Friday, September 7, 2018

Live Up To Your Name Ep 14 Part 1

Sebelumnya...


Usai menerima kabar soal kakeknya dari Jae Sook, Yeon Kyung langsung memeriksa kondisi Tuan Kim.

Ia ingat, Tuan Kim adalah si gelandangan yang diobatinya di stasiun bersama Im dan Jae Ha.

Suster berkata, tekanan darah Tuan Kim turun dan denyutnya berdetak lebih cepat.

"Jika kita mengeluarkan jarumnya, dia mungkin akan tewas karena pendarahan. Kita harus ke ruang operasi." jawab Yeon Kyung.


Di kantor polisi, Tuan Park memberikan pernyataan palsu. Ia mengaku, melihat tangan Kakek Choi bergetar saat memberikan akupuntur pada Tuan Kim.

Polisi pun langsung meminta kesaksikan Im tentang pernyataan Tuan Kim.

"Itu..." Im bingung menjawabnya.

"Dimana dia melakukan akupuntur?" tanya polisi.

"Hegu, quchi, zusanli dan zhongwan." jawab Im.

"Itu adalah zhongwan. Dia melakukannya kalau begitu. Jarum pasien berada disitu." ucap polisi.

Im pun tercengang mendengarnya.


Di RS, Yeon Kyung dan Min Jae berusaha menyelamatkan Tuan Kim.

Yeon Kyung yang melihat luka Tuan Kim pun merasa aneh.

"Apanya yang aneh?" tanya Min Jae.

"Darah tidak akan menggenang seperti ini karena tertusuk jarum. " jawab Yeon Kyung.


Yeon Kyung pun mencabut jarum itu dan terus menatapnya.


Im masih di kantor polisi, tapi Tuan Park sudah pergi.

Polisi berkata, akan meminta kesaksikan Tuan Kim karena Im dan Tuan Park memberikan penyataan berbeda.

"Kalau begitu apakah semuanya akan selesai jika dia mengatakan Tabib Choi tidak menusuknya?" tanya Im.

Si polisi pun kaget saat membaca berkas Kakek Choi.

Polisi bilang, Kakek Choi pernah melakukan hal yang sama 20 tahun lalu.

"Seorang pasien hampir meninggalkan karena resep obat yang diberikannya." ucap polisi.


Im pun langsung menemui Kakek Choi. Ia bertanya, apa yang terjadi 20 tahun lalu. Tapi Kakek Choi bilang, Im tidak perlu mengetahuinya.

Kakek Choi yang sadar siapa dalang dibalik semua itu pun meyakinkan Im berkali-kali kalau dirinya baik-baik saja.

"Tidak ada yang boleh membuatmu lemah. Kalau kau mendengarkan kata orang, kau akan kalah." ucap kakek.

"Apa maksud anda?" tanya Im.

"Kau tidak akan kalah oleh orang lain. Kau akan mengalahkan dirimu sendiri. Jangan pernah lupakan tujuanmu menjadi seseorang dokter. Kau tidak boleh goyah karena orang lain." jawab kakek.

Im pun bingung.


Di RS, Yeon Kyung menanyakan data-data Tuan Kim.

Suster Jung berkata, ia tidak bisa menemukan apapun selain nama Tuan Kim karena Tuan Kim bukan pasien mereka.

"Dia gelandangan." jawab Yeon Kyung.

Suster Jung kaget, apa?

Min Jae kemudian datang dan memberikan jas milik Tuan Kim. Yeon Kyung langsung memeriksanya dan menemukan botol aspirin di dalam sana.


Polisi tiba-tiba datang.

Yeon Kyung pun langsung menjelaskan pada  polisi kalau sulit untuk menghentikan pendarahan Tuan Kim karena Tuan Kim pengkonsumsi aspirin.

Polisi kaget, ia percaya Kakek Choi melakukannya.

Yeon Kyung lantas melihatkan bukti lain.

