Saturday, August 18, 2018

Live Up To Your Name Ep 10 Part 2

Sebelumnya...


Im dan Ha Ra bertemu di kafe dekat rumah sakit. Begitu Im datang, Ha Ra langsung memesan cake SCK.

"SCK?" tanya Im bingung.

"Cake strawberry cokelat krim.Paman tidak tahu? Mengambil nomor orang saja paman tidak bisa." jawab Ha Ra.

"Sekarang aku bisa mengambil nomor orang. Lalu, aku tahu cake ini. Cake paling tepat dimakan saat...." Sontak, Im teringat kata-kata Yeon Kyung bahwa cake itu paling tepat dimakan saat sedih.

Ha Ra pun membenarkan kata-kata Im.


Lalu, Im mengeluarkan dompetnya.

"Sudah kuduga." ucap Ha Ra frustasi, lalu mengambil ponselnya.

"Aku bayar pakai ini." ucap Ha Ra sambil menunjukkan aplikasi di ponselnya pada pelayan.

"Bag--bagaimana caranya ? A--aku juga bisa ? Dipegang begini ?tanya Im yang ikut menunjukkan ponselnya pada pelayan.

Ha Ra pun mendengus.


"Enak?" tanya Im sambil menatap Ha Ra yang sudah mulai mencicipi cake nya.

"Enak. Rasanya manis dan asam. Ahjussi, saat paling sedih paling tepat memakan cake ini." jawab Ha Ra.

Ha Ra lalu memaksa Im memakan cake nya. Tapi Im menolak. Akhirnya, Ha Ra menyuapi Im dan Im pun langsung jatuh cinta pada rasa cake itu.


Habis makan cake, mereka sepedaan di taman.


Lalu duduk di tepi Sungai Han.

"Begitu lagi, kau melihatku seperti itu lagi." ucap Ha Ra ketika Im terus menatapnya.

"Karena kau mengingatkan aku pada seseorang. " jawab Im.

"Siapa? Putri paman?" tanya Ha Ra.

"Putri apa? Aku masih muda." jawab Im.

"Lalu siapa?" tanya Ha Ra.

"Ada anak yang janjinya tak bisa kupenuhi." jawab Im, membuat Ha Ra tertegun.

Im lalu tersenyum dan meminta Ha Ra hidup dengan sehat.

"Ahjushi, kenapa bertengkar dengan Dr. Yeon Kyung?" tanya Ha Ra.


"Dr. Yeon Kyung cerita padamu kami bertengkar ?" tanya Im balik.

"Kenapa kalian mirip sekali ?" komentar Ha Ra.

"Dia cerita apa lagi ? Aku ... jadi tidak menyenangkan ?" tanya Im.

"Ahjushi, aku mau sesuatu. " pinta Ha Ra tanpa menjawab pertanyaan Im.

Wajah Im pun langsung berubah masam. Ia berkata, bahwa Ha Ra mirip seseorang. Pasti Makgae. Lalu, Im menyuruh Ha Ra mengatakan padanya, apa keinginan Ha Ra dan mengaku uangnya banyak. Ha Ra langsung tersenyum.


Ternyata Ha Ra mengajak Im ke toko perhiasan. Setelah melihat-lihat, pilihan Ha Ra pun jatuh pada sebuah gelang berbentuk hati.

"Hati?" tanya Im.

"Tidak tahu artinya? Ini..." Ha Ra lalu menunjuk dadanya.

"Jantung?" tanya Im.

"Saat menyukai seseorang, jantungmu berdebar kencang.  Jadi hati artinya cinta. " jawab Ha Ra.

"Aku tidak tahu artinya sedalam itu. ucap Im.

"Aah, cantik sekali." ucap Ha Ra sambil melihat gelangnya.

"Apa ini ? Mirip rosario Buddha. " jawab Im.

"Diantara semua hati ini, hatiku paling berkilau. " ucap Ha Ra, lalu menyuruh pegawai toko membungkus gelangnya di kotak yang cantik.


Setelah itu, Ha Ra memberikan gelangnya pada Im. Ia menyuruh Im memberikan kado itu pada Yeon Kyung dan minta maaf.

