Wednesday, March 29, 2017

Defendant Ep 7 Part 2

Sebelumnya...


Eun Hye ke rumah sakit mencari tahu Yoon Seo, adiknya Sung Gyu. Namun tidak ada pasien dengan nama Lee Yoon Seo di rumah sakit.Eun Hye pun teringat kata2 Jung Woo yang mengatakan kalau Sung Gyu harus segera keluar dari penjara karena operasi adiknya yang semakin dekat.

“Dia harusnya ada di sebuah rumah sakit terdekat.” Ucap Jung Woo.

Yeon Hee yang juga ada di rumah sakit itu bersama Min Ho bertanya, mau sampai kapan Min Ho berbohong pada sang ibu.

“Apa yang bisa kuberitahukan padanya? Bahwa Min Ho yang dia tahuternyata sudah meninggal atau kalau aku ini sebenarnya adala Min Ho?” tanya Min Ho.

“Beritahu dia keduanya.” Suruh Yeon Hee.

Min Ho diam saja dan mengajak Yeon Hee masuk.

“Ibu, kami datang.” ucap Yeon Hee.

“Kalian berdua datang.” jawab sang ibu yang duduk di kursi rodanya sambil menghadap ke jendela.

“Bagaimana perasaanmu hari ini?” tanya Min Ho.

“Oh, aku baik-baik saja.” Jawab Nyonya Myung.

Nyonya Myung lantas menyuruh mereka berdua duduk. Setelah mereka duduk, Nyonya Myung menyuruh Yeon Hee menikah. Yeon Hee terkejut. Nyonya Myung lalu berkata pada Min Ho, bahwa ia akan membujuk ayahnya Min Ho, jadi mereka tidak perlu cemas. Nyonya Myung juga meminta keduanya pindah ke Amerika setelah menikah.

“Ya, Ibu.” Jawab Min Ho, membuat Yeon Hee sedikit syok.

Dan Yeon Hee pun terpaksa ikut mengatakan hal yang sama demi menjaga kesehatan Nyonya Myung.

“Yeon Hee-ya, mohon jaga anakku Min Ho yang malang ini.” pinta Nyonya Myung.

Min Ho sedikit terharu mendengar ucapan ibunya. Dan Yeon Hee? Dia terdiam memikirkan kata2 ibu mertuanya barusan.

“Kau adalah satu-satunya yang dia miliki, Yeon Hee-ya.” ucap Nyonya Myung.

Kepala Tahanan mengecek para tahanan di ruang makan. Dan, ia terkejut melihat Jung Woo yang ikut makan bersama tahanan lain. Kepala Keamanan menjelaskan, kalau petugas kesekatan yang baru mengancam akan melaporkan mereka ke Departemen Hukum.

“Apa? Siapa dia berani-beraninya mengancam kita?” sewot Kepala Tahanan.

"Apa maksudmu dia pernah jadi psikiater?” tanya Kepala Tahanan.

Kepala Keamanan mengiyakan.

“Ini adalah penjara,bukan rumah sakit jiwa.” Ucap Kepala Tahanan.

“Tidak ada orang yang sukarela mau melakukan itu.” jawab Kepala Keamanan.

“Bagaimana kalau kita mendapatkan pasien darurat?” tanya Kepala Tahanan.

“Dia juga punya sertifikat dokter umum.” Jawab Kepala Keamanan.

Keduanya lalu kembali menatap ke arah Jung Woo dengan tajam.

“Haruskah kukembalikan Tahanan 3866 ke ruang hukuman?” tanya Kepala Keamanan.

“Merepotkan sekali kalau hal semacam ini harus dilaporkan. Lagian Presdir Cha juga tidak akan tahu dia dikeluarkan. Awasi saja dia.” jawab Kepala Tahanan, lalu pergi. 

Setelah perhatian kedua petugas itu beralih dari Jung Woo, Cheol Sik melemparkan pesawat kertas ke arah Jung Woo, tapi lemparannya malah mengenai Milyang dan itu membuat dia menarik napas kesal.

“Kita kan bukan anak TK, kenapa disuruh melipat kertas.” Protes Bangjang.

