu.


Sun Woo yang juga takut Tae O mengambil Joon Young, menatap ke mobil mata-mata keluarga Yeo.

Sun Woo tahu dia sedang diawasi.


Sun Woo kemudian mendekat ke mobil itu.

Dia mengetuk kacanya. Pria itu membuka kacanya dan tanya apa yang bisa ia bantu.

Sun Woo : Beritahu Pimpinan Yeo bahwa aku ingin bertemu dengannya.


Sekarang, Sun Woo sedang bicara dengan Pimpinan Yeo.

Ya, dia berada di kediaman Pimpinan Yeo. Sun Woo tanya, mau sampai kapan rencananya Pimpinan Yeo mengawasinya. Ia juga tanya, apa Pimpinan Yeo juga mengawasi Tae O.

Pimpinan Yeo : Aku yakin aku sudah mengatakan sebelumnya bahwa aku akan melakukan apa saja ... untuk memastikan putriku bahagia.

Sun Woo : Jadi akhirnya kau mengakui putrimu tidak bahagia?


Di belakang, Hyo Jung berusaha menahan diri mendengar pembicaraan mereka.


Pimpinan Yeo ingin tahu apa yang Sun Woo katakan pada Da Kyung semalam.

Sun Woo tanya, apa Pimpinan Yeo ingin tahu apa yang terjadi antara dirinya dan Tae O.

Sun Woo : Aku sudah tahu lama kau tidak mempercayai Tae O, jadi aku sudah bisa menebak apa yang terjadi.

Sun Woo lalu tanya apa mimpi Da Kyung.

Pimpinan Yeo bilang Da Kyung suka traveling sejak masih muda.

Pimpinan Yeo : Jadi aku membawanya ke berbagai tempat. Dia sangat menikmati pergi ke galeri seni. Kalau dipikir-pikir, itu bagus kalau begitu Dia mengatakan ingin mendapatkan lebih banyak pengalaman dan mengembangkan mata yang lebih baik untuk seni, dan kemudian mengoperasikan galeri seni.


Sun Woo : Kau lebih dari mampu mewujudkannya jika dia mau.

Pimpinan Yeo : Tentu saja.

Sun Woo : Dia bisa hidup sesuai dengan potensinya dan hidup bebas. Tapi secara tak terduga, dia terjerat oleh Tae O. Putrimu yang berharga sedang menyia-nyiakan masa mudanya karena seorang pria. Bukankah itu tragis? Melihat dia berjuang dengan kompleks sebagai istri keduanya, membuat aku kasihan padanya sebagai sesama wanita. Itu sebabnya aku datang kesini meskipun aku tahu aku tidak diterima. Karena kau akan melakukan apa saja untuk putrimu.


Di kamarnya, Da Kyung menerima kiriman foto Tae O mengancam Sun Woo.

Da Kyung kecewa Tae O masih belum bisa melepaskan Sun Woo.


Ponselnya kemudian berbunyi. Telepon dari ibunya.

Hyo Jung nanyain kabar Da Kyung.

Da Kyung bilang dia baik-baik saja. Da Kyung lalu tanya alasan ibunya menelponnya.

Hyo Jung : Aku pikir Ji Sun Woo benar-benar pergi. Agen real estat mengatakan rumahnya siap dijual. Dia mengemasi barang-barangnya dan pergi dengan anaknya, jadi kau tidak perlu khawatir lagi.


Da Kyung terkejut dan heran sendiri Sun Woo pergi.

Hyo Jung menatap Pimpinan Yeo usai bicara dengan Da Kyung.

Hyo Jung : Apakah kita melakukan hal yang benar?

Pimpinan Yeo diam saja.


Joon Young menemui No Eul di kafe. No Eul tanya, Joon Young mau pindah kemana.

Joon Young tak menjawab dan memberikan kotak itu pada No Eul. Joon Young menyuruh No Eul mengembalikan barang-barang itu pada teman-teman mereka. No Eul langsung membuka kotaknya.


Joon Young menatap No Eul.

Joon Young : Katakan pada mereka aku minta maaf.  Aku juga minta maaf padamu. Maaf telah memintamu untuk melakukan ini.


Joon Young berdiri. Dia mau pergi tapi No Eul memanggilnya.

No Eul lantas mengaku kalau ia menyukai Joon Young.

No Eul : Karena aku khawatir. Itu karena aku berharap kau akan berhenti. Aku tidak lebih suci darimu. Begitu. Maaf jika aku menyinggungmu. Aku juga minta maaf.

Joon Young : Terima kasih.


Joon Young pergi.

No Eul sedih melihat Joon Young pergi.


Sun Woo menunggu Joon Young di mobil. Tak lama, Joon Young keluar.

Joon Young langsung masuk ke mobil.

Sun Woo : Bisa kita pergi?

Joon Young mengangguk sembari tersenyum.


Mobil mulai melaju. No Eul keluar dan menatap kepergian mereka.


