Wednesday, February 27, 2019

Babel Ep 8 Part 1

Sebelumnya...

Kita lanjut ya gaes... sy lanjut Babel dan Haechi dulu ya untuk minggu ini.... Untuk sinopsis lainnya, mohon bersabar....

Oya sebelum lanjut, sy mau tanya, ada yang suka drama Love In Sadness? Yg main Park Han Byul, Park Ha Na, Ji Hyun Woo dan Ryoo Soo Young. Ceritanya kurang lebih sama kayak Let Me Introduce Her. Tentang wanita bernama Yoon Ma Ri yang mendapat kekerasan dari suaminya, Kang In Wook. Yoon Ma Ri lantas meminta bantuan Seo Jung Won, seorang dokter bedah plastik, untuk merubah wajahnya. Nanti disini Ma Ri dan Jung Won akan saling jatuh cinta.


Jung Won terkejut melihat Woo Hyuk dan Asisten Woo (Jd namanya Woo ya bukan Oh, soalnya diawal episode, asisten Min Ho ini marganya Oh)

Sementara itu, Asisten Woo meminta Woo Hyuk tutup mata jika tidak bisa mengatasi kebenarannya.

Asisten Woo pun pergi.


Jung Won yang berdiri di pinggir jalan, menghubungi Asisten Woo. Ia ingin tahu apa yang Woo Hyuk bicarakan. Asisten Woo mengaku, kalau mereka tidak membahas hal yang penting.

Asisten Woo : Cha Geomsa, sepertinya dia sangat peduli padamu. Kau tidak akan berubah pikiran karena dia, kan?

Jung Won : Jangan cemas.


-Ep 8, PECAH-


Kepala Jaksa menemui Soo Ho. Tapi Soo Ho hanya mau bicara dengan Woo Hyuk.

"PANGGILKAN CHA WOO HYUK!" perintah Soo Ho.


Hyeong Cheol dengan paniknya memberitahu Nyonya Shin kalau Soo Ho akan mengatakan kebenarannya pada Woo Hyuk. Sontak Nyonya Shin kaget.


Soo Ho berusaha meraih kursi rodanya, tapi ia malah jatuh.


Nyonya Shin dan adiknya bergegas ke RS. Di depan kamar Soo Ho, mereka bertemu Woo Hyuk yang juga baru datang. Nyonya Shin berusaha menghalangi Woo Hyuk masuk dengan alasan, kondisi Soo Ho yang belum membaik. Woo Hyuk pun berkata, kalau ia mendengar cerita yang berbeda tentang kondisi Soo Ho. Woo Hyuk lantas menyuruh petugas menghalangi siapa pun yang mencoba masuk.

Petugas mengerti dan menghalangi Nyonya Shin masuk ke dalam.


Di dalam, Soo Ho berusaha bangun dan duduk di kursi rodanya. Tepat saat itu, Woo Hyuk datang dan menawarkan bantuan.


Woo Hyuk minta penjelasan kenapa Soo Ho memanggilnya. Soo Ho : Aku tidak bisa bilang jika itu adalah kasih sayang yang salah. Sebelumnya mungkin aku sedikit dipermalukan, karena harga diriku yang tidak signifikan.

"Itu saja?" tanya Woo Hyuk.

"Kupikir kau akan mengerti yang kukatakan. Pikirkan apapun yang akan membuatmu nyaman." jawab Soo Ho.

Woo Hyuk mulai memasang wajah serius. Ia bertanya, apa yang terjadi pada Soo Ho dan Min Ho sebelum Min Ho meregang nyawa. Soo Ho berkata, bahwa ia dan Min Ho berebut obat malam itu.

"Obat? Maksudmu narkoba?" tanya Woo Hyuk.

"Aku marah karena aku sudah kehabisan dan dia tidak mau memberiku apapun." jawab Soo Ho.

"Kau mau bilang Presiden Tae Min Ho menyediakan obat-obatan untukmu?" tanya Woo Hyuk.

"Separah kelihatannya, itu benar." jawab Soo Ho.


Soo Ho lalu mengingat kejadian malam itu, saat ia dan Min Ho bertengkar di klub.

Flashback...

(Dua jam sebelum kematian Min Ho)


Soo Ho mendatangi Min Ho di klub. Ia yang sudah tidak tahan, meminta obatnya tapi Min Ho tidak mau memberikannya. Soo Ho memaksa, tapi Min Ho malah mendorongnya. Tapi Soo Ho terus merengek meminta obat karena tidak bisa lagi menahan rasa sakaunya. Tapi Min Ho malah mencengkram kerahnya dan memintanya sadar.

Flashback end...


Soo Ho melanjutkan ceritanya, kalau ia disuruh datang ke Geosan saat dalam perjalanan pulang ke rumah. Soo Ho berpikir, jika Min Ho mau memberikan obatnya.

Tapi sampai disana, ia malah menemukan Min Ho sudah tewas bersimbah darah dengan pisau masih menancap di tubuh Min Ho.

Soo Ho sontak kaget dan berusaha membangunkan Min Ho.


Di luar, dua staf keamanan yang sedang patroli melihat pintu ruangan Min Ho terbuka. Curiga, mereka masuk.

Soo Ho yang ketakutan dituduh sebagai pelakunya, memutuskan bersembunyi dibalik rak.


Dua staf masuk dan mengarahkan senternya pada jasad Min Ho. Saat itulah, Soo Ho menubruk salah satu staff dan berlari keluar.

Flashback end...


Soo Ho lalu mengaku bahwa Min Ho adalah segalanya baginya. Tapi Woo Hyuk tidak percaya dan menuding Soo Ho berbohong karena tahu Soo Ho sangat membenci Min Ho selama ini.

