Monday, June 5, 2017

Ruler : Master Of The Mask Ep 8 Part 1

Sebelumnya...


Ga Eun menyendiri di dekat sebuah pondok. Seseorang datang memakaikan jaket ke tubuhnya. Ga Eun menoleh, ia tersenyum dengan mata berkaca-kaca melihat kedatangan ayahnya namun semua itu hanya bayangannya saja karena yang datang bukanlah Tuan Han, tapi Putra Mahkota.

“Ayah biasanya datang kemari bersamaku untuk melihat bintang.” Ujar Ga Eun.

“Apa kau pernah mendengar ini sebelumnya? Mereka bilang, matahari hanya tampak saat siang dan diganti bulan saat malam. Mereka bilang, matahari dan bulan tak bisa terlihat bersama. Namun, itu tidak benar. Di sana... Mereka ada di langit bersama, 'kan? Sekalipun kau tidak lagi bisa melihat ayahmu, dia... akan selalu ada di sisimu.” Jawab PM Lee Sun.


Tangis Ga Eun kembali mengalir. Putra Mahkota menatap iba pada Ga Eun. Ga Eun balas menatap Putra Mahkota dengan tatapan sendu.


“Ada banyak sekali yang ingin kukatakan. Ga Eun-ah...” Putra Mahkota lantas menunjukkan kalung berbandul bulan dan matahari.


“Sebagaimana matahari yang menanti bulan ini, aku juga akan selalu bersamamu. Aku mungkin tak bisa melihatmu dengan sangat jelas, sebagaimana matahari dan rembulan. Kau mungkin berubah, namun apapun yang kau lakukan, aku akan melindungimu.” Ucap Putra Mahkota.

Putra Mahkota lantas memakaikan kalung itu ke leher Ga Eun.

“Mungkin akan sulit, namun maukah kau mengingatnya? Bahwa aku akan selalu di sisimu seperti ini. Bahwa kau tidaklah sendirian.” Ucap Putra Mahkota.

  
“Apa kau akan pergi?” tanya Ga Eun cemas.

“Untuk memenuhi janjiku pada ayahmu dan menjadi seseorang yang mampu melindungi mereka yang berharga untukku, maka aku harus pergi. Aku, entah bisa memenuhi janji pada ayahmu atau tidak, maukah kau tetap mengawasiku?” ucap Putra Mahkota.

Ga Eun hanya menjawabnya lewat tatapan tak rela Putra Mahkota pergi.

“Jika kau mau, kita bertemu lagi di sini tiga hari lagi.” Janji Putra Mahkota.

  
Putra Mahkota lalu mencium dahi Ga Eun. Tangis keduanya mengalir.

Rombongan Raja dan Putra Mahkota menuju istana. Sun yang mengenakan seragam kasim, tampak menutupi wajahnya karena takut ada yang mengenalinya. Setibanya di istana, Ratu menyambut mereka dengan tersenyum lebar. Ratu memberi ucapan selamat karena hujan akhirnya turun berkat ritual yang dilakukan sendiri oleh Raja.

“Aku pun senang.” Jawab Raja.

“Yang Mulia, tentang Putri Mahkota...”

“Kita diskusikan masalah itu nanti saja.” Jawab Raja dingin, lalu melangkah masuk ke istana bersama Putra Mahkota dan Sun. Ratu tampak kecewa atas penolakan Raja.


Youngbin Lee tak setuju dengan rencana Putra Mahkota. Ia meminta Raja menghentikan Putra Mahkota. Raja berkata, bahwa ia sudah memberi izin bagi Putra Mahkota. Ia yakin, langit juga sudah memberi restu.

“Ibu, saya harus menemukan jalan menggulingkan Kelompok Pyunsoo. Saya pasti kembali setelah menemukan jalan menjadi Raja sesungguhnya.” Ucap Putra Mahkota.

“Haruskah kau pergi?” tanya Youngbin Lee tak rela.

“Juga, ada seseorang yang ingin saya bawa bersama. Putri Hanseongbu Han Gyu Ho, Han Ga Eun.” Jawab Putra Mahkota.

Raja dan Youngbin Lee pun terkejut mendengarnya.

  
Ga Eun sedang melipat seragam ayahnya. Tanpa sengaja, ia menemukan kertas di dalam saku seragam ayahnya. Kertas itu adalah kertas mandat Putra Mahkota yang memerintahkan ayahnya menyelidiki Departemen Pengadaan Air. Ga Eun pun langsung ingat ucapan ayahnya yang mengaku sebagai pengkhianat dan sudah melakukan kejahatan besar.