“Lipatlah bintang.” Suruh Wooruk.


Disaat Wooruk, Bangjang, Moongchi dan Milyang asik bercanda, Jung Woo tampak serius memikirkan pengakuan Sung Gyu. Jung Woo yang marah pun menggebrak meja. Semua terkejut dan tiga orang petugas langsung mendekat ke arah Jung Woo. Moongchi menyelamatkan Jung Woo dengan langsung memanggil guru seni mereka.

“Aku sudah pernah melipat manusia jadi dua tapi aku belum perna melipat kertas.”  Ucap Moongchi.

“Apakah kau mau kubantu?” tanya guru.

“Ya. Aku mau membuat burung bangau.” Jawab Moongchi.

“Baiklah.” Jawab guru.

“Tahanan 3866, ayo ikuti aku.” bisik Moongchi.


“Guru, ini adalah pesawat dari hatiku menuju hatimu.” Ucap Wooruk sembari menerbangkan pesawat ke arah gurunya, tapi kemudian ia membuka lipatannya dan jadilah bentuk love. Sang guru hanya tertawa.

Tiga petugas itu pun pergi. Saat Kepala Keamanan berbalik, Jung Woo menatap Kepala Keamanan dengan tajam.

Nyonya Myung akhirnya tertidur. Min Ho pun berterima kasih untuk yang Yeon Hee katakan tadi pada ibunya. Min Ho lalu menjelaskan apa yang terjadi pada Seon Ho adalah kecelakaan.

“Aku tidak bisa menghindarinya. Semua demi kita. Aku tidak akan mengecewakanmu lagi. Apapun yang terjadi, aku akan menjaga kau dan Eun Soo. Aku akan menjaga kalian.” Ucap Min Ho.


Yeon Hee diam saja. Ia tidak tahu harus mengatakan apa. Tanpa mereka sadari, Nyonya Myung mendengar semuanya. Nyonya Myung terlihat syok, namun ia berusaha menahannya dan memilih pura2 tidur.

Yeon Hee dan Min Ho sama2 meninggalkan kamar rawat Nyonya Myung. Ponsel Min Ho tiba2 berdering. Min Ho terdiam membaca nama Seok di layar ponselnya. Yeon Hee menghela napas melihat panggilan di ponsel Min Ho, tapi ia memilih menunggu Min Ho saja di mobil ketimbang menanyakan macam2.

“Aku menemukan tempat di mana Lee Sung Gyu tinggal sewaktu dia masih kecil. Aku akan memeriksanya.” Ucap Seok.

“Temukan dia tidak peduli bagaimanapun caranya.” Jawab Min Ho.

Bersamaan dengan itu, Eun Hye datang ke rumah sakit itu dan menanyakan tentang Yun Seo resepsionis. Min Ho yang tengah melintas pun berhenti melangkah dan langsung menatap Eun Hye saat mendengar Eun Hye menyebut nama Sung Gyu.

“Pasien dengan mana Lee Yun Seo sudah meninggal tahun lalu.” ucap petugas.

Eun Hye lalu menuruni tangga sambil bertanya2 apakah yang meninggal itu adalah adiknya Sung Gyu. Min Ho dengan sengaja menabrak Eun Hye, membuat buku catatan Eun Hye dan foto Min Ho jatuh ke lantai. Min Ho pun pura2 membantu memunguti barang2 Eun Hye yang jatuh. Saat itulah, ia melihat foto Sung Gyu. Eun Hye pergi begitu saja tanpa curiga sedikit pun pada Min Ho.


“Apakah Park Jung Woo sedang mencari tahu soal Lee Sung Gyu?” pikirnya.


Sung Gyu ada di dalam bus. Tak lama, ia turun dari bus dan masuk ke sebuah gereja.


Para tahanan digiring ke lapangan di tengah cuaca dingin. Moongchi menjatuhkan origami burung bangaunya ke dalam gorong2. Bangjang pun datang mengejutkan Moongchi.

“Itu kan Scofield yang ada dalam serial TV "Prison Break"?” ucap Wooruk.

“Aku harus keluar dari sini.” Ucap Moongchi.

