Monday, January 21, 2019

Unknown Woman Ep 13 Part 2

Sebelumnya...


Do Young memberikan Moo Yeol proposal dan bertanya apakah Moo Yeol bisa melakukannya?

Moo Yeol : Suatu waktu, sepertiga negeri ini mengenakan pakaian rancangan Wid serta hanya bintang top yang bisa menjadi model Mode Wid.

Do Young : Yang paling penting, Mode Wid adalah perusahaan utama Grup Wid. Itu pohon dengan akar terdalam. Untuk memperkuat kendali di perusahaan cabang, akar Mode Wid harus makin tebal, kuat dan kukuh.

Moo Yeol mengerti.

Do Young : Jadi kau mau mengendalikan industri mode korea dengan kedua tanganmu?

Moo Yeol : Aku akan berusaha. Percaya lah padaku.


Kembali ke ruangannya, Moo Yeol menyuruh bawahannya membawakannya status semua barang baru setiap merek, strategi dan semua pemasaran, pengiklanan dan humas mereka.

"Kau membutuhkan semuanya? Itu cukup banyak. Akan butuh beberapa hari untuk melihatnya.

Moo Yeol menatap galak bawahannya. Bawahannya mengerti dan langsung pergi.


Seseorang menuju suatu tempat. Tak lama kemudian, ia sampai di depan sebuah pintu dan memencet bel.

Cello yang sedang menikmati teh di dalam, mendengar bunyi bel.

"Kau pasti sangat cemas, Hong Ji Won Samonim." ucapnya sinis.


Namun saat membuka pintu, bukan Ji Won yang datang tapi Hae Joo. Hae Joo langsung menerobos, membuat Cello marah.

Hae Joo menghina Cello. Ia mengatakan, Cello pemain tidak berbakat yang harusnya bersyukur karena perusahaannya mensponsorinya.

"Beraninya kau menggoda ayahku!"

"Kau putri Pimpinan Goo?"


"Kenapa! Kurasa kau terlalu fokus ingin mendapatkan ayahku sampai tidak tahu dia punya putri gila dengan tempramen buruk!"

Hae Joo lalu membanting foto Cello ke lantai dan menginjaknya. Cello marah.


Mal Nyeon memberitahu Yeo Ri tentang selingkuhan Do Young yang hamil.

Yeo Ri : Hamil? Hong Ji Won pasti kehilangan akal. Yang paling dia takuti adalah suaminya memiliki anak dari orang lain.

Mal Nyeon : Ibu harus mencari tahu tapi ibu rasa Hae Joo mengurusnya sendiri.

Yeo Ri : Kita harus mencari tahu kehamilannya. Jika dia hamil anak laki-laki, itu bukan hanya melukai Hae Joo, tapi juga aku. Akan lebih sulit bagiku mendapatkan Grup Wid.


Hae Joo menghancurkan semua barang-barang Cello.

Tak hanya itu, ia juga menyuruh Cello minta maaf dan memohon ampun pada mereka.

Cello tak terima, ia menyuruh Hae Joo hati-hati bicara karena ia akan menjadi ibu tiri Hae Joo tak lama lagi.

"Apa? Sae eomma?"

"Aku hamil anak laki-laki. Pimpinan pasti akan sangat senang dan aku akan menjadi nyonya Wid tak lama lagi."


Hae Joo menampar Cello. Tak terima ditampar, Cello ingin balas menampar Hae Joo tapi Ji Won datang menghentikannya.

Cello : Kau tidak boleh melecehkan wanita yang mengandung anak pimpinan!

Ji Won minta bukti itu anak suaminya. Cello berkata, akan membuktikannya setelah anaknya lahir.

Cello lantas membuka lacinya dan memberikan foto hasil USGnya pada Ji Won. Sontak, Ji Won dan Hae Joo terkejut dan saling berpandangan.


Ji Won dan Hae Joo kembali ke rumah. Sampai di rumah, Ji Won memarahi Hae Joo karena ikut campur urusannya.

Hae Joo balik marah, ia tak terima ibunya diam saja diperlakukan begitu. Ia juga kesal ibunya datang sendiri kesana.

"Ibu harus mengonfirmasi dia sungguh hamil atau tidak."

Hae Joo percaya ayahnya. Ia yakin, ayahnya tidak mungkin menghamili wanita lain.

Ji Won juga mengaku mempercayai Do Young. Ia berkata, meski Do Young suka main wanita tapi Do Young tidak pernah menghamili wanita-wanita selingkuhannya. Ia juga yakin, Do Young tahu dampaknya ke perusahaan jika publik tahu masalah itu.

"Tapi bagaimana jika dia berkata jujur? Haruskah kita menghubungi pengacara untuk berjaga-jaga? Dia bilang dia mengandung anak laki-laki!" ucap Hae Joo.

"Pengacara?" tanya Ji Won.

"Tidak boleh pengacara perusahaan atau yang mengenal ayah. Harus pengacara lain yang tidak akan membocorkan masalah ini." jawab Hae Joo.

"Jangan khawatir, biar ibu yang urus."