Sepanjang perjalanan, Joon Young dan Sun Woo terlihat bahagia.

Mereka saling tersenyum satu sama lain.


Di RS, Dokter Kong heran melihat pasien tidak sebanyak biasanya.

Dokter Kong mendekati meja resepsionis. Ketiga perawat yang menjaga meja resepsionis bahkan bisa berleha-leha.

Begitu Dokter Kong datang, ketiga perawat itu langsung sok sibuk.

Perawat Ahn bilang, banyak pasien Sun Woo yang pergi.

Dokter Kong : Apa Dokter Ji bilang kapan dia akan kembali?

Perawat Ahn : Tidak. Dokter Sul  mengatakan dia pikir dia pergi.

Dokter Kong kaget, dia pergi?


Di ruangannya, Myung Sook mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Dia menghubungi Tae O lewat SMS.

Myung Sook : Apa yang terjadi di antara kalian? Sun Woo bilang dia dan Joon Young pergi. Benarkah?


Yoon Ki mengirimkan pesan suara pada Sun Woo.

Yoon Ki : Aku yakin kau berpikir keras tentang hal itu sebelum membuat keputusan. Aku hanya ... ingin kau bahagia. Aku ingin memberitahumu itu.


Agen real-estate membawa calon pembeli ke rumah Sun Woo.

Dia menjelaskan, kalau si pemilik tiba2 pergi jadi perabotannya masih lengkap disana.

Si calon pembeli masuk. Dia Da Kyung!

Agen real-estate menyuruh Da Kyung melihat-lihat.


Da Kyung masuk ke kamar Sun Woo.

Dia melihat-lihat. Lalu dia membuka lemari kecil dan menemukan foto pernikahan Tae O dan Sun Woo disana.


Da Kyung kemudian panic dan langsung memeriksa lemari pakaian Sun Woo, tapi dia tak melihat pakaian Sun Woo atau Tae O disana.

Da Kyung memeriksa lemari yang satunya dan dia menemukan kotak yang berisi gaun-gaun tidur Sun Woo, parfum serta foto keluarga Sun Woo disana. Lalu tiba-tiba, dia mendengar suara. Sontak lah Da Kyung langsung menutup pintu lemari Sun Woo tanpa menyadari barang2 itu mirip dengan punyanya.


Di bawah, Ye Rim sedang bicara dengan si agen. Ye Rim tanya, apa seseorang sedang melihat-lihat rumah Sun Woo.

"Iya. Dia melihat ke atas."

"Kapan menurut anda rumah kami akan laku?" tanya Ye Rim.

"Aku tidak bisa mengatakannya. Pasar lambat akhir-akhir ini."

"Bukannya kita bisa menjatuhkan harga sebanyak itu. Aku khawatir."

"Aku yakin akan ada pembeli segera. Setiap rumah memiliki pemilik yang dimaksudkan untuk itu."

Da Kyung turun diam-diam dan mau pergi tapi Ye Rim memergokinya.

Ye Rim tanya, kenapa Da Kyung datang.

Si agen tanya apa Ye Rim kenal Da Kyung. Ye Rim lalu menyuruh si agen keluar sejenak.


Ye Rim : Sun Woo memberiku kunci dan memintaku untuk mengepak barang-barangnya. Aku tidak menyangka melihatmu disini.

Da Kyung : Aku hanya ingin memastikan bahwa dia benar-benar pergi.

Ye Rim : Bukan itu saja yang ingin kau konfirmasi. Kau cemas karena kau tidak yakin apakah itu benar-benar berakhir diantara mereka? Aku mengerti. Aku juga akan seperti itu.

Da Kyung yang tidak mau mendengar kata-kata Ye Rim, memilih pergi.

Ye Rim : Tae O tidak akan lupakan Sun Woo dengan mudah. Sun Woo melarikan diri seperti yang dia lakukan karena dia tahu ini.

Da Kyung : Atas dasar apa kau membuat klaim seperti itu? Apakah Sun Woo menyuruhmu mengatakan ini padaku? Sudah kuduga dia menyuruhmu.


Ye Rim : Je Hyuk mengatakan ini padaku. Bahkan ketika seorang pria memiliki wanita di sampingnya, dia tidak akan bisa melupakan cintanya sebelumnya.

Da Kyung kaget mendengarnya.

Ye Rim : Dia pikir Tae O seperti itu. Kau tahu Sun Woo pernah bersembunyi sekali, kan? Tae O datang menemui saya saat itu. Dia bertanya apakah aku bisa memastikan kesehatannya? Matanya tampak begitu putus asa. Menurutmu mengapa Tae O bertindak seperti itu? Aku tahu betul betapa menyiksanya hidup sambil meragukan suamimu. Itu sebabnya aku ingin memberi tahumu sebagai wanita lain dan sebagai seseorang yang berpengalaman. Jika kau tidak percaya padaku, kau bisa datang ke rumahku. Aku akan tunjukkan rekaman keamanan. Dia memintaku login untuk perusahaan keamanan. Kau akan dapat melihat seberapa sering Tae O datang dan berapa kali dia berkeliaran di sekitar rumah kosong itu.


