Wednesday, February 13, 2019

Babel Ep 4 Part 1

Sebelumnya...


Woo Hyuk mencekik Pimpinan Tae. Wajah Pimpinan Tae memerah seketika. Mesin EKG mulai mengeluarkan bunyi tak beraturan.

Woo Hyuk : Jika kau melakukan dosa, kau harus membayarnya.


Woo Hyuk benar-benar marah.

Tapi, tak lama kemudian, Woo Hyuk akhirnya melepas cekikannya.

"Bukankah mengakhirinya seperti ini terlalu mudah? Kau harus bangun dan membayar harga yang pantas untuk dosa-dosamu." ucap Woo Hyuk dengan mata berkaca-kaca.

Woo Hyuk lantas beranjak pergi, meninggalkan Pimpinan Tae yang megap-megap.


Diluar, Woo Hyuk ditelpon si dokter forensik. Dokter forensik memberitahu bahwa hasil tes DNA dari sampel kulit yang mereka dapatkan dari kuku mayat Min Ho sudah keluar.

Woo Hyuk : Kau sudah tahu identitasnya?

Dokter forensik : Ini sedikit sensitif.


Detektif Jang dan Detektif Lee datang ke pemakaman Min Ho. Soo Ho kesal melihat mereka.

"Hoi, jika penghasilanmu sedikit, kau tidak perlu bayar sumbangan pemakaman!" teriaknya.

Detektif Jang memasukkan sumbangannya ke dalam sebuah kotak.

"Meskipun mereka miskin, mereka masih punya harga diri." ucap Soo Ho sinis.

Detektif Lee kesal, ia mau membalas Soo Ho tapi dihentikan Detektif Jang.


Kedua detektif masuk dan memberikan penghormatan terakhir pada Min Ho.

Setelah itu, mereka menangkap Soo Ho.

Yoo Ra marah.

Detektif Jang berkata, Soo Ho ditahan atas pembunuhan Min Ho.

Soo Ho meminta bukti.


Woo Hyuk pun datang, memberitahu bahwa DNA Soo Ho ditemukan diantara sampel kulit dibawah kuku Min Ho.

Jung Won dan Yoo Ra kaget.


Soo Ho melirik pengawalnya. Sang pengawal mengangguk. Setelah itu Soo Ho mendorong Detektif Jang dan melarikan diri.

Detektif Jang yang didorong Soo Ho, terjatuh. Wajahnya terluka terkena benda yang ada di atas meja pemakaman.

"Hyungnim, kau baik-baik saja?" tanya Detektif Lee.

"Cepat kejar dia!" perintah Detektif Jang.


Detektif Lee langsung memburu Soo Ho. Sementara Jung Won syok.



Woo Hyuk yang mengejar Soo Ho, dihalangi-halangi oleh pengawal keluarga Tae. Tapi Woo Hyuk berhasil menghindari mereka.

Salah satu pengawal Soo Ho berniat mengejar Woo Hyuk, tapi syukurlah Detektif Lee datang dan membantingnya ke lantai.


Soo Ho berusaha kabur dengan mobilnya. Woo Hyuk berlari secepat mungkin dan berhasil meringkus Soo Ho.


Di mobil, Nyonya Shin mendengarkan siaran radio tentang penangkapan Soo Ho.

"Matikan." suruh Nyonya Shin.

Nyonya Shin lalu menyuruh supirnya membawanya ke kantor kejaksaan.

Yoo Ra mengajak ibunya pulang. Yoo Ra berkata, mereka tidak akan bisa menemui Soo Ho sekarang.

Nyonya Shin meraih ponselnya.

"Ini aku komisaris." ucapnya.


Di ruang interogasi, Soo Ho duduk dengan tangan terborgol.

Soo Ho meminta Woo Hyuk melepaskan borgolnya. Ia mencak2, bahkan sampai menjatuhkan kursi lantaran Woo Hyuk menolak membuka borgolnya.

Detektif Lee : Kembalikan kursi itu ke tempatnya.

