Sunday, September 9, 2018

Hide and Seek Ep 3 Part 1

Sebelumnya...


Chae Rin yang sedang di kamar mandi, mendengar suara pintu dibuka.


Mendengar suara air dari dalam kamar mandi, Eun Hyuk pun langsung menggunakan kesempatan itu untuk mencari alat penyadapnya. Ia menggeledah tas Chae Rin.


Tapi Chae Rin mendadak muncul.

Eun Hyuk terkejut melihat alat penyadap itu berada di tangan Chae Rin.

"Kau menyusup seperti kucing liar dan menggeledah tasku seperti orang gila, jadi aku bertanya-tanya, apakah karena benda ini?" tanya Chae Rin.

Eun Hyuk pun menghela nafas kesal.

"Sopir pribadi memasang alat penyadap untuk Pangeran Grup Taesan. Bagaimana aku harus menafsirkan situasi ini? Kau bersikap layaknya anjing setia di depannya dan mengibaskan ekormu. Tapi di belakangnya, kau mencari cara untuk menggigit majikanmu dan menyembunyikan taringmu." ucap Chae Rin.


Chae Rin lantas duduk di sofa. Menatap Eun Hyuk.

"Kau ingin aku memohon padamu untuk hidupku?" tanya Eun Hyuk.

"Kau bisa mencobanya." ucap Chae Rin.

Chae Rin lalu mengambil gelas wine nya.

"Tidak peduli aku membiarkanmu hidup atau tidak, akan kupikirkan nanti." ucap Chae Rin.

"Apakah mereka mengikuti kelas pengantin di rumah sakit jiwa belakangan ini?" tanya Eun Hyuk.

Sontak Chae Rin kaget.


"Kau tahu, saat aku melihatmu, kau terlihat seperti orang yang kesepian. Kau mencoba keras menjadi bagian keluarga itu, tapi kau hanya terlihat seperti anak angkat yang miskin. Kau seputus asa itu membuktikan dirimu. " ucap Eun Hyuk.

"Tutup mulutmu. Kau tidak tahu apa-apa tentangku. Aku putri membanggakan bagi orang tuaku. Aku tidak pernah mengecewakan mereka dan aku selalu melebihi harapan mereka." jawab Chae Rin.

"Bukan lantaran kau ingin bertahan hidup? Kau melakukan itu bukan karena mencintai mereka tapi karena kau tidak ingin dicampakkan. Aku bisa melihat dengan jelas seperti apa Min Chae Rin di dalam keluarga itu." ucap Eun Hyuk.

Kesal, Chae Rin pun melemparkan gelas wine nya ke dinding.


Tepat saat itu, Jae Sang yang hendak pergi dengan pacarnya, mendengar suara itu. Ia sempat berhenti sebentar dan menatap ke arah kamarnya, tapi kemudian ia berlalu begitu saja.


Di dalam, Chae Rin dan Eun Hyuk masih berdebat.

"Jika kau mengatakannya lagi, akan kurobek mulutmu." ancam Chae Rin.


Diluar, Jae Sang menyuruh pacarnya pergi duluan.

Jae Sang yang mencurigai sesuatu, akhirnya kembali ke kamarnya.


Chae Rin berniat menghubungi Presdir Moon. Tapi Eun Hyuk langsung menghentikannya.

Ia naik ke atas ke meja, membuat semua barang-barang yang ada di sana jatuh dan mendorong Chae Rin ke sofa.

Chae Rin menatap tajam Eun Hyuk. Ia menyuruh Eun Hyuk memohon padanya.

Tapi Eun Hyuk balik menyuruh Chae Rin memohon padanya.


Tepat saat itu, terdengar lah suara Jae Sung yang disertai dengan gedoran keras di pintu.

Eun Hyuk dan Chae Rin sontak kaget.


Diluar, Jae Sang masih teriak-teriak menyuruh Chae Rin membuka pintu. Ia curiga, Chae Rin sedang bersama pria lain di dalam sana.

Tak lama, pihak hotel datang dan Jae Sang pun langsung meminta kunci cadangan.

