Wednesday, February 27, 2019

Babel Ep 8 Part 2

Sebelumnya...


Jaksa Kepala memanggil Woo Hyuk. Ia penasaran, apa yang dikatakan Soo Ho pada Woo Hyuk. Woo Hyuk pun berkata, bahwa Soo Ho menyangkal telah membunuh Min Ho.

Jaksa Kepala : Tidak ada pembunuh yang akan mengaku setelah melakukan pembunuhan.

Woo Hyuk : Meskipun itu sepihak, kesaksian tentang Tae Min Ho, ada beberapa poin yang perlu kita pertimbangkan.

Jaksa Kepala : Apa maksudmu? Jaksa harus mempercayai bukti. Apa kau mempercayai kata-kata si brengsek itu? Jangan berpikiran lain. Dapatkan bukti darinya dan jangan memberinya ruang untuk bergoyang.


Usai menemui Jaksa Kepala, Woo Hyuk diajak makan oleh Kepala Jang. Kepala Jang menyuruh Woo Hyuk makan. Kepala Jang bilang, perut Woo Hyuk harus terisi meskipun Woo Hyuk sedang bingung.

Woo Hyuk pun berkata, kalau Kepala Jang juga harus makan.

Kepala Jang : Aku makan dengan baik. Tingkat gula darahku turun jika aku tidak makan.

Kepala Jang tertawa. Ia lantas menyuap makanannya tapi kemudian ingat cerita Woo Hyuk soal pernyataan Soo Ho yang tidak membunuh Min Ho. Kepala Jang penasaran, apa Woo Hyuk percaya kata-kata Soo Ho.

Woo Hyuk : Aku tidak ingin percaya.


Kepala Jang : Kau benar-benar percaya padanya bukan? Haruskah kita mencari tersangka lain? Seperti Han Jung Won atau lainnya?

Woo Hyuk tidak menjawab dan mengajak Kepala Jang minum.


Jung Won yang tengah memasak, tiba-tiba kepikiran soal pembicaraan Woo Hyuk dan Asisten Woo.

Jung Won lantas kembali memotong wortelnya tapi karena pikirannya terus tertuju pada hal lain, jarinya teriris pisau.

Mi Sun kemudian datang. Tangis Jung Won pecah.

Jung Won : Ini menyakitkan. Seperti orang bodoh, aku menangisi ini. Mianhae.

Mi Sun memeluk Jung Won.

"Kenapa minta maaf? Menangis saja. Menangislah sesukamu." jawab Mi Sun.


Pengacara Kwon sedang membaca data-data Kepala Jang. Tak menemukan sesuatu yang menarik, ia pun membalik lembarannya dan membaca data Detektif Lee. Pengacara Kwon kemudian tersenyum.

"Bingo!" ucapnya saat menemukan bahwa Detektif Lee pernah bersekolah di SMA Jaemoolpo.


Pengacara Kwon lantas pergi menemui Detektif Lee. Saat Detektif Lee lewat, ia menampol kepala Detektif Lee dan bersikap sok akrab.

"Lee Gi. Kau Lee Gi, kan? Kelas 34 SMA Jaemoolpo. Tidak ingat aku? Aku di kelas 32." ucap Pengacara Kwon.

Detektif Lee tampak bingung.

*Disuruh Yoo Ra ni pasti, mata-matain tim Woo Hyuk buat nyari kelemahan Jung Won. Bener kata Young Eun, darah Geosan memang mengalir di tubuh Yoo Ra.


Woo Hyuk duduk diam di rumahnya, memikirkan pernyataan Soo Ho yang menyangkal membunuh Min Ho.


Lalu ia ingat pertanyaan Kepala Jang, apakah mereka harus mencari tersangka lain.

Terakhir, ia ingat saat dirinya menanyakan kejadian di malam Min Ho terbunuh pada Jung Won, tapi Jung Won tetap bungkam.


Ponselnya berdering. Telepon dari Jae Il yang memberitahu tentang Pimpinan Tae yang sudah siuman. Sontak, ia kaget dan langsung pergi.


Woo Hyuk langsung ke RS Geosan (oh, jadi RS tempat Pimpinan Tae dan Soo Ho dirawat itu punya Geosan toh, pantes dijaga ketat orang2 Geosan). Tapi dia dihalangi masuk oleh petugas.

Tiba-tiba, terdengar bunyi alarm. Para pengawal serta tim dokter langsung berlarian menuju kamar.


Ternyata Pimpinan Tae mengamuk. Dokter pun menyuruh suster menyuntikkan obat penenang tapi Pimpinan Tae melarang. Pimpinan Tae berteriak, akan membunuh mereka semua jika berani melakukan itu.

