Saturday, August 25, 2018

Live Up To Your Name Ep 13 Part 2

Sebelumnya...


Di ruang makan, Kakek Choi dan Im gelut soal daging. Yeon Kyung datang dan kakek mengajaknya makan bersama. Im menatap

Yeon Kyung penuh harap. Setelah menatap Im sejenak, akhirnya Yeon Kyung setuju makan malam dengan mereka.

Kakek Choi protes saat melihat Yeon Kyung menaruh banyak daging di mangkuk nasi Im. Im mencari alasan, ia bilang daging yang ditaruh Yeon Kyung hanya sedikit. Tapi kakek bilang itu banyak. Begitulah seterusnya. Im dan Kakek Choi terus gelut soal daging.


Semua orang sudah tidur, tapi tidak dengan Im. Ia bertanya-tanya, apa Yeon Kyung sudah tidur. Bosan, Im pun pergi ke kamar Yeon Kyung. Ia mengetuk pintu kamar Yeon Kyung. Tak lama kemudian, Yeon Kyung membuka pintu dan tersenyum melihat Im.

Ternyata Yeon Kyung juga tidak bisa tidur.


Yeon Kyung memberikan Im ponsel baru. Im senang dan meminta nomor Yeon Kyung. Sambil tersenyum, Yeon Kyung pun menyimpan nomornya di ponsel Im dengan nama 'Permen Karetku'.


"Kau tidak menyesal, meninggalkan semuanya ? Kau suka uang. " ucap Yeon Kyung.

"Aku tidak begitu." jawab Im.

"Lalu yang kulihat di Joseon itu apa?" tanya Yeon Kyung.

"Itu amarahku dan hatiku yang kosong. Dan itu caraku menjalani hidup.  Agar tabib bisa melalui  masa sulit di generasi itu, aku harus memiliki sesuatu.  Tapi sebanyak apapun yang kusimpan, hatiku tetap kosong.  Meskipun tidak punya apa-apa, aku merasa sangat bahagia sekarang.  Aku menemukan kebahagiaan dari hal kecil.  Semua ini berkat dirimu. " jawab Im.

Im pun menggenggam tangan Yeon Kyung.


Tapi tak lama berselang, Yeon Kyung menarik tangannya.

"Waktu itu kau meninggalkan aku di kedai untuk menengok hartamu. " ucap Yeon Kyung.

"Itu karena aku perlu uang untuk keamananmu seandainya terjadi sesuatu padaku." jawab Im.

Im mati-matian menjelaskan kalau itu cuma salah paham. Yeon Kyung pun tertawa dan mengatakan tidak apa-apa.


Keesokan harinya, Yeon Kyung terbangun karena suara teriakan kakeknya yang memanggil Im. Ia sedikit kesal, tapi akhirnya bangun dengan penuh semangat.


Yeon Kyung mengajari Im sikat gigi, tapi Im malah memakan odolnya.


Setelah itu, Yeon Kyung menyuruh Im mencuci piring.


Di halaman, Im dan Yeon Kyung berolahraga.

Tak lama, Byung Ki dan Jae Sook datang.


Saat mereka tengah asyik bercanda, dua pria berkulit hitam datang. Salah satunya nampak kesakitan sambil memegangi dadanya.


Direktur Ma ngamuk karena Direktur Shin terpilih sebagai Ketua Dewan Yayasan Shinhae yang baru.

Lalu, ia menyuruh sopirnya menyiapkan mobil.


Yeon Kyung memeriksa pasien yang sesak napas.

"Apa dia punya penyakit asma?" tanya Yeon Kyung.

"Ah, benar dia menderita asma." jawab temannya.

"Tabung bronkialnya menyempit, jadi dia tidak bisa bernafas. Sepertinya Ia menderita asma akut. " ucap Yeon Kyung.

Yeon Kyung lalu memberikan inhaler pada pasien itu. Setelah itu, ia meminta agar pasien dibawa ke RS. Tapi mereka menolak karena takut ditangkap.


Im yang tidak mengerti pun bertanya pada Byung Ki. Byung Ki menjelaskan, itu karena mereka pendatang ilegal.


Im pun akhirnya memberikan akupuntur pada pasien itu.

Saat Im mengeluarkan jarum yang palin panjang, kedua pria itu pun cemas.

"Tak apa. Aku akan lakukan akupuntur. Ini bisa saja menusuk paru-parumu, kau tidak boleh bergerak." ucap Im.


Kakek Choi memberitahu Yeon Kyung, kalau itu adalah titik akupuntur paling berbahaya dan hanya seseorang yang ahli yang bisa melakukannya.


Semua pun tegang, tapi saat Im menarik jarum itu keluar, mereka menarik napas lega.

"Sekarang kita harus berikan moxa dan obat kukus untukmu. " ucap Im.


Tak lama kemudian, pasien itu pun sembuh. Ia berterima kasih pada Im karena sudah membantunya. Lalu, ia memperlihatkan foto keluarganya dan berterima kasih sekali lagi karena Im sudah membuatnya bisa mengirimkan uang lagi untuk keluarganya.

Setelah kedua pria itu pergi, Im pun pamit pada Kakek Choi. Ia berkata, hendak ke suatu tempat.