Im pun mengerti dan berniat membelikan Yeon Kyung hadiah tapi Ha Ra langsung menariknya dan menyuruh Im memberikan gelang itu pada Yeon Kyung.

Setelah memberikan gelang itu, Ha Ra pun berlari pergi.


"Jangan berlarian begitu!" teriak Im.

"Aku sudah tak apa. Ah, jangan lupa berikan hatiku. " jawab Ha Ra.


Ha Ra berjalan ke halte. Namun tiba-tiba, langkahnya terhenti dan ia merasakan sesak di dadanya. Ha Ra pun duduk dan mencoba menarik napas, tapi rasa sakitnya semakin kuat.


Sekarang, Im sudah berada di karaoke bersama Jae Ha dan rekan dokter oriental lainnya. Im dan yang lainnya bersenang- senang, sementara Jae Ha diam saja sambil menatap tajam Im.

Lalu, mereka semua mulai bernyanyi. Saat tiba giliran Im, dia malah menyanyikan lagu ibu bikin rekan-rekannya patah semangat.


Yeon Kyung bergegas ke IGD karena ada seseorang yang ingin menemuinya. Ternyata orang yang ingin menemui Yeon Kyung adalah Ketua Park. Ketua Park meminta Yeon Kyung merawat putranya baik-baik. 

"Ia tidak mau dengar saat kusuruh ke bangsal VIP. Aku tidak tahu kenapa Ia ngotot sekali.  Ia bicara soal hati dan pikiran.  Aku tidak tahu apa efek akupuntur orang itu pada putraku." ucap Ketua Park.

Mengerti lah Yeon Kyung kalau pria di hadapannya adalah Ketua Park, ayah dari si pasien endorkitis.


Setelah itu, Yeon Kyung langsung menemui anaknya Ketua Park.

"Dr. Heo Bong Tak ingin aku kembali ke dokter.  Katanya anda dokter yang luar biasa. " ucap anak Ketua Park.


Habis itu, Yeon Kyung pergi memeriksa pasien lain. Saat itulah, ia tanpa sengaja melihat Tuan Cho yang sedang menidurkan putrinya. Sontak, pemandangan itu membuat Yeon Kyung terdiam.


Disaat yang lain minum alkohol, Im lebih memilih minum susu. Rekan dokternya pun heran dan bertanya alasan Im menolak minum alkohol.

"Seorang dokter pengobatan oriental harus merasakan nadi dan memeriksa Qi.  Tidak baik jika tanganku gemetar. " jawab Im.

"Heo Sonsaeng, setahun lalu kau pergi ke Kamboja untuk pekerjaan sukarela?" tanya Jae Ha.

Si dokter kacamata pun kaget. Ia lalu bertanya, apakah Im juga pergi ke Angkor Wat dan membahas adegan di film In The Mood of Love saat Tiny Leung Chiu Wai  menulis pesan rahasia di dinding kuil. Ia mengaku sangat menyukai adegan itu dan ingin pergi kesana.

Im pun langsung melirik Jae Ha. Ia kebingungan menjawab pertanyaan si dokter kacamata. Sementara Jae Ha berada di atas angin.


Lalu seseorang datang dan bergabung dengan mereka. Jae Ha pun mengenalkan orang itu sebagai temannya.

"Ia pergi kerja sukarelawan di Kamboja.  Aku memanggilnya karena kukira Dr. Heo akan senang bertemu dengannya.  Ah, kalian juga satu sekolah kedokteran. " ucap Jae Ha.

"Entahlah, baru kali ini aku melihatnya. " jawab teman Jae Ha.


Tepat saat itu, Direktur Ma datang. Ia beralasan, datang untuk memberikan uang karena tahu mereka sedang makan-makan.

Si dokter kacamata pun langsung menyambar amplop berisi duit dari tangan Direktur Ma.


Direktur Ma lantas melirik temannya Jae Ha. Jae Ha pun mengaku kalau ia sengaja mengundang temannya karena temannya itu satu kampus dengan Im dan pernah menjadi sukarelawan di Kamboja.