Soo Ho marah, bangsat kecil ini bersikap kasar sejak tadi!

Tak terima dikatai bangsat, Detektif Lee ingin membalas Soo Ho tapi dihentikan Woo Hyuk. Woo Hyuk lalu menyuruh Detektif Lee keluar.


Woo Hyuk mengembalikan kursi itu ke tempat semula dan meminta Soo Ho memaklumi Detektif Lee. Woo Hyuk berkata, Detektif Lee bersikap seperti itu karena tidak terima rekan mereka dilukai.

Soo Ho : Kenapa aku harus mengerti bajingan seperti dia?

Woo Hyuk : Kau tidak ingin tahu keadaannya? Detektif yang terluka?

Soo Ho : Semuanya bisa kuselesaikan. Jadi lepaskan aku!

Woo Hyuk : Ada lebih dari cukup alasan bagimu untuk mengenakannya, jadi duduk saja. Kau bertengkar dengannya baru-baru ini, bukan?

Soo Ho : Aku tidak tahu, bajingan!

Woo Hyuk mendekati Soo Ho. Ia mengusap memar di dekat mata Soo Ho. Soo Ho tambah marah.

"Kau merias wajahmu dengan baik. Tidak terlihat sedikit pun bekas memar." ucap Woo Hyuk.

Soo Ho mulai takut.


Nyonya Shin dan Yoo Ra menemui atasan Woo Hyuk. Nyonya Shin berkata, mau menemui anaknya.

"Anda pasti sangat khawatir, tapi ada prosedurnya."

"Manajer Umum, apa kejaksaan mematuhi perintah dengan menangkap tanpa surat perintah? Bisa kau buktikan syarat penangkapan dan pencekalan?"

Manajer Umum ingin menjelaskan tapi tiba-tiba ia dihubungi Komisaris.

*Duh, sy greget ama Yoo Ra. Dia minta Woo Hyuk nangkap pembunuh Min Ho, tapi dia marah saat Woo Hyuk menangkap pelakunya yang tak lain adalah Soo Ho. Buktinya udah jelas padahal, tapi tetap aja dia gk terima.


Woo Hyuk mulai menginterogasi Soo Ho. Woo Hyuk berkata, ada jejak perlawanan dari Min Ho, sebelum Min Ho tewas dan kulit Soo Ho ditemukan di kuku Min Ho serta wajah Soo Ho memar secara kebetulan.

Woo Hyuk : Pada hari kejadian, mulai keluar dari rumah sakit sampai pukul dua pagi, kau dimana dan apa yang kau lakukan?


Tak lama kemudian, Nyonya Shin datang bersama Manajer Umum.

Manajer Umum menyuruh Woo Hyuk keluar. Nyonya Shin menyuruh Woo Hyuk melepaskan Soo Ho.

Woo Hyuk pun terpaksa melepaskan borgol Soo Ho karena Manajer Umum juga memerintahnya. Lalu, ia beranjak keluar, meninggalkan Nyonya Shin dan Soo Ho.


Soo Ho marah lantaran sang ibu baru datang. Nyonya Shin meminta Soo Ho mempercayainya.

Nyonya Shin lantas menatap ke arah kamera CCTV.

Tak mau pembicaraan mereka terdengar, Nyonya Shin membisikkan sesuatu ke telinga Soo Ho.

Nyonya Shin : Ibu akan membereskannya. Kau hanya perlu diam, jangan katakan apapun. Kalau kau ingin pulang, dengarkan kata-kata ibu.


Diluar, Manajer Umum bicara dengan Woo Hyuk.

"Tidak bisakah kau bilang bahwa kau baik-baik saja meski itu pura-pura?"

"Aku baik2 saja." jawab Woo Hyuk. Manajer Umum kesal.

Yoo Ra kemudian datang. Ia menatap Woo Hyuk dengan tatapan kecewa. Manajer Umum meninggalkan mereka berdua.


Yoo Ra mendekati Woo Hyuk. Ia yakin, Soo Ho bukan pelakunya. Ia berkata, meski Soo Ho punya banyak kekurangan tapi Soo Ho bukan orang semacam itu.