Da Kyung yang takut kalau Ye Rim benar, langsung menghindar dan bergegas pergi.

Ye Rim menatap tajam kepergian Da Kyung.


Setelah Da Kyung pergi, si agen real-estate masuk dan langsung diberi bayaran oleh Ye Rim.

Ye Rim terlihat kesal.

*Ooow, jd ceritanya ini Sun Woo lagi berusaha membuka mata Da Kyung ya.


Da Kyung melajukan mobilnya dengan gelisah.


Malam harinya, Sun Woo dan Joon Young tiba di sebuah rumah. Rumahnya sangat bagus. Sun Woo duduk, membongkar pakaian mereka sementara Joon Young berdiri menatap keluar jendela.

Sun Woo : Anggap saja kita sedang liburan. Jangan pikirkan apapun dan santai saja.

Joon Young : Aku merasa aneh.

Sun Woo : Itu karena tempat itu tidak dikenal. Kau akan segera terbiasa. Jangan khawatir tentang apa pun dan hanya miliki pikiran positif.


Joon Young menatap ibunya.

Sun Woo : Cukup pilih ke mana kau ingin pergi dan apa yang ingin kau lakukan. Aku akan melakukan segalanya untukmu.  Kita bahkan dapat kembali jika kau mau.


Joon Young tersenyum.

Joon Young lalu kembali menatap keluar jendela. Kamera menyorot wajahnya yang sedih.


Je Hyuk menghampiri Ye Rim yang lagi nonton TV sambil membawa dua gelas.

Je Hyuk : Aku menyelesaikan semua proyek mendesak di tempat kerja. Haruskah kita melakukan perjalanan?

Ye Rim : Kemana?

Je Hyuk : Kau tidak harus bekerja terlalu keras, jadi bagaimana kalau suatu tempat hangat untuk memulihkan? Mungkin Bali atau Hawaii? Bagaimana dengan Hawaii?

Ye Rim : Baik. Aku bisa pergi kapan saja, jadi kau harus memilih tanggal yang sesuai untukmu.

Je Hyuk : Bagus.


Ye Rim kemudian menyandarkan dirinya di pelukan Je Hyuk dan menatap ke arah TV.

Je Hyuk tiba-tiba meletakkan gelasnya di meja. Ye Rim menatap Je Hyuk dan tahu apa yang akan dilakukan Je Hyuk padanya.

Ya, Je Hyuk ingin mencium Ye Rim, tapi Ye Rim langsung menghindar.

Ye Rim kemudian minta maaf. Mereka langsung canggung.


Je Hyuk lalu bertanya, bisakah dia menginap disana malam ini. Tapi Ye Rim bilang lain kali saja.

Je Hyuk lantas berusaha mencairkan suasana.

Je Hyuk : Maafkan Aku. Aku pergi terlalu jauh. Aku sangat buruk dalam membaca suasana hati. Aku tidak mengecewakanmu, bukan?

Ye Rim tersenyum dan menggeleng.


Je Hyuk menuju ke mobilnya dengan wajah kecewa karena Ye Rim masih menolaknya.

Di dalam, Ye Rim juga mikirin Je Hyuk dengan resah.


Di kamarnya, Da Kyung termenung menatap foto pernikahannya.


Tae O datang.

Tae O : Aku pulang.

Da Kyung menatap Tae O dengan mata kalut.

Da Kyung : Ya.

Tae O melepas mantelnya dan nanyain Jenny. Da Kyung bilang, Jenny sudah tidur.


Tae O : Tidak ada yang terjadi, kan?

Da Kyung : Tidak.

Tae O : Aku akan membuat ramyeon. Apakah kau mau makan bersamaku?

Da Kyung : Aku baik-baik saja.

Tae O : Baiklah kalau begitu.


Tae O ke dapur, memasak ramyeon.

Pas mau makan, Tae O tak jadi menyuap dan meletakkan lagi sumpitnya.

Tae O lalu minum.


Da Kyung datang. Dia membuka kulkas dan mengambilkan kimchi untuk Tae O.


Tae O mulai makan. Da Kyung berjalan menuju keluar, tapi dia langsung menatap ke Tae O karena mendengar Tae O terbatuk.


Joon Young sibuk ngemil sambil nonton TV.

Sun Woo yang duduk di belakangnya tanya, apa Joon Young benar-benar gak peduli kemana mereka pergi?



Joon Young menatap ibunya.

Joon Young : Setiap sekolah adalah sama. Rumah sakitmu lebih penting.

Sun Woo menatap laptopnya.

Sun Woo : Haruskah kita mencari tempat di Seoul sementara kita berada di sana? Kita juga harus memikirkan universitasmu.


