Thursday, July 5, 2018

Ruby Ring Ep 50 Part 2

Sebelumnya...


-Di Restoran-

"Komo, dimana Chef No?" teriak Gilja dari meja kasir. Tapi Chorim diam saja. Soyoung pun mendekati Gilja.

"Dia mungkin tidak mendengarmu karena sibuk mencuci piring." jawab Soyoung, lalu melirik Chorim yang memang sibuk mencuci piring.

"Dia tidak bisa dihubungi?" tanya Gilja.

"Salahkan alkohol. Mereka menenggaknya sampai tujuh botol." jawab Soyoung.

"Apa? Tujuh botol?"

"Tadi malam, Chorim membawa Dongpal pulang karena dia pingsan. Chorim adalah wanita super. Dia akan bisa membesarkan sepuluh anak tanpa berkeringat." ucap Soyoung.


"Eonni, aku pergi sebentar. Aku mau mengantarkan sup ini untuk Dongpal. Ini akan membuat perutnya terasa enak setelah mabuk." ucap Chorim.

"Beri dia makan banyak dan bawa dia ke sini! Kita tidak akan bisa makan malam tanpa dia!" jawab Gilja kesal.

"Aku akan segera kembali." ucap Chorim, membuat Gilja tambah kesal.


Daepung meminta Dongpal berhenti mencemaskan Jihyeok. "Tapi dia anakku." jawab Dongpal.

"Lakukan seperti yang kukatakan. Kita bisa bilang dia anakku." ucap Daepung.

"Berhentilah mengatakan hal seperti itu." jawab Dongpal.

"Sebaik apapun dia, kalau kau memperkenalkan Jihyeok sebagai anakmu, pernikahan kalian akan batal. Tapi jika kau mengatakan, dia keponakanmu, semuanya akan baik-baik saja." ucap Daepung.

"Bagaimana mungkin aku bisa berpura-pura, mengatakan anakku keponakanku? Kau mungkin bisa, tapi aku tidak, meskipun pernikahanku harus batal karenanya." jawab Dongpal.

"Kau tidak akan membohongi dia selamanya. Setelah kalian menikah dan punya anak, dia tidak punya pilihan lain selain tetap bersamamu." ucap Daepung.

"Sekarang ini sudah bukan jaman Joseon." jawab Dongpal.


Lalu Jihyeok datang, membawakan Dongpal obat. Setelah meminum obatnya, Dongpal pun langsung masuk ke kamar mandi.


Selama Dongpal di kamar mandi, Jihyeok bicara pada Daepung. Jihyeok mengaku, bahwa ia tadi sempat mendengar pembicaraan mereka dan Jihyeok setuju dengan rencana Daepung.


Tepat saat itu, terdengar suara Chorim. Jihyeok pun membuka pintu lemari, tapi Dongpal menyuruh Jihyeok menyapa Chorim.


Melihat Jihyeok, Chorim terkejut. Ia ingat Jihyeok pernah makan di restorannya. Dongpal ingin mengaku, bahwa Jihyeok itu putranya tapi Jihyeok langsung memperkenalkan dirinya sebagai putra Daepung.

"Kupikir anak siapa. Dongpal terlalu muda memiliki anak sebesar dirimu." ucap Chorim.

"Tentu saja dia anakku." jawab Daepung.

"Namamu Jihyeok, kan? Jadi kau datang ke restoran kami untuk melihat pamanmu. Kau seharusnya bilang padaku." ucap Chorim.

Chorim lantas masuk dan menyiapkan sarapan untuk ketiga laki-laki itu.

Jihyeok nampak sedih tapi ia berusaha tersenyum di depan ayahnya.


Gyeong Min dan Roo Na jalan-jalan di taman. Saat melihat hamparan bunga, Roo Na langsung tersenyum dan mendekati bunga-bunga itu. Gyeong Min bertanya, apa Roo Na ingat Yeats.

"Yeats? Siapa dia? Apa dia pianis yang ada di konser yang kita datangi waktu itu?" jawab Roo Na.

Sontak, Gyeong Min terkejut.


Roo Bi terus menatap wajah Roo Na yang ada di rekaman itu. Ia yakin, itulah alasannya kenapa Yeonho berusaha menyakiti In Soo.


Roo Bi lantas menghubungi In Soo. Ia menanyakan keadaan In Soo. In Soo mengaku, kondisinya sudah membaik setelah memakan sup buatan Roo Bi dan sekarang dirinya ada di kantor.


Mengetahui In Soo di kantor, Roo Bi pun bergegas ke apartemen In Soo.

Di kantor, In Soo teringat ketika Roo Bi mengambil bakinya. Tak lama kemudian, In Soo pun sadar bahwa Roo Bi menemukan flashdisknya di sana.


Setelah mencari kesana kemari, Roo Bi akhirnya menemukan flashdisk In Soo yang lain dibalik deretan buku.

Bersamaan dengan itu, In Soo berlari menuju mobilnya.


Roo Bi pun akhirnya melihat rekaman itu. Ia pun sadar, In Soo sejak awal tahu siapa dirinya.

Bersambung......

No comments:

Post a Comment