Saturday, September 1, 2018

Live Up To Your Name Ep 13 Part 3

Sebelumnya...


Im dan Yeon Kyung menghabiskan waktu di taman.


Setelah itu, mereka pergi ke pantai. Im terlihat bahagia.

"Kau belum pernah ke pantai?" tanya Yeon Kyung.

"Aku lama tinggal di Jeju jadi ini bukan pertama kalinya bagiku. Tapi menyenangkan sekali pergi ke pantai seperti ini setelah 10 tahun lamanya. Terima kasih sudah membawaku kemari." jawab Im.

"Ini yang kau lakukan di pantai." ucap Yeon Kyung, lalu mengajak Im berlari menyusuri pantai.


Mereka lantas berjalan di tepi pantai sambil berpelukan.


Yeon Kyung lantas melihat sesuatu di bawah.

"Lihatlah itu." suruh Yeon Kyung pada Im.

Im pun melihat yang ditunjuk Yeon Kyung. Ada tulisan serta, gambar love di atas pasir.


Im langsung teringat Ha Ra. Im bilang, Ha Ra lah yang mengajarinya soal cinta.

"Dia bilang ada dua artinya." ucap Im, lalu mengingat yang dikatakan Ha Ra saat mereka ketemuan di kafe.


Flashback...

"Hatimu berdebar-debar saat kau menyukai seseorang, jadi itulah artinya hati manusia dan juga cinta." ucap Ha Ra.

Flashaback end...


"Cinta untuk seseorang, aku rasa begitu caranya kau menyatakan cinta di dunia ini." ucap Im.

"Aku juga mau." pinta Yeon Kyung.

"Tunggulah sebentar. Aku akan membuatnya dengan cepat." ucap Im.


Im pun mulai membuatnya. Yeon Kyung meminta Im membuat yang besar.

Setelah selesai, Im mengajak Yeon Kyung melihat tulisan 'Im Yeon Kyung yang dibuatnya di atas pasir.


"Apa itu panah cupid?" tanya Yeon Kyung.

"Cupid? Apa itu? Aku menggambar jarum. Ini hatiku untukmu. Waktu kau memasukkan akupuntur di hatiku, aku tidak akan pernah melupakan saat-saat itu." jawab Im.

Mendengar itu, Yeon Kyung langsung mencium Im.


Yeon Kyung lantas mengaku, ada yang sangat ingin dilakukannya bersama seorang pria di pantai.

"Apa itu?" tanya Im.

"Tangkap aku." jawab Yeon Kyung dan langsung berlari.


Mereka lalu menikmati kerang. Yeon Kyung menyuapi Im.


Im kemudian teringat masa-masa mereka di Joseon, ketika mereka bersama kedua bocah itu saat melihat anak laki-laki yang menyuapi adiknya.


Malamnya, Im tak bisa tidur. Ia teringat saat mengobati si pendatang ilegal.

Tak itu saja, ia juga ingat Joseon yang kekurangan obat, setelah dijajah Jepang.


Tak bisa tidur, Im pun akhirnya ke kamar Yeon Kyung tapi ia melihat Yeon Kyung yang sudah tidur.


Im hendak menutup lagi pintu kamar Yeon Kyung tapi tak jadi. Ia yang sedang galau, akhirnya memutuskan tidur disamping Yeon Kyung. Awalnya Im rebahan di lantai. Tapi agar bisa melihat wajah Yeon Kyung, akhirnya ia menjejerkan tiga buah kursi disamping Yeon Kyung dan tidur di atasnya.


Yeon Kyung terbangun dan mendapati Im tidur disampingnya. Melihat Im yang sedikit menggigil kedinginan, ia pun membagi selimutnya dengan Im.

Yeon Kyung lantas teringat kata-kata Heo Jun.

"Dia adalah dokter yang kami butuhkan di Joseon. Tidak akan mudah membuatnya menyadari kesalahannya. Tapi aku rasa kau bisa membantunya."


Yeon Kyung pun mengulurkan tangannya. Ia hendak menyentuh wajah Im tapi tak jadi.


Esoknya, Haeminseo kedatangan dua pengemis. Sontak, Kakek Choi terkejut melihat mereka yang berpakaian rapi.

"Tuan Kim?" seru Kakek Choi.

"Tuan Park juga ada di sini." jawab Im.