Joon Young nyuruh emaknya ngedate. Kata Joon Young, emaknya harus berkencan dengan pria baik dan ia tidak masalah dengan itu.

Sun Woo hanya tertawa mendengarnya.

Sun Woo kemudian tanya kenapa Joon Young gak suka Yoon Ki.

Joon Young : Karena kau terlalu baik untuknya.

Sun Woo : Apa?


Joon Young tersenyum.

Joon Young : Aku sungguh-sungguh. Dia tidak cukup baik untukmu.

Joon Young lalu kembali mengalihkan pandangannya ke TV.


Ponsel Sun Woo berdering. Pesan masuk dari Yoon Ki.

Yoon Ki nanyain kabar mereka.


Yoon Ki di kamarnya menunggu balasan SMS dari Sun Woo.

Tak lama kemudian, Sun Woo menghubunginya.


Sun Woo keluar rumah.

Sun Woo : Maaf. Aku pergi tanpa pamit.

Yoon Ki : Aku tahu aku seharusnya tidak merasa seperti ini. Tapi aku tidak bisa berhenti mengkhawatirkanmu. Apakah semuanya baik-baik saja?

Sun Woo : Joon Young dan aku merencanakan masa depan. Dia jauh lebih tenang. Kami bahkan tertawa bersama.


Di dalam, Joon Young menerima pesan dari No Eul.

No Eul : Anak-anak bilang padaku, bahwa mereka mengerti dan bahwa kau tidak perlu minta maaf. Tidak bisakah kau tetap disini?


Yoon Ki lalu nanyain kabar Sun Woo.

Sun Woo : Udara disini enak. Bintang-bintang sangat jelas. Dan terima kasih untuk itu, segalanya menjadi jauh lebih jelas sekarang. Terima kasih, Dokter Kim. Aku tidak akan pernah melupakan bahwa kau banyak membantuku.

Yoon Ki : Dokter Ji, bisakah kau memberi tahuku setelah kau memutuskan kemana kau pergi?

Sun Woo terdiam mendengar pertanyan Yoon Ki.


Da Kyung tak bisa tidur. Da Kyung akhirnya bangun.


Sementara Sun Woo lagi nemenin Joon Young tidur.


Ponsel Sun Woo berbunyi. Telepon dari Da Kyung.

Sun Woo turun ke bawah dan menjawab panggilan Da Kyung.

Sun Woo : Apa yang kau inginkan?


Sun Woo yang sudah memakai mantelnya, menunggu Da Kyung di depan mobilnya. Tak lama, Da Kyung datang. Da Kyung menatap Sun Woo sebelum turun dari mobil dan menghampiri Sun Woo. Da Kyung yang menganggap Sun Woo berusaha merusak rumah, marah.

Da Kyung : Aku akan membuat Tae O menyerahkan hak asuh Joon Young. Jadi jangan berharap mendapatkan biaya untuk membesarkan anak darinya.

Sun Woo : Kapan aku meminta itu?

Da Kyung : Itu karena kau selalu menggunakan anak sebagai alasan! Pastikan kalian tidak akan pernah bertemu lagi karena Joon Young.


Sun Woo : Kau tahu Joon Young hanya sebuah alasan. Itu sebabnya kau datang jauh-jauh kesini.

Da Kyung : Itu hanya kesalahan satu malam. Dan aku percaya itu. Jika kau tidak ingin dipermalukan, berjanjilah bahwa kau tidak akan pernah muncul di hadapan kami lagi. Jika tidak, aku akan menuntutmu karena telah melakukan perzinahan.

Sun Woo diam saja dan terus mendengarkan ancaman Da Kyung.

Da Kyung : Aku tidak perlu takut. Kau pikir aku tidak akan bisa melakukannya?


Sun Woo : Apa yang ingin kau lindungi? Tae O? Keluargamu? Harga dirimu? Apa kecemasanmu akan mereda jika aku berjanji tidak muncul di hadapan kalian?

Da Kyung : Itu bukan urusanmu.

Sun Woo : Kau benar. Kau berhak memilih. Dan itu bukan urusanku. Tapi sebelum kau memilih, ada sesuatu yang perlu kau ketahui.


Sun Woo meraih ponselnya.

Da Kyung : Apa yang sedang kau lakukan?

Sun Woo : Akan kutunjukkan padamu, warna asli Tae O.

Sun Woo memutar lagu itu.


Sun Woo berkata, itu adalah lagu favoritnya dan karena itu lagu favoritnya, Tae O juga menyukai lagu itu.

Sun Woo : Ini bukan hanya lagu favorit kami. Ada arti khusus untuk itu. Dia melamarku memakai lagu ini. Menikahlah denganku, Sun Woo-ya. Aku berjanji akan membuatmu dan bayi kita bahagia. Aku tidak melakukan ini karena kau sedang hamil. Itu karena aku mencintaimu, Sun Woo-ya. Aku ingin berbagi hidup denganmu. Ayo kita hidup bersama." Apakah dia mengatakan sesuatu yang mirip seperti ini padamu? Apakah dia memberitahumu bahwa kau adalah satu-satunya cintanya? Apakah dia membisikkan kata-kata cinta?

