Wednesday, December 19, 2018

The Promise Ep 20 Part 2

Sebelumnya...


Kyung Wan sedang rapat bersama Tae Joon dan juga para dewan direksi. Tae Joon menjelaskan, bahwa laba dan penjualan mereka untuk kuartal keempat tahun lalu tiba-tiba turun. Ia meminta para dewan direksi segera mengambil keputusan.

"Jadi maksudmu menjual AP Food adalah jalan terbaik? Itu bukan kerugian sementara karena relokasi pabrik?" tanya Kyung Wan.

"Ini bukan kerugian sementara. Tapi bahaya yang mengancam saham Baekdo." jawab Tae Joon.

"Aku mengakui AP Food sedang berjuang. Hajiman, sektor bisnis FNB memiliki keuntungan besar dua tahun terakhir. Jika AP Food tidak berjalan, kita harus memperhatikan semua opsi yang bisa membangun sektor FNB." ucap Kyung Wan.

Tapi Tae Joon tetap dengan pendapatnya, menjual AP Food untuk menekan kerugian.


Para dewan direksi mengangguk-ngangguk sambil tersenyum, entah mereka senyum karena setuju atau senyum meremehkan Tae Joon.

Kyung Wan juga tersenyum, tapi kemudian senyumnya hilang dan berganti dengan tatapan menusuk.


Yoo Kyung ke rumah sakit. Bersamaan dengan itu, Young Sook keluar dari kamar Pimpinan Park.

Melihat Young Sook, Yoo Kyung meninggalkan kamar ayahnya hanya untuk menyapanya.

"Kau tahu lebih baik dari orang lain bahwa itu tidak mungkin." jawab Young Sook.

"Belakangan ini, hal tidak terduga terjadi. Kudengar, putramu dikirim ke gudang AP Food." ucap Yoo Kyung meremehkan.

"Kau selalu cepat menerima kabar perusahaan. Apa kau juga begitu akhir-akhir ini? Apa rencana pernikahan Se Jin tidak sesuai harapanmu?" balas Young Sook santai.

"Tidak sesuai harapan? Aku menemui seorang peramal. Dia mengatakan, mereka pasangan yang cocok." jawab Yoo Kyung.

"Itu bagus. Se Jin sedang hamil, jadi kau harus cepat mengadakan pernikahan sebelum perutnya membesar. Orang-orang akan bergosip." ucap Young Sook.

"Yoo Young Sook, bagaimana kau bisa punya waktu mencemaskan orang lain? Putramu mungkin harus merangkak dari bawah. Dia harus menderita dulu. Dengan begitu, dia akan tahu betapa kejamnya dunia dan sulitnya menjalankan bisnis dan merendahkan diri. Bukankah aku benar?" jawab Yoo Kyung.

"Hwi Kyung adik yang baik, kan? Dia membuat orang yang dipanggilnya kakak bahagia seperti ini. Kalian saudara kandung tapi sangat berbeda." ucap Young Sook.


Yoo Kyung pun tertawa.

"Kau berusaha terlalu keras tapi kata-katamu tidak akan menggangguku hari ini."


Yoo Kyung lantas masuk ke kamar ayahnya dan terkejut tidak mendapati ayahnya di sana.

"Ayahmu sedang diperiksa dengan MRI. Jika tidak ada yang serius, dia bisa segera pulang ke rumah. Masih banyak yang harus dia lakukan. Dia sudah terlalu lama disini." ucap Young Sook.

"Ayahku harus ada agar bisa menjatuhkan bom seperti ini agar Hwi Kyung sadar." jawab Yoo Kyung.

"Ayahmu masih lama. Kau ingin menunggu? Tidak akan bagus dilihat siapapun jika kita berada di tempat yang sama dan situasi yang kaku."

"Tapi sebenarnya aku disini bukan untuk melihat ayahku. Aku disini untuk melihatmu. Aku bahagia lebih dari yang aku bayangkan." jawab Yoo Kyung.

Yoo Kyung lantas keluar, meninggalkan Young Sook yang mulai kesal.


Yoo Kyung memberitahu Se Jin bahwa ia sudah menetapkan tanggal pernikahan Se Jin. Se Jin akan menikah pertengahan bulan depan.

