Wednesday, March 23, 2016

I Have a Lover Ep 2 Part 2

Sebelumnya <<<

== 3 Bulan Lalu == 


Hae Gang sedang jogging. Wajahnya terlihat sangat letih dan penuh beban. Wajah yang sama juga diperlihatkan Jin Eon yang kala itu sedang mandi.



Hae Gang kembali ke rumah. Bersamaan dengan itu, Jin Eon keluar. Begitu memasuki halaman, Hae Gang mendengar suara2. Ia pun mendongak ke atas, mencari sumber suara. Namun suara itu bukan berasal dari sana. Suara itu berasal dari seekor jangkrik. Hae Gang menatap jangkrik itu dengan mata dinginnya. Jin Eon mengikuti kemana arah mata Hae Gang. Yang terjadi berikutnya adalah.... Hae Gang menginjak jangkrik itu! Jin Eon terpengarah. Hae Gang lalu mengambil sapu dan membuang jangkrik itu ke tempat sampah.

"Akan lebih baik kalau kau membiarkannya." tegur Jin Eon.

"Selalu aku yang salah." jawab Hae Gang.

"Ada orang yang tidak mengerti caranya melihat dunia." ucap Jin Eon.

"Itulah mengapa aku bisa gila." jawab Hae Gang, lalu beranjak masuk ke dalam.

"Bagi mereka itu harapan, bukan hanya sekedar suara." ucap Jin Eon yang langsung menghentikan langkah Hae Gang.

Hae Gang berbalik, manatap Jin Eon.

"Karena kita tidak melihat apapun, kita menangis." lanjut Jin Eon.

"Harusnya kusemprotkan insektisida tadi pagi." jawab Hae Gang.

Jin Eon kaget, apa?

"Karena jangkrik yang mati, akhirnya kita bicara." jawab Hae Gang.


Jin Eon tidak menjawab. Ia hanya menghela napas kesal kemudian berniat pergi. Tapi Hae Gang menahannya. Hae Gang ingin mencium Jin Eon. Jin Eon yang enggan dicium Hae Gang, langsung mengalihkan wajahnya dan menyuruh Hae Gang mandi. Hae Gang menghela napas, kemudian membujuk Jin Eon dengan berkata sebentar lagi usia pernikahan mereka memasuki angka yang ke-35. Mereka harus memiliki anak.


Jin Eon menatap Hae Gang. Hae Gang menunggu sentuhan Jin Eon. Lantas apa yang terjadi berikutnya? Ya, Jin Eon mendesak tubuh Hae Gang ke dinding. Hae Gang memejamkan matanya, berpikir Jin Eon akan menciumnya. Tapi ia salah. Jin Eon bukan ingin menciumnya, tapi bertanya apa yang harus ia lakukan? Setelah menanyakan itu, Jin Eon beranjak pergi. Hae Gang pun kecewa.


Hal yang konyol dilakukan Nyonya Hong di depan suaminya. Ia belagak seperti Miss Korea. Memakai mahkota, memegang tongkat dan berjalan kesana kemari dengan anggunnya. Muak melihat kelakuan istrinya, Tuan Choi yang sedang membaca koran langsung menegur istrinya.

"Kau pikir berapa usiamu? Apa kau tidak mau melepaskannya?"

Nyonya Hong ngambek, minta cerai. Tuan Choi kaget, apa?

"Persis dari 10 tahun sekarang, Miss Korea tahun 1975, Hong Se Hee tak ingin mengakhiri hidupnya hanya sebagai istri Choi Man Ho. Lagian aku juga bukan istri pertama. Aku menolak dimonogami." jawab Nyonya Hong.

"Monogami...? Dasar bodoh..." ucap Tuan Choi.

"Apakah aku begitu memalukan? Kau berpikir seharusnya yang menikah denganmu adalah Kim Gyu Nam kan?" jawab Nyonya Hong.

Siapakah Kim Gyu Nam??

Dia sedang membagi2kan kartu namanya pada orang2 yang lalu lalang di tangga stasiun. Tapi tak ada seorang pun yang menghiraukannya. Bahkan, seorang diantara mereka menabraknya hingga kartu namanya jatuh. Nyonya Kim hanya bisa mengurut dada, kemudian berjongkok untuk memungutinya. Ketika Nyonya Kim sedang memungut kartu2 namanya, ponselnya berdering. Nyonya Kim menghela napas menatap layar ponselnya, sebelum akhirnya menjawab panggilan itu.

"Ya, besan...." ucap Nyonya Kim seramah mungkin.