Da Kyung syok, tapi dia tetap tidak mau percaya dan menuding Sun Woo berbohong.

Da Kyung : Kau tidak punya bukti.


Sun Woo : Ikuti aku. Aku akan membuktikan kepadamu bahwa aku tidak berbohong.

Da Kyung : Kemana kau membawaku?

Sun Woo : Ke rumahku.


Adegan berikutnya, Sun Woo membuka lemarinya dan menunjukkan gaun-gaun tidurnya, parfum serta foto pernikahannya pada Da Kyung. Sun Woo berkata, awalnya ia kaget melihat kemiripan mereka. Da Kyung tidak mengerti. Sun Woo menyuruh Da Kyung memperhatikan mereka baik-baik.

Sun Woo : Aku melihat ini di kamarmu. Kita memiliki parfum yang sama. Jenis pakaian yang sama. Dan bahkan mengenakan jenis gaun pengantin yang sama. Mereka semua sama, dan itu benar-benar membuatku takut. Apakah Tae O memilihnya untukmu? Atau kau memilih sendiri.

Da Kyung tetap menolak percaya.

Da Kyung : Kau memeriksa barang-barangku dan membeli barang-barang yang sama. Kau benar-benar buruk. Tidakkah kau berpikir kau belum dewasa?


Lalu Sun Woo melihat pakaian kotak-kotak merah yang dikenakan Da Kyung.

Sun Woo pun terpikirkan sesuatu dan bergegas menarik Da Kyung ke meja riasnya.


Sun Woo membuka lacinya dan mengambil sebuah album dari sana.

Sun Woo : Aku tidak memiliki bukti yang tidak dapat dibantah seperti yang kau inginkan, namun aku tidak berbohong.

Sun Woo membuka albumnya dan mencari-cari sesuatu, tak lama ia menemukannya. Sebuah foto. Fotonya mengenakan pakaian kotak-kotak merah dan ia menunjukkannya ke Da Kyung. Da Kyung kaget melihat pakaian Sun Woo di foto itu sama persis seperti yang sedang dipakainya.


Sun Woo : Aku tidak tahu apakah Tae O sadar atau tidak tapi kau sangat mirip denganku. Bagaimana menurutmu?

Da Kyung : Banyak orang berpakaian seperti itu. Jangan mencoba mengacaukanku.

Da Kyung yang mulai takut dengan kenyataan akan Tae O, mau pergi tapi kata-kata Sun Woo menghentikan langkahnya.

Sun Woo : Dia teliti dan berorientasi pada detail, bukan? Semuanya harus berjalan sesuai rencana. Kau mungkin berpikir dia berjiwa bebas, dan itu membuatmu tertarik padanya. Dia mungkin jatuh cinta padamu yang memandangnya dan menyediakan ruang baginya. Kau dan aku adalah tipe yang secara naluriah ia sukai.

Da Kyung : Apakah kau mencoba bersikeras bahwa dia masih menyukaimu? Mengapa aku mendengarkan khayalanmu?

Sun Woo : Bagaimana jika wanita seperti itu muncul lagi? Kau benar. Ini tampilan yang umum. Ada banyak wanita seperti kita. Sedihnya,

Tae O adalah pria yang memiliki semangat bebas. Dia tertarik pada wanita yang merawatnya dengan baik, tapi begitu dia merasa seperti sedang tertahan, dia akan mencari tempat untuk bernafas. Sama seperti dia jatuh cinta padamu sementara dia bersamaku.


Sun Woo lalu mendekati Da Kyung.

Sun Woo : Aku yakin pada saat itu Jenny seumuran Joon Young. Bisakah kau menjamin itu tidak akan terjadi?


Da Kyung berlari keluar sambil menangis.

Langkahnya terhenti di dapur.

Sun Woo kemudian turun dan duduk di tangga.

Sun Woo : Itu semua yang seharusnya menjadi cinta yang luar biasa. Apa itu pernikahan? Kau dibutakan sebentar oleh kesalahpahaman bahwa itu adalah takdir dan menikah. Apakah layak memberikan semua sebagai jaminan hanya karena kau hidup bersama selama beberapa tahun? Mengetahui kau akan sengsara. Aku masih belum mengerti. Satu hal yang pasti. Kau tidak dapat membesarkan anak dengan pria yang kau tahu akan menyakitimu. Pikirkan lagi. Mungkin ini adalah kesempatan terakhirmu untuk melarikan diri.


Da Kyung menyetir mobilnya. Tangisnya mengalir deras.


Sun Woo masih duduk di tangga.


Paginya, Tae O yang sudah rapi, sedang menunggu hasil print-an proposalnya. Setelah proposalnya selesai di-print, ia memasukkan lembar proposalnya ke tas, lalu berhenti sejenak di depan cermin untuk merapikan dasinya dan keluar.


