Thursday, March 22, 2018

My Golden Life Ep 49 Part 1

Sebelumnya...


Do Kyung mencalonkan dirinya sendiri sebagai CEO Haesung. Sontak, seisi ruangan kaget.


Di studio, Ji An terkejut mendengar kabar dipecatnya Tuan Choi dan Nyonya No. Hyuk bilang, Yong Gook lah yang memberitahunya kabar itu. Hyuk pun mencemaskan Ji Soo. Ia bilang, ia meninggalkan Ji Soo sendirian di kantor karena Ji Soo ingin sendiri. Ji An ingin ikut. Ia juga mencemaskan Ji Soo.

Tiba2, ponsel Hyuk berbunyi. Pesan dari Yong Gook soal Do Kyung yang mengajukan diri sebagai CEO. Hyuk dan Ji An pun kaget. Mereka sama sekali tidak pernah menduga Do Kyung akan mencalonkan diri sebagai CEO.


Kembali ke Do Kyung yang tengah menjelaskan alasannya kabur dari rumah. Do Kyung mengatakan, atas seizin kakeknya, ia mencoba sesuatu yang baru. Do Kyung bilang, kakeknya memberinya kesempatan untuk mandiri.

“Kebetulan itu terjadi saat proses penunjukan, jadi dia memprosesnya sebagai cuti panjang. Setelah melihat pabrik pertamaku, dia memberiku posisi presdir. Aku sudah lolos tes kakekku.” Jelas Do Kyung.

Do Kyung kemudian menunjukkan bukti foto saat ia meresmikan pabriknya.


Lebih lanjut, Do Kyung berkata bahwa beberapa orang mencoba menyebarkan berita bohong. Sambil menatap tajam ke arah paman dan bibinya, ia berkata orang2 yang berusaha memutar balikkan fakta adalah mereka yang berusaha menyingkirkan ibu, ayah dan kakeknya.


Do Kyung juga mengungkapkan bukti tentang bibinya yang membeli saham dengan nama pinjaman.

“Diantara para pemegang saham yang membeli saham perusahaan kita selama 2 sampai 3 bulan terakhir, empat pemegang saham ini punya satu kesamaan. Keempat pemegang saham ini menyerahkan surat kuasanya kepada No Jin Hee, CEO Hotel MJ melalui Direktur Jin So Mi dari Yayasan Angel.” Ucap Do Kyung.


Tak hanya itu, Do Kyung juga memperdengarkan rekaman suara Tuan Seo yang sedang berbicara dengan Nyonya Jin. Dalam rekaman itu, Tuan Seo mengaku bahwa ia diutus oleh Jin Hee untuk mengambil surat kuasa yang hilang atas nama Lee Go Eun, Shin Yi Seul, Park Hui Sook dan Son Jin Joo. Tuan Seo meminta agar orang2 itu hadir di rapat. Tapi Nyonya Jin bilang, tidak ada gunanya menghadirkan mereka karena mereka tidak tahu apa2 soal sahamnya.


Tuan Jung pun terkejut. Ia tidak menyangka istrinya akan sejauh itu.

Kepercayaan diri Nyonya No pun tumbuh lagi.


Jin Hee membela diri, ia bilang hanya berusaha mengumpulkan saham demi saham perusahaan. Tuan Jung pun pasrah.


Do Kyung lalu menunjukkan foto kondisi rumah si empat pemegang saham.


Ji An dan Hyuk sampai di rumah kos, tapi Ji Soo tak ada disana. Ponsel Ji Soo juga tidak bisa dihubungi.


Ji Soo sendiri berjalan gontai. Ia lewat di depan toko roti Boss Kang dan Boss Kang melihatnya.


Seohyun dan Ji Ho ada di tepi Sungai Han. Seohyun cemas, ia takut kalau orang tuanya benar2 ditendang dari Haesung. Seohyun lalu menutupi wajahnya. Mengira Seohyun menangis lagi, Ji Ho pun memeluk Seohyun. Seohyun menatap Ji Ho. Ia bilang, ia tidak menangis. Ji Ho pun kembali terpesona pada Seohyun.


Di kamarnya, kakek juga cemas. Tak lama kemudian, Seketaris Min datang memberitahu kakek tentang Do Kyung yang mengajukan diri sebagai CEO Haesung. Kakek pun terkejut.

