Sunday, September 9, 2018

Hide and Seek Ep 3 Part 2

Sebelumnya...


Pembantu membuatkan Yeon Joo minum dan berkata bahwa Nyonya Park akan segera datang.

Yeon Joo mengerti.

Si pembantu lantas meninggalkan Yeon Joo sendirian.

Yeon Joo pun minum. Tapi kemudian, ia seperti merasa tidak asing dengan rumah itu.


Yeon Joo pun melihat-lihat. Tanpa sadar, ia naik ke lantai atas dan langkahnya berhenti tepat di depan kamar Soo A.

Ia menyibakkan gorden dan menemukan sebuah pintu dibalik sana.

Namun saat ia berusaha masuk ke dalam, Nyonya Park dan Kepala Pelayan Kim memergokinya.


Yeon Joo pun menjelaskan, kalau ia sendiri juga tidak tahu bagaimana dirinya bisa berada di sana,

Yeon Joo berkata, ia secara tidak sadar pergi ke sana.

Nyonya Park marah. Ia menyerang Yeon Joo dan menuding Yeon Joo dikirimkan oleh wanita yang menculik Soo A.

Kepala Pelayan Kim pun langsung memegangi Nyonya Park dan menyuruh Yeon Joo pergi.


Yeon Joo langsung pergi, tapi Nyonya Park mengejarnya.

"Katakan, siapa yang menyuruhmu! Apa wanita yang menculik Soo A yang menyuruhmu? Dia menyuruhmu untuk melihat bagaimana aku hidup setelah kehilangan anakku? Apa dia menyuruhmu untuk melihat seberapa hancurnya aku!"

"Aku tidak tahu wanita yang anda maksud." jawab Yeon Joo.

"Tidak mungkin! Kalian satu komplotan! Kalian semua bersekongkol menipuku untuk mengambil Soo A!"

"Tunggu apalagi? Pergilah." ucap Kepala Pelayan Kim pada Yeon Joo.


Tepat saat itu, Nyonya Na pulang dan sempat berpapasan dengan Yeon Joo yang hendak pergi.

Tangis Nyonya Park pun pecah, eomma! Eomma!


Diluar, Yeon Joo menatap aneh ke rumah Nyonya Park.


Di dalam, Nyonya Na memberitahu Nyonya Park tentang apa yang dikatakan si cenayang soal Soo A.

Nyonya Na meminta Nyonya Park bersiap-siap untuk menyambut kepulangan Soo A.

Nyonya Na juga memarahi Nyonya Park karena bersikap seperti tadi.


Nyonya Park yang masih menangis pun menurut. Ia menengadahkan tangannya ke arah Kepala Pelayan Kim.

Kepala Pelayan Kim langsung memberinya obat.

Nyonya Park meminum obatnya.


Yeon Joo kembali ke rumahnya. Sampai di rumahnya, ia melihat ibunya sedang melayani pembeli.

Begitu si pembeli pergi, Yeon Joo langsung masuk dan memeluk ibunya.

"Aku suka bau ibu." ucap Yeon Joo.

"Apa terjadi sesuatu?" tanya Nyonya Do.

"Ani." jawab Yeon Joo.

"Kenapa kau bersikap seperti anak kecil?" tanya Nyonya Do.

Yeon Joo pun semakin mengeratkan pelukannya.

"Jika sesuatu terjadi padamu, kau harus mengatakannya padaku." ucap Nyonya Do.


Nyonya Do lantas berbalik. Ia melemparkan kain lap ke atas meja dan berkata akan menghajar siapapun yang berani menyakiti putrinya.

Yeon Joo tersenyum mendengarnya.


Yeon Joo lalu duduk di kursi.

"Ibu pikir ibu ini seorang pemecah masalah? Aku sudah bilang pada ibu, tidak ada yang terjadi." ucap Yeon Joo.

"Jika kau bersandar seperti itu di punggungku, itu artinya kau ada masalah. Kau pikir ibumu ini bodoh?" jawab Nyonya Do.

