Wednesday, December 26, 2018

The Promise Ep 21 Part 1

Sebelumnya...


Tae Joon terhenyak saat Na Yeon mengatakan, akan melepaskan dirinya.

Namun ia terdiam saat Na Yeon memintanya menjadi ayah Sae Byeol. Na Yeol menyuruh Tae Joon memberitahu Se Jin tentang Sae Byeol.

Na Yeon : Buat dia menerimanya. Itulah yang ingin kukatakan.

Na Yeon kemudian pergi.


Di jalan, Na Yeon dan Do Hee berpapasan. Mereka saling menatap satu sama lain, tapi sama-sama tidak ngeh dan berlalu ke arah masing-masing.


Di mobil, Do Hee menghubungi ibunya hanya untuk menanyakan apakah dia punya saudara kembar.

Tapi reaksi Nyonya Ahn sepertinya kurang bagus karena Do Hee bertanya, kenapa sang ibu sangat sensitif. Do Hee lalu berkata, kalau dia hanya bercanda. Do Hee lantas menjelaskan, kalau seseorang mengaku melihat orang lain yang mirip dengannya.

Do Hee kemudian berkata, akan segera pulang dan berjanji tidak akan bercanda seperti itu lagi.


Se Gwang melirik Do Hee.

Se Gwang : Wae-yo? Apa Nyonya marah?

Do Hee : Hal itu membuatku jadi curiga. Mungkin saja ada rahasia tentang kelahiranku atau sesuatu.

Se Gwang : Mungkin saja.

Do Hee : Mwo?

Se Gwang : Orang-orang memiliki rahasia tentang kelahiran mereka lebih dari yang kau bayangkan. Ada alasan kenapa hal ini menjadi tema yang umum diangkat ke cerita drama atau film. Aku juga punya rahasia.

Do Hee : Mwonde?


Di dapur, Sung Joo memecahkan piring. Tepat saat itu, Dong Jin lewat dan melihat istrinya sedang membereskan pecahan kaca.

Sontak, Dong Jin langsung menjauhkan Sung Joo dari pecahan kaca dan membantu Sung Joo memungut pecahan kaca itu.

Dong Jin : Ada apa? Kau tidak pernah membuat kesalahan sebelumnya.

Sung Joo : Kau mau minum teh?

Dong Jin : Tidak usah, aku baik-baik saja. Do Hee masih belum pulang?


Sung Joo : Dia sedang dalam perjalanan. Aku membencinya. Anak Pimpinan Park, aku tidak suka rumornya. Aku tidak mau dia dengan Do Hee.

Dong Jin : Semua ibu pasti merasakannya, tapi biarkan Do Hee yang memilih. Aku ingin tidur. Kau juga, tidurlah.


Hwi Kyung yang baru saja masuk rumah, langsung diberondongi pertanyaan seputar pertemuannya dengan Do Hee oleh sang ibu. Sang ibu cemas kalau-kalau Hwi Kyung melakukan kesalahan di depan Do Hee. Sang ibu juga protes karena ia tak mengantar Do Hee pulang.

Hwi Kyung : Berapa lama ibu menungguku untuk ini?

Young Sook : Aku sedikit bersabar karena aku tahu kau akan protes.

Hwi Kyung : Akan kujawab semuanya sekarang jadi dengarkan lah. Aku tidak terlambat dan bertemu dengannya tepat waktu. Aku tidak ingat melakukan atau mengatakan sesuatu yang salah. Aku ingin mengantarnya pulang tapi dia menolak jadi aku tidak bisa mengantarnya. Ibu senang?

Young Sook : Kalian akan bertemu lagi?

Hwi Kyung : Kencan buta itu hanya untuk pertunjukan. Tidak lebih, tidak kurang. Jangan berharap yang lain.

Young Sook ? Ayahmu curiga, jadi temuilah dia beberapa kali lagi. Arraseo?

Hwi Kyung menghela napas dan mengaku dirinya kelaparan.

Young Sook kaget, kau belum makan? Kau tidak membelikan dia makanan yang enak?

Hwi Kyung : Ceker ayam dagingnya tidak banyak. Aku akan mengganti bajuku.


Young Sook pun langsung menyiapkan makan malam untuk Hwi Kyung. Ia juga menemani Hwi Kyung makan.