Tuan Jung dan Jin Hee hanya bisa terdiam kala perwakilan dewan direksi menyetujui penunjukan Do Kyung sebagai CEO Haesung yang baru.


Begitu keluar dari ruang rapat, para reporter pun langsung mengerubungi Tuan Jung dan Jin Hee. Mereka ingin tahu apa benar Jin Hee membeli saham dengan nama pinjaman. Jin Hee pun berkata, kalau itu hanya kesalahpahaman.

Tepat saat Jin Hee bilang kalau itu hanya salah paham, Tuan Choi dan Nyonya No keluar. Nyonya No menatap Jin Hee dengan wajah penuh kemenangan sementara Jin Hee menatap tajam Nyonya No.


Reporter lalu mewawancarai Nyonya No. Mereka ingin tahu perasaan Nyonya No karena Do Kyung kini sudah menjadi CEO.


Gi Jae dan Yong Gook penasaran apa yang terjadi. Yong Gook bertanya soal suara pria yang ada di rekaman yang diperdengarkan Do Kyung tadi. Do Kyung bilang, itu suara Tuan Seo.


Do Kyung lalu beranjak keluar. Para reporter masih menunggu jawaban mereka. Do Kyung berkata, akan memberikan jawabannya nanti.


Hyuk yang masih di rumah kos bersama Ji An, menerima telepon dari Yong Gook. Hyuk pun kaget mendengar dari Yong Gook tentang apa yang dilakukan Tuan Seo. Usai bicara dengan Yong Gook, Hyuk langsung memberitahu Ji An. Ji An pun akhirnya mengerti kenapa tadi ayahnya meminta dikirimkan nomor telepon Do Kyung.

“Tapi kenapa Do Kyung mengajukan diri untuk posisi itu? Jika ia benar-benar menjadi CEO, artinya dia benar-benar kembali.” Ucap Hyuk cemas.


Di lift, Nyonya No meminta penjelasan Do Kyung. Do Kyung bilang, ia tidak bisa membiarkan pamannya mengambil alih Haesung begitu saja. Gantian Tuan Choi yang bertanya, darimana Do Kyung mendapatkan bukti kecurangan Jin Hee.

“Saat ibu dipecat, aku menerima pesan dari ayahnya Ji An.” Ucap Do Kyung.


Flashback...

Ketika perwakilan dewan direksi menyetujui pemecatan Nyonya No dan Tuan Choi, Do Kyung menerima sms dari Tuan Seo berupa bukti kecurangan Jin Hee.

Flashback end...


Tuan Choi terkejut. Ia tidak menyangka suara pria di rekaman tadi adalah suara Tuan Seo. Sementara Nyonya No lebih penasaran mengetahui bagaimana Tuan Seo bisa mengenal Nyonya Jin.

“Aku tidak yakin.” Jawab Do Kyung.


Nyonya No lantas mengingat ketika Nyonya Jin memohon ampun padanya, tapi ia tidak mau memaafkan Nyonya No.


“Jadi ini cara dia membalasku.” Ucap Nyonya No sinis.

Do Kyung berusaha menghubungi Tuan Seo, tapi Tuan Seo tidak bisa dihubungi. Nyonya No pun menyuruh Do Kyung menghubungi Tuan Seo nanti setelah mereka menemui CEO No.


Di mobil, Tuan Jung memarahi istrinya. Jin Hee pun membela diri, ia bilang merencanakan itu hanya untuk berjaga-jaga.


Tuan Seo yang sudah kembali ke rumah lamanya, dihubungi Ji An. Ji An penasaran, bagaimana ayahnya bisa mendapatkan bukti kecurangan Jin Hee.

Tuan Seo pun menjelaskan, saat ia pergi ke rumah ‘pemegang saham’ yang lain, ia melihat seorang anak turun dari bus jemputan milik Yayasan Angel. Tuan Seo berkata, bus itu juga bus yang dinaiki anaknya Lee Go Eun dan mereka semua sama2 tinggal di daerah Songin-gu.

“Keempat anak itu cacat dan pergi ke Yayasan Angel. Jadi ayah menyelidikinya. Dan ternyata yayasan itu baru didirikan 3 bulan yang lalu.” Ucap Tuan Seo.


Flashback...