"Aku merasa sedikit terganggu, tapi sekarang sudah tidak lagi. Ibu adalah sumber energiku." ucap Yeon Joo.


Di rumah, Nyonya Na mengosongkan kamar Chae Rin.

Ia lalu memanggil pelayannya dan menyuruh pelayannya membakar semua barang-barang Chae Rin.


Di halaman belakang, pelayan pun membakar semua milik Chae Rin.


Tapi ia mengambil beberapa baju dan sepatu milik Chae Rin untuk diberikan pada putrinya.


Di ruangannya, Nyonya Na bicara dengan Kepala Pelayan Kim.

Ia mengaku senang karena Soo A nya akan kembali.

"Tapi dia bilang, ada satu hal yang menghalangi Soo A kembali. Hal itu menutup mata dan telinga Soo A untuk kembali. Jadi bagaimana Soo A bisa kembali?" ucapnya.

Lalu, ia menyuruh Kepala Pelayan Kim memastikan bahwa semua milik Chae Rin benar-benar sudah terbakar habis.

"Aigo, kita selama ini tidak tahu kalau itulah yang menghalangi Soo A untuk kembali." ucap Nyonya Na.

Kepala Pelayan Kim diam saja dan hanya menatap Nyonya Na penuh arti.

*Gerak geriknya Kepala Pelayan Kim mengingatkan sy pada Seketaris Min di My Golden Life.


Malam harinya, Chae Rin pulang ke rumahnya. Ia tak sendiri, tapi bersama Jae Sang.

Chae Rin berkata, ia bisa pulang sendiri tanpa harus ditemani Jae Sang.

Tapi Jae Sang kekeuh ingin menemui keluarga Chae Rin. Ia berkata, itu wajar jika ia ingin menemui mereka setelah pernikahan.

Jae Sang juga mengaku, ingin melihat bagaimana kasih sayang Nyonya Na terhadap Chae Rin.

Chae Rin pun tak bisa menolak lagi. Mereka masuk.


Eun Hyuk menatap Chae Rin dengan lirih.


Nyonya Na sok ramah pada Chae Rin di depan Jae Sang.

Ia meminta Jae Sang menjaga Chae Rin dengan baik. Ia bahkan juga berkata, bahwa Chae Rin adalah cucunya satu-satunya.

Jae Sang lalu menanyakan Tuan Min dan Nyonya Park.

"Kau datang disaat yang tidak tepat. Ayah mertuamu bekerja lembur dan ibu mertuamu sedang tidak enak badan." jawab Nyonya Na.


Chae Rin pun langsung keluar dari kamar Nyonya Na.

Ia menanyakan keadaan Nyonya Park pada Kepala Pelayan Kim. Tapi karena Kepala Pelayan Kim diam saja, ia pun memutuskan melihat langsung keadaan ibunya.

Tapi Kepala Pelayan Kim melarang. Kepala Pelayan Kim beralasan, bahwa Nyonya Park baru saja tidur sehabis minum obat.


Jae Sang keluar dari kamar Nyonya Na. Ia ingin melihat kamar Chae Rin.

Belum mendapat izin Chae Rin, Jae Sang sudah berjalan duluan menuju kamar Chae Rin.

Kepala Pelayan Kim langsung tegang.


Tapi sesampainya di sana, mereka terkejut mendapati ruangan Chae Rin yang sudah kosong.

Chae Rin pun membuat alasan, bahwa ruangannya kosong karena sedang dibersihkan Nyonya Na.

Chae Rin berkata, bahwa Nyonya Na sangat menghargai barang-barangnya.

Chae Rin lantas pamit ke kamar neneknya dengan alasan mau mengucapkan terima kasih.

Tapi Jae Sang merasa ada sesuatu yang disembunyikan keluarga itu.


Chae Rin minta penjelasan Nyonya Na terkait barang-barangnya.

Ia terkejut saat Nyonya Na mengaku, sudah membakar semua barang-barangnya.