Nyonya Shin muncul dan menatap Woo Hyuk dengan tatapan kebencian.


-KEBENCIAN-


Geosan menggelar konferensi pers terkait penangkapan Soo Ho. Hyeong Chul menyebut kejaksaan mencemarkan nama baik Geosan. Ia pun mengumumkan akan menuntut kejaksaan untuk membersihkan nama baik Geosan.

"Sampai pelaku pembunuhan yang sebenarnya tertangkap, kami akan menunda pemakaman Min Ho tanpa batas." ucap Byeong Cheol.

Jae Il yang ikut dalam konferensi pers itu pun bertanya, apa Geosan menolak bekerja sama dengan Jaksa?

Hyeong Chul hanya menatap kesal Jae Il tanpa memberikan jawaban. Ia lalu beranjak pergi.


Nyonya Shin dan Yoo Ra menonton konferensi pers itu di TV.


Sementara Jung Won terkejut saat pemakaman Min Ho dibereskan. Kepala Kim berkata, itu perintah dari Nyonya Shin.


Woo Hyuk melarang Kepala Jang minum soju. Tapi Kepala Jang tidak peduli dan menuangkan soju ke gelas Woo Hyuk, tapi untuk dirinya sendiri, ia menuangkannya ke gelas yang cukup besar.

"Lukamu bisa iritasi jika begini." ucap Woo Hyuk cemas.

"Aku pernah ditusuk dan bertemu Sang Pencipta sebelumnya. Dulu bertemu Kepala Kepolisian saja susah, tapi tadi Komisaris datang menemuiku. Setidaknya dia harus menanyakan lukaku kan meski hanya basa basi? Dia menyuruhku damai dengan Soo Ho. Dasar sampah! Di kehidupan berikutnya, lahir jadi konglomerat saja!"

Kepala Jang lalu bertanya ada apa dengan Woo Hyuk. Ia berkata, belakangan ini Woo Hyuk terlihat sedih dan gembira.

"Aku hanya terlambat puber." jawab Woo Hyuk.


Young Eun yang mabuk, masuk ke sebuah apartemen bersama seorang pria. Pria itu berkata, Young Eun sudah mabuk. Young Eun menjawab, dirinya tidak mabuk dan mengajak pria itu minum lagi.

Pria itu lalu melihat lukisan monster yang memakan manusia.


Pria itu kemudian melihat barang-barang yang lain.

"Berapa harga barang itu?"

"Walau kau mati dan hidup kembali, kau tidak akan mampu membelinya."

"Apa?"

"Aku memberikannya padamu."

"Wae?"

"Karena hari ini, hari yang baik."

"Berapa harganya?"

"Kau menginginkannya? Kalau begitu ambil saja."


Young Eun lalu berkata, akan berubah pikiran jika pria itu tak mengambil lukisannya sampai hitungan ke-10.

Young Eun mulai menghitung. Hitungan keempat, pria itu mencoba menurunkan lukisan Young Eun. Tapi alarm langsung berbunyi.

Pria itu bingung, noona?

"Kau tidak kabur? Polisi mungkin sedang dalam perjalanan kemari?" jawab Young Eun.

Pria itu mendengus kesal dan bergegas pergi meninggalkan apartemen Young Eun.

Young Eun tertawa sambil memegang gelas wine nya.


Jung Won berbaring di sofa ketika Woo Hyuk menelponnya. Jung Won tidak menjawabnya. Woo Hyuk menghela nafas.


Woo Hyuk lalu masuk ke ruangan rahasianya yang dipenuhi berbagai macam berkas.

Ia menyalakan laptopnya dan membaca informasi pribadi anggota keluarga Tae.

Tak lama kemudian, Woo Hyuk menemukan sesuatu yang menarik.

Ia mengambil berkas data Min Ho dan mencocokkan data Min Ho dengan anggota keluarga Tae.

Bersambung ke part 2..............

No comments:

Post a Comment