Wednesday, February 6, 2019

Babel Ep 3 Part 3

Sebelumnya...


Supir Oh sedang menghilangkan jejak2 data Geosan saat Ricky meneleponnya. Ia tidak menjawab panggilan Ricky.


Seorang pria tampak memencet bel.

Supir Oh melihat wajah pria itu dari layar intercom nya. Ricky juga terus menghubunginya.

Ricky kesal panggilannya diabaikan.

"Jadi mereka tidak membutuhkanku sejak Pimpinan Tae berakhir seperti itu? Kau meremehkanku." ucapnya, lalu melihat benda yang dibungkus kain putih itu.

*Mereka? Berarti bukan cuma Min Ho yang ingin menghancurkan Pimpinan Tae.. ini masih dugaan sy kalo Min Ho berniat menghancurkan Pimpinan Tae, secara Supir Oh adalah orangnya Min Ho dan orang yang menculik Ricky di bandara.


Kepala Jang dan Detektif Lee sedang menunggu di kediaman Geosan. Detektif Lee tampak mengagumi gelas kristal Geosan.

"Ketua Tim, ini mungkin sangat mahal, kan?" tanyanya.

"Apakah itu masalah?" balas Kepala Jang sewot.


"Baiklah, lalu ... Apa masalahnya?" tanya Detektif Lee.

"Tidak dapat menyelidiki chaebol dan membunuh waktu adalah masalahnya!" jawab Kepala Jang.

"Apakah kau tahu bagaimana kau bisa mengatakan itu dengan mudah? Kau bisa meledakkan hidungmu tanpa menyentuhnya. Jaksa sedang mengurus semuanya sendiri, lalu bagaimana?" ucap Detektif Lee.

"Kau tidak memiliki rasa simpati!" jawab Kepala Jang sambil menampol kepala Detektif Lee.

"Aku akan terlahir kembali sebagai seorang jaksa penuntut dalam kehidupanku berikutnya, lalu menyelidiki para chaebol dengan sepenuh hati." ucap Kepala Jang lagi.

"Itu akan sangat bagus. Bahkan jika kau dilahirkan di kehidupan berikutnya, otakmu tidak cukup pintar untuk lulus ujian, bukan?" jawab Detektif Lee.


"Kau ingin dipukuli sampai mati atau mati dulu lalu dipukuli?" tanya Kepala Jang.

"Aku ingin hidup." jawab Detektif Lee.

"Aku akan membunuhmu." ucap Kepala Jang lalu berusaha memukul kepala Detektif Lee, tapi Detektif Lee berhasil mengelak membuat Kepala Jang tambah sewot.


Di ruangan lain, Woo Hyuk menemui Nyonya Shin. Salah satu dari tim hukum Geosan yang ikut menemani Nyonya Shin bertanya, untuk apa Woo Hyuk datang menemui Nyonya Shin.

"Apakah lebih baik bagiku untuk memintanya datang ke kantor kejaksaan?" tanya Woo Hyuk.

Nyonya Shin menyuruh pengacaranya keluar. Tapi si pengacara menolak dan berkeras ingin menemani Nyonya Shin.

Nyonya Shin menatapnya marah. Si pengacara tak berkutik dan langsung keluar.


"Apa yang ingin kau dengar?" tanya Nyonya Shin tenang.

"Di mana anda pada saat kematian Tae Min Ho?" tanya Woo Hyuk.

"Aku pergi tidur lebih awal." jawab Nyonya Shin.


Flashback...

Saat kematian Min Ho, Nyonya Shin terlihat sedikit stress. Hyeong Cheol menemui Nyonya Shin.

"Dia tidak akan bangun, kan?" tanya Hyeong Cheol dengan wajah cemas.

"Apa kau takut? Lalu kenapa kau menangani hal-hal seperti itu? Hah?!" marah Nyonya Shin.

"Mianhae, Noona.  Kita harus mengurus ini sebelum dia bangun, kan?" jawab Hyeong Cheol.

Sepertinya mereka membicarakan Soo Ho yang belum siuman sejak Nyonya Shin menemukannya tenggelam di bathup.

Flashback end...


"Apa lagi yang ingin kau tahu?" tanya Nyonya Shin.

"Jangan sekarang." jawab Woo Hyuk, lalu beranjak pergi.


