Saturday, February 23, 2019

Babel Ep 6 Part 1

Sebelumnya...


Episode ini dibuka dengan Woo Hyuk yang mendatangi Jung Won.

Jung Won berkaca-kaca melihat Woo Hyuk.

Woo Hyuk menatap Jung Won sejenak, sebelum akhirnya, ia beranjak mendekati Jung Won dan memeluk Jung Won.


Soo Ho berusaha mengakhiri hidupnya. Ia melompat dari balkon gedung kejaksaan.


Lampu di ruang operasi menyala. Tim dokter sedang mengoperasi Soo Ho.


Nyonya Shin duduk diluar, menunggu Soo Ho yang masih dioperasi.


Kondisi Soo Ho semakin kritis. Dokter langsung melakukan kejut jantung.


Diluar, juga ada Young Eun. Young Eun tak berhenti menatap Nyonya Shin.


Hyeong Cheol sedang bicara dengan seseorang di telepon. Ia mengancam, akan mencabut semua iklannya jika orang itu menerbitkan artikelnya. Hyeong Cheol berjalan pergi.


Tak lama kemudian, Yoo Ra datang.

Yoo Ra : Oppa bagaimana?

Nyonya Shin yang ditanya diam saja.

Yoo Ra : Eomma!


Nyonya Shin : Duduk.

Nyonya Shin sendiri terlihat marah.


Woo Hyuk dan Jung Won duduk di depan restoran. Woo Hyuk meminta Jung Won bersandar padanya.

Woo Hyuk : Jangan kau pendam sendiri. Kau boleh mengatakannya padaku.

Jung Won : Woo Hyuk-ssi, naneun....

Jung Won berhenti sejenak. Sorot matanya nampak sedih.

"... kalau aku bersandar padamu, kau akan sangat menderita." lanjut Jung Won.

Woo Hyuk berkata tak apa. Tapi Jung Won tetap tidak bisa mengatakannya karena tak sanggup melihat Woo Hyuk terluka.


Woo Hyuk lantas menggenggam tangan Jung Won dan meminta Jung Won untuk tidak melepaskan tangannya.

Woo Hyuk : Cukup datang padaku. Perlahan. Tak perlu terburu-buru. Untuk waktu yang lama, aku akan menunggu untuk waktu yang lama. Kau bisa, kan?

Mendengar itu, tangis Jung Won pun keluar.


Woo Hyuk : Saranghaeyo.

Woo Hyuk lalu menghapus tangis Jung Won.


-Episode 6, Kebangkitan-


Woo Hyuk langsung ke RS begitu mendengar kabar tentang Soo Ho yang mencoba bunuh diri.

Di lorong, dia bertemu Yoo Ra. Woo Hyuk menanyakan keadaan Soo Ho. Yoo Ra berkata, bahwa kakaknya masih dioperasi. Yoo Ra lalu bertanya, haruskah Woo Hyuk bertindak sampai sejauh itu. Woo Hyuk meminta maaf.

Yoo Ra yang tahu ibunya sangat marah, melarang Woo Hyuk menemui ibunya. Tapi Woo Hyuk tak peduli dan tetap pergi.

*Entah kenapa sy masih gk percaya Soo Ho pembunuh Min Ho. Soal Yoo Ra, sy gk tau mau komen apaan. Intinya sih, darah Geosan mengalir dalam tubuh Yoo Ra jadi mau sebejat apapun keluarganya, dia bakal ngebelain keluarganya mati-matian. Si Yoo Ra ini kek nya bakal lebih kejam dari ibunya.


Woo Hyuk menemui Nyonya Shin. Nyonya Shin menatap Woo Hyuk dengan tatapan membunuh.


Jung Won sedang menonton berita Geosan. Ia terkejut mendengar berita tentang Soo Ho yang mencoba bunuh diri.

Berita kemudian membahas tentang Soo Ho yang ditangkap tanpa surat perintah hanya akan terjadi bila kejaksaan memiliki bukti kuat kalau Soo Ho lah pelaku pembunuh Min Ho.


Ruangan Woo Hyuk digeledah. Para staff Woo Hyuk tak bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Orang-orang yang juga berasal dari kejaksaan, membawa pergi berkas-berkas Woo Hyuk tentang Soo Ho.

"Bagaimana nasib kita?" tanya Manajer Oh cemas.

"Jangan cemas. Hujan mendadak seharusnya cepat reda." jawab staff perempuan berkacamata.


Satu per satu staff Woo Hyuk diinterogasi. Orang-orang itu berusaha mencari celah untuk mengkambinghitamkan Woo Hyuk. Mereka mencari tahu, apakah Woo Hyuk melakukan kekerasan pada Soo Ho sebelum Soo Ho melompat.

Staff Woo Hyuk membela Woo Hyuk.


Giliran Woo Hyuk diinterogasi. Orang-orang itu sekarang mempersoalkan kamera pengawas yang dimatikan beberapa menit sebelum insiden terjadi. Woo Hyuk menolak bicara.