"Kalau begitu, kau pasti mengambil mata kuliah Profesor Lee Sung Hyun?" jawab Direktur Ma.

Teman Jae Ha pun mengiyakan.

"Ia orang yang memberi surat rekomendasi untuk Dr. Heo Bong Tak. " ucap Direktur Ma.

Jae Ha pun kesal karena rencananya mempermalukan Im gagal total.


Di tempat lain, Direktur Ma memarahi Jae Ha karena sudah berusaha membongkar kedok Im.

"Kakek memalsukan latar belakang orang itu.  Aku tahu kakek sedang mengerjakan bisnis Gyeongin-si.  Makanya kakek membangun koneksi dengan banyak petinggi untuk dukungan.  Dengan cara yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang dokter. " jawab Jae Ha.

"Jae Ha-ya, di usiaku, aku tidak melakukan ini untuk memuaskan keserakahanku.  Di masa depan kau tidak tahu semua ini untuk siapa ?" ucap Direktur Ma.

"Jangan gunakan namaku untuk menutupi keinginan kakek. " jawab Jae Ha.

"Bulan depan akan selesai. Sampai saat itu, jangan sentuh Heo Bong Tak." ucap Direktur Ma.

"Kalau kulakukan ? Apa seperti ayah, kakek akan menjebak dan mendepakku?" tanya Jae Ha.

"Darimana kau dengar itu!"

"Kali ini tidak akan sama. Seperti kata kakek, aku berbeda dengan ayahku. " jawab Jae Ha.


Im berjalan menyusuri jalanan. Lalu langkahnya terhenti dan ia menatap hadiah dari Ha Ra sambil memikirkan kata-kata Ha Ra  yang menyuruhnya minta maaf pada Yeon Kyung.


Yeon Kyung dan Min Jae tampak berlari di koridor RS.

Bersamaan dengan itu, sebuah ambulance tiba di RS. Petugas ambulance pun langsung menjelaskan pada Yeon Kyung kalau pejalan kaki menemukan Ha Ra pingsan di jalanan.

"Dia terlambat ditemukan karena pingsan di gang kecil.  Gerak nadi dan tekanan darahnya sangat tinggi. " ucap si petugas ambulance.

"Ha Ra-ya, sadarkan dirimu. Oh Ha Ra!" pinta Yeon Kyung.

Im yang baru tiba di RS, terkejut saat melihat Ha Ra yang diturunkan dari ambulance.


Yeon Kyung memeriksa Ha Ra. Tak lama kemudian, Min Jae datang memberitahu Yeon Kyung kalau level hemoglobin Ha Ra rendah dibawah 5. Yeon Kyung pun berkata, kalau mereka harus membawa Ha Ra ke ruang operasi karena Ha Ra mengalami pendarahan hati.


Sambil membawa Ha Ra menuju ruang operasi, Yeon Kyung teringat saat Ha Ra memeluknya di hari Ha Ra keluar dari RS.

"Jantung yang dokter perbaiki, bisa terasa ?" tanya Ha Ra saat itu.

"Sunbae, Oh Ha Ra tidak apa-apa, kan ?" tanya Min Jae.

"Tentu saja dan tetap fokuskan dirimu." jawab Yeon Kyung.


Im yang melihat Ha Ra dibawa ke ruang operasi, bergegas menyusulnya.


Ha Ra pun mulai dioperasi.

Sementara itu, Im memaksa masuk ke ruang operasi. Ia mau menemani Ha Ra tapi dihalangi petugas medis.


Yeon Kyung tidak bisa menemukan masalahnya.

"Lalu di mana masalahnya ?" tanya Min Jae.

"Sepertinya, ini adalah perdarahan tertunda yang disebabkan oleh antikoagulan. Kita hentikan pendarahan dan jahit lebih dulu." jawab Yeon Kyung.


Diluar, Im berteriak.

"Ha Ra ! Kau dengar aku ? Ingat perkataanku.  Operasi berhasil dari keteguhan hatimu.  Jangan pernah menyerah. "

Suster Jung yang mendengar keributan pun langsung datang dan tertegun melihat Im.