Ga Eun syok, ia marah…

“Putra Mahkota memang memberi ayah perintah, kenapa berbohong!”


Ga Eun lalu melirik tajam pedang ayahnya. Ooow… dia membawa pedang itu menuju istana. Setibanya di sana, dia langsung menebas umbul-umbul. Kontan, para pengawal langsung mengamankannya. Ga Eun berteriak marah.

“Putra Mahkota telah mengeksekusi ayahku, Hanseongbu Han Gyu Ho. Katakan padanya, aku kemari untuk membunuhnya!”

  
Kepala Lee memberitahu Raja soal Ga Eun yang ditahan. Raja pun langsung teringat janjinya pada Tuan Han akan menjaga Ga Eun. Raja menyesal karena lupa akan janjinya itu. Raja lantas menyuruh Kepala Lee membebaskan Ga Eun dan membawa Ga Eun ke hadapannya.


Putra Mahkota mulai mengajari Sun apa saja yang biasa ia lakukan. Cara membaca buku, berjalan, dll. Setelah itu, ia membawa Sun ke green house-nya. Putra Mahkota bilang, itu adalah tempat favoritnya. Sun takjub melihatnya.

“Orang-orang hanya melihat topengku dan menatap tajam layaknya anak panah. Saat rasanya terlalu sulit, aku ke sini untuk menangis.” Ucap Putra Mahkota.


Sun tampak tersentuh mendengar cerita Putra Mahkota. Putra Mahkota kemudian menatap Sun, lalu memegang tangannya.

“Lee Sun-ah, aku akan tanya sekali lagi. Saat aku pergi setelah inisiasi, kau akan hidup memakai topeng. Kau sungguh baik-baik saja? Harus menyembunyikan dirimu sendiri sepanjang waktu bukanlah hal yang mudah. Kau tidak bisa memercayai siapa pun dan tidak boleh berbagi pikiran dengan orang lain. Akan lebih berat dibandingkan hidup kelaparan dan kesusahan.” Ucap Putra Mahkota.

“Yang Mulia, sebagaimana kepercayaan hamba, tolong Yang Mulia juga memercayai hamba.” Jawab Sun.

“Baiklah.” Ucap Putra Mahkota.

“Mungkin akan sulit, tapi bertahanlah demi aku.” pinta Putra Mahkota.

“Namun, hamba mencemaskan ibu dan adik hamba.” Jawab Sun.

“Aku akan menjaga mereka. Jangan cemas. Fokuslah saja belajar.” ucap Putra Mahkota.


Sun lalu tersenyum pada Putra Mahkota, tapi begitu mata mereka bertemu, Sun buru2 menunduk. Putra Mahkota lalu memberikan topengnya pada Sun. Ia berkata, saat Sun memakai topengnya, maka Sun menjadi dirinya jadi Sun tidak boleh menundukkan kepala lagi.

“Dan juga saat aku kembali, aku ingin kau tetap menjadi teman... sekaligus menjadi abdi setiaku.” Ucap Putra Mahkota.

“Ha... hamba hanya orang rendahan bagaimana bisa berada di dekat Yang Mulia?” jawab Sun.


Pembicaraan terhenti lantaran Chung Woon datang dan memberitahu soal Ga Eun. Putra Mahkota terkejut. Sun pun berkata, akan memakai topengnya sekarang jadi Putra Mahkota bisa menemui Ga Eun.


Putra Mahkota keluar memakai seragam kasim. Ia tak sendiri, tapi ditemani Chung Woon.  Mereka pergi dengan terburu-buru hingga tak menyadari Kepala Lee mengawasi mereka di belakang. Begitu mereka pergi, Kepala Lee langsung menemui Sun. Kepala Lee membawa Sun menemui Raja.

  
“Putra Mahkota diberitahu inisiasi dilakukan besok, sebenarnya... hari ini. Saat dimulai, Dae Mok akan menyuruhmu minum anggur bunga poppi. Lalu kau akan mengalami nyeri jantung yang luar biasa serta halusinasi. Tahanlah. Kemudian, dia akan membuka topeng dan menanyakan namamu. Apa yang harus kau katakan?” tanya Raja.

“Aku...” tatapan mata Sun berubah tajam, Putra Mahkota Joseon, Lee Sun.

No comments:

Post a Comment