Soo Ho pun berkata, bahwa Woo Hyuk salah dan tidak tahu apa-apa. Soo Ho bilang, hanya Min Ho satu-satunya orang yang mengerti dirinya selama ini.

Soo Ho : Sampai Min Ho datang, aku hanya boneka. Ibu selalu menjadi akar dari ketidakmampuanku.

Flashback...


Soo Ho yang baru pulang sekolah, langsung berlari mencari ibunya. Ia menunjukkan gambarnya yang dipuji oleh sang guru di sekolah dan mengatakan apa yang dibilang gurunya bahwa ia memiliki bakat. Tapi Nyonya Shin malah merobek gambar itu dan menginjaknya. Ia lalu berkata, kalau Soo Ho tidak membutuhkan hal-hal seperti itu karena bakat dan nasib Soo Ho adalah menjadi pemilik Geosan sejak dilahirkan.

Soo Ho menangis.

Flashback end...


Soo Ho : Aku ingin menunjukkan pada ibuku betapa putus asanya diriku. Hari itu ternyata datang lebih cepat dari yang aku kira.

Flashback...


Min Ho duduk dan makan di lantai saat Soo Ho, Yoo Ra dan Nyonya Shin makan di meja makan.

Nyonya Shin kemudian memanggil anjing peliharaan mereka yang bernama Da Mi. Nyonya Shin memberikan beberapa daging pada Da Mi. Min Ho diam saja, melihat Da Mi diberi makan dengan sorot mata agak sedih.

Soo Ho melihat Min Ho yang tengah menatap Da Mi.


Esok harinya, Soo Ho dan Nyonya Shin menemukan Da Mi tewas dengan leher tergorok.

Soo Ho terkejut dan menatap ke arah Min Ho yang berdiri di balkon sambil menatapnya.


Nyonya Shin marah, ia langsung berlari ke dalam dan mencambuk Min Ho. Min Ho diam saja menerima perlakuan Nyonya Shin. Soo Ho yang melihat itu dari pintu pun kaget.

Soo Ho : Orang yang membunuh anak anjing hari itu adalah aku. Aku takut, tapi juga penasaran apa yang akan dilakukan ibuku setelah itu. Kenapa ibuku terus menekan Min Ho padahal dia tahu aku yang melakukannya. Apakah dia membayangkan Min Ho adalah aku? Apakah dia menikmatinya karena itu? Tapi yang membuatku penasaran justru Min Ho, bukan ibu. Meskipun dia dipukuli di tempat dagingnya terkoyak, kenapa dia tidak mengatakan apa-apa? Ketika dia tahu aku yang melakukannya, dia tidak melakukan apapun sampai akhir. Min Ho menahannya sampai akhir untukku.


Flashback pun kembali diperlihatkan, saat Min Ho yang hendak pergi, memberikan Soo Ho sebuah hadiah. Soo Ho membuka hadiahnya yang ternyata adalah lukisannya yang tadi dirobek dan diinjak ibunya.


Nyonya Shin menyuruh Soo Ho memilih satu diantara dua wanita pilihannya. Nyonya Shin memilih Young Eun.


Soo Ho yang tak mau menikah dengan wanita pilihan ibunya berkonsultasi dengan Min Ho. Tapi menurut Min Ho tidak terlalu buruk jika Soo Ho menerima perjodohan itu.

Min Ho : Jika dia adalah putri Harian Myeongshin, dia akan membantumu.

Soo Ho : Benarkah?

Min Ho : Kau tidak percaya padaku? Belum ada gunanya menunjukkan cakarmu pada ibu. Ini demi dirimu.

Soo Ho mengerti.

Flashback end...


Soo Ho : Tidak ada yang tahu. Meskipun kami berjauhan, kami lebih dekat satu sama lain.

Woo Hyuk bertanya, apa Soo Ho membunuh Min Ho karena perselingkuhan Min Ho dan Young Eun.

Soo Ho menyangkal. Ia berkata, tidak pernah mencintai siapa pun untuk melakukan pembunuhan dan dia akan melepaskan Young Eun jika Min Ho menginginkannya.

Woo Hyuk : Apa kau manusia? Kenapa kau sejauh ini?

Soo Ho : Karena semua yang dilakukan Min Ho adalah untukku. Itulah yang aku yakini. Jika dia memintaku untuk menanggung sesuatu, aku akan menanggungnya. Jika dia menyuruhku marah, aku akan marah. Bahkan ketika dia membuatku memakai narkoba dan mengejar Young Eun, aku percaya itu semua keuntungan untukku.


Tangis Soo Ho pecah. Ia mengaku bahwa Min Ho adalah segalanya baginya dan satu-satunya orang yang mengerti dirinya.

Soo Ho : Dia adalah satu-satunya harapan yang akan membuatku melarika diri dari keluarga ini dan memberiku kebebasan. Aku... aku tidak membunuh Min Ho.

Woo Hyuk tidak percaya. Soo Ho tidak peduli Woo Hyuk percaya atau tidak. Ia mengaku, hanya kebenaran itu yang bisa dikatakannya.

Woo Hyuk : Kebenaran? Kenapa kau baru mengungkapnya sekarang?

Soo Ho : Saat aku melompat keluar dari jendela di kantor kejaksaan, keraguan muncul. Apakah Min Ho benar-benar melakukan segalanya untuk kebahagiaanku?


Woo Hyuk meninggalkan kamar Soo Ho sambil memikirkan pengakuan Soo Ho.

Bersambung ke part 2...........

No comments:

Post a Comment