Monday, November 12, 2018

Hide and Seek Ep 22 Part 1

Sebelumnya...


Di episode sebelumnya, Eun Hyuk dipukul Yeon Nam saat tengah mengawasi Chae Rin yang sedang bicara dengan Bu Kim.

Eun Hyuk pun jatuh, tak sadarkan diri. Bagaimana nasib Eun Hyuk selanjutnya? Apakah dia terluka? Sebelum masuk ke adegan ini, kita disuguhkan dengan Chae Rin yang syok mengetahui Bu Kim ibu kandungnya.

Ia menolak mengakui Bu Kim sebagai ibunya dan menyebut Bu Kim tidak pantas menjadi seorang ibu.


Dengan mata berkaca-kaca, Bu Kim meminta Chae Rin berhenti bicara omong kosong dan menanyakan keberadaan Eun Hyuk.

"Jangan berani-berani menyebut namanya! Kau orang jahat. Aku tidak bisa percaya selama ini kau melihatku tanpa ekspresi saat aku menangis setiap hari. Aku tidak bisa mempercayainya. Kau seharusnya tidak ketahuan sampai akhir. Kenapa kini membiarkanku tahu siapa kau sebenarnya? Aku bisa memaafkanmu karena menelantarkanku di masa lalu namun aku tidak bisa memaafkanmu untuk berada di sisiku selama ini. Kau bahkan.... bukan manusia. Kau bukan seorang ibu. Tunggu dan lihat saja. Kau akan melihatku bagaimana aku akan mengutukmu dan merendahkanmu." jawab Chae Rin.

Chae Rin lalu pergi. Dengan wajah kecewa. Dan Bu Kim menangis menatap kepergian Chae Rin.


Bu Kim menahan tangisnya saat ia dihubungi seseorang. Bu Kim pun berkata, dirinya akan segera ke sana.

Lalu dimanakah Eun Hyuk??


Yeon Nam menyekap Eun Hyuk di sebuah gedung tua.

Eun Hyuk akhirnya sadar dan terkejut mendapati dirinya sudah terikat di kursi dan dikelilingi anak buah Yeon Nam serta, Bu Kim yang berdiri di depannya.

Bu Kim berkata, seharusnya Eun Hyuk tidak memberitahu Chae Rin siapa dirinya.

"Maka kau akan kehilangan peluang untuk dimaafkan atau dipahami." jawab Eun Hyuk.

"Aku tidak akan memulai semua ini jika aku menginginkan itu." ucap Bu Kim.

"Apa yang kau tahu tentang perasaan dendam yang dimiliki anakmu seumur hidupnya?" tanya Eun Hyuk.

"Itu bukan urusanmu! Kau tidak tahu apa-apa! Chae Rin bisa bahagia jika menjadi pemilik Makepacific. Jika dia menjadi pemiliknya, semuanya tidak penting bagiku."

"Itu tidak akan ada artinya meski Chae Rin memiliki perusahaan seperti itu."

"Itu cukup berarti. Perusahaan itu adalah impiannya. Pimpinan Moon akan mewujudkan impiannya. Di sisi lain, kau harus menghilang."

Bu Kim lantas menyuruh Yeon Nam mengawasi Eun Hyuk dan menyingkirkan Eun Hyuk setelah waktunya tiba.


Setelah itu, Bu Kim beranjak pergi dan Eun Hyuk tampak mengingat sesuatu.


Nyonya Na terkejut mengetahui Sun Hye masih hidup.

"Dia bahkan tidak bisa bergerak setelah kecelakaan itu." ucap Nyonya Na.

"Ibu tidak melihatnya mati." jawab Nyonya Park.

"Ibu melihatnya sendiri." ucap Nyonya Na.

Sontak Nyonya Park terkejut mendengar ibunya ada di sana saat kecelakaan itu terjadi.

Tapi Nyonya Na kemudian meralat kata-katanya dan meminta putrinya berhenti membicarakan Sun Hye.


Nyonya Do membuatkan Yeon Joo sup kedelai. Ia mengaku, sengaja membuatkan sup itu karena ingin memberikan sesuatu untuk Yeon Joo.

"Eomma." panggil Yeon Joo. Matanya mulai berkaca-kaca.

Nyonya Do pun lega Yeon Joo masih memanggilnya ibu.

Nyonya Do kemudian bertanya, apa Yeon Joo tidak benci padanya.

"Benci. Jika ibu tidak melakukan itu, aku bisa saja menjalani hidup lebih baik di rumah itu selama ini. Lalu aku tidak akan membuat kesalahan-kesalahan bodoh itu atau mendengar kata-kata penuh kebencian saat membiasakan diri berada di sana."

"Apa? Kau bilang ada yang membencimu? Siapa? Apa keluarga di rumah itu mengatakan sesuatu padamu? Ada apa? Beritahu aku."


"Aku melakukan sesuatu yang buruk. Bukan hanya sekali. Aku sudah membuat kesalahan lain di waktu lalu."