Diluar, Woo Hyuk bertemu Soo Ho. Woo Hyuk bertanya, keberadaan Soo Ho saat Min Ho meregang nyawa.

Soo Ho marah.

"Apakah kau mencurigaiku sekarang?"

"Itu hanya formalitas." jawab Woo Hyuk.

"Bahkan ketika bisnis yang harus kuurus berulang-ulang akan terasa tidak enak. Bukankah kemarin juga kau mengatakan itu formalitas? Jika kau curiga, bilang saja curiga. Tapi jangan lupakan alasan mengapa kami memilihmu." ucap Soo Ho, lalu beranjak pergi.

*Tiba-tiba, sy jadi ngebayangin yg jadi Soo Ho itu Uhm Ki Joon. Teringat ekspresinya di Defendant, pas diselidiki jaksa terkait kematian Sun Ho.


Tak mendapatkan jawaban yang puas, Woo Hyuk pun menemui Young Eun.

Sambil minum wine, Woo Hyuk menanyakan jam berapa Soo Ho pulang ke rumah saat Min Ho terbunuh. Woo Hyuk beralasan, ia bertanya hanya untuk referensinya saja. Young Eun mengaku tidak tahu, karena ia tidur lebih awal karena merasa lelah.

"Lalu bagaimana kau tahu jam berapa Han Jung Won pulang?" tanya Woo Hyuk.

"Aku terbangun sedikit dari mimpi buruk." jawab Young Eun.

Young Eun kemudian tersenyum.

"Itu tidak ilegal, kan, Jaksa?" tanya Young Eun.


"Terakhir kali, kau mengatakan bahwa Han Jung Won dan Tae Min Ho tidak memiliki hubungan yang baik, bukan?"

"Tae Min Ho bukan orang baik seperti yang terlihat. Itu tidak berarti dia wanita yang baik juga."

"Bagaimana detailnya?" tanya Woo Hyuk.

"Itulah yang harus anda cari tahu, Jaksa.  Aku tidak bisa meludahi wajahku sendiri dengan berbicara tentang keluargaku." jawab Young Eun.

Woo Hyuk pun tak bisa memaksa, tapi ia sadar Young Eun mengetahui sesuatu.

*Awalnya sy mengira, Lim Jung Eun disini cuma tim hore-hore. Sedikit kecewa sih, ini comeback-nya Lim Jung Eun setelah 5 tahun, tapi kok perannya sebagai tempelan doang sih? Itulah yg sy pikirkan, mengingat sejauh ini, Jung Eun scene nya gitu2 aja. Tapi setelah melihat scene ini, sy yakin, peran Jung Eun disini sebagai senjata yang bisa menghancurkan keluarga Tae.


Dari Young Eun, Woo Hyuk langsung menemui Jung Won.

*Ada adegan kiss lagi nii kayaknya, wong mereka tiap ketemu, selalu diakhiri dengan adegan kiss.

Woo Hyuk memegang tangan Jung Won dan menatap Jung Won dengan lirih.


Setelah itu, ia melihat syal yang menutupi leher Jung Won.

Woo Hyuk pun berdiri dan berjalan ke samping Jung Won.

Woo Hyuk membantu Jung Won berdiri. Lalu, ia membuka syal Jung Won. Jung Won menahannya. Jung Won : Woo Hyuk-ssi, aku baik-baik saja.

Tapi Woo Hyuk tetap membuka syal yang menutupi leher Jung Won. Woo Hyuk pun syok melihat luka lebam di leher Jung Won.

Woo Hyuk lantas memeluk Jung Won. Jung Won lagi-lagi menangis di pelukan Woo Hyuk.


Young Eun berdiri di depan jendela, lagi2 sambil minum wine. Tak lama, Yoo Ra pulang. Yoo Ra menatap tajam Young Eun.

Yoo Ra : Jaksa Cha disini, kan?

Young Eun : Dia mengajukan banyak pertanyaan, kemudian pergi menemui Jung Won.

Young Eun lantas menambah wine nya.

"Kau minum alkohol sejak dini hari? Apakah kau bertindak seperti ini karena tidak paham situasi?" sewot Yoo Ra.

Young Eun tidak peduli.


"Na Young Eun!"

"Rumah tangga ini adalah rumah yang sulit ditinggali dengan pikiran tenang. Itu sebabnya kau meninggalkan rumah ini, bukan begitu, adik ipar?" ucap Young Eun.