“Waktumu di sini hanya tinggal sebulan. Kenapa juga kau mau melarikan diri?” jawab Wooruk.

“Kau tidak tahu bagaimana perasaanku. Bagaimana kau bisa mengerti, bodoh?” ucap Moongchi.

“Tidak ada tempat yang lebih sempurna daripada penjara. Mereka memberimu makan gratis, baju bahkan kamar untuk tidur.” Jawab Wooruk.

“Kuharap kau hidup bahagia selamanya di sini.” Sewot Moongchi.


Tak lama kemudian, Bangjang mengajak mereka bermain bola.

Jung Woo yang duduk di pojok di lapangan disamperin Cheol Sik. Cheol Sik meminta Jung Woo membantunya pindah sel. Tapi Jung Woo diam saja sambil memikirkan sesuatu. Cheol Sik lantas menunjuk ke arah si pria botak yang juga duduk di tepi lapangan dengan teman se-gank-nya.

“Dia luar biasa, kan?” tanya Cheol Sik. Tapi Jung Woo tetap diam saja.

“Sepertinya kau sudah tidak butuh apa2 lagi dariku. Kau tidak penasaran? Kau memenjarakanku meski aku tidak bersalah tapi aku membiarkannya.Menurutmu apa ini maksudnya?” ucap Cheol Sik.


Dan Jung Woo pun langsung menatap Cheol Sik.

“Jaksa Park Jung Woo, kau memberitahuku sesuatu hari itu.” ucap Cheol Sik.

Flashback..

Cheol Sik protes setelah Jung Woo menjebloskannya ke penjara. Ia teriak2 mencari Jung Woo. Petugas yang berjaga menyuruh Cheol Sik diam. Tak lama kemudian, Jung Woo datang digiring petugas dengan tangan terbogol. Cheol Sik pun heran. Jung Woo dijebloskan ke sel yang sama dengan Cheol Sik.


Jung Woo duduk meringkuk di lantai. Cheol Sik mendekati Jung Woo. Ia mencoba menegur Jung Woo, tapi tiba2 saja Jung Woo menekan lehernya. Sambil menahan sakit di lehernya yang ditekan Jung Woo, Cheol Sik berkata kalau ia tidak bersalah.

“Aku tahu kau tidak melakukannya.” Ucap Jung Woo, kemudian melepaskan cengkramannya.

“Apa katamu? Kau tahu aku tidak melakukannya?” tanya Cheol Sik kaget sambil mencengkram kerah Jung Woo.


“Ada satu orang lagi yang meninggal dalam kecelakaan itu. Dia adalah seorang petugas di NFS. Itu bukan sekadar tabrak lari biasa.” Jawab Jung Woo.

“Jadi kenapa aku ada di sini?” tanya Cheol Sik.

“Untuk mengambil kasus ini, aku memerlukan tersangka.” Jawab Jung Woo.


Cheol Sik semakin marah. Jung Woo meminta Cheol Sik bersabar. Jung Woo berkata, saat ia berhasil menangkap seseorang, semua akan selesai.

Flasback end…

“Tiga hari kemudian kau kehilangan ingatanmu. Kau bilang segalanya akan berakhir kalau kau menangkapnya.” Ucap Cheol Sik.

“Siapa yang sedang kau bicarakan?” tanya Jung Woo.

“Kau. Kau tidak memberitahuku semuanya.Kaulah yang harus mengingatnya.” Jawab Cheol Sik sambil mencengkram kerah Jung Woo.

Cheol Sik pun berusaha menyadarkan Jung Woo. Petugas yang berpikir mereka berkelahi pun langsung melerai mereka. Cheol Sik berbohong, ia bilang kalau ia hanya membersihkan baju Jung Woo saja. Cheol Sik lalu meminta Jung Woo memindahkannya ke sel lain sebelum beranjak pergi. Setelah Cheol Sik pergi, Jung Woo bertanya2 siapa yang berusaha ia tangkap.


Sampai larut pun, Jung Woo masih memikirkan siapa yang berusaha ia tangkap. Ia yakin, orang yang dimaksud Cheol Sik bukanlah Sung Gyu.