Tae O masuk ke dapur dan melihat Da Kyung sudah duduk disana. Lalu dia mengambil air dan memberitahu Da Kyung, bahwa investor yang akan ia temui hari itu sangat menyukai naskahnya.

Tae O : Aku memiliki perasaan yang baik tentang ini.

Da Kyung tersenyum, itu keren.

Tae O : Aku akan menghubungimu setelah investasi dikonfirmasi. Mari kita rayakan.


Tae O mencium pipi Da Kyung dan beranjak pergi.


Di restoran mewah, Tae O menemui investornya itu.

Si investor memuji proposal Tae O.

Tae O senang.

Tae O : Aku akan menghubungimu setelah kami mengkonfirmasi peran yang lain.

Investor : Tentu.Mari kita makan malam bersama direktur.

Tae O : Kedengarannya bagus. Telepon aku.


Investor pergi. Setelah si investor pergi, Tae O beranjak ke meja kasir untuk membayar minumannya. Tae O memberikan kartu kreditnya, tapi sayangnya kartu kreditnya ditolak dan si pelayan meminta credit card Tae O yang lain. Tae O memberikannya.


Do Chul datang, dia menatap Tae O dengan sinis.

Do Chul : Lucu melihatmu di sini.

Tae O : Maaf tentang terakhir kali.

Do Chul : Apa yang membawamu kemari?

Tae O : Aku bertemu seorang investor. Apakah pembicaraan sponsor berjalan baik dengan Pimpinan?

Do Chul : Pimpinan Yeo mengingkari janji itu berabad-abad lalu. Apakah kau tidak tahu?

Tae O kaget, mengapa? Apa sesuatu terjadi?

Do Chul : Kau harusnya tahu lebih baik daripada aku.

Do Chul pergi.


Credit card kedua Tae O ditolak juga. Terpaksalah Tae O membayar minumnya dengan uang cash.


Tae O kembali ke kantor dan berteriak marah memanggil pria bernama 'Lee'.

Seisi kantor heboh.


Tae O lalu melihat Pak Lee ada di ruangannya.

Pak Lee sedang membereskan barang-barang Tae O. Tae O masuk dan melabraknya.

Tae O : Apa yang kau lakukan! Kenapa kartu kredit perusahaan dibekukan?

Pak Lee : Aku disuruh oleh Pimpinan untuk membekukannya dan menendang kau keluar.

Tae O : Apa? Omong kosong apa yang kau bicarakan? Aku akhirnya menemukan investor dan kita akan masuk! Jika aku pergi, siapa yang akan mengambil alih?

Pak Lee : Sudah kubilang, ini sudah berakhir untukmu.


Tae O mencengkram Pak Lee. Tae O : Kau gila?

Pak Lee : Jika kau ingin melihat putrimu untuk terakhir kalinya, kau harus sadar dan pulang.


Tae O pun bergegas pulang. Dalam perjalanan dia mencoba menghubungi Da Kyung tapi tak dijawab.

Tae O meninggalkan pesan suara.

Tae O : Yeobo, kenapa tidak menjawab teleponnya? Apa sesuatu terjadi? Aku pikir ayahmu benar-benar marah padaku. Mari kita bicara langsung di rumah. Telepon aku kembali ketika kau mendengar ini.


Tapi sampai di rumah, dia melihat beberapa orang sedang mengangkut barang-barangnya.

Pimpinan Yeo keluar bersama sopirnya, membawa tas Tae O. Pimpinan Yeo melemparkan tas Tae O ke jalan.

Pimpinan Yeo : Pergilah! Aku tidak ingin berbicara denganmu lagi.

Pimpinan Yeo lalu menyuruh supirnya membawa mobil Tae O. Dia juga menyuruh Tae O mengurus sebuah dokumen.


Tae O : Kenapa mobil? Dokumen... dokumen apa?

Pimpinan Yeo : Dokumen perceraian! Menyerahkan hak asuh atas Jenny! Juga, gelar yang aku berikan kepadamu di perusahaan. Ini sudah berakhir. Apakah kau tidak mengerti?

Tae O : Ayah, mengapa kau tiba-tiba bertindak seperti ini? Pasti ada kesalahpahaman.

Pimpinan Yeo :  bukan ayahmu!

Tae O : Ayah.


Pimpinan Yeo menampar Tae O. *Uuups...

Pimpinan Yeo : Satu-satunya hal yang aku inginkan darimu adalah untuk membuat putriku bahagia! Sudahkah kau melakukan pekerjaanmu dengan benar? Aku menghargaimu seperti putraku sendiri dan sebagai teman. Ketika seorang ayah membesarkan putri mereka dengan berharga, itulah yang mereka impikan. Tapi sayangnya, inilah yang terjadi, sesuai dugaanku. Kita akhiri saja sampai disini. Jangan pernah muncul lagi di hadapan kami.