Se Jin sontak senang mendengarnya.

Yoo Kyung berdalih, itu tanggal yang dipilih oleh peramal yang ia temui. Ia juga mengaku tidak punya pilihan lain karena putrinya hamil diluar nikah.

Se Jin yang senang langsung memeluk ibunya.


Tae Joon berjalan keluar bersama Kyung Wan dengan wajah menunduk. Melihat itu, Kyung Wan pun bertanya, kenapa wajah Tae Joon ditekuk seperti itu.

"Kau membuatku merasa bersalah karena menolak proposalmu." ucap Kyung Wan.

"Ada yang ingin kukatakan. Bisakah kau meluangkan waktu untukku?" jawab Tae Joon.

"Ini hal pribadi atau tentang pekerjaa?" tanya Kyung Wan.

"Ini hal pribadi." jawab Tae Joon.

"Aku masih ada meeting jadi mari bertemu setelah itu. Jika itu masalah pribadi, sebaiknya kita bertemu diluar." ucap Kyung Wan.


Ponsel Tae Joon berbunyi. Tae Joon sontak terkejut membaca layar ponselnya.

Tae Joon pun langsung kembali ke ruangannya. Ia membaca pesan dari Se Jin yang memberitahunya tentang tanggal pernikahan mereka.

Tae Joon lalu kembali membaca pesan Na Yeon yang memintanya mampir untuk menemui Sae Byeol.

Tae Joon pun bingung harus bagaimana.


Kyung Wan yang sedang menunggu Tae Joon, dihubungi Yoo Kyung yang memberitahunya tentang tanggal pernikahan Se Jin. Sontak

Kyung Wan terkejut. Kyung Wan lantas mengajak Yoo Kyung membicarakan lagi hal itu di rumah.


Tak lama kemudian, Tae Joon datang. Ia tidak menyangka, Kyung Wan mengajaknya bertemu lebih awal.

"Kau membuatku penasaran, jadi aku gelisah." jawab Kyung Wan, lalu menyuruh Tae Joon duduk.

"Aku tidak percaya alkohol bisa membuat seseorang lebih jujur, jadi aku lebih suka kau mengatakannya lebih dulu." ucap Kyung Wan.

Tae Joon berkata, sulit baginya untuk mengaku tapi ia merasa harus mengatakannya pada Kyung Wan.

Kyung Wan yang sudah tahu apa yang mau dikatakan Tae Joon pun tetap menyuruh Tae Joon bicara. Ia ingin mendengar langsung dari mulut Tae Joon.

Tae Joon mengaku, bahwa ia tidak bisa mengakhiri hubungannya dengan gadis yang dipacarinya sebelum ia ke Amerika.

"Kami sangat dekat, kami bahkan berencana untuk menikah. Lalu...."

"Lalu?" tanya Kyung Wan sambil menatap tajam Tae Joon.


Tae Joon sontak kaget.

"Maaf karena aku menyelamu." ucap Kyung Wan.

"Aku butuh waktu." jawab Tae Joon.

"Memangnya akan ada yang berubah? Apa kau berencana memberitahu Se Jin?" tanya Kyung Wan.

"Animnida." jawab Tae Joon.


Tae Joon terdiam sejenak, ia mengumpulkan keberaniannya terlebih dahulu sebelum akhirnya mengaku, bahwa ia memiliki seorang anak dari mantan pacarnya dan ia harus bertanggung jawab terhadap anak itu.

Kyung Wan marah dan langsung memukul Tae Joon.

"Itu untuk caramu yang menyedihkan menangani urusanmu!"

Kyung Wan kembali memukul Tae Joon.

"Itu untuk kau yang lebih mencemaskan wanita itu daripada Se Jin!"


Kyung Wan lantas kembali duduk dan berterima kasih karena Tae Joon mengatakan itu padanya terlebih dulu.

"Aku tidak akan menyuruhmu meninggalkan Se Jin. Aku percaya padamu, jadi persiapkan dan lakukan sesuai rencana. Mantan kekasihmu dan anaknya, aku yang akan mengurusnya. Aku akan menjadi iblis mulai sekarang dan kau akan menjadi penonton yang tidak mengerti."

