Flower of Evil Ep 12 Part 3

Sebelumnya...


Di ruangannya, di rumah sakit, Direktur Baek sedang telponan dengan Pimpinan Yeom.

Direktur Baek tanya, apa Pimpinan Yeom mau uang?

Pimpinan Yeom bilang, dia tak memintanya secara cuma-cuma.

"Aku akan menyingkirkan Do Hyun Soo. Aku akan berusaha membunuhnya."

"Kau bahkan tak bisa membunuhnya di kantormu sendiri. Kau benar-benar berpikir kau bisa membunuhnya saat kau buronan?"

"Karena itu! Kau cuma harus memancingnya ke lokasi yang tepat."


Ponsel Direktur Baek yang satunya berbunyi.

Direktur Baek minta Pimpinan Yeom tidak bertindak gegabah. Lalu dia memutus panggilan Pimpinan Yeom di ponsel rahasia Hee Sung dan menjawab panggilan Hyun Soo di ponselnya.


Direktur Baek tanya, apa semuanya berjalan dengan baik kemarin?

Hyun Soo : Jangan khawatir. Aku baik-baik saja.

Direktur Baek : Baik. Syukurlah.

Hyun Soo : Kau punya waktu besok malam? Aku harus memberimu kabar terbaru tentang sesuatu.

Direktur Baek : Baiklah.

Hyun Soo : Kalau begitu aku akan menemuimu besok jam delapan. Aku akan menyapa ibu selagi disana.


Moo Jin tiba-tiba datang sambil marah-marah.

Moo Jin sewot karena Hyun Soo tidak menjawab panggilannya.

Moo Jin memberitahu Hyun Soo kalau Hae Soo pergi menemui Ji Won. Moo Jin bilang, Hae Soo ingin menyerahkan diri.

Hyun Soo biasa saja. Ia menyuruh Moo Jin pergi karena sedang sibuk.


Moo Jin tambah sewot.

Hyun Soo mengambil kalung kakaknya dari dalam lacinya. Dia memberikan kalung itu ke Moo Jin dan menyuruh Moo Jin pergi menemui kakaknya. Moo Jin terdiam disuruh Hyun Soo pergi menemui Hae Soo.


Moo Jin ke rumah Hae Soo. Sembari menunggu Hae Soo, Moo Jin inget kata-kata Hyun Soo kalau Hae Soo akan baik-baik saja.


Hae Soo pulang. Melihat Moo Jin, dia canggung dan mau langsung masuk rumahnya.

Moo Jin mendekati Hae Soo.

Moo Jin tanya, apa Hae Soo tak peduli perasaannya?

Hae Soo : Aku tak mengerti kenapa kau tanyakan semua ini.

Moo Jin diam dan terus menatap Hae Soo.

Hae Soo : Kenapa kau menatapku seperti itu? Aku tahu kita berkencan saat masih kecil tapi bukankah aneh kau masih memiliki perasaan yang sama sekarang?


Moo Jin memegang tangan Hae Soo. Hae Soo tanya, Moo Jin mau apa, sambil berusaha menarik tangannya. Moo Jin lalu meletakkan kalung itu di tangan Hae Soo. Hae Soo kaget dan tanya bagaimana Moo Jin bisa memiliki kalungnya lagi.

Moo Jin : Lain kali buanglah di tempat yang tak bisa kulihat.

Moo Jin lalu minta maaf karena masih menyukai Hae Soo sama seperti saat pertama kali ia menyukai Hae Soo di kelas 4 dulu.

Moo Jin yang kecewa, kemudian bilang akan melupakan Hae Soo.

Moo Jin pergi.


Hae Soo terdiam, lalu menatap lagi kalungnya.


Malamnya, Hyun Soo melamun sendirian di teras balkon rumahnya.

Ji Won keluar. Melihat Hyun Soo duduk sendirian, Ji Won bergegas menghampiri Hyun Soo.

Ji Won : Kau tidak bisa tidur?

Hyun Soo : Aku membangunkanmu? Maafkan aku.

Ji Won : Kenapa kau disini dan tak tidur?

Hyun Soo : Tak ada alasan.

Ji Won terus menatap Hyun Soo. Dia tahu ada yang mengganjal di hati Hyun Soo.

Hyun Soo bilang, dia hanya merasa aneh berbaring disamping Ji Won.


Hyun Soo kemudian menggenggam tangan Ji Won. Dia bilang, sudah lama ingin menanyakan sesuatu pada Ji Won tapi ia tak bisa menanyakannya.

Ji Won tanya, apa yang Hyun Soo tanyakan.

Hyun Soo tanya, bagaimana hari-hari Ji Won.

Ji Won bilang dia baik-baik saja.

Ji Won lalu merangkul Hyun Soo dan menyenderkan kepalanya di bahu Hyun Soo.