Tuan Kim beralasan, tempat penampungan lah yang memberi mereka pakaian bagus dan karena mereka mau mengunjungi klik kakek, jadi mereka berpakaian bagus.

"Tapi kenapa kalian datang kesini? Apa ada yang sakit?" tanya Im.

Tuan Kim dan Tuan Park pun sontak berpandangan. Lalu Tuan Kim berkata dialah yang sakit.

"Kemarin aku makan daging dan sup kimchi dan juga minum soju, perutku terasa sakit dan juga kembung." ucap Tuan Kim.

Kakek Choi pun mengajak mereka ke dalam.


Im pun mulai memeriksa Tuan Kim.

"Aku rasa dia tidak sakit perut. Denyut nadimu berubah dan perut terasa keras waktu kau sakit perut tapi denyutmu normal dan perutmu lembut." ucap Im.

"Itu artinya tidak masalah dengan perutnya." jawab kakek.

Tapi Tim Kim bersikeras kalau perutnya sakit. Im pun berniat memberinya akupuntur tapi ia meminta kakek yang melakukannya.


Tanpa curiga sedikit pun, Kakek Choi memberikan Tuan Kim akupuntur.

Selesai memberikan akupuntur, Kakek Choi menyuruh Tuan Kim beristirahat.


Kakek dan Im keluar. Begitu mereka keluar, Tuan Kim langsung menyuruh Tuan Park keluar.

Setelah Tuan Park keluar, Tuan Kim mengambil sesuatu seperti jarum di balik jasnya.


Saat hendak pergi meninggalkan Haeminseo, Tuan Kim jatuh pingsan.

Im langsung memeriksa Tuan Kim. Ia terkejut melihat ada bekas goresan di dada Tuan Kim.


Tak lama berselang, ambulance dan polisi datang. Tuan Park melaporkan Kakek Choi ke polisi. Ia bilang, Tuan Kim langsung hilang kesadaran setelah menerima akupuntur dari Kakek Choi.

Polisi pun langsung membawa Kakek Choi.


Tuan Kim dibawa ke RS Shinhae. Yeon Kyung lah yang menanganinya.

Petugas ambulance menjelaskan kalau Tuan Kim pingsan setelah mendapatkan akupuntur di klinik medis oriental.


Yeon Kyung lalu melihat jarum yang masih tertinggal di dada Tuan Kim. Ia bertanya-tanya, dokter macam apa yang melakukan hal itu.


Kakek Choi meringkuk di penjara. Ia bertanya-tanya, bagaimana hal itu bisa terjadi. Tak lama berselang, ia merasakan sakit di dadanya.


Im dan Tuan Park duduk di kantor polisi.

"Itu adalah kejahatan yang menyebabkan seseorang terluka karena kesalahan saat melakukan pekerjaan." ucap polisi.

"Memangnya apa yang dilakukannya?" tanya Im.

"Dia bilang dia melakukan kesalahan akupuntur." jawab polisi.

"Orang tua itu melakukan akupuntur, aku melihatnya dengan mataku sendiri." ucap Tuan Park.

Sontak Im terkejut mendengarnya.

Lalu Im bertanya apa yang akan terjadi pada Kakek Choi.

"Dipenjara kurang lebih 5 tahun atau membayar denda 20 ribu dollar." jawab polisi.

Im kaget.


Yeon Kyung sedang melihat hasil X-Ray Tuan Kim.

"Ujung jarumnya menembus hatinya. Ada darah yang tergenang di sekitar hatinya.


Bersamaan dengan itu, Yeon Kyung mendapat telepon dari Jae Sook yang mengabarinya soal Kakek Choi yang dibawa polisi.


Di kantor polisi, Im masih berusaha menjelaskan kalau Kakek Choi tidak melakukan kesalahan.

Tuan Park langsung berkata, kalau ia melihat tangan kakek bergetar saat melakukan akupuntur.


"Mereka membawa Guru Choi. Mereka bilang dia menembus hati pasien waktu melakukan akupuntur." ucap Jae Sook pada Yeon Kyung.

Yeon Kyung kaget dan langsung menatap ke arah Tuan Kim.

Bersamaan dengan itu, kondisi Tuan Kim kritis.


Im bingung bagaimana harus membebaskan Kakek Choi dari kantor polisi.

Bersambung....

No comments:

Post a Comment