Kepala Jaksa membela Woo Hyuk. Ia menegaskan, bukan Woo Hyuk yang mendorong Soo Ho dari lantai 3 gedung jaksa. Tapi mereka tak peduli dan berniat membawa masalah ini ke komite disiplin.


Woo Hyuk bicara dengan Jaksa Kepala. Woo Hyuk minta maaf atas insiden Soo Ho. Jaksa Kepala pun bertanya, sejauh apa Woo Hyuk memberi tekanan sampai Soo Ho berniat bunuh diri.

Jaksa Kepala kemudian bertanya, apa yang akan Woo Hyuk lakukan sekarang.

Woo Hyuk : Aku tak apa, tapi usahan Manajer Oh dan Inspektur Jo tak terkena dampaknya.

Jaksa Kepala : Kalau kau bersikap sok pahlawan, apa masalah akan selesai? Sekarang bukan waktunya mengkhawatirkan orang lain! Kau keluar dari kasus.

Woo Hyuk : Jaksa Kepala!

Jaksa Kepala : Tersangka mencoba bunuh diri. Bukankah sudah sewajarnya?

Woo Hyuk : Kuakui itu salahku. Tapi aku tak setuju kalau tim penyelidikan kau ganti.

Jaksa Kepala : Keluar! Sampai komite disiplin dimulai, kau jangan bertingkah.


Dokter menjelaskan kondisi kritis Soo Ho. Setelah itu, ia beranjak pergi.

Hyeong Cheol menyuruh Nyonya Shin istirahat.

Nyonya Shin : Hyeong Cheol-ah, apa tujuan hidupmu? Cha Woo Hyuk, sebaiknya dia berharap Soo Ho cepat pulih. Jika Soo Ho tak bisa melihat, mata orang itu harus dicongkel. Jika Soo Ho tak bisa berjalan, dia juga tak boleh menginjak tanah lagi.

Hyeong Cheol sontak kaget dengan ucapan mengerikan noona nya.


Yoo Ra mendengar ucapan sang ibu dari luar. Sontak, ia langsung cemas dan berniat menghubungi Woo Hyuk tapi tak jadi.


Sekarang, Yoo Ra membereskan semua barangnya. Tak lama, salah seorang rekannya datang.

Yoo Ra : Pengacara Kwon, sudah berapa lama kau bekerja di bawahku?


Woo Hyuk dan tim nya duduk di sebuah warung.

Manajer Oh kesal, ia tidak bisa menerima Woo Hyuk diperlakukan seperti itu.

Deok Bae meminta maaf. Ia mengaku sangat malu. Ia juga berkata, harusnya ia yang didisiplinkan.


Woo Hyuk mengajak Kepala Jang keluar. Diluar, Woo Hyuk memberitahu Kepala Jang bahwa terjadi pencurian sebelum insiden Soo Ho.

Kepala Jang terkejut, apa? Apa yang hilang?

Woo Hyuk : USB yang kita temukan di kamar Tae Soo Ho.

Kepala Jang : Apa isinya?

Woo Hyuk : Aku tidak tahu. Tidak sempat kuperiksa. Masalahnya... sepertinya ada mata-mata.


Kepala Jang tidak percaya.

Woo Hyuk : Sebagian besar staf jaksa tak tahu tempat penyimpanan barang sitaan. Tapi rute keluar masuk pencuri itu sangat akurat.

Kepala Jang : Kenapa kau memberitahuku? Memangnya aku mata-matanya? Kita tidak sedekat itu.

Woo Hyuk : Kau menerima banyak uang asuransi kecelakaan.

Kepala Jang : Astaga, kau tak tahu apa-apa. Kau sama sekali tak membantuku. Kepalaku sudah puyeng tapi masih kau tambah lagi pekerjaanku.

Woo Hyuk : Mianhaeyo.

Kepala Jang : Sekarang kau akan bagaimana?

Woo Hyuk tidak menjawab.

Kepala Jang : Matikan sakelar, lalu tidurlah. Lingkaran hitammu sudah sampai lututmu.


Woo Hyuk ada di bis ketika Jung Won menelponnya. Woo Hyuk berbohong, ia berkata dirinya ada di rumah.

Jung Won sendiri ada di rumah Woo Hyuk. Mendengar itu, Jung Won pun mengaku dirinya di restoran.

Woo Hyuk : Masih ada pembeli?

Jung Won : Aku baru mau naik. Woo Hyuk-ssi, beristirahat lah. Besok kutelpon lagi.


Woo Hyuk ke kuil, mendoakan ayah dan ibunya.


Setelah itu, ia bermalam di kuil. Woo Hyuk mencoba tidur tapi tidak bisa.


Besok paginya, Woo Hyuk terbangun. Ia keluar dari kamarnya.

Jung Won tiba-tiba muncul di depannya.

Jung Won tersenyum, tidurmu nyenyak?

Woo Hyuk awalnya kaget tapi setelahnya, ia tersenyum.

Bersambung ke part 2.......

No comments:

Post a Comment