Tae O nanyain Da Kyung. Dia maksa mau bicara sama Da Kyung.


Tae O lari ke rumah dan menemukan Jenny di mobil.


Tae O lalu melihat Da Kyung keluar dari rumah. Tae O langsung menghampiri Da Kyung.

Tae O : Yeobo, Da Kyung-ah!

Pimpinan Yeo menyuruh Da Kyung masuk ke mobil. Tapi Da Kyung menyuruh ayahnya masuk ke mobil karena ia mau bicara sebentar dengan Tae O.


Tae O : Aku pikir kau sudah memaafkanku. Kita memutuskan melaluinya bersama. Kenapa kau tiba-tiba seperti ini?

Da Kyung : Saat itulah kau membuat satu kesalahan. Tapi bukan itu masalahnya. Aku tidak akan tertipu lagi. Ini sudah berakhir.

Tae O : Tidak perlu mendengarkan semua yang dikatakan ayahmu. Mari kita selesaikan masalah kita sendiri.

Da Kyung : Ayah tahu segalanya! Dia sedang mempersiapkan segalanya karena dia mengkhawatirkanku! Aku merasa kasihan pada Jenny karena punya ayah sepertimu.  Jangan pernah berpikir untuk melihatnya lagi.

Tae O : Kau semua yang saya miliki. Aku mencintaimu, Da Kyung-ah. *Preeet!


Da Kyung : Lagu yang kau gunakan untuk melamarku, kau gunakan juga untuk melamar wanita itu. Parfum yang kau beli untukku, serta pakaian dalam dan gaun pengantin dan yang lainnya juga! Siapa aku bagimu? Apa yang aku lakukan untukmu?

Tae O : Apa yang kau bicarakan?

Da Kyung : Yang delusional bukan wanita itu. Itu aku. Aku menemukan segalanya. Bagimu, aku hanya pengganti Ji Sun Woo. Kembalilah ke wanita itu.


Da Kyung masuk ke mobil ayahnya.

Tae O berusaha mengejar Da Kyung tapi gagal.


Tae O lalu berlari ke rumah. Dia mencoba membuka pintu dengan kunci yang ia punya tapi tak bisa. Tae O marah dan terduduk lemas.


Tak lama, dia melihat mobil Sun Woo datang.

Dengan wajah geram, Tae O mendekati mobil Sun Woo. Tae O memukul2 mobil Sun Woo dan menyuruh Sun Woo keluar. Syukurlah,

Sun Woo mengunci pintu mobilnya dan tidak turun.

Tae O menyalahkan Sun Woo.

Tae O : Kau sudah menghancurkan hidupku! Apakah kau merencanakan segalanya untuk menghancurkanku? Apa yang kau katakan pada Da Kyung? Rumah, uang, dan keluargaku juga, aku tidak punya apa-apa.

Sun Woo lalu pergi.


Di perjalanan, Sun Woo menghubungi Joon Young.

Sun Woo : Aku mengurus semuanya. Aku akan segera tiba. Tunggulah sampai aku tiba.

Joon Young : Bagaimana dengan ayah? Apa kau sudah puas?

Mendengar kata-kata Joon Young, Sun Woo menyadari sesuatu.


Tae O berjalan terlunta2 di jalan. Tak lama Sun Woo datang. Tae O menatap Sun Woo penuh kebencian.


Sun Woo kemudian turun dan memberikan uang ke Tae O. Dia juga bilang akan membantu Tae O menyewa studio kecil setelah Tae O tahu apa yang mau dilakukan tapi Tae O malah menyebutnya monster dan menyesal pernah bertemu dengan Sun Woo.

Tae O : Kau menghancurkan hidupku. Kau seharusnya membunuhku! Itu akan lebih baik bagi kita berdua.

Sun Woo marah.

Sun Woo : Bisakah kau menyadarinya? Pikirkan semua hal yang telah kau lakukan ... sebelum mencoba menyalahkan orang lain. Kaulah yang menghancurkan hidupmu, bukan aku. Apakah kau masih belum mengerti?


Tae O : Joon Young tahu segalanya. Dia tahu mengapa aku memukulmu.

Tae O tertawa puas.

Tae O : Joon Young tahu segalanya. Joon Young membencimu. Dia tahu betapa mengerikannya dirimu. Dia tidak pernah bisa bahagia denganmu. Kau mungkin bisa meninggalkanku, tetapi tidak dengan Joon Young! Aku akan menemuinya ... dan katakan padanya apa yang kau lakukan padaku hari ini. Aku akan memberitahunya bagaimana kau benar-benar menghancurkan hidupku!

Sun Woo murka dan langsung lari ke mobilnya.

Tae O terus berteriak.

Tae O : Dia pantas tahu itu, bukan?


Sun Woo berniat menabrak Tae O! Tapi dia menghentikan mobilnya tepat saat mobilnya akan menabrak Tae O sedikit lagi.