Setelah menyelidiki Yayasan Angel, Tuan Seo lantas kembali ke keempat rumah itu untuk mengambil foto rumah itu.


Kemudian, Tuan Seo pergi ke Yayasan Angel dan menghubungi Nyonya Jin. Pada Nyonya Jin, Tuan Seo mengaku bahwa Jin Hee kehilangan beberapa surat kuasa.

Flashback end...


“Ayah pergi menemui Direktur Jin dan membuatnya menyerahkan itu kepada ayah.” Ucap Tuan Seo.

Tanpa Ji An sadari, ayahnya berbicara sambil berbaring menahan rasa sakit.

“Ayah pergi ke keempat rumah itu dan menemui Direktur Jin juga?” kaget Ji An.

“Apa yang terjadi? Apa Choi Do Kyung menggunakannya?” tanya Tuan Seo.

“Ayah tidak menonton beritanya? Do Kyung Oppa ditunjuk sebagai CEO.” Jawab Ji An.

“Bukankah Tuan Jung yang akan menjadi CEO?” tanya Tuan Seo.


Tapi tak lama kemudian, Tuan Seo sadar kalau Do Kyung mengajukan dirinya sendiri untuk posisi CEO.

Ji An pun penasaran kenapa ayahnya melakukan itu padahal ia sudah bilang kalau Do Kyung dan orang tuanya sudah memiliki saham yang cukup.

“Saat ayah mengelola bisnis, hal buruk terjadi setiap kali ayah santai. Setiap kali yakin soal sesuatu, terjadi kecelakaan. Sama seperti saat ayah bangkrut. “ jawab Tuan Seo.

“Itukah alasan ayah melakukannya?” tanya Ji An.

“Ayah harus istirahat dulu. Sampai jumpa.” Tutup Tuan Seo.


CEO No mengacungkan jempolnya pada Do Kyung. Ia berkata, berkat Do Kyung kini ia bisa kembali bernapas lega. CEO No lalu bertanya, bagaimana bisa Do Kyung berpikir mengajukan diri untuk posisi CEO seperti itu. CEO No juga mengaku sangat bangga pada Do Kyung.

Tuan Choi pun berkata, semua itu berkat Tuan Seo.

Alih2 berterima kasih, CEO No malah menuding Tuan Seo sengaja melakukan itu untuk menyelamatkan anak2nya.


“Jaga posisimu selama 3 bulan ke depan. Kakek bisa kembali bekerja sekarang tapi orang-orang mengira kakek sakit parah. Jadi kakek sebaiknya beristirahat selama 3 bulan. Tunjuk kembali orang tuamu besok pagi. Serta kakek bisa menunjuk anggota dewan  saat kembali.” Ucap CEO No.

“Kita semua menjadi bodoh di hadapan semua orang.” Jawab Nyonya No.

“Kau yang berbuat salah, jadi kau yang harus menanggung rasa malunya.” Ucap CEO No.

CEO No lantas kembali bicara pada Do Kyung.

“Jangan salahkan bibimu dan suruh dia untuk fokus mengurus rumah tangganya sekarang. Serta suruh pamanmu kembali bekerja. Buat dia hanya mengurus resort kita di Eropa. Jika kita memaafkan mereka, mereka akan lebih bekerja keras. Tunjuk ayahmu sebagai Presdir Hotel MJ. Serta ibumu sebagai Presdir Haesung FNB.” Suruh kakek.


Do Kyung diam saja. Nampak jelas ia kecewa dengan respon kakeknya.

Sang kakek pun penasaran, kenapa Do Kyung sejak tadi diam saja. Do Kyung beralasan, kalau ia bingung karena kakeknya bicara terus dari tadi.


Ji An berjalan sendirian dan mengingat kata2 sang ayah saat mereka bertemu di kafe terakhir kali. Saat itu ayahnya bilang bahwa Do Kyung adalah pria yang baik dan menyenangkan, tapi Do Kyung adalah keturunan Haesung dan tidak bisa bersanding dengan Ji An. Ayahnya juga bilang, bahwa pria yang bisa bersanding dengan Ji An adalah pria yang selevel dengan Ji An.


Ji An lalu berhenti melangkah dan melihat Do Kyung sudah duduk di kafe dan sedang menatapnya. Ternyata Ji An sedang dalam perjalanan untuk menemui Do Kyung saat itu.