Min Ho menghubungi Yeon Hee. Ia bertanya pada Yeon Hee alasan sang ayah ingin berjumpa dengannya. Yeon Hee berkata, ayah biasanya minum dengan Seon Ho sebulan sekali. Usai bicara dengan Yeon Hee, Min Ho menggerutu karena ayahnya tidak pernah sekali pun mengajaknya minum bersama.


Min Ho lantas menghampiri sang ayah yang sudah menunggunya. Sang ayah berkata, sudah lama sekali mereka tidak minum bersama. Min Ho bilang, itu kali pertama semenjak pemakaman Min Ho.

“Setelah kematian Min Ho aku merasa tak berselera minum. Dia memang bukan anak yang baik tapi rasa kehilangan orang tua terhadap anaknya tidak akan berubah sedikitpun.” Ucap sang ayah.

“Aku tidak bisa membayangkan perasaanmu.” Jawab Min Ho.

“Seon Ho- ya, segala yang dimiliki Chamyung sekarang hanyalah dirimu.” Ucap CEO Cha.


“Ayah, ada sesuatu yang ingin kutanyakan. Kenapa kau begitu membenci Min Ho? Aku selalu merasa penasaran. Kau tidak pernah marah padaku sekalipun. Kenapa kau sangat kejam pada Min Ho? Kenapa kau melakukannya?” tanya Min Ho.

“Ini demi kebaikan Min Ho. Aku melakukannya demi Min Ho.” Jawab sang ayah.

“Demi Min Ho? Aku harap dia bisa mendengar itu sebelum dia mati.” Ucap Min Ho.

“Aku yakin dia mengerti. Bukankah menurutmu begitu? Min Ho sudah tidak ada. Lupakan saja dia.” jawab CEO Cha.

“Min Ho sudah tidak ada. Bagaimana bisa aku melupakannya? Sementara aku di sini, dalam keadaan hidup.” batin Min Ho.

“Seon Ho-ya, Chamyung Grup, tidak boleh sampai goyah lagi.” Ucap CEO Cha.

Min Ho diam saja dengan mata menerawang tak jelas. Tiba2, seorang pelayan datang. Pelayan itu mengaku sudah membaca wawancara Min Ho di majalah.

“Anda kelihatan keren di foto. Istrimu pasti sangat senang. Kudengar anda selalu makan malam bersama saat hari ulang tahun pernikahanmu tiba.” Puji pelayan itu.


Di pesawat, seorang wanita juga tentang membaca artikel Min Ho di majalah itu.Artikel tentang Min Ho yang menyelamatkan Chamyung dari krisis. Tak lama kemudian, pesawatnya pun mendarat di Bandara Incheon. Seluruh penumpang pesawat turun, tapi tidak dengan wanita itu. Wanita itu kemudian meraih ponselnya dan menghubungi Seon Ho.

“Seon Ho-ya, ini aku. Kapan kau berniat akan menghubungiku kembali? Aku baru saja sampai di Seoul. Aku akan ada di hotel biasa, jadi hubungi aku.” ucap wanita itu.

Wanita itu lantas memutus panggilan dan memikirkan sesuatu.


Eun Hye mendatangi sebuah toko. Ia menanyakan Sung Gyu pada si pemilik toko. Pemilik toko mengenali Sung Gyu. Ia berkata, Sung Gyu adalah pemuda yang tinggal di rumah atap di depan tokonya.Pemilik toko juga berkata, Sung Gyu memiliki seorang adik yang sedang sakit parah dan sudah pindah tahun lalu.

“Pindah ke mana?” tanya Eun Hye.

“Aku juga tidak tahu ke mana. Omong-omong, Pak Kim sepertinya tahu.” jawab pemilik toko.

Eun Hye pun langsung menanyakan Sung Gyu pada Pak Kim yang dimaksud si pemilik toko.

‘Ya. Aku ingat pemuda ini. Aku ingat karena dia tidak membawa banyak barang-barang.” Ucap Pak Kim.

“Kau ingat dia pindah ke mana?” tanya Eun Hye.

“Ya. Aku juga sebenarnya menuju ke arah sana.” Jawab Pak Kim.