Sun Woo kemudian menangis. Sementara Tae O masih menatapnya penuh rasa benci.

Sun Woo lalu pergi.


Tae O menangis dan memunguti uang yang tadi dilemparkan Sun Woo.


Nyonya Cha, Nyonya Choi dan Nyonya Kong kembali bertemu.

Nyonya Cha : Aku mendengar tanah di mana set film akan dibangun akan dijual dengan harga yang sangat rendah. Aku kira Pimpinan Yeo dan keluarganya tidak berencana untuk kembali.

Nyonya Choi : Suamiku juga berpikiran sama.


Nyonya Kong : Tapi sepertinya Dokter Ji sudah kembali.

Nyonya Cha : Tuan Lee terpaksa bercerai dan diusir. Pimpinan Yeo dan keluarganya meninggalkan Gosan. Dan sekarang, Ji Sun Woo kembali seperti yang sudah ia rencanakan. Bukankah itu terlihat seperti sesuatu terjadi di antara mereka?

Nyonya Kong : Ada desas-desus mengatakan Dokter Ji adalah orang yang membuat mereka bercerai.


Nyonya Choi : Setiap pasangan menikah memiliki kisah yang tidak kita ketahui. Jangan membuat dirimu dalam masalah ... untuk berbicara tentang keluarga orang lain. Hati-hati.

Nyonya Cha : Ngomong-ngomong, apa rencana sutradara?

Nyonya Kong: Pimpinan Yeo tampaknya sangat keras tentang hal itu. Dan suamiku juga berpikir sulit menemukan orang seperti dia. Jadi dia akan melakukan yang terbaik untuk membawanya kembali.

Nyonya Choi : Itu bagus.


Sun Woo kembali ke RS Cinta Keluarga!

Para perawat senang melihatnya.

Myung Sook lalu keluar mengantar pasien dan melihat Sun Woo.


Sun Woo menatap papan nama Myung Sook yang sekaran sudah menjadi Direktur Muda. Sun Woo mengucapkan selamat. Myung Sook tanya, kapan Sun Woo akan kembali bekerja.

Myung Sook : Aku memintamu untuk datang karena direktur memintaku. Aku seharusnya meyakinkanmu. Dia tahu kau sudah kembali cukup lama dan berpikir kau harus bergegas dan kembali bekerja. Dia sangat gugup bahwa kau mungkin berakhir ... bekerja di rumah sakit lain.

Sun Woo : Apakah kau pikir itu ide yang bagus? Aku merasa malu untuk kembali ke sini.

Myung Sook : Jangan khawatir dan mulai bekerja di sini lagi. Kami membiarkan kantormu kosong selama ini. Berhentilah membuat Dokter Kong merasa sangat cemas.

Sun Woo : Terima kasih.


Myung Sook : Ngomong-ngomong, tentang Tae O, aku tidak berpikir dia pergi untuk selamanya. Ingat Woo Ho Sang? Teman SMAku yang kau temui terakhir kali. Dia bilang dia melihat Tae Oh baru-baru ini.

Sun Woo kaget : Dimana?

Myung Sook : Di Gosan. Dia tampak kuyu dan melawan pemilik bar jalanan karena tidak membayar dengan benar. Temanku merasa sedih untuknya, jadi dia menawarkan untuk membayar. Tapi begitu dia melihat ke belakang, dia sudah pergi.

Sun Woo : Kapan itu?

Myung Sook : Sekitar seminggu yang lalu. Kenapa kau tidak mencarinya? Aku khawatir dia akan membuat dirinya dalam kesulitan.

Sun Woo : Kenapa aku harus mencarinya?

Myung Sook : Dia mungkin berpikir lebih jernih sekarang.


Joon Young yang lagi nonton TV, menghubungi Sun Woo dan tanya kapan Sun Woo akan pulang.


Joon Young mengerti. Dia lalu menutup teleponnya dan kembali menonton TV sambil nyemilin keripik kentang.

Tiba2, terdengar suara pintu dibuka.


Sun Woo sendiri baru keluar dari sebuah toko. Dia habis berbelanja. Sun Woo juga membeli sebuket bunga.


Begitu sampai di rumah, dia memanggil Joon Young dan meletakkan semua barang bawaannya di atas meja.


Karena Joon Young tak kunjung turun, dia pun ke kamar Joon Young tapi Joon Young tak ada disana.


Sun Woo menghubungi Joon Young tapi malah mendengar bunyi ponselnya tak jauh darinya.

Sun Woo mencari asal bunyi ponsel Joon Young dan menemukan ponsel Joon Young di sofa di ruang TV.

Sun Woo heran.


Tak lama, Sun Woo menemukan sebuah pesan disamping ponsel Joon Young. Pesan dari Tae O yang bilang kalau dia membawa Joon Young.

Sun Woo sontak panic.


Bersambung......

0 Comments:

Post a Comment