Young Sook : Kau harusnya makan masakan istrimu tapi sekarang kau masih makan masakan ibumu.

Hwi Kyung : Itu tidak benar, tidak peduli apapun, tapi masakan ibu tetap yang terbaik.

Young Sook : Aku lelah belakangan ini. Kau tidak tahu berapa tahun lagi aku harus mengurus ayahmu. Akan jauh lebih baik jika aku tidak mencemaskanmu.

Hwi Kyung : Aku bukan anak kecil, kenapa ibu cemas?

Young Sook : Bagaimana tidak cemas? Kau terlalu lembek mengakui semua milikmu. Se Jin bukan apa-apa, tapi calon suaminya tidak main-main.

Hwi Kyung : Itu bagus.


Young Sook : Kau akan ditelan bulat-bulat. Kakakmu sudah bersiap untuk mengunyahmu. Bayangkan jika ayahmu pergi, apa yang akan terjadi.

Hwi Kyung : Jangan cemas. Aku tidak akan membiarkanmu kelaparan. Aku mungkin tidak bisa memberikanmu kehidupan yang mewah tapi aku tidak akan membuatmu menderita jadi jangan cemas.

Young Sook : Kau pikir ibu takut kelaparan? Ibu tidak akan begini jika ada orang lain di dunia ini selain ibu yang mendukungmu. Kau harus memiliki kekuatan calon mertuamu yang bisa membantu menolongmu jika kau membutuhkannya!

Kesal, Young Sook pun beranjak dari meja makan.


Man Jung mencicipi ayam goreng yang dia beli dari semua restoran ayam di Korea tapi tidak ada satu pun yang rasanya enak seperti ayam goreng Mal Sook. Man Jung pun heran, apa yang dibuat Mal Sook sampai rasa ayamnya begitu enak.

Man Jung : Ada banyak ayam goreng dari restoran berbeda disini tapi kenapa aku masih tetap menginginkan ayam goreng Mal Sook?

Man Jung menghela napas. Tak lama kemudian, ponselnya berbunyi.

"Siapa ini? Kau masih hidup? Sudah lama aku tidak mendengar kabarmu jadi aku pikir kau sudah tidak ada? Kenapa kau bertanya? Kau satu-satunya orang yang melarangku mendekat selama 20 tahun. Kau bilang, kau akan mengurus anak kita dengan baik tanpa aku. Terserahmu saja, akan kututup teleponnya!"


Na Yeon menatap Sae Byeol yang sudah tertidur pulas. Setelah itu, ia melamun memikirkan Tae Joon.

Di apartemennya, Tae Joon juga melamun memikirkan permintaan Na Yeon.


Paginya, Young Sook ke rumah sakit. Pimpinan Park bertanya, apa Young Sook yakin Hwi Kyung benar-benar sudah bertemu Do Hee.

Young Sook : Putramu tidak pernah berbohong. Mulai sekarang, kau tidak boleh berbohong." jawab Young Sook.

"Karena dia pergi berkencan, kau ingin aku memberinya posisi baru?" tanya Pimpinan Park.

"Tentu saja." jawab Young Sook.

Namun, melihat reaksi Pimpinan Park, Young Sook pun sadar Pimpinan Park akan membuat masalah baru lagi dengan Hwi Kyung.

"Tidak semua kencan buta berakhir dengan pernikahan. Tetapkan tanggal pernikahan, jika dia (Do Hee) setuju, aku segera memindahkannya (Hwi Kyung)." jawab Pimpinan Park.

"Yeobo!"

"Katakan pada Dokter Joo, untuk mempersiapkan kepulanganku."

Sontak lah, Young Sook makin marah. Pimpinan Park pun menambahkan, bahwa ia paham dengan kondisi tubuhnya.


Di restoran, Mal Sook yang sedang membongkar bawang bombay, tidak sengaja menemukan koran yang berisi artikel pernikahan Tae Joon dan Se Jin di sana.

"Siapa yang meletakkan koran disini!" omelnya.

Mal Sook lantas membaca koran itu dan hanya membaca judulnya, bahwa cinderella laki-laki akan segera muncul.

Ia pun mengomel.