*Omo, omo... Kyung Wan mau mutusin hubungan ayah-anak antara Tae Joon dan Sae Byeol. Dia mau jadi iblis pemirsaaaah, tanpa dia sadar, yang coba dia lukai adalah putri kandungnya sendiri.


Di kantornya, Eun Bong protes karena disuruh menjadi berita seputar pernikahan Tae Joon dan Se Jin.

"Kau tidak mau bekerja? Kau tidak mau uang? Reporter lepas sepertimu harusnya bersyukur karena aku membuatmu bisa berlari seperti angin."

"Maafkan aku, tapi aku tidak bisa." tolak Eun Bong, lalu pergi.


Kalau Eun Bong galau karena disuruh mencari berita pernikahan Se Jin dan Tae Joon, Joong Dae lain lagi. Ia marah lantaran disuruh ibunya hangout dengan calon ayah tirinya.


Joong Dae lantas mendongak dan tanpa sengaja melihat Eun Bong yang tengah galau di lantai atas.

Joong Dae pun terpesona pada Eun Bong. Ia merasa Eun Bong sangat cantik saat itu.

Tapi.... wajahnya langsung berubah jijik saat melihat ketombe Eun Bong berjatuhan saat Eun Bong garuk-garuk kepala.

*Aigooo, lagi kesel ama Kyung Wan yg mau nyingkirin Sae Byeol, langsung dibuat ngakak sama scene Joong Dae ini.


Malam harinya, Dong Jin yang sedang membaca grafik, teringat pada permintaan Pimpinan Park yang memintanya menjaga Hwi Kyung dan Baekdo. Ia juga ingat pertemuannya dengan Young Sook di rumah sakit.


Dong Jin lantas menghubungi Do Hee.

"Kau akan menepati janjimu kan?"

"Appa, kenapa kau terus menanyakan itu?"

"Bisakah aku percaya padamu 100% dan tidak cemas?"

"Appa, aku ada di tempat janjian kami sekarang. Kau bahkan menyuruh Se Gwang memataiku. Jadi kenapa kau bertanya lagi?"


Do Hee lantas menutup teleponnya dengan alasan mau menelpon seseorang.

Se Gwang lalu menyarankan agar Do Hee mengubah sedikit tatanan rambut dan menambahkan make up nya agar terlihat berbeda di depan Hwi Kyung.

Do Hee pun setuju dan langsung mengacak-ngacak rambutnya, juga menggosok-gosok bibirnya yang berlipstick dengan tisu membuat lipsticknya terlihat sedikit berantakan.

Setelah itu, ia menyuruh Se Gwang pergi. Se Gwang menolak karena tidak mau dicepat Dong Jin.

"Aku akan menelponmu saat aku sudah selesai. Lagipula kau tidak mau bertemu pacar kencan butamu?"

"Siapa itu? Tidak ada." jawab Se Gwang.

"Terserahmu lah. Kau boleh pergi." ucap Do Hee, lalu turun dari mobil.

Se Gwang awalnya protes, tapi setelah Do Hee pergi, ia langsung menghubungi Geum Bong.


Do Hee berjalan menuju tempatnya janjian dengan Hwi Kyung.

Bersamaan dengan itu, Hwi Kyung juga hampir tiba.

Tiba-tiba, seorang pengendara motor merampas tas Do Hee.

Hwi Kyung yang melihat itu pun langsung menolong Do Hee. Ia berusaha merebut tas Do Hee kembali. Tapi sayangnya, si penjambret berhasil kabur.


Do Hee datang dan menghentikan Hwi Kyung.

"Kenapa kau menghentikanku?"

"Kau mungkin bisa terluka."

"Ada yang hilang?"

"Laptopku disana tapi tidak masalah karena ini...."


Do Hee pun menunjukkan flashdisknya.

Hwi Kyung pun syok melihat Do Hee yang biasa aja habis dirampok.

Ia tambah syok melihat bibir Do Hee yang belepotan lipstick.


Bersambung ke part 3........

No comments:

Post a Comment