Dokter lantas menyuruh suster berhenti. Ia menyuruh semua orang keluar agar bisa bicara dengan Pimpinan Tae.


Pimpinan Tae menyuruh dokter memanggil Min Ho. Dokter meminta maaf karena tidak bisa melakukannya tanpa persetujuan Nyonya Shin.

Pimpinan Tae semakin marah.

"Kenapa aku butuh izin darinya? Apa kalian semua gila? Aku Tae Byeong Chan!"

Dokter pamit dan beranjak pergi.


Anehnya, dokter pergi sambil menutup hidungnya. Setelah dokter pergi, Woo Hyuk keluar dari tempatnya sembunyi.


Nyonya Shin di perjalanan, diantar Hyeong Cheol. Hyeong Cheol bertanya, haruskah mereka melakukan itu?

Hyeong Cheol : Sudah ada desas desus yang beredar bahwa kakak ipar sudah bangun. Para direktur juga datang padaku dan mencurigaiku. Terutama Direktur Eksekutif Go, gaesaekki...

Nyonya Shin : Bagaimana kau ingin menanganinya?

Hyeong Cheol : Bukannya aku bertanya apa yang harus kita lakukan, aku hanya khawatir.

Nyonya Shon : Aku memikirkannya. Resolusi paling rapi adalah jika orang tua itu mengakui kematian Min Ho dan menyerahkan segalanya pada Soo Ho. Mengingat temperamen lelaki tua itu, akan dia melakukannya?

Hyeong Cheol : Bagaimana jika dia mulai menggali insiden helikopter?

Nyonya Shin : Itu juga mungkin.

Hyeong Cheol menghela nafas. Ia benar-benar resah.


Nyonya Shin : Atur ekspresimu. Ada banyak cara mengembalikan dia jadi koma lalu mati.

Hyeong Cheol kaget, noona...

Nyonya Shin : Awalnya memang sulit tapi kedua kalinya akan sangat mudah.

Hyeong Cheol : Tapi tetap saja untuk melakukan itu...

Hyeong Cheol tak habis pikir dengan pikiran Nyonya Shin. Nyonya Shin lantas mengaku masih belum mengambil keputusan.


Seung Hee teringat pada obat tetes mata yang ia berikan pada suaminya.

Flashback...


Obat tetes mata itu digunakan Kapten Pilot sebelum melakukan penerbangan. Setelah menerbangkan helikopternya, ia mulai kesulitan bernapas sebelum akhirnya tewas dan helikopter jatuh.

Flashback end...


Seung Hee juga ingat saat ia dihubungi seseorang yang menyuruhnya kabur karena tim jaksa penuntut akan datang.

Saat hendak kabur, seseorang membekapnya dari belakang.


Orang itu kemudian membawanya pergi dengan mobil box.


Seung Hee tertawa mengingat semua itu. Ia kemudian menangis dan mengacak-ngacak rambutnya sambil berteriak kalau ia harus keluar dari sana.

Tiba-tiba, Seung Hee melihat penjepit rambutnya yang jatuh dan berniat menyayat nadinya dengan itu.


Woo Hyuk menemui Pimpinan Tae.

Woo Hyuk : Aku Jaksa Cha Woo Hyuk dari Kejaksaan Distrik Barat. Anda mengingatku?

Pimpinan Tae : Cha Geomsa, apa kau dengan Hyeon Sook? Kau berteman dengannya?

Woo Hyuk : Animnida.

Pimpinan Tae : Min Ho tidak mati, kan? Dia hidup, kan?

Woo Hyuk : Tae Min Ho ditemukan tak bernyawa di kantor anda.

Pimpinan Tae : Bagaimana bisa terjadi? Apa ini perbuatan Hyeon Sook?

Woo Hyuk : Masih diselidiki.

Pimpinan Tae marah besar dan meminta Woo Hyuk menangkap pelakunya.


Woo Hyuk pun teringat kematian ayahnya.


Woo Hyuk lantas mendekati Pimpinan Tae dan menatapnya tajam.

Woo Hyuk : Kau pembunuh. Siapa aja?


Woo Hyuk juga ingat saat menemukan ibunya tewas gantung diri di dapur.


Woo Hyuk : Siapa yang memberimu hak melakukan itu?

Pimpinan Tae kaget...

"Apa kau..."

"Jadi kau membunuhnya? Cha Seong Hoon juga?"

Sontak Pimpinan Tae kaget mendengar nama Cha Seong Hoon.

Woo Hyuk meminta penjelasan kenapa Pimpinan Tae membunuh ayahnya.


Tak lama kemudian, Nyonya Shin datang dan melihat perlakuan Woo Hyuk ke suaminya. Ia lalu memanggil penjaga. Penjaga seketika datang dan berusaha menyeret Woo Hyuk keluar.