"Jika bukan karena Tae Joon, sudah lama aku mendoakan perusahaan itu bangkrut! Dari semua perusahaan, kenapa dia harus bekerja disana!" omel Mal Sook sambil mengguncang-guncangkan korannya.


Saat itulah, Mal Sook tak sengaja melihat foto Tae Joon.

Penasaran, ia lantas membuka korannya. Wajahnya langsung pucat pasi membaca artikel Tae Joon dan Se Jin yang akan segera menikah. Di artikel itu disebutkan, bahwa Tae Joon dan Se Jin jatuh cinta saat mereka belajar di luar negeri.


Mal Sook pun teringat kata-kata Man Jung saat melabrak Man Jung.

"Aku tidak tahu apa yang kau dengar sampai kau bersikap seperti ini! Belum ada yang diputuskan! Itulah kerjaan media. Mereka bukan keluarga biasa. Kau tidak akan tahu sampai kau melihatnya sendiri."

Barulah Mal Sook sadar maksud dari kata-kata Man Jung saat itu. Ia marah.

"Oh Man Jung! Jadi kau menipuku kami selama ini!"


Mal Sook pun langsung ke rumah Man Jung sambil menelpon seseorang. Ia menggedor pintu tapi Man Jung tidak membukanya.

"Jika kau masih sayang nyawamu, sebaiknya kau bersembunyi dariku. Sembunyi lah dengan baik dan jangan jawab teleponku jika kau ingin hidup."

Mal Sook kemudian melihat tulisan brosur jasa pindahan di tempat pintu.

"Baiklah, kau yang akan datang merangkah sendiri!" ucap Mal Sook geram.


Geum Bong masuk ke rumah dengan langkah terburu-buru dan mendapati dua kakaknya sudah duduk di ruang tengah.

Geum Bong penasaran, kenapa Mal Sook menyuruh mereka semua pulang. Geum Bong mengingat-ingat, apa dia melakukan kesalahan. Tapi ia tak bisa mengingat apa kesalahannya.

Geum Bong lantas melirik Eun Bong dan Na Yeon.

"Kalian membuat masalah?"

"Apa kau bodoh! Kau masih tidak tahu?" tanya Eun Bong.

"Omo, eottoke? Ibu melihat artikel itu?" ucap Geum Bong panic.


Tak lama kemudian, Mal Sook datang dan langsung meminta penjelasan Na Yeon kenapa Tae Joon akan menikahi Se Jin.

Mal Sook : Istri dan anaknya hidup dengan baik, kenapa dia akan menikahi cucu keluarga Baekdo? Wae?

Eun Bong pun membantu Na Yeon menutupi semua itu. Ia mengatakan, semua itu hanya salah paham dan dibuat-buat media.

Tapi Na Yeon mengakui semuanya. Na Yeon mengatakan artikel itu benar.


Mal Sook syok.

Mal Sook : Perusahaan celaka! Tidak cukup dengan mengambil ayah dari anak-anakku, sekarang mereka mengambil Tae Joon darimu?


Mal Sook tidak tahan lagi. Ia berniat melabrak keluarga Baekdo. Eun Bong, Na Yeon dan Geum Bong sontak mencegahnya.

Mal Sook lantas mengajak Na Yeon menjemput Tae Joon.

Mal Sook : Bagaimana dengan Sae Byeol? Dia membuang Sae Byeol juga?

Na Yeon : Aku akan melindungi Sae Byeol. Aku akan mendapatkan kembali ayahnya.

Mal Sook : Kau memberikan semua yang kau miliki, termasuk masa mudamu padanya? Tapi apa? Yang kau dapatkan sebagai balasannya adalah air mata. Bagaimana aku bisa menatap wajah ibu kandungmu!

Tangis Mal Sook pecah. Na Yeon pun memeluk Mal Sook.

"Eomma, mianhae." ucap Na Yeon.

Eun Bong dan Geum Bong ikut menangis.

"Eonni." ucap Geum Bong.

Eun Bong dan Geum Bong lalu memeluk Na Yeon dan Mal Sook.


Tae Joon memberikan daftar perusahaan yang akan mereka akuisisi dan daftar calon perusahaan yang akan mereka akuisisi pada Kyung Wan.

Kyung Wan : Apakah kau tertarik dengan industri pariwisata juga?