"Ibu juga jangan cemas. Kalau pun perkataannya benar, aku berada di pihak ibu. Aku akan melindungi ibu. Akan kuhancurkan siapapun yang berani mengacaukan keluarga kita." ucap Hae Joo.


Tak lama kemudian, Hae Joo ditelepon ibu Moo Yeol yang menanyakan soal calon suami Yeol Mae.

Hae Joo kembali ke kamarnya dan mengatakan, ia sibuk saat ini.

Ae Nok marah, memangnya kau ke ladang atau sawah? Yang kau lakukan hanyalah menghabiskan uang yang diberikan suamimu atau keluargamu! Hae Joo-ya, Yeol Mae iparmu satu-satunya. Kau harusnya beruntung memiliki dia. Anggap lah dia adikmu.

"Baiklah dan berhenti mencerewetiku."


Yeol Mae merebut teleponnya dan bicara dengan Hae Joo.

"Eonni, ada syarat lagi. Aku tidak suka pria dengan lubang hidung tidak simetris. Lalu aku tidak suka pria yang tubuhnya seperti jempol. Aku mau pria yang tinggi dan langsing. Tubuhnya tidak boleh segitiga tapi segitiga terbalik tidak apa. Serta dia tidak boleh punya alis yang terlalu legam atau pun terlalu cerah..."

Telepon terputus. Yeol Mae langsung mencak-mencak.

Hae Joo kesal dengan permintaam Yeol Mae.

"Hanya Moo Yeol yang waras di keluarganya! Dulu dia minta pria yang masuk dalam 50 daftar yang memiliki kekayaan. Sekarang dia juga mempersoalkan lubang hidung! Aaaarghh!" Hae Joo berteriak.


Ji Won cemas, ia takut Cello benar-benar melahirkan anak laki-laki. Ia juga takut jika Hae Joo tahu dia bukan ibu kandungnya.

Tak lama kemudian, Ji Won ingat kata-kata Do Young soal pengacara Do Chi.

"Haruskah aku menghubunginya?"


Do Chi lagi menatap wajahnya di cermin. Hidungnya tertempel plester komedo.

Singkat cerita, Do Chi ingat Yeo Ri. Ia langsung menghubungi Yeo Ri dan mengajak Yeo Ri makan siang bersama sebagai ucapan terima kasihnya atas bantuan Yeo Ri.

Yeo Ri yang sedang berada di kantornya setuju. Ia mengatakan itu, sambil melirik ke arah Mal Nyeon.

Do Chi berkata, akan mengirimkan waktu dan tempatnya.


Setelah Yeo Ri dan Do Chi selesai bicara, Mal Nyeon langsung mendekati Yeo Ri.

Yeo Ri memberi Mal Nyeon kalau Do Chi mengajaknya bertemu. Mal Nyeon lantas menanyakan pendapat Yeo Ri soal Do Chi dan So Ra. Yeo Ri berkata, akan mencari tahu seintim apa hubungan mereka dan seberapa besar peluangnya untuk mendapatkan Do Chi.


Do Chi yang lagi siap-siap kembali teringat sosok Yeo Ri. Ia yakin pernah bertemu Yeo Ri sebelumnya tapi ia tidak ingat dimana dan kapan.

Tak lama Jang Goo datang dan kebelet mau ke kamar mandi tapi melihat penampilan Do Chi, ia menghampiri Do Chi dulu.

"Aku mau bertemu Yoon Seol untuk mengucapkan terima kasih."

Jang Goo curiga Do Chi suka Seol, tapi karena ia kebelet banget, ia langsung lari ke kamar mandi.


Do Chi kemudian dikejutkan dengan kedatangan Ji Won. Ji Won menanyakan pengacara Do Chi.

"Bagaimana pengacara itu? Apakah dia ingin terkenal dan suka berbicara atau..."

"Kebalikannya. Dia tidak banyak berbicara dan melakukan tugasnya dengan baik tapi kenapa?"

"Berikan nomor teleponnya padaku. Dia sudah mengatasi masalahmu. Kakak tidak bisa diam saja tanpa berterima kasih."

Do Chi memberitahu Ji Won bahwa dirinya akan menemui Seol.

Ji Won minta ikut. Do Chi kaget.

"Kakak tidak masalah dia tahu keluarga kita?"

"Kau bilang dia tidak banyak bicara."

Mereka lalu pergi.


Di parkiran sebuah restoran, mereka nyaris bertemu. Tapi Do Chi tidak melihat mobil Yeo Ri. Yeo Ri sendiri yang baru turun tidak melihat Do Chi.


Do Chi meminta ruangan pribadi pada pelayan. Pelayan pun langsung mengantarkan Do Chi dan Ji Won ke ruangan pribadi.

Tak lama kemudian, Yeo Ri datang. Yeo Ri melihat Do Chi dan berniat menghampiri Do Chi tapi langkahnya langsung berhenti saat ia melihat Ji Won.

Bersamaan dengan itu, Ji Won menatap ke arahnya. Yeo Ri sontak kaget.


Bersambung...............

No comments:

Post a Comment