"Kalau kau melihat hasil X-ray ini, jarumnya menusuk hati bagian atas. Meski ada kesalahan melakukan akupuntur dan jarumnya tertinggal disana, jarumnya tidak mungkin menghadap ke atas." ucap Yeon Kyung.

"Bagaimana kau tahu?" tanya polisi.

"Dan juga dokter itu telah melakukan akupuntur lebih dari 50 tahun. Dia tidak pernah membuat kesalahan seperti itu." jawab Yeon Kyung.

"Bagaimana kau tahu?" tanya polisi.

"Aku cucunya." jawab Yeon Kyung.


Jae Ha berusaha menghubungi Yeon Kyung, tapi ponsel Yeon Kyung tak aktif.


Ia lalu tak sengaja melihat Yeon Kyung tengah berbicara pada polisi.

Sontak, Jae Ha langsung menanyakannya pada Suster Jung.

"Ada pasien malpraktek dari klinik pengobatan oriental. Mereka bilang, dokternya menusuk hatinya." jawab Suster Jung.

"Dokter menusuk hatinya? Itu tidak masuk akal." ucap Jae Ha.

"Kau tahu itu? Apa ini pernah terjadi?" tanya Min Jae.

"Itu tidak pernah terjadi. Dokter tidak kompeten seperti apa yang melakukannya?" jawab Jae Ha.

"Nama klinik pengobatan oriental itu adalah Haeminseo." ucap Suster Jung yang sontak membuat Jae Ha kaget.

"Pasien itu adalah gelandangan yang sering mengunjungi klinik itu." jawab Min Jae.


Im dan polisi ke RS. Dan mereka langsung menemui Yeon Kyung. Yeon Kyung memberitahu polisi kalau ia adalah dokter yang mengoperasi Tuan Kim.

"Tuan Kim sudah sadar dan dia sudah bisa bersaksi sekarang." ucap Yeon Kyung.


Setelah polisi pergi, Yeon Kyung pun langsung menanyakan apa yang terjadi pada Im.

"Kakekku tidak melakukan itu kan?" tanya Yeon Kyung.

"Tentu saja tidak, kau tahu dia seperti apa." jawab Im.

"Lalu bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Yeon Kyung.

"Jangan khawatir. Pasien itu sudah sadar, jadi kita bisa mendengar kesaksiannya." jawab Im.


Akan tetapi, Tuan Kim juga memberikan kesaksian palsu. Ia mengaku, memejamkan matanya saat kakek melakukan akupuntur jadi ia tidak tahu apa kakek mengeluarkan jarum itu dari tubuhnya atau tidak.


Im pun langsung teringat saat memeriksa Tuan Kim.

Saat itu, Tuan Kim bersikeras kalau perutnya kembung padahal perutnya tidak bermasalah setelah diperiksa Im dan kakek.

Lalu saat Im hendak memberikan akupuntur, Tuan Kim meminta kakek yang melakukannya.


Setelah itu, Im ingat kata-kata Direktur Ma bahwa uang bisa menindas dan menginjak-nginjak seseorang.

Sadar Direktur Ma yang ada dibalik semua itu, Im langsung pergi.


Tuan Kim mengingat saat dirinya menusukkan jarum itu ke tubuhnya.


Di kantornya, Direktur Ma tersenyum licik.


Tak lama kemudian, Im datang meminta penjelasan kenapa Direktur Ma melakukan itu.

"Aku rasa kau sudah tahu kenapa aku melakukannya." jawab Direktur Ma.

"Apa karena aku?" tanya Im.

"Tidak sulit bagiku untuk menghancurkan klinik kuno itu." jawab Direktur Ma.


Di sel, kakek cemas. Ia takut kalau Im kembali bekerja pada Direktur Ma hanya demi membebaskannya.

Lalu tiba-tiba, kakek merasakan sakit di dadanya.