Nyonya Na juga berkata, bahwa ia hanya membersihkan kamar yang tidak berpenghuni.

"Kau membiarkan ruangan Soo A kosong selama 20 tahun. " jawab Chae Rin.

"Kau membandingkan dirimu dengan Soo A! Apa kau sudah gila! Sekarang kau sudah menjadi istri Grup Tae San, apa kau sudah tidak waras? Haruskah kuingatkan padamu darimana kau berasal? Haruskah aku mengatakan semuanya pada mereka?" ucap Nyonya Na.

"Bukankah kau sudah bilang tidak akan mengatakannya pada siapa pun?" jawab Chae Rin.


"Kalau begitu diamlah. Tetaplah diam seperti orang mati. Bersyukurlah karena kau bisa hidup seperti manusia baik. Ingatlah kau berhutang segalanya pada Soo A. Jika kau tidak mau dunia tahu bahwa kau hanyalah pengganti, turunkan sedikit harga dirimu dan jangan pernah datang kesini lagi. Aku membuka gerbang untukmu pertama kali tapi tidak akan ada yang kedua kali." ucap Nyonya Na.

Chae Rin pun hanya bisa diam dengan mata berkaca-kaca. Ia marah tapi tidak bisa melakukan apapun.


Eun Hyuk yang berdiri di luar, memutuskan berjalan-jalan ke sekeliling rumah Chae Rin.

Lalu, ia menemukan barang-barang Chae Rin yang dibakar.

Eun Hyuk pun tambah iba pada Chae Rin.


Keesokan harinya, Do Hoon memeriksa surat perjanjian investasi yang ditawarkan Tae San.

Ia berkata, tidak ada yang salah dengan isi suratnya.

"Kita bisa menyelamatkan diri dengan dana mereka, tapi rasanya itu salah. Menikahkan Chae Rin dengan pria yang telah bercerai dua kali, tampak seperti kami melakukannya demi uang." jawab Tuan Min.

"Jika itu masalahnya, Chae Rin tidak akan melakukannya." ucap Do Hoon.

"Masalah memang langsung terpecahkan tapi masalah utamanya masih ada. Kami memberi premi untuk mendapat bahan baku dari Tuan Song dari Myungsoo Chemistry. Itu bisa menjadi masalah di kemudian hari. Kuncinya adalah menemukan Tuan Choi untuk menyelesaikannya, tapi..."

"Kudengar dia menghilang." jawab Do Hoon.

"Sepertinya ada seseorang di belakang dia, tapi tidak ada cara untuk mengetahuinya." ucap Tuan Min.


Melihat wajah Do Hoon yang murung, Tuan Min pun bertanya ada apa.

Do Hoon langsung memberitahu Tuan Min bahwa Pil Doo sudah bebas.

Tuan Min kaget.


Pil Doo turun dari tempat tidurnya dan mengintip keluar jendela.

Dibawah,  ia melihat mobil Do Hoon tengah mengawasinya.

Pil Doo pun tersenyum menyeriangai.


Sementara seseorang di dalam mobil, tampak memotret Pil Doo.

Do Hoon masuk ke mobil.

Dan orang itu langsung menyerahkan kameranya serta melapor bahwa Pil Doo tidak pergi kemana pun.

"Apa ada orang yang datang?" tanya Do Hoon.

"Hanya layanan pesan antar dari restoran sebelumnya." jawab pria itu.


Mereka lalu melihat seorang ahjumma pengantar makanan keluar dari dalam gedung kamar yang disewa Pil Doo.

Do Hoon kembali menatap foto-foto di kamera, tapi tak lama kemudian, ia mencurigai sesuatu.


Ia pun langsung turun dari mobilnya dan bergegas ke kamar Pil Doo.

Benar saja! Pil Doo sudah tidak berada di kamarnya. Hanya ada seorang ahjuma disana.

Do Hoon pun kesal.


Si ahjumma pengantar makanan itu adalah Pil Doo.

Ia kesal karena Do Hoon terus saja mengganggunya.