Yeon Kyung ingin ikut padahal Im sudah melarangnya. Yeon Kyung pun berkata, kalau ia adalah gadis yang tidak bias diprediksi.


Saat mereka hendak pergi, Jae Ha datang. Im pun langsung menggenggam tangan Yeon Kyung dan menunjukkan pada Jae Ha. Im seolah mau menegaskan kalau Yeon Kyung itu miliknya. Jae Ha hanya tersenyum melihatnya.


Jae Ha dan Yeon Kyung bicara berdua. Jae Ha mengaku, ingin melakukan apapun yang ia suka mulai sekarang. Im lantas bertanya, tujuan Jae Ha datang ke tempat mereka. Jae Ha pun membalasnya dengan menyuruh Im balik ke Joseon.

Yeon Kyung lantas memberitahu Jae Ha kalau ia mau pergi melakukan layanan pengobatan. Jae Ha mau ikut. Tapi Im melarang.

"Ini bukan kencan. Lagipula, bukankah bagus jika kalian punya dokter tambahan?" jawab Jae Ha.

Jae Ha lalu berkata pada Yeon Kyung kalau dia hanya mau memeriksa sesuatu.


Setelah itu, Jae Ha mengajak Yeon Kyung naik mobilnya. Jae Ha beralasan, itu karena luka Yeon Kyung belum sembuh.

Mereka lalu sama2 membuka pintu mobil. Jae Ha membuka pintu depan dan Im pintu belakang. Yeon Kyung tersenyum geli. Tak lama kemudian, ia memilih duduk di belakang. Im langsung tertawa puas di depan Jae Ha. Jae Ha tersenyum geli.


Begitu sampai di tempat tujuan, Jae Ha pun syok. Ia tidak menyangka akan dibawa ke stasiun bawah tanah tempat para gelandangan berkumpul. Jae Ha bahkan hampir muntah mencium bau para gelandangan tapi ia pura-pura kuat di depan Yeon Kyung.


Im langsung menemui gelandangan yang waktu itu. Sontak, ia kaget melihat Im. Ia bertanya, kenapa Im kabur saat ia memintanya menolong temannya yang kesakitan.

Im tidak menjawab dan malah bertanya dimana orang itu.

"Dia pergi." jawab gelandangan itu.

Im kaget, dia pikir teman si gelandangan yang sakit itu sudah meninggal.

"... kesana." jawab gelandangan itu yang sontak membuat Im lega.


Im pun mulai memeriksanya. Pertama-tama, ia meletakkan tangannya di perut pasien lalu mengambil wadah jarumnya.

Yeon Kyung membantu Im. Setelah menerima akupuntur Im, pria itu merasa lebih baik. Im lalu memberinya obat. Jae Ha terpana melihatnya.


Im kemudian bertanya, kenapa pria itu tidak bersama keluarga mereka.

Dan si gelandangan menjawab, kalau mereka tidak bisa menemui keluarga mereka.


Tiba-tiba, seseorang memotret mereka dari kejauhan. Jae Ha yang melihat itu, langsung mengejar pria itu. Tapi si pria keburu kabur.


Direktur Ma menemui Presdir Min. Ia minta diberi kesempatan. Presdir Min setuju, asalkan Im mau mengobati salah satu anggota keluarganya sebagai pasien.

Direktur Ma tersenyum licik.


Im dan Yeon Kyung mengobati pasien lain. Melihat itu, Jae Ha tergugah dan ikut membantu mereka. Tapi ia malah diserang si gelandangan.

Im tertawa melihatnya. Tak lama berselang, ia dan Yeon Kyung pun bangkit lalu menjelaskan pada para gelandangan kalau Jae Ha juga seorang dokter.


Im bicara pada Jae Ha. Ia menyuruh Jae Ha mengobati pasien seperti yang biasa Jae Ha lakukan.

Jae Ha pun mulai memeriksa pasien.

"Sejak kapan kau batuk seperti ini ?" tanya Jae Ha.

"Sudah lama sekali. Hidungku juga mampet Tiap hari aku menderita karena dahak. "

"Ini postnasal-drip. Bisa buka mulutmu ? " ucap Jae Ha.
[ Post-nasal drip: Akumulasi mukosa di bagian belakang hidung dan tenggorokan menyebabkan sensasi lendir yang menetes ke bawah dari belakang hidung.]


Gelandangan itu membuka mulutnya. Tepat saat itu, ia batuk membuat Jae Ha kaget.

Tapi Jae Ha berusaha bertahan. Ia pun kembali memeriksa pria itu.

"Ingus harusnya mengalir ke bawah, tapi ini ke arah belakang, sehingga membuat tenggorokanmu iritasi. " ucap Jae Ha.


Saat Jae Ha hendak memberikan pengobatan, seorang gelandangan berteriak menyuruh mereka kabur.

Sontak lah, para gelandangan, serta Im, Jae Ha dan Yeon Kyung kabur. Yeon Kyung bertanya, kenapa mereka kabur. Im pun berkata, ia hanya mengikuti para gelandangan yang kabur saja.


Im dan Yeon Kyung berlari sambil bergandengan tangan.

Yeong Kyung menoleh ke belakang dan melambaikan tangannya pada Jae Ha.

Melihat itu, Jae Ha yang patah hati berusaha menguatkan dirinya.

Bersambung ke part 3......

No comments:

Post a Comment