Tae Joon : Aku pikir, itu mungkin memberikan keuntungan yang besar setelah akuisisi dengan Baekdo.

Kyung Wan : Akan kulihat.

Tae Joon minta diri, tapi Kyung Wan menanyakan Sae Byeol.

Kyung Wan : Kau sudah bertemu anak itu?

Tae Joon : Aku hanya melihatnya sekilas.

Kyung Wan : Kau pasti bingung. Apa kau sering bertemu ibunya juga?


Tae Joon : Maafkan aku. Dia masih syok. Dia butuh waktu untuk menerima apa yang terjadi.

Kyung Wan : Jangan terlalu sering bertemu dengannya. Jangan sampai Se Jin tahu. Dia akan syok.

Tae Joon : Aku minta maaf.

Kyung Wan : Bukan 'Aku minta maaf' tapi 'Aku mengerti'! Itulah yang ingin kudengar.


Keluar dari ruangan Kyung Wan, Tae Joon langsung disambut oleh tepukan dari rekan-rekannya. Sontak, Tae Joon kebingungan.

Tuan Bae : Kau seorang selebriti!

Rekannya yang lain berkata, kalau presentasi Tae Joon tentang AP Food semalam menjadi pembicaraan dimana-mana.

Rekannya : Penjualan AP Food yang masih ditentang Presdir dan Pimpinan.


Tuan Bae : Saat orang lain takut untuk bicara, kau mengatakan apa yang seharusnya dikatakan. Seseorang mungkin jadi merasa lebih baik.

Tae Joon merendah, "Aku hanya melakukan tugasku"


Tae Joon masuk ke ruangannya. Tak lama berselang, ponselnya berbunyi. SMS dari Na Yeon.

"Menurut artikel, pernikahanmu dan Se Jin akan dilakukan sebentar lagi. Kau sudah memberitahu tentang Sae Byeol? Jika kau tidak bisa mengatakannya, aku yang akan mengatakannya."

Tae Joon menghela nafas dan menghapus SMS Na Yeon.


Tae Joon lalu mendapatkan sms dari Se Jin. Se Jin mengirimkan dua foto tempat tidur dan menyuruh Tae Joon memilih.

Tae Joon terdiam.


Se Jin sendiri sudah menjatuhkan pilihannya. Tapi wajahnya langsung berubah saat menerima sms dari Tae Joon. Tae Joon memilih tempat tidur yang lain.


Se Jin pun terpaksa mengambil tempat tidur pilihan Tae Joon. Se Jin bilang pada ibunya, kalau ia menyukai tempat tidur itu. Tapi Yoo Kyung tahu itu bukan pilihan sang putri.

"Saat kau tidur sendirian, kau memilih kasur yang besar, seperti seorang Ratu. Kenapa kau begitu sederhana sekarang? Warnanya membosankan buatmu dan kau tidak suka dengan bingkainya. Kenapa seleramu tiba-tiba berubah? Kau bersikap aneh, Jang Se Jin."

Se Jin membuat alasan, kalau desain tempat tidurnya sangat cocok untuk pengantin baru.

"Ini tidak cocok untukmu! Ini cocok untuknya! Kenapa kau menurut padanya? Apakah seleramu sudah tercemar karena si brengsek itu?"

Sontak Se Jin kesal.


"Eomma, apa maksudmu tercemar? Dan kenapa kau mengatakan si brengsek? Kita sedang belanja keperluan pernikahanku. Kau disini untuk itu. Kenapa kau seperti ini lagi?"

"Turuti perintahku! Aku memiliki selera desain yang lebih baik darimu!"

"Aku lah yang akan menggunakannya, jadi aku yang akan memutuskannya. Ini tempat tidur untuk aku dan Tae Joon."

Yoo Kyung pun membeli tempat tidur pilihan Se Jin. Tak tanggung-tanggung, ia membeli semua tempat tidur yang berdesain sama dengan pilihan Se Jin tapi ia membelinya untuk dihancurkan agar Se Jin tidak lagi memilih tempat tidur itu.


Yoo Kyung lalu menghubungi Tae Joon.

Yoo Kyung : Datanglah kesini, tapi jangan bilang pada Se Jin.

Tae Joon : Aku mengerti.

Bersambung ke part 2................

No comments:

Post a Comment