Begitu masuk, sikap Ji An ke Do Kyung langsung berubah. Do Kyung pun terkejut karena Ji An hanya memberinya ucapan selamat saat ia memberitahu bahwa kini ia sudah menjadi CEO.

Ji An beralasan, ia harus menyelamati Do Kyung karena menjadi CEO memang keinginan Do Kyung.

Do Kyung lantas menanyakan soal Tuan Seo. Ia penasaran, bagaimana Tuan Seo bisa menangkap Nyonya Jin.


Saat kembali ke rumah, Tuan Choi dan Nyonya terkejut melihat Seketaris Min keluar dari kamar mereka. Seketaris Min berkata, ia diperintahkan untuk mengisi bak mandi. Tuan Choi berterima kasih, lalu masuk ke kamar duluan. Nyonya No lantas menyuruh Seketaris Min mengambilkan minum dingin untuknya, lalu menyusul suaminya ke kamar.

Tapi setelah majikannya masuk ke kamar, ia menerima telepon dari Rumah Sakit Yeonglim.


“Jadi dia berkeliling dari pagi sampai jam dua?” tanya Do Kyung kaget.

“Katamu kau punya cukup saham, tapi saat ayahku mengelola bisnisnya, masalah terjadi saat ia bernafas leg, jadi dia melakukannya untuk berjaga-jaga.” Ucap Ji An.

“Intuisi ayahmu benar. Dua pemegang saham utama yang kami percayai secara terang-terangan membodohi kami.” Jawab Do Kyung.

“Jadi bisa dibilang, ayahku sudah membayar perbuatannya padaku dan Ji Soo dulu.” Ucap Ji An.

“Kenapa kau membantuku?” tanya Do Kyung.

“Karena kau butuh bantuan.” Jawab Ji An.

“Bantuan?” tanya Do Kyung.


“Kau akan kehilangan perusahaan yang kakekmu bangun seumur hidupnya karena paman dan bibimu. Serta orang tuamu hampir kehilangan posisi mereka juga.” Jawab Ji An.

“Itu membuat jarak diantara kita semakin jauh.” Ucap Do Kyung.

“Ada apa denganmu? Itu terjadi di hari hubungan kita berakhir.” Jawab Ji An.

“Aku...” Do Kyung sepertinya ingin mengatakan sesuatu tapi tidak jadi dan akhirnya ia berkata, ingin menemui Tuan Seo untuk berterima kasih. Ji An berkata, Do Kyung tidak perlu melakukannya karena ayahnya melakukan itu untuk membayar kesalahannya. Do Kyung pun berjanji, akan menemui ayah Ji An setelah kondisi perusahannya stabil.


Tuan Choi menyuruh istrinya berterima kasih pada Tuan Seo dan Nyonya Yang karena mereka sudah menyelamatkan Nyonya No dua kali. Tuan Choi merasa, inilah saat yang tepat bagi istrinya untuk berterima kasih. Tapi Nyonya No masih aja gengsi. Ia mengaku, akan berterima kasih setelah kondisi keluarga mereka membaik.


Kesal, Tuan Choi akhirnya menyodorkan surat cerai.


Nyonya No syok. Setelah Tuan Choi pergi, Seketaris Min menemui Nyonya No. Seketaris Min memberitahu, bahwa ayahnya meninggal. Seketaris Min minta cuti untuk mengurus pemakaman ayahnya.

Nyonya No memberinya izin 3 hari. Nyonya No juga langsung memberinya cek senilai 10 ribu dollar tapi karena Seketaris Min diam saja akhirnya ia menambahkan 10 ribu dollar lagi. Tapi Seketaris Min masih tetap diam.

“Kau punya tempat untuk pemakamannya bukan?” tanya Nyonya No.


Seketaris Min mengiyakan. Lalu, Nyonya No pergi dan mengambil cek itu dengan wajah terpukul.


Artikel mengenai Do Kyung, si generasi ketiga dari Keluarga Haesung, menyebar luas. Yang membaca artikel itu, adalah Hee dan Boss Kang. Hyuk lalu datang dan meminta kopi pada noonanya. Boss Kang penasaran, kenapa Hyuk terlihat murung. Hyuk pun memberitahu itu karena Ji Soo tidak bisa dihubungi.