Young Eun kemudian mengeraskan suaranya.

"Setidaknya untukku,  aku bertahan di rumah ini!"

Yoo Ra tambah kesal.

"Kenapa? Apakah aku mengatakan sesuatu yang salah?" tanya Young Eun.

Yoo Ra yang kesal, memilih tidak meladeni Young Eun lagi dan beranjak pergi.


Woo Hyuk dan Jung Won tengah berciuman (benar kan, ciuman lagi).

Sementara itu, Yoo Ra tengah menuju kediaman Min Ho.

*Jadi Min Ho-Jung Won tinggalnya terpisah gaes dari anggota keluarga lain. Jadi ada dua rumah di halaman yang sama.


Woo Hyuk dan Jung Won masih berciuman. Yoo Ra kini sedang berjalan menuju kamar Jung Won.

Entah apa yang terjadi, Woo Hyuk membuka pintu kamar dan mendapati Yoo Ra di balik pintu.

Sementara Jung Won sudah duduk kembali di kursi, seolah tidak melakukan apa-apa dengan Woo Hyuk barusan.


Yoo Ra menatap Woo Hyuk kesal dan mengajak Woo Hyuk bicara diluar.

"Kau masih mencurigai Jung Won? Jadi, kau menemukan motif pembunuhan? Aku bertanya apakah kau menemukannya!? Kau tidak peduli dengan rasa kehilangan orang yang berduka. Apakah memang gayamu hanya menyudutkan mereka sebagai tersangka?"

"Mari kita berhenti membicarakan kasus ini." pinta Woo Hyuk.

"Lalu percakapan seperti apa yang lebih baik? Pembicaraan sepele, seperti menanyakan apakah kau makan enak? Apa yang kau cari sehingga kau menyelidiki seluruh keluarga ini?" tanya Yoo Ra.

"Ini tidak kulakukan untuk menyakiti siapa pun. Aku hanya ingin memahami situasinya. Hanya itu." jawab Woo Hyuk.

"Woo Hyuk-ah!"

"Yoo Ra Sunbae, tolong jangan khawatir. Apa yang kau khawatirkan tidak akan terjadi."

"Kau tahu apa yang aku khawatirkan?" tanya Yoo Ra. Yoo Ra lantas menghela nafas dan mengaku tidak mengerti kenapa dirinya tiba-tiba marah-marah pada Woo Hyuk.


"Tidak masalah. Tiba-tiba banyak hal terjadi." jawab Woo Hyuk.

"Aku tidak tahu apa yang salah denganku." ucap Yoo Ra, tangisnya mulai keluar.

Dari kejauhan, Jung Won memperhatikan keduanya.


Kepala Jang, Detektif Lee dan Woo Hyuk meninggalkan kediaman Tae.

"Data video CCTV dari kantor pusat dicuri. Dan mereka tidak dapat merekam di sini karena dijaga. Aku tidak percaya bajingan ini. Ini tidak mudah." ucap Kepala Jang.

Kepala Jang dan Detektif Lee berjalan duluan ke mobil.

Woo Hyuk berhenti sejenak. Ia menoleh dan melihat penjaga kebun yang sedang merapikan tanaman.


Nyonya Shin makan siang dengan Yoo Ra. Nyonya Shin ingin tahu apa yang dikatakan Woo Hyuk pada Yoo Ra. Yoo Ra berkata, tidak ada yang khusus.

Tak lama, Young Eun datang. Ia agak sempoyongan berjalan karena kebanyakan minum wine. Melihat Young Eun agak mabuk, Nyonya Shin kesal dan meminta Young Eun bersikap dengan baik jika ingin menjadi ibu negara Geosan.

"Baiklah." jawab Young Eun sinis.

"Panggil keluargamu. Beri tahu mereka bahwa Min Ho meninggal. Karena otopsi sudah selesai, kita perlu menyiapkan pemakamannya." ucap Nyonya Shin.


Yoo Ra pun marah mendengarnya.

"Bahkan jika sebuah artikel keluar saat ini, itu tidak apa-apa karena hanya gosip. Belum terlambat setelah mereka menangkap penjahat." ucap Yoo Ra.

"Kapan itu akan terjadi?" tanya Nyonya Shin tenang.

Yoo Ra, Eomma!

Tapi Nyonya Shin tidak peduli. Yoo Ra langsung kehilangan nafsu makannya.