Pihak hotel tidak mau memberikannya. Jae Sang pun langsung merebut kunci itu dan memecat pihak hotel.

Tapi saat hendak membuka pintu, pintunya sudah terbuka duluan dan Chae Rin pun keluar dari kamar.


Jae Sang yang curiga langsung masuk ke dalam kamar.

Melihat kamar yang berantakan, Jae Sang makin curiga Chae Rin menyembunyikan pria lain di kamar mereka.

Jae Sang lantas menatap ke sekeliling kamar dan akhirnya ia menatap tajam ke arah gorden.


Chae Rin berusaha menghentikan Jae Sang. Ia memegang lengan Jae Sang, tapi Jae Sang dengan tegas menyuruh Chae Rin melepaskan lengannya.

Chae Rin menurut. Ia menurunkan tangannya dari lengan Jae Sang.

Jae Sang pun langsung menarik gorden, tapi tidak menemukan siapa-siapa disana.

Bersamaan dengan itu, Eun Hyuk keluar dari balik gorden yang ada di kamar.


Chae Rin melihat Eun Hyuk di depan kamar. Tak mau Jae Sang melihat Eun Hyuk, Chae Rin pun mengalihkan perhatian Jae Sang dengan memeluknya.

Sontak, Jae Sang terkejut. Eun Hyuk pun menggunakan kesempatan itu untuk keluar dari kamar.

Setelah Eun Hyuk pergi, Jae Sang mendorong Chae Rin.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Jae Sang.

"Bukankah kita sudah menikah? Bukankah normal aku bersikap seperti ini?" balas Chae Rin.

"Kau sudah gila?" tanya Jae Sang.


Eun Hyuk sendiri masuk ke sebuah gudang. Ia membuka kulkas mininya dan mengambil sebotol air dari sana.

Ia pun meneguk airnya untuk mendinginkan kepala dan hatinya.


Di kamarnya, Chae Rin menatap alat penyadap milik Eun Hyuk.


Chae Rin dan Jae Sang sudah kembali ke Seoul.

Presdir Moon memuji mereka sebagai pasangan sempurna.

Ia juga menunjukkan koran yang memuat artikel pernikahan mereka.

Presdir Moon lantas membuka sebuah gulungan kertas. Ia berkata, arti namanya adalah pisau dan arti nama Jae Sang adalah terkenal.

"Nanti anak kalian harus memiliki makna 'phoenix' di namanya." ucap Presdir Moon.


Presdir Moon lantas menunjukkan tulisan di gulangan kertas yang tadi ia buka.

Moon Bong Tae, Moon Bong Pal, Moon Bong Goo, Moon Bong Sik

Sontak Jae Sang terkejut.

"Apakah ini semua adalah nama-nama untuk cucumu?"

"Hal terbaik yang bisa dilakukan perempuan adalah hamil, melahirkan dan membesarkan anak." jawab Presdir Moon.


Tak itu saja, Presdir Moon juga memberikan Chae Rin babi emas dan menyuruh Chae Rin ikut kursus memasak agar bisa memasak makanan tradisional di dalam keluarganya.

Setelah memberikan itu, ia menyuruh Chae Rin dan Jae Sang keluar.


Chae Rin keluar duluan. Sementara Jae Sang ditarik ayahnya saat hendak keluar bersama Chae Rin.

"Kau tahu kan akan ada masalah jika kau memiliki anak lain. Jadi berhati-hatilah dengan selingkuhanmu." ucap Presdir Moon.


Sekembalinya ke kamar, Jae Sang meminta Chae Rin melakukan yang terbaik.

"Kau menerima sapi emas, kerbau emas dan katak emas. Dia punya semuanya di tempat penyimpanannya." ucap Jae Sang.

"Aku akan menerimanya dan membuka kebun binatang." jawab Chae Rin.


Chae Rin lantas menyentuh pita hanbok Jae Sang.

"Akan kubuat pernikahan ini menjadi pekerjaan yang sudah selesai." ucap Chae Rin.


