Skip to main content

Ruby Ring Ep 58 Part 1

Sebelumnya...


Gyeong Min sampai di rumah dan ia heran melihat rumahnya yang sepi. Tak lama kemudian,

Geum Hee datang menyambutnya.

"Kemana semua orang?" tanya Gyeong Min.

"Ayah dan ibumu ada di kamar sepanjang hari. Nenekmu sangat marah, jadi dia mengunci dirinya di kamar. Roo Bi ada di atas." jawab Geum Hee.

"Maaf, Bibi Geum Hee." ucap Gyeong Min.

"Kau tidak perlu minta maaf padaku dan temui lah orang tuamu." jawab Geum Hee.

"Terima kasih, Bibi Geum Hee." ucap Gyeong Min, lalu beranjak menuju kamar orang tuanya.

Geum Hee prihatin dengan masalah yang menimpa keluarga itu.


"Aku pulang, Aboji." ucap Gyeong Min sambil memasuki kamar orang tuanya. Tuan Bae yang sedang berbaring, langsung bangun begitu Gyeong Min datang. Ia menanyakan hasil pemeriksaan yang dilakukan kantor audit.

"Mereka sudah mengecek semuanya." jawab Gyeong Min.

"Jadi semuanya benar?"tanya Nyonya Park. Dia terkejut.

"Lantas, apa yang akan kau lakukan?" tanya Tuan Bae.

"Aku akan menceraikannya." jawab Gyeong Min.


Geum Hee yang menguping pembicaraan mereka pun terkejut dan langsung berlari ke kamar nenek. Ia memberitahu nenek, bahwa Gyeong Min akan menceraikan Roo Na. Mendengar itu, nenek terkejut dan langsung ke kamar Tuan Bae.


"Gyeong Min-ah, apa itu benar? Kau akan bercerai?" tanya nenek.

"Nenek, soal itu...." Gyeong Min berusaha menjelaskan, tapi nenek meminta Gyeong Min langsung menjawab pertanyaannya.

"Eommoni, kantor audit menemukan bahwa Roo Bi benar-benar melakukan penggelapan." ucap Nyonya Park.

Nenek pun seketika lemas.


Di kamarnya, Gilja memikirkan kata-kata Gyeong Min tadi tentang perubahan Roo Bi.

"Aku tidak mengira, pernikahan akan mengubah seseorang begitu dramatis." ucap Gyeong Min. Gilja juga ingat saat Chorim mengatakan hal yang sama.

"Benar, dia berubah terlalu banyak. Apa mungkin, karena kecelakaan itu? Tapi penggelapan?"


Gilja pun yakin, kalau Roo Na dijebak. Ia tidak percaya 'Roo Bi' nya bisa melakukan hal semengerikan itu.


Lalu, Gilja beranjak keluar dari kamarnya. Diluar, Chorim dan Soyoung lagi ketawa-ketiwi menonton televisi. Tapi tiba2, Gilja mematikan televisi dan menyuruh Soyoung masuk ke kamar.

Soyoung pun mengerti dan bergegas masuk ke kamar.

"Komo, kita harus bicara. Tadi aku menemui Gyeong Min." ucap Gilja.

"Untuk apa?" tanya Chorim.

"Kau bertanya untuk apa? Apa kau lupa dengan semua yang Roo Bi katakan?"

"Aku ingat. Jangan cemas, Gyeong Min hanya menggertak."

"Dia bilang, Roo Bi berubah setelah menikah. Aku punya feeling, Roo Bi melakukan hal yang mengerikan."

"Tapi penggelapan? Bukankah Roo Bi sudah bilang, dia dijebak."

"Aku tahu, tapi bagaimana kalau Gyeong Min benar-benar akan menceraikannya?"


Nenek menentang keras perceraian Roo Na dan Gyeong Min. Nenek juga mengingatkan, apa yang mereka lakukan saat ia menentang keras pernikahan mereka.

Tuan Bae memberitahu Roo Na, kalau hasil dari kantor audit sudah keluar. Roo Na pun meminta maaf.

"Beri kami alasan kenapa kami harus memaafkanmu." jawab Tuan Bae.

"Aku licik, aku berasal dari keluarga miskin. Aku berpikir, mungkin aku bisa menggunakan uang itu." ucap Roo Na.

"Yang kami tanyakan, kemana semua uang itu pergi!" Se Ra membentak Roo Na.

"Cukup, noona." pinta Gyeong Min.

"Jika kalian ingin bercerai, jangan ditunda-tunda." ucap Tuan Bae.

"Aku menentang keras perceraian ini!" jawab nenek.

"Eommoni!" ucap Tuan Bae.

"Ini sangat menyebalkan!" jawab Se Ra.


Sekarang, Gyeong Min dan Roo Na sudah berada di kamar mereka. Gyeong Min duduk di lantai dengan wajah terluka. Sementara Roo Na, duduk di depan meja riasnya. Ia menangis.

"Gyeong Min-ssi, kau masih tidak mengerti? Apa kau sungguh tidak bisa memaafkanku? Bahkan, meski aku berlutut?" tanya Roo Na.

Gyeong Min diam saja. Roo Na pun mendekati Gyeong Min.

"Aku mencintaimu. Bagaimana bisa aku hidup tanpamu. Aku tidak mau bercerai." ucap Roo Na.

"Roo Bi-ya, kepercayaan sangat penting di dalam sebuah hubungan. Jika kepercayaan itu sudah rusak... hubungan kita sudah berakhir. Perasaanku padamu sudah tidak ada." jawab Gyeong Min.