Wanita itu sudah tiba di hotelnya. Setelah mengambil kuncinya, tanpa sengaja ia melihat Min Ho yang berjalan menuju lift. Wanita itu mengikuti Min Ho ke lift. Di lift, Min Ho menanyakan lantai yang dituju wanita itu. Wanita itu terkejut karena Seon Ho tidak mengenalinya.


Turun dari lift, Min Ho langsung menghampiri Yeon Hee yang sudah menunggunya di restoran. Min Ho memberikan Yeon Hee hadiah berupa kalung mewah.

“Kau tidak harus melakukan ini.” ucap Yeon Hee dingin.

“Hari pernikahan Seon Ho adalah sebuah hari yang tidak akan bisa kulupakan.” Jawab Min Ho.

Sementara itu, Sung Gyu keluar dari gereja itu dan pergi dengan mobilnya. Mobilnya berpapasan dengan mobil Seok yang baru saja tiba. Seok turun dari mobilnya dan berlari masuk ke gereja. Seok memperlihatkan foto Sung Gyu pada anak2 yang sedang bermain di halaman gereja.

“Apa kalian pernah melihat pria ini?” tanya Seok.

“Iya, kami melihatnya.” Jawab anak2.

“Kemana dia pergi?” tanya Seok.

“Ke arah sana.” Jawab anak2.

“Begitu, ya. Terima kasih.” Ucap Seok, lalu buru2 pergi.


Pak Kim mengantarkan Eun Hye ke tempat dimana Jung Woo tinggal. Eun Hye jelas terkejut. Eun Hye kemudian memperlihatkan foto Sung Gyu pada petugas keamanan.

“Ya. Aku tahu pria ini. Dia pernah tinggal di sini sebentar.” Ucap petugas keamanan.

“Kapan?” tanya Eun Hye.

“Musim gugur tahun lalu. Ya. Sepertinya pas sewaktu terjadi
insiden di sini. Kasusnya Jaksa Park itu.” jawab petugas.

“Di apartemen berapa dia tinggal?” tanya Eun Hye.

“Coba kuperiksa.” Jawab petugas, lalu memeriksa berkas2nya.

“Lee Sung Gyu, apartemen 304, gedung 101.” Ucap petugas.

Eun Hye jelas terkejut karena Sung Gyu tinggal di sebelah apartemennya Jung Woo. Eun Hye pun bertanya2, apa yang sebenarnya terjadi malam itu.

Seok memberhentikan mobilnya tepat di jalan menuju ke penjaranya Jung Woo. Seok panic, lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Min Ho.

Min Ho langsung berdiri menjauhi Yeon Hee begitu mendapat telepon dari Seok.

Kepala Tahanan sedang makan bersama dua orang berdasi. Dua orang itu berterima kasih atas bantuan Kepala Tahanan. Panggilan dari Min Ho pun masuk ke ponsel Kepala Tahanan, tapi Kepala Tahanan tidak menyadarinya.

Min Ho pun geram Kepala Tahanan tidak menjawab panggilannya. Ia lalu beranjak pergi.

Tanpa disadari Min Ho, wanita itu tengah mengawasinya.

“Dia bukanlah Seon Ho yang kukenal. Ada sesuatu yang salah.” Ucap wanita itu.


Beralih ke Jung Woo yang duduk di pojokan sambil membaca buku catatan. Sementara teman2 satu selnya lagi asyik bercanda. Bangjang lantas memberikan secangkir kopi pada Jung Woo. Jung Woo berterima kasih, lalu kembali membaca bukunya.

“Apa itu?” tanya Bangjang pada Milyang.

“Aku rasa itu adalah sesuatu yang ditinggalkan Sung Gyu.” Jawab Milyang.
“Aku penasaran apa ada sesuatu di antara mereka berdua.” Ucap Bangjang.

Tak lama kemudian, petugas membuka pintu sel dan memberitahu Jung Woo kalau ada seseorang yang ingin menemuinya. Betapa terkejutnya Jung Woo begitu menemui tamunya yang tak lain adalah Sung Gyu.

“Lee Sung Gyu, bagaimana bisa kau muncul di sini?” tanya Jung Woo heran.

“Apa kabarmu?” tanya Sung Gyu.