Lalu, Chae Rin memegangi kedua pipi Jae Sang.

"Aku akan menjadi istri yang sempurna untukmu." ucap Chae Rin.

Chae Rin lantas berbisik pada Jae Sang.

"Pulanglah lebih awal. Kita akan membuat phoenix." ucap Chae Rin.

Chae Rin lalu mengedipkan matanya dan beranjak pergi. Jae Sang diam saja dengan ekspresi tercengang.


Diluar, ia bertemu Eun Hyuk yang baru saja tiba. Mereka pun kembali berdebat.

Chae Rin mengatai Eun Hyuk sebagai seseorang yang tidak tahu malu karena berani kembali ke rumah itu setelah ketahuan memasang alat penyadap.

Eun Hyuk pun membalas dengan mengatai Chae Rin lah yang tidak tahu malu karena berusaha keras menjadi pewaris yang asli.

"Kau ingin bertengkar sampai titik darah penghabisan?" tanya Chae Rin.

"Kapan kau mau berhenti?" jawab Eun Hyuk.

"Aku menantu di keluarga ini sementara kau, hanya supir." ucap Chae Rin.

"Aku penasaran siapa yang lebih dipercaya Presdir Moon. Supirnya atau menantunya." jawab Eun Hyuk.

"Aku tidak tahu bagaimana orang sepertimu bisa menginjakkan kaki di Tae San Group. Tapi itu tidak akan mudah lagi sekarang karena aku ada disini." ucap Chae Rin.

Chae Rin lantas menyuruh Eun Hyuk menunggu diluar.


Tepat saat itu, Presdir Moon dan Jae Sang keluar dari kamar.

Presdir Moon menjelaskan, bahwa Eun Hyuk menunggunya disana setiap pagi untuk mengantarkannya.

Ia juga meminta Chae Rin untuk tidak terlalu keras pada Eun Hyuk karena Eun Hyuk sudah seperti keluarga baginya.

Chae Rin pun mengerti.

Mereka lalu pergi meninggalkan Chae Rin.


Yeon Joo dapat tugas dari temannya untuk mengantarkan kosmetik ke rumah Nyonya Park.


Nyonya Park berkeliaran di jalanan, ia menanyakan Soo A pada semua orang di jalanan, seperti orang gila.

Lalu ia melihat Soo A nya berdiri di dekat pohon.

Nyonya Park berusaha mengejar Soo A tapi kemudian ia terjatuh.


Seorang wanita mendekati Soo A dan membawa Soo A pergi.

Nyonya Park histeris.


Pil Doo mendadak muncul dan membuat kondisi Nyonya Park kian parah.

Ia berkata, bahwa Soo A lebih memilih wanita lain menjadi ibunya dan menyebut Nyonya Park sebagai pengganggu.

"Soo A-ya, eomma yeogieseo! Jangan pergi dengan wanita itu!" teriak Nyonya Park.



Tepat saat itu, Nyonya Park terbangun.

Ya, semua itu hanya mimpi. Kepala Pelayan Kim yang membangunkannya. 

Nyonya Park pun menceritakan mimpinya pada Kepala Pelayan Kim.



Nyonya Park lantas menyenderkan kepalanya di bahu Kepala Pelayan Kim.

Kepala Pelayan Kim pun memasang wajah iba.



Nyonya Na menemui si cenayang. Ia ingin si cenayang melakukan sesuatu agar Chae Rin pergi dari rumah dan perusahaannya.

Si cenayang lantas menuliskan sesuatu di kertas.

Nyonya Na berkata, tujuannya membawa Chae Rin ke rumahnya adalah untuk menyembuhkan Soo A.

Tapi setelah insiden menghilangnya Soo A, ia ingin Chae Rin pergi dari hidup mereka.

Si cenayang pun tersenyum dan berkata bahwa Soo A ada di sekitar mereka dan akan segera kembali.



Bersamaan dengan itu, Yeon Joo yang tak lain adalah Soo A, tiba di kediaman Nyonya Park.

Bersambung ke part 2.......

No comments:

Post a Comment