Pembantu yang sedang membereskan kamar Hee Sung, tidak sengaja mendengar Hee Sung dan Direktur Baek menyebut nama Hyun Soo. Hee Sung tanya kenapa Hyun Soo mau datang ke rumah mereka.

Si pembantu menguping.


Direktur Baek bilang, Hyun Soo tidak suka terlihat.

Direktur Baek : Dia akan mengatakan semuanya.

Direktur Baek lalu minta Hee Sung berhati-hati, selama Hyun Soo ada di rumah mereka. Dia bilang, mereka tak bisa beritahu Hyun Soo bahwa Hee Sung telah siuman.

Hee Sung tanya, bagaimana dengan Hae Soo?

Direktur Baek bilang dia bisa membuat Hae Soo berada di pihaknya.

Direktur Baek lalu memberikan Hee Sung beberapa buku program pelatihan bahasa. Dia minta Hee Sung membaca itu.


Si pembantu masih menguping. Tiba-tiba, Hee Sung melihat ke arahnya. Dia terkejut dan langsung sembunyi.

Si pembantu yang takut, lalu pergi tapi Hee Sung sempat melihatnya sekilas.

Hee Sung : Appa, penting tidak ada yang mendengar. Penting juga tidak ada yang melihat.

Direktur Baek : Apa maksudmu?

Hee Sung : Bukan apa-apa.


Ji Won sedang menginterogasi salah satu anak buah Pimpinan Yeom.

Pria itu bilang, dia tak tahu apa-apa. Semua klien disuruh langsung oleh Pimpinan Yeom.

Diluar, Jae Sub, Woo Cheol dan Ho Joon mengawasi jalannya interogasi.

Ji Won : Aku mengerti tapi akan lebih buruk bagimu jika Yeom Sang Cheol tidak tertangkap. Sejujurnya kami tak tertarik padamu. Kami hanya perlu mengikat Yeom Sang Cheol ke penyelidikan ulang.

Ji Won tanya apa tidak ada tempat aman bagi Pimpinan Yeom untuk bersembunyi yang tidak diketahui polisi?

Anak buah Pimpinan Yeom terdiam dan berpikir sejenak. Lalu, dia memberitahu Ji Won kalau selama transaksi dengan Hyun Soo, Pimpinan Yeom menerima telepon dari seseorang yang meminta Pimpinan Yeom membunuh Hyun Soo.

"Dia menjanjikan uang 10 kali lipat pada bos."


Ji Won kaget.

Sementara Jae Sub mulai sadar kalau Hyun Soo tidak bohong padanya.


Ji Won keluar dari ruang interogasi sambil meraih ponselnya. Sepertinya ia mau menghubungi Hyun Soo. Tapi Jae Sub menghentikannya. Jae Sub memintanya tenang.

Ji Won bilang bagaimana dia bisa tenang setelah tahu bahwa seseorang berniat membunuh suaminya.

Jae Sub : Aku tahu. Aku sudah tahu.

Ji Won kaget dan tanya bagaimana Jae Sub bisa tahu.

Jae Sub mengajak Ji Won bicara di tempat lain.


Ji Won marah. Ia tanya kenapa Jae Sub bisa tak bilang hal sepenting itu padanya.

Jae Sub : Aku harus bagaimana? Suamimu memohon padaku. Dia bilang kau tak bisa mengatasinya jika tahu. Dia bilang, dia takut kau khawatir karena dia.

Ji Won terdiam.


Hae Soo ke bengkel Hyun Soo. Hyun Soo membuka pintu dan menyuruh kakaknya masuk.


Hae Soo memberitahu Hyun Soo, kalau si kaki tangan ayah mereka mengenakan gelang relawan dari RS Ilshin pada saat datang ke pemakaman.

Hae Soo : Jadi aku menemui Direktur Baek Man Woo untuk meninjau para relawan saat itu. Kupikir itu mungkin memicu sesuatu jika dia melihat foto.

Hyun Soo : Kau merasakan sesuatu setelah bertemu Direktur Baek Man Woo?

Hae Soo : Aku bertemu dengannya setelah mencari tahu tentangnya di internet, jadi sudah hampir 20 tahun. Dia pasti jauh lebih muda dan lebih kurus sekarang.

Hae Soo ingat tatapan si pelaku padanya.

Hae Soo bilang, ingatannya melemah jadi ia tidak tahu.

Hae Soo memberitahu Hyun Soo kalau ia akan menjalani hipnosis lagi besok. Tapi Hyun Soo melarang.


Hyun Soo bilang kenangan Hae Soo sudah terhapus karena ia menamainya pelaku.

Hae Soo merasa sedih karena tidak bisa banyak membantu.

Hyun Soo : Tidak apa-apa. Aku akan memastikannya hari ini.