"Itu tidak benar. Tidak, Gyeong Min-ssi." ucap Roo Na.

"Ini bukan tentangmu. Ini tentang kita berdua. Kau mungkin menyangkalnya, tapi aku tidak akan membiarkanmu menyeretku bersamamu." jawab Gyeong Min.


Gyeong Min lalu beranjak pergi. Tapi langkahnya terhenti saat mendengar Roo Na muntah- muntah.

*Roo Na hamil pemirsa*


Geum Hee ke kamar nenek. Ia mengembalikan uang 10 ribu dollar yang dipinjamnya untuk membuka toko roti. Geum Hee cerita, kalau Dongpal lah yang mengembalikannya.

Geum Hee lalu memijat kaki nenek dan berkata, kalau dirinya tidak akan pernah tertipu lagi.

"Auto." panggil nenek.

"Iya, Samonim?" tanya Geum Hee.

"Kau tidak bisa diam?" tanya nenek.


Tuan Bae masih terjaga, memikirkan persoalan Roo Na dan Gyeong Min. Nyonya Park sedang membersihkan wajahnya. Tak lama kemudian, nenek datang dan mengajak Tuan Bae bicara.

Nenek bilang, bahwa ia tak akan membiarkan Gyeong Min dan Roo Na bercerai.

"Kita sudah bekerja keras, membangun perusahaan bertahun-tahun. Apakah kita akan membiarkannya hancur begitu saja? Bukan hanya itu. Kau tahu kenapa aku menentang pernikahan mereka. Kepribadian Roo Bi, dia bukanlah gadis yang sama seperti yang kita temui pertama kali. Sekarang, aku menentang perceraian mereka. Itu karena perceraian bukanlah sikap yang baik. Aku menentang mereka menikah tapi sekarang mereka telah menikah." ucap nenek.

"Jika Gyeong Min ingin bercerai, aku tidak bisa menghentikannya." jawab Tuan Bae.

"Jangan seperti ini. Sebagai yang tertua, kau harus mengajarkan integritas. Roo Bi mungkin memang menyebabkan kerusakan pada perusahaan kita, tapi dia juga melakukan beberapakebaikan. Jika bercerai semudah itu, tidak akan ada yang bertahan dalam pernikahan. Dalam hal apapun, perceraian itu tidak akan terjadi. Ingat itu." ucap nenek, lalu beranjak pergi.


Di kamarnya, Roo Na sedang membersihkan riasannya. Lalu tiba-tiba, sang ibu masuk dan mengajaknya bicara.

"Kau mendengar sesuatu di kantor? Gyeong Min akan menceraikan Roo Bi. Roo Na-ya, kau tahu  kakakmu seperti apa, kan? Dia tidak akan pernah melakukan hal seperti itu."

Mendengar itu, mata Roo Bi pun langsung berkaca-kaca.

"Mereka tahu aku adiknya jadi mereka tidak mengatakan apapun padaku." jawab Roo Bi.

"Ayah In Soo bagaimana? Apa kalian sudah membicarakan pernikahan?" tanya Gilja.

"Belum." jawab Roo Bi.

Mendengar itu, Gilja pun tambah stress.

"Maafkan aku, eomma. Tolong maafkan aku." ucap Roo Bi dalam hati.


In Soo minum-minum sambil menatap foto Roo Bi.

"Berhentilah, Roo Bi-ssi. Jebal." ucap In Soo.


Paginya, saat sarapan, Tuan Bae memberitahu Gyeong Min bahwa ia akan merahasiakan apa yang sudah dilakukan Roo Na demi menghormati nenek.

"Aku tahu ini sulit, aku merasa buruk tapi itu pasti lebih buruk untukmu." ucap Tuan Bae.

"Maaf, ayah." jawab Gyeong Min.

"Ahjumma, pergilah ke kamar Roo Bi dan bawa dia kemari." suruh nenek.


Geum Hee pun langsung pergi ke kamar Gyeong Min, namun ia malah mendapati Roo Na yang muntah-muntah. Curiga Roo Na hamil, Geum Hee pun langsung berlari memanggil nenek dan Nyonya Park.

Sontak, seluruh keluarga kaget mendengar kabar kehamilan Roo Na.


Se Ra pun langsung bangkit dari duduknya dan berniat memeriksa Roo Na, tapi Roo Na keburu muncul di ruang makan.

Nenek bertanya, apa Roo Na hamil? Apa Roo Na sudah pergi ke dokter. Dengan wajah kebingungan, Roo Na pun mengiyakan pertanyaan nenek. Sontak, nenek senang mendengarnya.

Tiba-tiba, Roo Na merasa pusing. Nenek pun menyuruh Gyeong Min membawa Roo Na ke kamar, juga menyuruh Geum Hee membuatkan sup untuk Roo Na.


Gyeong Min memapah Roo Na ke kamar. Ia bertanya, kenapa Roo Na tidak memberitahunya. Roo Na beralasan, karena ia tidak mau membuat Gyeong Min tambah stress. Roo Na pun meminta maaf lagi. Ia berjanji, tidak akan membuat masalah lagi mulai sekarang.

"Istirahatlah." ucap Gyeong Min, lalu beranjak pergi.


Setelah Gyeong Min pergi, Roo Na pun kebingungan. Ia takut, kalau-kalau dirinya tidak hamil.


Gilja dan Chorim yang baru mendengar kabar kehamilan Roo Na pun ikut senang.

Bersambung ke part 2...........

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...