Skip to main content

Live Up To Your Name Ep 13 Part 3

Sebelumnya...


Im dan Yeon Kyung menghabiskan waktu di taman.


Setelah itu, mereka pergi ke pantai. Im terlihat bahagia.

"Kau belum pernah ke pantai?" tanya Yeon Kyung.

"Aku lama tinggal di Jeju jadi ini bukan pertama kalinya bagiku. Tapi menyenangkan sekali pergi ke pantai seperti ini setelah 10 tahun lamanya. Terima kasih sudah membawaku kemari." jawab Im.

"Ini yang kau lakukan di pantai." ucap Yeon Kyung, lalu mengajak Im berlari menyusuri pantai.


Mereka lantas berjalan di tepi pantai sambil berpelukan.


Yeon Kyung lantas melihat sesuatu di bawah.

"Lihatlah itu." suruh Yeon Kyung pada Im.

Im pun melihat yang ditunjuk Yeon Kyung. Ada tulisan serta, gambar love di atas pasir.


Im langsung teringat Ha Ra. Im bilang, Ha Ra lah yang mengajarinya soal cinta.

"Dia bilang ada dua artinya." ucap Im, lalu mengingat yang dikatakan Ha Ra saat mereka ketemuan di kafe.


Flashback...

"Hatimu berdebar-debar saat kau menyukai seseorang, jadi itulah artinya hati manusia dan juga cinta." ucap Ha Ra.

Flashaback end...


"Cinta untuk seseorang, aku rasa begitu caranya kau menyatakan cinta di dunia ini." ucap Im.

"Aku juga mau." pinta Yeon Kyung.

"Tunggulah sebentar. Aku akan membuatnya dengan cepat." ucap Im.


Im pun mulai membuatnya. Yeon Kyung meminta Im membuat yang besar.

Setelah selesai, Im mengajak Yeon Kyung melihat tulisan 'Im Yeon Kyung yang dibuatnya di atas pasir.


"Apa itu panah cupid?" tanya Yeon Kyung.

"Cupid? Apa itu? Aku menggambar jarum. Ini hatiku untukmu. Waktu kau memasukkan akupuntur di hatiku, aku tidak akan pernah melupakan saat-saat itu." jawab Im.

Mendengar itu, Yeon Kyung langsung mencium Im.


Yeon Kyung lantas mengaku, ada yang sangat ingin dilakukannya bersama seorang pria di pantai.

"Apa itu?" tanya Im.

"Tangkap aku." jawab Yeon Kyung dan langsung berlari.


Mereka lalu menikmati kerang. Yeon Kyung menyuapi Im.


Im kemudian teringat masa-masa mereka di Joseon, ketika mereka bersama kedua bocah itu saat melihat anak laki-laki yang menyuapi adiknya.


Malamnya, Im tak bisa tidur. Ia teringat saat mengobati si pendatang ilegal.

Tak itu saja, ia juga ingat Joseon yang kekurangan obat, setelah dijajah Jepang.


Tak bisa tidur, Im pun akhirnya ke kamar Yeon Kyung tapi ia melihat Yeon Kyung yang sudah tidur.


Im hendak menutup lagi pintu kamar Yeon Kyung tapi tak jadi. Ia yang sedang galau, akhirnya memutuskan tidur disamping Yeon Kyung. Awalnya Im rebahan di lantai. Tapi agar bisa melihat wajah Yeon Kyung, akhirnya ia menjejerkan tiga buah kursi disamping Yeon Kyung dan tidur di atasnya.


Yeon Kyung terbangun dan mendapati Im tidur disampingnya. Melihat Im yang sedikit menggigil kedinginan, ia pun membagi selimutnya dengan Im.

Yeon Kyung lantas teringat kata-kata Heo Jun.

"Dia adalah dokter yang kami butuhkan di Joseon. Tidak akan mudah membuatnya menyadari kesalahannya. Tapi aku rasa kau bisa membantunya."


Yeon Kyung pun mengulurkan tangannya. Ia hendak menyentuh wajah Im tapi tak jadi.


Esoknya, Haeminseo kedatangan dua pengemis. Sontak, Kakek Choi terkejut melihat mereka yang berpakaian rapi.

"Tuan Kim?" seru Kakek Choi.

"Tuan Park juga ada di sini." jawab Im.