Im menolak tawaran Direktur Ma. Ia berkata, dirinya adalah seorang dokter.

Direktur Ma membenarkan. Ia berkata, karena Im adalah dokter yang berbakat, maka ia membutuhkan Im.

"Kau bisa mencoba mendapatkan uang dengan praktek pengobatan, dan aku juga suka uang. Tapi ada beberapa hal yang tidak seharusnya kau lakukan sebagai seorang dokter. Aku akan berpura-pura tidak mendengar apa yang kau katakan." ucap Im.

Direktur Ma tertawa sinis.


Im lantas berniat pergi. Tapi Direktur Ma mengancam akan menghancurkan hidup Kakek Choi.

"Kau bisa kembali ke Joseon seperti itu tapi orang tua itu akan menghabiskan waktunya di dalam penjara. Dan hidup yang dia bangun sebagai dokter seumur hidupnya, akan hancur."

Im pun berbalik dan menatap tajam Direktur Ma.

"Aku akan melindunginya." ucap Im, lalu beranjak pergi.


"Kau bisa jadi Heo Im kalau kau punya jarum di tanganmu. Kau bisa mencoba semua yang kau mau. Kau tidak akan bisa melakukan apapun." ucap Direktur Ma.


Im pun berjalan keluar. Setibanya di luar, ia berteriak marah.


Im kembali ke Shinhae. Yeon Kyung yang mondar mandir di depan meja Suster Jung sejak tadi karena menunggu Im pun langsung menghampiri Im.

"Pasien itu berbohong, kan? Apa yang akan terjadi pada kakek?" tanya Yeon Kyung.

"Tidak akan terjadi apa-apa. Aku pastikan itu." jawab Im.


Im membujuk Tuan Kim untuk membebaskan kakek. Tapi Tuan Kim bersikeras mengatakan ia tidak tahu apa-apa.

"Kau tahu seperti apa Tabib Choi." ucap Im.

"Apa yang kutahu? Dia cuma datang ke stasiun dan melakukan akupuntur beberapa kali. Aku cuma pergi ke sana karena gratis. Dan aku tahu pasti tangannya bergetar." jawab Tuan Kim.


Im kemudian berlutut.

"Aku tidak tahu kenapa kau melakukan ini, tapi kalau kau mengatakan yang sebenarnya aku tidak akan menyalahkan dirimu. Jadi kumohon." pinta Im.

"Apa kau sedang berusaha mengancam korban padahal kau adalah pelakunya? Kalau kau terus seperti ini, aku akan memanggil polisi." ancam Tuan Kim.

"Apa karena uang? Aku pernah melakukannya. Aku melakukan akupuntur demi uang tapi aku tidak pernah melukai orang dengan jarum. Jarum akupuntur dibuat untuk menyelamatkan orang-orang. Jarum-jarum itu bukan senjata yang dibuat untuk melukai orang yang berbeda dari mereka. Tidakkah kau ingat bagaimana Tabib Choi membantumu dengan jarum-jarum itu? Jadi kumohon, Tuan Kim." pinta Im.

Tuan Kim mulai tersentuh tapi meskipun tersentuh, ia tetap keras kepala.
 
Im pun bingung harus bagaimana lagi membujuk Tuan Kim.


Yeon Kyung menunggu di depan kamar rawat Tuan Kim.

Tak lama, Im keluar. Mereka pun saling bertatapan.


Di mobilnya, Jae Ha ragu kakeknya dalang dibalik masalah yang menimpa kakek Yeon Kyung.

Tapi kemudian ia ingat seorang pria yang memotret mereka di stasiun.

Ia juga ingat saat melihat Tuan Kim dan Tuan Park dibawa masuk ke RS oleh tangan kanan kakeknya.


Tak lama kemudian, Jae Ha melihat kakeknya masuk ke dalam mobil

Ia pun langsung mengikuti kakeknya.

Bersambung ke part 2........

No comments:

Post a Comment