Hae Soo tanya, memastikan apa?

Hyun Soo diam.


Ho Joon merasa mereka butuh bantuan Hyun Soo lagi.

Woo Cheol bilang, tidak mustahil. Sebaiknya mereka coba.

Woo Cheol mengajak mereka mengakhiri rapat hari itu.

Mereka keluar. Tinggal lah Ji Won sendiri.


Ponsel Ji Won berbunyi. Telepon dari Hyun Soo.

Hyun Soo bilang, hari hujan. Haruskah ia menjemput Ji Won.

Ji Won tak menjawab. Dia menangis. Takut Hyun Soo terluka.


Di kamarnya, Nyonya Gong tengah menatap foto dirinya bersama Hee Sung kecil.

Nyonya Gong : Kau bagaikan malaikat. Aku menghancurkanmu.


Kemudian, terdengar ketukan di pintunya.

Ternyata pembantunya yang datang. Dengan bahasanya, pembantunya bilang kalau ia harus memberitahu Nyonya Gong sesuatu.


Si pembantu memberikan kertas yang sudah ditulisinya pada Nyonya Gong.

Dalam kertas itu, si pembantu mengatakan kalau ia berhenti.

Dia juga minta uang pesangon dan uang tutup mulut.

Nyonya Gong kaget, uang tutup mulut?

Si pembantu bilang kalau ia mengetahui semuanya, lebih dari yang dipikirkan Nyonya Gong.

Hyun Soo menjemput Ji Won.


Ji Won menghampiri Hyun Soo dengan ceria.

Hyun Soo tersenyum, lalu dia merapikan rambut Ji Won.

Ji Won mengajak Hyun Soo berkencan. Hyun Soo juga mau mengajak hal yang sama.

Ji Won tersenyum karena mereka punya pikiran yang sama.

Keduanya lalu pergi.


Hyun Soo dan Ji Won berjalan-jalan, dibawah payung yang melindungi mereka dari guyuran hujan.

Hyun Soo : Itu kebohongan lain. Film favoritku.

Ji Won : Hidup Itu Indah?

Hyun Soo : Benar. Aku bohong agar kau terkesan. Aku juga berbohong soal tak bisa makan makanan mentah.

Ji Won : Kau bilang kau tak bisa sejak sakit perut parah yang kau alami.

Hyun Soo : Sebenarnya itu karena makanan mentah mengingatkanku pada bau yang keluar dari ayahku. Juga...


Keduanya berhenti berjalan.

Ji Won : Cukup dengan pengakuanmu. Sebagai gantinya mari kita bicarakan hal-hal biasa.

Hyun Soo : Bicarakan apa.

Ji Won mencium Hyun Soo.

Ji Won : Bicarkan ini.


Ji Won memegang tangan Hyun Soo. Wajahnya mulai berubah sedih.

Hyun Soo : Kau baik-baik saja?

Ji Won bilang dia baik-baik saja. Hyun Soo tanya sekali apa Ji Won baik-baik saja.

Ji Won : Aku baik-baik saja, kenapa kau terus bertanya!


Hyun Soo memeluk Ji Won.

Ji Won nangis dan mengaku kalau ia takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Ji Won : Aku merasa bersalah karena berbohong pada rekan-rekanku. Aku marah pada kakakmu dan ingin tanya kenapa dia melakukan itu tapi aku tidak bertanya karena aku tidak berhak. Kenapa kau harus tetap bersembunyi seperti ini? Sangatlah tidak adil.

Hyun Soo pun mulai nangis.


Ji Won melepas pelukannya dan tanya, apa Hyun Soo tahu apa yang paling menyakitkan?

Hyun Soo : Kenyataan kau menyimpan rahasia lain dariku.


Nyonya Gong terkejut. Ia lalu tanya apa yang pembantunya tahu soal keluarganya.

"Kau menikam anakmu sendiri. Untuk menutupi itu, kau membuat orang lain menjalani hidup anakmu. Orang yang ditabrak putramu dengan mobilnya."

"Soon Young-ssi."

"Aku pergi."

Nyonya Gong yang takut rahasia keluarganya terbongkar, berusaha membujuk Soon Young agar tetap di rumahnya.

Nyonya Gong juga bilang, bahwa mereka sudah seperti keluarga.

"Aku bahkan mengutus pengacara saat kau bercerai."

Tapi Soon Young yang masih nyawanya, kekeuh mau pergi.


 Nyonya Gong berusaha menghalangi. Soon Young mendorong Nyonya Gong, hingga Nyonya Gong jatuh dan kepalanya terbentur tepian meja.
 
Hee Sung datang dengan kursi rodanya.

Hee Sung melihat ibunya jatuh.

Hee Sung : Apa yang kau lakukan sekarang?