“Tadi dia lewat di depan toko. Dia hanya mengenakan cardigan tipis.” Ucap Boss Kang, mengejutkan Hyuk.

Hee pun akhirnya mengaku. Ia yakin, itu karena dirinya yang menyuruh Ji Soo meninggalkan Hyuk kalau terjadi masalah lagi.


Hyuk pun langsung mencari Ji Soo. Dengan sepedanya, ia berkeliling mencari Ji Soo. Ia melewati serta mendatangi tempat2 yang sering didatangi Ji Soo, tapi hasilnya nihil.


Hyuk pun akhirnya menemukan Ji Soo yang termenung sendirian di taman.

“Akhirnya aku menemukanmu.” Ucap Hyuk. Dan Ji Soo pun terkejut.

“Apa yang kau lakukan disini? Kau tidak kedinginan?” omel Hyuk.

“A... aku hanya bingung.” Jawab Ji Soo.

Hyuk pun duduk disamping Ji Soo. Ia penasaran apa yang membuat Ji Soo bingung. Ji Soo hanya bilang, banyak hal yang membuatnya bingung.

“Itu pasti karena ucapakan kakaku, kau menjaga jarak denganku.” Ucap Hyuk.

“Tapi itu benar. Aku membuat situasimu tidak nyaman.” Jawab Ji Soo.


“Lantas haruskah kita putus? Ji Soo, aku tidak pernah merasa tidak nyaman. Aku mencemaskanmu dan ingin membantumu. Kau yang paling menderita karena masalah keluargamu.” Ucap Hyuk.

“Aku tahu, itu sebabnya aku merasa semakin bersalah.” Jawab Ji Soo.

“Jadi kau ingin putus?” tanya Hyuk.

“Kenapa kau bicara begitu?” protes Ji Soo.

“Kakakku yang menyuruhmu meninggalkanku. Aku yakin kau ingin bilang begitu.” Ucap Hyuk.

“Aku tidak menyangka ini akan terjadi. Aku juga tidak menyangka ini akan masuk berita.” Jawab Ji Soo.

“Tapi ini sudah terjadi. Itu bukan salahmu. Seharusnya kau bicara denganku. Kenapa kau menjauh dariku? Kau menganggapku apa?” tanya Hyuk.

“Tidak sesederhana itu. Itu bukan hal yang bisa kau ubah.” Jawab Ji Soo.


“Baiklah.” Ucap Hyuk kesal, lalu pergi meninggalkan Ji Soo.

Tapi sebelum pergi, Hyuk memakaikan jaketnya pada Ji Soo juga memberitahu Ji Soo soal Do Kyung yang menjadi CEO Haesung.

Ji Soo terkejut. Kemudian, Ji Soo menerima telepon dari Tuan Choi.


Tuan Choi ada di persimpangan rumah Ji An. Ia mengingat saat dulu memukul ayah Ji An karena merasa ditipu.

Tuan Choi pun merasa bersalah. Lalu ia melihat Nyonya Yang yang baru pulang.


Tuan Choi mau turun dari mobilnya, tapi kemudian terdengar suara seseorang memanggil Nyonya Yang ibu.

Ternyata itu suara Ji Soo. Ji Soo memeluk Nyonya Yang dengan mata berkaca-kaca. Nyonya Yang pun bertanya, kenapa Ji Soo menangis. Ji Soo bilang, ia hanya lega karena sudah melihat ibunya.

Tuan Choi akhirnya turun. Nyonya Yang terkejut melihat Tuan Choi.

“Ayah belum memberitahu ibu? Ayah menyuruhku datang karena ingin berterima kasih pada ibu dan ayah.” Ucap Ji Soo.


Di dalam, Ji An, Ji Tae dan Soo A sedang membahas soal Tuan Seo yang berhasil mendapatkan bukti kecurangan Jin Hee. Soo A dan Ji Tae pun nampak bangga pada ayah mereka itu.


Nyonya Yang lalu masuk bersama Ji Soo dan Tuan Choi. Ji An menyapa Tuan Choi dengan sebutan Wakil Presdir. Tuan Choi berkata, ia bukan lagi Wakil Presdir dan datang ke rumah itu sebagai ayahnya Ji Soo.

Mereka kemudian duduk bersama.

No comments:

Post a Comment