Pil Doo lalu bertekad untuk menemukan wanita yang sudah membawa Soo A.

Ia berniat menghancurkan hidup Soo A karena sudah membuatnya mendekam di penjara selama 20 tahun.

-Konstruksi Taesan-


Pengumuman terdengar dari sebuah speaker.
 
"Konstruksi Taesan selalu bersyukur  atas pekerjaan kalian semua. Keringat kalian akan menjadi sungai dan pegunungan Taesan.Tolong bekerja keras siang dan malam untuk pusat perbelanjaan Taesan yang akan menjadi lanskap Seoul."


Di ruangannya, Presdir Moon berkata pada Jae Sang bahwa pusat perbelanjaan Taesan adalah harga dirinya.

"Jangan khawatir. Aku bahkan menyampaikan pesan untuk menyemangati mereka." jawab Jae Sang.

"Tidak ada kemundurkan, kan?" tanya Presdir Moon.

"Tentu saja. Aku meminta pengelola situs untuk mempekerjakan mereka siang dan malam. Dia akan seketat biasanya." jawab Jae Sang.

"Lalu istrimu bagaimana?" tanya Presdir Moon.

"Seperti yang ayah katakan, aku mengirimnya ke kelas memasak dengan Eun Hyuk. Keluarganya menerima saja. Min Joon Sik tidak bisa berbuat apa-apa tanpa putrinya. Dia bos boneka, dia bahkan bodoh dalam manajemen. Sejauh ini Min Chae Rin yang mengatur semuanya dan dia tidak melakukan apapun." jawab Jae Sang.

"Jadi maksudmu semuanya sudah terkendali sekarang?" tanya Presdir Moon.

"Tentu saja, aku Moon Jae Sang! Mengatur semuanya!" jawab Jae Sang senang.


Di mobil, Chae Rin bertanya seberapa banyak kelemahan Jae Sang yang sudah ditemukan Eun Hyuk.

"Sepertinya pimpinan tidak tahu apa-apa dan mempercayaimu. Bagaimana reaksinya jika dia tahu kau sebenarnya menipunya?" ucap Chae Rin.


Eun Hyuk pun langsung menepikan mobilnya.

"Min Chae Rin-ssi." ucapnya.

"Samonim!" tegas Chae Rin.

"Min Chae Rin-ssi."

"Samonim! Aku istri bosmu!"

"Min Chae Rin-ssi, pimpinan Moon bukan hanya mengirimku untuk mengantarmu." jawab Eun Hyuk.

"Kau mengancamku?"

"Kau yang mengancamku lebih dulu."


"Lalu kenapa kau masih bungkam soal rahasiaku?"

"Aku juga ingin tahu kenapa anda tidak menindak penyadapanku."

"Aku hanya menunggu waktu yang tepat." jawab Chae Rin.


"Aku juga. Anda harus menjaga sikap anda saat tiba nanti. Ini kursus memasak kelas tinggi dimana semua orang sangat berkelas." ucap Eun Hyuk.

"Jangan cemas. Aku sangat pandai dalam hal itu. Aku akan melakukan yang terbaik untuk menunjukkan martabat tertinggiku di negeri ini hingga tidak ada yang meragukanku." jawab Chae Rin.

"Aku menantikannya. Martabat tertinggi di negeri ini." ucap Eun Hyuk.

Eun Hyuk pun kembali melajukan mobil.


Sepanjang perjalanan, keduanya saling menatap bergantian dengan tatapan tajam.


Di kursus memasak, pengajar mengenalkan Chae Rin pada para istri Grup terbesar di Korea.

Si pengajar lalu berkata, kalau yang paling penting dari semuanya adalah martabat, martabat dan martabat.

Dia lalu memperkenalkan Chae Rin sebagai istri Grup Tae San dan putri pemilik Makepacific.


Setelah si pengajar pergi, para wanita itu mulai julid. Mereka membahas Chae Rin yang adalah istri ketiga Jae Sang, juga membahas kejiwaan Nyonya Park yang terganggu.