“Aku… Aku minta maaf karena meneriakimu waktu itu.” jawab Jung Woo.

“Tidak masalah.” Ucap Sung Gyu.

“Sekarang bisa kau katakan padaku apa maksudmu waktu kau bilang kau yang melakukannya? Bagaimana kau bisa tahu lagu itu?” tanya Jung Woo.

“Aku hanya ke sini untuk mengucapkan terima kasih padamu. Berkat hyung, aku hanya diminta membayar denda saja.” Jawab Sung Gyu.

“Aku tahu. Aku dengar beritanya. Jadi sekarang, bisa kau katakan padaku apa yang kau tahu?” tanya Jung Woo.

Sung Gyu diam saja.

“Kumohon. Kumohon, Sung Gyu-ya.” pinta Jung Woo.

“Aku hanya mengatakannya begitu saja.” Jawab Sung Gyu.

“Apa?” kaget Jung Woo.

“Aku hanya mengatakan itu agar kau tidak jadi bunuh diri.” Jawab Sung Gyu.

“Jadi bagaimana kau bisa tahu soal lagu itu?” tanya Jung Woo.

Sung Gyu pun kembali diam. Jung Woo mulai marah.

“Kenapa kau tidak bisa menjawabku? Kenapa?” teriak Jung Woo.

Jung Woo lalu memohon pada Sung Gyu agar Sung Gyu mengatakannya.

“Hyung, aku harus pergi. Aku bilang, aku akan segera kembali. Aku akan datang lagi nanti.” Ucap Sung Gyu, lalu pergi.

Mendengar ucapan Sung Gyu, Jung Woo pun menyadari sesuatu.

“Apa Ha Yeon ada di sini?” tanya Jung Woo yang berhasil menghentikan langkah Sung Gyu.

“Aku benar, kan? Ha Yeon ada di sini?” tanya Jung Woo lagi.

Sung Gyu pun langsung pergi.

Jung Woo lalu berteriak pada petugas. Ia meminta petugas melepaskannya karena putrinya ada di sana. Mendengar Jung Wo menyebut nama Ha Yeon, Tae Soo pun mendekati Jung Woo.

“Tae Soo-ya, Ha Yeon ada di sini. Ha Yeon ada di sini, Tae Soo-ya. Tae Soo-ya, kumohon lepaskan aku. Kumohon buka ini.” pinta Jung Woo.

Namun sayangnya, Tae Soo tidak mempercayai ucapan Jung Woo.

Sung Gyu buru2 kembali ke mobilnya. Begitu masuk ke mobil, ia terlihat memikirkan sesuatu. Sung Gyu lantas menyalakan mobil dan disampingnya, ada tas sekolah Ha Yeon.


Sementara di sel, Jung Woo masih teriak2 agar petugas melepaskannya.

“Paman.” Seru Ha Yeon dari kursi belakang.

“Ha Yeon-ah, kau sudah bangun?” tanya Sung Gyu sembari tersenyum.

“Iya, aku sudah bangun.” Jawab Ha Yeon dengan senyum ceria.

Di sel, Jung Woo teriak2 memanggil nama Ha Yeon. Dan Sung Gyu? Dia menatap Ha Yeon dari spionnya dengan tatapan creepy.


Syok akunya… gk nyangka klo yg nyembunyiin Ha Yeon itu Sung Gyu. Tapi soal dia membunuh Ji Soo, aku masih ragu… aku yakin pembunuh Ji Soo adalah Min Ho.. sementara Sung Gyu hanyalah orang suruhan Min Ho yang ditugaskan menculik Ha Yeon.. alasan kenapa ingatannya Jung Woo bisa hilang, aku rasa itu karena minuman yang diberikan Sung Gyu pada Jung Woo…

Lalu wanita itu? Dia siapanya Seon Ho ya? Selingkuhan Seon Ho kah?

Satu lagi yang bikin aku penasaran… si Kepala Keamanan, kenapa dia begitu membenci Jung Woo?

Drama ini benar2 membuatku frustasi… Ji Sung Oppa, dia pantas mendapatkan Daesang tahun ini…

No comments:

Post a Comment