"Aku tidak tahu apa kesalahan yang kau buat tapi semua orang membuat kesalahan saat mencoba hal baru. Orang-orang bodoh itu. Anakku sangat hebat. Mereka tidak tahu betapa pintarnya dirimu."

"Aga, kau mau ibu ke sana? Ibu bisa berlutut agar mereka memaafkanmu." ucap Nyonya Do lagi.

"Jangan, Eomma." larang Yeon Joo. Yeon Joo lantas memeluk ibunya. Ia pun menangis.


Chae Rin dan Bu Kim kembali bertemu di tempat tadi. Bu Kim mengajaknya bertemu, padahal Chae Rin tidak ingin.

Bu Kim berkata, bahwa Grup Taesan adalah perusahaan terbaik di Korea. Ia ingin Chae Rin kembali pada Jae Sang.

"Tapi aku tidak bahagia." jawab Chae Rin.

"Kau bilang kau ingin balas dendam padaku, kan? Kau mengatakan ingin balas dendam karena caramu diperlakukan. Maka milikilah kuasa dulu. Manfaatkan Moon Jae Sang. Manfaatkan dia dan lakukan keinginanmu itu." ucap Bu Kim.

"Jadi itu sebabnya kau bertahan di sisi nenek? Untuk memanfaatkannya?" tanya Chae Rin.

"Benar. Itu sebabnya aku melakukan semuanya untuk meraih kepercayaannya sampai sekarang. Apa yang salah dengan itu? Tidak banyak orang yang benar-benar tahu keinginan mereka dalam hidup ini. Namun kita tahu itu dengan amat baik. Kita diberkati karena tahu ambisi kita dan setia dengan hasrat kita." jawab Bu Kim.

"Ani, keinginanmu tidak akan terwujud. Kupikir hidupku ada di dalam kendaliku, tapi ternyata selama ini kau berada di balik ini. Memikirkannya saja membuatku gila. Apa kau benar-benar berpikir aku akan mendengarkanmu?"

Tak lama kemudian, ponsel Bu Kim berdering.


Bu Kim meraih ponselnya. Ia tersenyum dan menunjukkan foto Eun Hyuk yang sedang terikat dan tidak sadarkan diri pada Chae Rin.

Bu Kim pun menyuruh Chae Rin kembali pada Jae Sang agar bisa mendapatkan kendali Makepacific.

Chae Rin kekeuh. Ia tidak mau mewujudkan keinginan Bu Kim.

Bu Kim mengancam akan membunuh Eun Hyuk.


Chae Rin menatapnya kesal dan mengingat kata-kata Eun Hyuk padanya saat ia memberikan termos Bu Kim pada Eun Hyuk untuk diselidiki.

"Moon Jae Sang dan Bu Kim jelas akan melakukan sesuatu. Mereka mau menyingkirkanku dari sisimu. Aku memasang alat pelacak di sepeda motor untuk berjaga-jaga. Jika sesuatu terjadi padaku, hubungi temanku, Kyung Sik, dan datang lah bersama dengannya. Jangan pernah datang sendirian."

Flashback end....


Chae Rin menyuruh Bu Kim melakukan apapun yang Bu Kim mau.

"Baiklah. Kita lihat seberapa lama kau sanggup bertahan." ucap Bu Kim sembari tersenyum.


Bu Kim lalu beranjak pergi. Begitu Bu Kim pergi, Chae Rin langsung menghubungi Kyung Sik dan meminta bantuan Kyung Sik.


Setelah mendapat perintah dari Bu Kim, Yeon Nam langsung menyuruh anak buahnya membawa Eun Hyuk keluar.

Namun tiba-tiba, Kyung Sik menerobos masuk bersama Chae Rin.

Kyung Sik menodongkan senjata pada anak buah Bu Kim dan menyuruh mereka semua berlutut.


Setelah mereka berlutut, Kyung Sik menyuruh Chae Rin membebaskan Eun Hyuk.

Chae Rin pun langsung melepaskan tali yang mengikat kaki Eun Hyuk.

"Kau baik-baik saja?" tanya Chae Rin.

"Kau tidak apa-apa? Kau pasti takut." jawab Eun Hyuk.


Yeon Nam yang melihat itu pun langsung mengambil kayu dan mendorong Chae Rin dari sisi Eun Hyuk.

Ia menyerang Eun Hyuk. Eun Hyuk yang tangannya masih terikat pun berusaha membela dirinya.

Melihat kekasihnya diserang, Chae Rin membantu Eun Hyuk. Ia berusaha mendorong Yeon Nam.

Tapi Yeon Nam balik mendorong Chae Rin hingga Chae Rin jatuh.

Yeon Nam pun kembali menyerang Eun Hyuk. Saat Eun Hyuk terpojok, sirine polisi pun terdengar dan anak buah Bu Kim langsung kabur.

Bersambung ke part 2.......

No comments:

Post a Comment