"Sudah kubilang tutup mulutmu." ucap Chae Rin.

"Jika kau tidak mau mendengarnya, pergi saja. Semua anggota disini berasal dari keluarga bergengsi selama beberapa generasi. Ini bukan tempat yang cocok untukmu." jawab si wanita berbaju pink.

"Kudengar kau masuk universitas dengan membuatkan mereka rumput dan kau membuat kolam renang untuk masuk ke kampus pasca sarjana. Kau tahu, aku juga menginjak rumput itu dan berjemur di kolam renang itu. Aku tahu kita bersekolah di tempat yang sama. Apa yang membuatmu istimewa jika asalmu dari keluarga baru? Kau bahkan tidak memiliki otak yang pintar. Kudengar nama panggilanmu Bebas Kerut karena kau memakai produk anti kerut di otakmu juga. Kudengar bahkan otakmu tidak memiliki satu kerutan pun. Omo, kau juga membuatkan rumput agar bisa bergabung di kelas ini juga." balas Chae Rin.


Kesal, wanita itu pun melemparkan sayuran ke wajah Chae Rin. Chae Rin pun membalas dengan melakukan hal yang sama.

Perkelahiran pun tak terhindarkan. Mereka saling menjambak satu sama lain.


Chae Rin kembali ke mobilnya. Eun Hyuk yang menunggunya di luar pun terkejut melihat penampilannya yang berantakan.

*Langsung inget adegan Lee Yoo Ri berantem ama Ryu Hwayoung di Father Is Strange sy, cuma karena sebuah tas.


Di kamarnya, Nyonya Park bertanya-tanya bagaimana Yeon Joo bisa tahu kamar Soo A.

Ia yakin itu bukan hanya kebetulan.

Nyonya Park lantas mengeluarkan sebotol bir dari lacinya.


Ia meminumnya hingga turun ke bawah.

Melihat Nyonya Park minum alkohol, Nyonya Na pun langsung memarahinya.

"Eomma, ada yang aneh. Tidak ada satu pun yang tahu ruangan Soo A." jawab Nyonya Park.

Tapi Nyonya Na terus memarahinya.

Nyonya Park mengamuk. Ia membanting botol minumannya ke lantai.


Nyonya Na pun menyuruh Kepala Pelayan Kim memanggil Chae Rin.

*Greget sy, ni Nyonya Na ya, udah minta bantuan Chae Rin buat nenangin anaknya yg gk waras, tapi gk ada terima kasihnya.


Di mobil, Eun Hyuk menyinggung kata-kata Chae Rin soal martabat tinggi.

Chae Rin pun berkata, bahwa ada kalanya seseorang tidak bisa menahan diri.


Chae Rin lalu mendapat telepon dari Kepala Pelayan Kim.

Selesai bicara dengan Kepala Pelayan Kim, Chae Rin langsung menyuruh Eun Hyuk balik arah.

Tapi Eun Hyuk bilang, mereka tidak bisa memutar mobil sekarang.

Chae Rin pun menyuruh Eun Hyuk menepikan mobil. Setelah mobil pergi, ia langsung turun dan pergi dengan taksi.

Eun Hyuk pun mengikuti Chae Rin.


Eun Hyuk melihat Chae Rin masuk ke sebuah gedung.

Ia pun menyusul Chae Rin ke dalam.


Tepat saat itu, ia berpapasan dengan Chae Rin yang sudah berpenampilan seperti Soo A kecil.

Awalnya, Eun Hyuk gak ngeh itu Chae Rin.


Tapi tak lama, ia langsung ngeh itu Chae Rin. Eun Hyuk pun memanggil Chae Rin.

Chae Rin yang sudah bersiap masuk ke taksi, mendengar suara Eun Hyuk.

Tapi karena tak melihat Eun Hyuk, akhirnya ia pun memutuskan langsung pergi saja.


Eun Hyuk menyusul Chae Rin keluar. Wajahnya terlihat bingung.

Bersambung ke part 3....

No comments:

Post a Comment