Saturday, January 26, 2019

Ice Adonis Ep 9 Part 1

Sebelumnya...


Yeon Hwa berusaha menjelaskan, bukan ia pelakuknya. Ia juga mengklaim, bekerja di J adalah impiannya.


Mendengar itu, Kang Wook pun langsung teringat kata-kata Yeon Hwa di malam itu, malam saat Charming Cosmetics menerima e-mail dari Yeon Hwa.

"Aku benar-benar ingin bekerja di J." ucap Yeon Hwa.

Namun Kang Wook diam saja, tidak mengatakan apapun untuk membela Yeon Hwa.


Yoon Hee : Mungkin kau bisa mengelak soal mereka dan e-mail mu, tapi bagaimana dengan nomor ponsel dan rekeningmu? Kenapa mereka bisa memilikinya?

Yeon Hwa : Aku benar-benar tidak tahu.

Yoon Hee pun mengusir Yeon Hwa.


Kang Wook yang tahu Yeon Hwa kekasih Yoon Jae pun penasaran, apa yang akan dilakukan Yoon Jae untuk menyelesaikan masalah Yeon Hwa.


Yeon Hwa keluar dari ruangannya sambil menangis. Diluar, ia bertemu Yoo Ra. Yoo Ra pura-pura kaget melihat Yeon Hwa menangis.

"Ada kesalahpahaman. Berpura-pura lah tidak tahu." jawab Yeon Hwa.

"Kesalahpahaman seperti apa yang bisa membuat mu menangis. Apa kau ditampar?"

Yeon Hwa pun langsung memegangi pipinya dan meminta Yoo Ra merahasiakan hal itu dari Yoon Jae dan orang rumah.

Yeon Hwa : Ini kesalahpahaman. Aku yakin kebenarannya akan terungkap. Aku tidak melakukan apapun.

Yoo Ra : Geudae, aratta.


Yeon Hwa menangis di kamar mandi.


Di ruangannya, Yoo Ra senang rencananya menyingkirkan Yeon Hwa dari kantor berhasil.

Yoo Ra : Hal buruk seperti ini akan menjadi yang terakhir. Selamat tinggal Seol Yeon Hwa.


Tak lama kemudian, sopir Yoon Jae datang memberitahu Yoo Ra kondisi Pimpinan Ha.

Sopir Yoon Jae : Masa kritisnya sudah lewat, tapi Presdir harus tetap disana dan menjaganya.

Yoo Ra : Tentu saja dia harus melakukannya.

Sopir : Dia meminta dokumen rapat hari ini. Dia ingin memeriksanya di rumah sakit.

Yoo Ra : Akan segera kusiapkan.


Ponsel supir Yoon Jae kemudian berdering. Telepon dari kantor polisi yang mengabarkan bahwa mereka sudah berhasil menemukan jejak si pelaku.

Yoo Ra langsung tegang. Tapi ia pura-pura bertanya setelah supir Yoon Jae selesai bicara dengan polisi.

Supir Yoon Jae pun mengatakan, orang gila merusak mobil Yoon Jae di parkiran apartemen dan hasil CCTV nya sudah keluar. Yoo Ra tambah tegang.

Supir Yoon Jae meminta dokumennya. Setelah Yoo Ra memberikannya, ia langsung pergi.


Di kantor polisi, supir Yoon Jae melihat hasil CCTVnya. Dalam rekaman CCTV memang tidak terlihat saat Yoo Ra merusak mobil Yoon Jae, namun terlihat saat mobil Yoo Ra meninggalkan parkiran apartemen.

Polisi lantas memberikan laporan tentang si pemilik mobil. Supir Yoon Jae pun terkejut mengetahui itu milik Yoo Ra.


Sementara itu, Yoo Ra mondar mandir dengan gelisah. Yoo Ra lalu mengatakan, dirinya tidak punya pilihan lain.


Yoon Hee stress memikirkan 'ulah' Yeon Hwa. Tak lama kemudian, ia mendapatkan telepon dari Yoo Ra yang mengabarinya soal Pimpinan Ha yang ada di RS. Sontak, Yoo Ra langsung menutup teleponnya dan berlari keluar dari ruangannya.


Melihat Yoon Hee pergi, Kang Wook langsung cemas.


Yoo Ra mengejar Yoon Hee di lobby. Yoo Ra ingin ikut Yoon Hee ke RS. Yoo Ra beralasan, ada yang harus ia serahkan pada Yoon Jae.


Di mobil, Yoo Ra pura-pura menguatkan Yoon Hee. Ia meyakinkan Yoon Hee kalau Pimpinan Ha akan baik-baik saja.

Yoo Ra : Kau mengalami hari yang sulit hari ini. Mulai dari insiden pada tim pengembangan... aku mendengarnya baru saja.

Yoon Hee : Jangan katakan apapun pada Presdir. Aku yang akan menyelesaikan masalah ini.


Nyonya Jang duduk di depan kamar Pimpinan Ha. Di pintu kamar Pimpinan Ha, tertulis tulisan, 'Tidak boleh diganggu, tidak menerima pengunjung'. Nyonya Jang menguap lebar membacanya.

Tak lama kemudian, Yoon Hee dan Yoo Ra datang. Begitu melihat mereka, Nyonya Jang pura-pura cemas dan panik.

Melihat tulisan di pintu, Yoon Hee tambah panik. Ia fikir, kondisi ayahnya memburuk.

Nyonya Jang tidak menjawab dan terus meratapi kondisi Pimpinan Ha. Ia bahkan pura-pura syok.


Di dalam, Yoon Jae melihat Professor Sun menangani sang ayah. Sorot mata Yoon Jae nampak sedih. Dalam hatinya, Yoon Jae berharap ayahnya cepat sembuh. Ia mengaku, tidak bisa melanjutkan hidupnya jika ayahnya meninggal.


Diluar, Yoon Hee dan Yoo Ra sibuk menenangkan Nyonya Jang.


Yoon Jae : Aku tidak bisa hidup seatap dengan wanita itu. Jadi, tolong bertahan lah apapun yang terjadi.


Ponsel Yoon Hee berdering. Yoon Hee pun meminta Yoo Ra menjaga ibunya sebentar.

Setelah itu, Yoon Hee beranjak pergi menerima telepon dari Tae Il.

Yoon Hee pun menceritakan kondisi ayahnya pada Tae Il. Yoon Hee lantas meminta Tae Il datang ke RS. Ia berniat memperkenalkan Tae Il pada ayahnya hari itu juga karena takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada ayahnya.

"Jangan cemas, ayahmu akan baik-baik saja. Aku akan segera kesana." jawab Tae Il.


Yoon Hee lantas menunggu Tae Il di depan RS. Tak lama kemudian, Tae Il datang dan langsung memeluk Yoon Hee.

"Bagaimana ayahmu?"

"Pengunjung sudah dibolehkan masuk. Ayo masuk." ajak Yoon Hee.

Bersambung ke part 2.......

No comments:

Post a Comment