Si penelpon, Nyonya Hong ! Nyonya Hong menyuruh Nyonya Kim datang untuk memijatnya. Nyonya Kim bertanya, apa Nyonya Hong sedang sakit? Sambil mendelik ke arah suaminya, Nyonya Hong berkata yang sakit bukan tubuhnya, tapi pikirannya.

"Hari ini aku sudah ada janji." tolak Nyonya Kim.

"Batalkan. Akan kubayar kau dua kali lipat. Kutunggu kau jam 3 sore. Jangan terlambat. Kau tahu kan aku tipe orang yang tidak suka menunggu." jawab Nyonya Hong.


"Baiklah, aku akan kesana." ucap Nyonya Kim terpaksa.

Setelah menutup teleponnya, Nyonya Kim marah2.
"Apa aku budakmu ! Memangnya kau siapa sampai berani mengaturku? Dasar penyihir !"


Dengan tergesa2, Choi Jin Ri menuruni tangga dan berjalan menuju pintu. Namun langkahnya terhenti karena Nyonya Hong memanggilnya. Jin Ri mendengus kesal, kemudian berjalan mendekati ayahnya.

"Sejak tadi aku belum melihat suamimu." ucap Nyonya Hong dengan wajah puas. Sepertinya Nyonya Hong tahu tabiat suami Jin Ri.


Jin Ri pun mendelik sesaat ke arah Nyonya Hong. Dia melotot. Lalu, dengan muka manis ia menatap ayahnya dan berkata kalau suaminya sudah pergi mengelilingi lapangan golf sejak pagi dan akan terus pergi ke kantor.

Tapi Nyonya Hong tak percaya. Ia yakin suami Jin Ri sedang melakukan sesuatu di suatu tempat.

Jin Ri pun teriak, hey ! Hong Se Hee ! Tuan Choi langsung memelototi Jin Ri. Jin Ri ciut, dia duluan ayah.

"Hey, aku ini ibumu ! Meski aku ibu tiri, aku tetap ibumu. Sekarang kutanya, apa ada ibu tiri lain yang mau mengurusmu selama lebih dari 30 tahun? Kalau kau sangat membenciku, kau bisa kan memanggilku Nyonya Hong?" protes Nyonya Hong.

"Baiklah, akan kulakukan." jawab Jin Ri terpaksa.

"Kau mau sarapan? Haruskah kusiapkan?" tanya Nyonya Hong.

"Aku sedang diet." tolak Jin Ri.

"Oh begitu." jawab Nyonya Hong.

"Kalau begitu aku mau pergi bekerja." ucap Jin Ri, lalu beranjak pergi.


Di lantai sebuah kamar hotel, pakaian tampak berserakan dimana-mana. Seorang pria yang masih tertidur pulas pun melenguh, ketika mendengar suara bel. Pria itu menyuruh wanita yang tidur di sampingnya membukakan pintu. Ogah2an, wanita itu beranjak dari kasur dan memakai selimut untuk menutupi tubuhnya dan pergi membukakan pintu. Begitu pintu dibuka, Choi Jin Ri langsung menerjang masuk dengan mendorong trolley makanan. Wanita itu membangunkan sang pria, menyuruh pria itu memberikan uang tips pada Jin Ri. Jin Ri mengambil dua buah telur dan menatap tajam ke arah pria itu. Begitu pria itu menatap ke arahnya, Jin Ri pun langsung melempari pria itu dengan telur di tangannya.

"Yeobo..." ucap pria itu, membuat si wanita kaget. Jin Ri juga melempari wanita itu dengan telur. Wanita itu menjerit, dan langsung pergi ke kamar mandi. Pria itu, Min Tae Seok, mengomeli Jin Ri. Jin Ri diam saja sambil terus menatap tajam Tae Seok. Selesai mengomeli Jin Ri, Tae Seok bangkit dari kasur dan dengan santai mengenakan jasnya. Jin Ri mendekati Tae Seok, kemudian mengambil sebuah ember berisikan air es dan menyiramkannya ke tubuh Tae Seok.


Persidangan digelar. Hae Gang mendengar dengan seksama pembelaan dari pengacara penggugat. Penggugat, seorang wanita yang kehilangan bayinya akibat efek samping obat maag. Saat sedang serius mendengarkan kata per kata yang keluar dari mulut pihak lawan, Tae Seok datang dan duduk disamping Hae Gang. Hae Gang menatap Tae Seok aneh, lalu kembali mendengarkan penjelasan pihak lawan. Tae Seok mengendus2 tubuh Hae Gang dan memuji wangi tubuh Hae Gang.