Di RS, Nyonya Shin sedang menonton berita Min Ho dan Jung Won.

"Ya. Aktris cilik Han Jung Won dengan film 'Leech' memenangkan Blue Dragon Award untuk aktris terkemuka. Publik mencintainya dan menganggapnya sebagai aktris rakyat. Pernikahan bintang top Han Jung Won dengan Presiden Tae Min Ho dari Geosan Electronik berakhir dengan tragis. Tae Min Ho, putra kedua dari perusahaan Geosan, salah satu dari lima keluarga terkaya, ditemukan tewas.  Putra kedua pemilik Grup Geosan, direktur Yayasan Budaya Geosan, ditemukan mati kedinginan, tiga hari setelah dia ditunjuk sebagai presiden Geosan Electronik.  Menurut laporan forensik, sidik jari atau DNA ditemukan..."

Nyonya Shin mematikan televisi yang menyiarkan berita itu.


Nyonya Shin kemudian mengambil koran yang memuat artikel kematian Min Ho dan menunjukkannya pada Pimpinan Tae. Tak lama kemudian, ia tertawa dan berbisik pada Pimpinan Tae.

"Apakah anda, yang begitu hebat, pernah berpikir hari seperti ini akan datang? Dari sekarang, banyak hal menarik yang akan terjadi." ucapnya.


Hyeong Cheol datang karena dipanggil Nyonya Shin.

"Kita harus mengurus semua orang yang berada di sisi Min Ho. Dengan begitu, Soo Ho bisa tidur dengan tenang!" ucap Nyonya Shin.

"Ketua Oh dari Grup Gyeongsan ada di sini." jawab Hyeong Cheol.

"Benarkah? Haruskah aku pergi dan melihat seberapa baik dia bisa menciumku?" tanya Nyonya Shin.

Mereka lalu beranjak pergi.


Pemakanan Min Ho dimulai. Woo Hyuk datang dan memberikan penghormatan terakhirnya pada Min Ho.


Setelah itu ia duduk diluar dan mulai memikirkan sesuatu.

Tak lama kemudian, dua orang dari Grup Geosan datang dan duduk di belakang Woo Hyuk. Mereka membicarakan tentang kemungkinan Pimpinan Tae yang tidak akan bertahan. Woo Hyuk mendengarnya.


Woo Hyuk menerima telepon dari Jae Il. Jae Il mengatakan, Ricky menghilang tanpa jejak. Ia yakin Ricky sudah tewas. Woo Hyuk terdiam.


Woo Hyuk pergi menjenguk Pimpinan Tae. Tapi para pengawal Geosan berusaha menghalanginya. Barulah dia diizinkan masuk setelah dia mengaku jaksa penuntut atas kasus Geosan.


Sekarang, Woo Hyuk sudah berada di depan Pimpinan Tae. Ia menatap dingin Pimpinan Tae dan teringat masa kecilnya saat ia kehilangan sang ayah.

Flashback...


Woo Hyuk tak bisa berhenti menangisi kepergian ayahnya. Sang ibu menyuruhnya makan. Sang ibu berkata, mereka harus hidup dengan baik agar bisa membalas dendam. Woo Hyuk mengerti dan berhenti menangis.



Woo Hyuk tidur ditemani ibunya. Tapi sang ibu tiba-tiba pergi setelah Woo Hyuk tertidur. Woo Hyuk terbangun dan melihat ibunya keluar dari kamar.



Woo Hyuk menatap ke jendela. Ia melihat ibunya keluar dari pagar dan menemui seseorang yang berada di mobil hitam.

Orang itu adalah orang yang dilihat Supir Oh di layar intercom.

Pria itu lantas memberikan sebuah foto pada ibu Woo Hyuk. Ibu Woo Hyuk syok melihat foto itu.



Usai melihat foto itu, ibu Woo Hyuk kembali ke dalam rumah dengan tubuh gemetaran.

Woo Hyuk langsung bersembunyi saat pria itu menatap ke arahnya. Sepertinya Woo Hyuk mengenali pria itu.


Paginya, Woo Hyuk menemukan sang ibu gantung diri di dapur.

Flashback end.......


Woo Hyuk marah. Ia mendekati Pimpinan Tae, kemudian mencekiknya.

Woo Hyuk : Jika kau melakukan dosa, maka kau harus membayar dosamu.


Bersambung............................

No comments:

Post a Comment