Suasana berubah creepy.

Soon Young bilang mereka semua gila dan minta uang tutup mulut.

Soon Young : Sampai jumpa pekan depan.


Tapi.... Hee Sung tiba-tiba berdiri!!

Hee Sung menatap Soon Young dengan tatapan creepy.

Hee Sung : Sudah kuduga kau bukan orang yang bisa dipercaya.


Soon Young berusaha lari. Tapi saat dia berhasil membuka pintu, Hee Sung menariknya lagi ke dalam dan menutup pintu.

Nyonya Gong ketakutan. Terlebih saat dia melihat Hee Sung mencekik Soon Young sampai mati.

Nyonya Gong yang takut, bersembunyi dibalik meja dan menghubungi suaminya. Ia menyuruh suaminya pulang.


Hee Sung yang mendengar ibunya menelpon ayahnya, langsung mendekati sang ibu.

Nyonya Gong tercekat menatap Hee Sung. Dia takut. Hee Sung lalu mengambil ponsel Nyonya Gong.

Hee Sung : Appa, dahi ibu terluka. Dia butuh jahitan.

Hee Sung lalu menatap ibunya. Dia bilang tak bisa memikirkan cara lain untuk melindungi sang ibu.

Hee Sung kemudian meletakkan ponsel sang ibu di atas meja dan beranjak pergi.


Tangis Nyonya Gong pecah saat itu juga setelah Hee Sung pergi.

Direktur Baek bergegas pulang.


Begitu tiba di rumah, dia terkejut melihat Soon Young yang sudah terbujur kaku.

Direktur Baek lalu ingat istrinya.


Dia masuk dan bertemu Hee Sung di ruang tengah.

Direktur Baek langsung memarahi Hee Sung.

Hee Sung membela diri, kalau Soon Young tahu terlalu banyak soal mereka.

Direktur Baek : Kau sudah berjanji! Kau mau menghancurkan keluarga ini! Itu yang kau inginkan! Kau bilang mau membantuku mendapatkan kehidupanmu lagi! Kau bilang ingin hidup layak! Kau bilang ingin hidup seperti orang lain!


Nyonya Gong yang sedari tadi menenangkan diri di dapur, akhirnya menghampiri suaminya.

Nyonya Gong : Mari kita bereskan kekacauan ini.


Direktur Baek menatap istrinya.

"Kau baik-baik saja?" tanyanya.

Nyonya Gong bilang, Soon Young mengkhianatinya lebih dulu. Dan Soon Young akan menekan mereka jika dia hidup.

Nyonya Gong : Jika Hee Sung tak membunuhnya, aku yang akan membunuhnya. Kebencianku padanya saat itu, cukup untuk membunuhnya.


Nyonya Gong nangis. Dia bilang, dia akan memperbaiki Hee Sung dan minta suaminya membereskan kekacauan di rumah mereka dulu.

Direktur Baek tanya bagaimana caranya membereskan semua itu.


Hee Sung bilang dia punya ide. *Ide menjebak Hyun Soo!


Direktur Baek menerima telepon Hyun Soo, di depan istri dan anaknya.

Hyun Soo bilang dia harus membatalkan janji temu mereka malam itu karena ada urusan.

Hyun Soo lalu minta izin menginap di rumah musim panas Direktur Baek.


Setelah itu, Direktur Baek langsung menghubungi Pimpinan Yeom. Ia menyuruh Pimpinan Yeom ke rumah musim panasnya untuk membunuh Hyun Soo.


Di mobilnya, Jae Sub menerima telepon Hyun Soo. Hyun Soo memberitahu Jae Sub bahwa Pimpinan Yeom akan datang membunuhnya di rumah musim panas Direktur Baek.


Ji Won tanya, apa Hyun Soo yakin Direktur Baek mencoba membunuhnya.

Hyun Soo : Aku yakin dia.

Hyun Soo memberitahu Ji Won kalau Jae Sub dan beberapa polisi lokal sudah menuju rumah musim panas Direktur Baek.

Ji Won lalu tanya, Hyun Soo ingatkan dia seorang polisi?

Ji Won : Aku bisa menangkapnya tanpa surat perintah.

Hyun Soo tersenyum.


Pimpinan Yeom mulai bergerak.


Bersamaan dengan itu, Hyun Soo dan Ji Won tiba di kediaman Direktur Baek.


Direktur Baek dan Hee Sung memindahkan jasad Soon Young ke bagasi mobil.


Ji Won menekan bel.

Direktur Baek kaget melihat wajah Ji Won dan Hyun Soo di layar intercom.


Pintu terbuka. Ji Won menatap Hyun Soo dengan tegang.


Bersambung...

Epi 13 ditulis Anysti Ringkas Drama ya guys...

1 Comments:

Post a Comment