Yong Gi berjalan menuju ruangannya sambil menyemangati diri. Begitu tiba di ruangannya, ia melihat teman2nya sedang berkerumun. Betapa kagetnya ia saat melihat apa yang dilihat teman2nya. Teman2nya sedang menonton berita kasus salah obat yang diproduksi oleh Chun Yun Farmasi. Yong Gi semakin panic ketika berita menayangkan petikan wawancaranya terkait kasus salah obat. Meski wajahnya diblur, tapi jelas itu dia. Namun teman2 Yong Gi tak menyadarinya. Dalam petikan wawancara itu, Yong Gi membela orang yang dikambinghitamkan Chun Yun Farmasi yang tak lain adalah suaminya sendiri. Teman2 Yong Gi yang tak menyadari wanita yang diwawancarai itu adalah Yong Gi, malah mengomentari sepatu butut Yong Gi. Yong Gi panic, kemudian mencopot dan menyingkirkan sepatu bututnya jauh2.


Hae Gang maju ke depan, sebagai pengacara tergugat. Dia bertanya pada penggugat, kenapa penggugat mengkonsumsi obat itu?
"Biasanya ibu yang sedang mengandung menghindari obat2an karena khawatir pada anaknya. Tapi Nona Lee Yoo Jin menggunakannya. Benar?" ucap Hae Gang.
Penggugat membela diri dengan mengatakan ia mengkonsumsi obat itu untuk meredakan nyeri maagnya.
Hae Gang kembali bertanya sudah berapa kali penggugat melakukan aborsi. Penggugat kaget. Sedangkan Tae Seok di kursinya tampak puas dengan pertanyaan Hae Gang.


Pengacara Nona Lee Yoo Jin merasa keberatan dengan pertanyaan yang diajukan Hae Gang. Ia merasa pertanyaan itu tidak ada hubungannya dengan kasus ini. Nona Lee Yoo Jin mulai panic, ia menatap suaminya yang duduk di belakangnya. Hae Gang menatap Nona Lee Yoo Jin dan membeberkan berapa kali Nona Lee Yoo Jin melakukan aborsi. Nona Lee Yoo Jin sudah melakukan aborsi sebanyak 3 kali. Mendengar penuturan Hae Gang, suami Lee Yoo Jin terpukul. Nona Lee Yoo Jin menatap suaminya dan membantah tuduhan itu. Hae Gang yang mendengar bantahan Yoo Jin hanya tersenyum sinis.


"Ini sudah keterlaluan ! Hey, kalian ! Cari dan tangkap wanita berperut buncit itu ! Ini tidak bisa dibiarkan." ucap atasan Yong Gi, yang membuat Yong Gi ciut.


"Jadi benar dia melakukan itu? Dia meminumnya untuk menyingkirkan anaknya?" tanya Tae Seok pada Hae Gang sambil berjalan keluar dari pengadilan. Hae Gang diam saja dan terus berjalan. Tae Seok menyusul Hae Gang.

"Ceritakan yang sebenarnya?" desak Tae Seok.

"Itu tidak penting. Yang penting kita menang." jawab Hae Gang.

"Aku senang kita menang, tapi kenapa aku tidak melihat kebahagiaan di wajah orang yang baru saja menang?" ucap Tae Seok.

"Bagi pengacara, menggunakan etika adalah kebenaran." jawab Hae Gang.

"Apa itu artinya dia tidak membunuh anaknya? Tiga kali... apa itu? Jangan bilang kau memakainya sebagai umpan." ucap Tae Seok.

"Aku cuma bilang dia melakukan 3 kali aborsi. Aku bilang obat itu sering disalahgunakan untuk aborsi. Tapi aku tidak berkata dia 3 kali aborsi karena menggunakannya." jawab Hae Gang.

"Oh, ya ampun. Aku tidak percaya kau melakukan ini." ucap Tae Seok.

"Itu sebabnya aku melayangkan pembatalan gugatan." jawab Hae Gang.


Lalu tiba2, seseorang jatuh tepat di hadapan mereka. Tae Seok kaget, langsung pergi. Orang yang jatuh itu adalah Nona Lee Yoo Jin. Dengan tatapan yang dingin, Hae Gang melihat Nona Lee Yoo Jin yang tak sadarkan diri dan menelpon seseorang.


Jin Eon ada di rumah abu. Ia menangis saat melihat foto Choi Eun Seol, anaknya.

Bersambung ke part 3

1 comment:

  1. Wah, background keluarga di drama ini sangat tipikal drama korea ! Keluarga kaya raya yang berisikan anggota keluarga dengan kepribadian angkuh ditambah lagi pasangan suami isteri yang selingkuh. Gabungan khas background keluarga yang biasa ditemui di drama korea !

    ReplyDelete