"Lawanlah .Kau harus melawan. Tolong ... kau harus hidup sehat." ucap Im.


Pendarahan Ha Ra sudah berhenti. Min Jae pun berniat memulai jahitan terakhir, tapi Yeon Kyung melarang dan mengajak

Min Jae mengawasi jantung Ha Ra selama 10 detik. Dan kecurigaan Yeon Kyung pun benar. Ha Ra mengalami serangan jantung!


Di luar, Suster Jung dan Im mengawasi operasi Ha Ra.


Yeon Kyung berusaha keras menolong Ha Ra, namun gagal. Ha Ra meninggal!

Yeon Kyung pun tak bisa menahan tangisnya saat mengumumkan kematian Ha Ra.


Tangis ibu Ha Ra pun seketika pecah saat Yeon Kyung menjelaskan kematian putrinya.


Di ruangan kecilnya, tangis Yeon Kyung pecah. Im yang berdiri di depan ruangan Yeon Kyung juga tak mampu menahan tangisnya.


Im menunggu diluar RS. Direktur Ma menghubunginya, memintanya datang mengobati Ketua Hwang yang cedera pinggang usai bermain golf. Tapi Im menolak dengan alasan ada pasien penting yang harus diurusnya.

Lalu ia melihat Yeon Kyung yang berjalan gontai keluar dari RS.

Yeon Kyung yang terpukul, membuang alat medisnya ke tong sampah.


Yeon Kyung pulang ke rumahnya.

"Selama ini kau pasti sangat membenciku. Membesarkan cucu yang sudah membunuh putramu, pasti berat sekali..  Tapi Ia ingin menyelamatkan nyawa orang lain saat anak itu ingin sekolah kedokteran dan ingin menjadi ahli bedah. Pasti terdengar lucu sekali. Jadi begitu. Itu sebabnya, aku tergila-gila ingin menyelamatkan nyawa orang lain.  Aku tidak mengetahuinya.  Aku kira aku adalah dokter hebat. " isak Yeon Kyung.


Kakek Choi ingin bicara, tapi Yeon Kyung keburu pergi. Tepat saat itu, Im datang.

"Kau benar. Aku tidak punya hak menyebut diriku dokter. Makanya ... aku tidak bisa menyelamatkan pasien yang ingin kuselamatkan. " ucap Yeon Kyung.


Im mau bicara, tapi Yeon Kyung langsung pergi. Di depan, Yeon Kyung bertemu Jae Ha yang baru datang. Yeon Kyung pun meminta Jae Ha membawanya pergi.


Sementara itu, Kakek Choi merasa bersalah pada Yeon Kyung. Menurutnya, seharusnya dirinya lah yang menerima hukuman itu.

Kakek Choi lalu mengingat hari itu. Sebelum kecelakaan itu, ia ribut dengan putranya. Mereka pun berhenti bertengkar karena Yeon Kyung datang. Yeon Kyung kecil pun langsung diajak ayahnya makan ayam. Tapi di tengah jalan, mereka mengalami kecelakaan.


Yeon Kyung yang merasa sesak, menyuruh Jae Ha berhenti. Tapi Jae Ha bilang, mereka akan berhenti sebentar lagi. Yeon Kyung yang sudah tidak tahan lagi, berkata pada Jae Ha kalau ia harus turun sekarang. Jae Ha pun terpaksa memberhentkan mobilnya.


Tepat setelah Yeon Kyung turun, Im datang dengan taksi. Im ingin bicara dengan Yeon Kyung, tapi Jae Ha menghalanginya.

Sementara itu, Yeon Kyung yang semakin merasakan sesak di dadanya karena teringat kecelakaan ayahnya, berlari ke tengah jalan.

Im berusaha mengejar Yeon Kyung tapi Jae Ha terus saja menghalanginya.


Tiba-tiba, sebuah truk melaju kencang ke arah Yeon Kyung.  Melihat itu, Im dan Jae Ha sama-sama berlari ke arah Yeon Kyung.

Im berusaha menyambar Yeon Kyung, tapi keduanya justru tertabrak dan seketika menghilang.


Bersambung.......

No comments:

Post a Comment