Tuan Kim beralasan, tempat penampungan lah yang memberi mereka pakaian bagus dan karena mereka mau mengunjungi klik kakek, jadi mereka berpakaian bagus.

"Tapi kenapa kalian datang kesini? Apa ada yang sakit?" tanya Im.

Tuan Kim dan Tuan Park pun sontak berpandangan. Lalu Tuan Kim berkata dialah yang sakit.

"Kemarin aku makan daging dan sup kimchi dan juga minum soju, perutku terasa sakit dan juga kembung." ucap Tuan Kim.

Kakek Choi pun mengajak mereka ke dalam.


Im pun mulai memeriksa Tuan Kim.

"Aku rasa dia tidak sakit perut. Denyut nadimu berubah dan perut terasa keras waktu kau sakit perut tapi denyutmu normal dan perutmu lembut." ucap Im.

"Itu artinya tidak masalah dengan perutnya." jawab kakek.

Tapi Tim Kim bersikeras kalau perutnya sakit. Im pun berniat memberinya akupuntur tapi ia meminta kakek yang melakukannya.


Tanpa curiga sedikit pun, Kakek Choi memberikan Tuan Kim akupuntur.

Selesai memberikan akupuntur, Kakek Choi menyuruh Tuan Kim beristirahat.


Kakek dan Im keluar. Begitu mereka keluar, Tuan Kim langsung menyuruh Tuan Park keluar.

Setelah Tuan Park keluar, Tuan Kim mengambil sesuatu seperti jarum di balik jasnya.


Saat hendak pergi meninggalkan Haeminseo, Tuan Kim jatuh pingsan.

Im langsung memeriksa Tuan Kim. Ia terkejut melihat ada bekas goresan di dada Tuan Kim.


Tak lama berselang, ambulance dan polisi datang. Tuan Park melaporkan Kakek Choi ke polisi. Ia bilang, Tuan Kim langsung hilang kesadaran setelah menerima akupuntur dari Kakek Choi.

Polisi pun langsung membawa Kakek Choi.


Tuan Kim dibawa ke RS Shinhae. Yeon Kyung lah yang menanganinya.

Petugas ambulance menjelaskan kalau Tuan Kim pingsan setelah mendapatkan akupuntur di klinik medis oriental.


Yeon Kyung lalu melihat jarum yang masih tertinggal di dada Tuan Kim. Ia bertanya-tanya, dokter macam apa yang melakukan hal itu.


Kakek Choi meringkuk di penjara. Ia bertanya-tanya, bagaimana hal itu bisa terjadi. Tak lama berselang, ia merasakan sakit di dadanya.


Im dan Tuan Park duduk di kantor polisi.

"Itu adalah kejahatan yang menyebabkan seseorang terluka karena kesalahan saat melakukan pekerjaan." ucap polisi.

"Memangnya apa yang dilakukannya?" tanya Im.

"Dia bilang dia melakukan kesalahan akupuntur." jawab polisi.

"Orang tua itu melakukan akupuntur, aku melihatnya dengan mataku sendiri." ucap Tuan Park.

Sontak Im terkejut mendengarnya.

Lalu Im bertanya apa yang akan terjadi pada Kakek Choi.

"Dipenjara kurang lebih 5 tahun atau membayar denda 20 ribu dollar." jawab polisi.

Im kaget.


Yeon Kyung sedang melihat hasil X-Ray Tuan Kim.

"Ujung jarumnya menembus hatinya. Ada darah yang tergenang di sekitar hatinya.


Bersamaan dengan itu, Yeon Kyung mendapat telepon dari Jae Sook yang mengabarinya soal Kakek Choi yang dibawa polisi.


Di kantor polisi, Im masih berusaha menjelaskan kalau Kakek Choi tidak melakukan kesalahan.

Tuan Park langsung berkata, kalau ia melihat tangan kakek bergetar saat melakukan akupuntur.


"Mereka membawa Guru Choi. Mereka bilang dia menembus hati pasien waktu melakukan akupuntur." ucap Jae Sook pada Yeon Kyung.

Yeon Kyung kaget dan langsung menatap ke arah Tuan Kim.

Bersamaan dengan itu, kondisi Tuan Kim kritis.


Im bingung bagaimana harus membebaskan Kakek Choi dari kantor polisi.

Bersambung....

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...