"Lepaskan!" ucap Woo Hyuk, lalu kembali menatap marah Pimpinan Tae.

"Selamat atas kembalinya kau ke dunia." ucap Woo Hyuk.


Woo Hyuk berniat pergi tapi langkahnya terhenti saat mendengar Pimpinan Tae menanyakan Min Ho pada Nyonya Shin.

Pimpinan Tae lantas memanggil Woo Hyuk Seong Hoon dan menyuruh Seong Hoon mati. Sontak Woo Hyuk kaget dan heran.

Nyonya Shin meminta penjelasan apa yang sedang terjadi.

Pimpinan Tae tidak menjawab pertanyaan Nyonya Shin dan malah meminta maaf pada Woo Hyuk yang dikiranya Seong Hoon. Pimpinan Tae mengaku, bahwa ia sangat takut. Karena ia sangat takut.

Woo Hyuk kaget bukan main.


Sementara Nyonya Shin menatap tajam suaminya.

Ya, Pimpinan Tae menderita Delirium, penyakit gangguan mental dimana penderita mengalami kebingungan parah dan menjadi linglung terhadap lingkungan sekitar.


Jae Il terkejut tahu dari Woo Hyuk tentang kondisi Pimpinan Tae. Woo Hyuk mengaku, sempat berbicara sebentar dengan dokter dan dokter berkata, penyakit Pimpinan Tae tidak bisa dipulihkan.

Jae Il : Ini seperti hukuman Tuhan. Setelah pria seperti itu bangun, dia tidak akan pernah bisa melakukannya lagi.

Woo Hyuk : Dia pikir aku ayahku.

Jae Il : Apalagi yang bisa dikatakan? Dia bahkan tidak waras. Apa yang bisa kau lakukan?

Woo Hyuk tidak menjawab dan hanya menghela nafas.


Yoo Ra prihatin dengan kondisi ayahnya.


Soo Ho bahkan tampak sedih.


Nyonya Shin meminta anak-anaknya menganggap semua itu sebagai berkah bagi Geosan.

Yoo Ra langsung menatap kesal ibunya, eomma!


Yoo Ra mengajak kakaknya mencari rumah sakit lain. Tapi sang ibu bilang, tidak ada rumah sakit yang lebih baik dari Geosan. Yoo Ra tambah marah.

Yoo Ra yang sudah tidak tahan lagi melihat kondisi ayahnya, akhirnya beranjak pergi.


Soo Ho yang juga sedih berniat pergi tapi ditahan sang ibu. Sang ibu meminta Soo Ho tidak terlihat muram seperti itu dan meyakinkan Soo Ho semua akan baik-baik saja.

Soo Ho : Hentikan. Kubilang hentikan! Siapa yang melakukan ini pada ayah? Ibu, kau tahu, kan?

Nyonya Shin : Soo Ho-ya!

Soo Ho : Kepada Min Ho, ibu juga yang melakukannya.

Nyonya Shin : Kau tidak tahu untuk siapa aku melakukan ini? Bahkan jika orang lain tidak tahu, kau tidak bisa melakukan ini padaku.

Soo Ho : Minggir! Kubilang minggir!

Soo Ho mendorong ibunya sedikit dan beranjak pergi.


Esoknya, persidangan Soo Ho dimulai. Yoo Ra sebagai pengacara Soo Ho, membeberkan dua alasan kenapa Soo Ho menjadi tersangka. Pertama, karena Soo Ho ada di lokasi kejadian dan kedua, noda darah korban ditemukan padanya.

Yoo Ra : Tidak ada bukti langsung atau tidak langsung dalam kesaksian atau bukti material dan tentu saja, tidak ada senjata pembunuhan langsung bahwa tersangka membunuh korban. Ketika jaksa penuntut hanya memiliki dua titik lemah sebagai alasan untuk menyebut terdakwa sebagai tersangka, aku heran mengapa jaksa tidak mempertimbangkan tersangka lain.

Hakim : Tersangka lain?


Yoo Ra lantas menyerahkan bukti baru.

Yoo Ra : Ini adalah gambar dari penjaga keamanan yang menjadi saksi di lokasi pembunuhan. Seperti klienku, ada di lokasi pembunuhan pada saat pembunuhan dan seperti klienku, noda darah korban ditemukan di pakaian dan sepatu mereka. Aku ingin mempertanyakan pada jaksa penuntut, mengapa hanya klienku menjadi satu-satunya tersangka.

Hakim menunggu jawaban Woo Hyuk. Woo Hyuk yang ingat pengakuan Soo Ho, tidak membalas argumen Yoo Ra.


Hakim : Ini adalah ulasan tentang legalitas penahanan kasus ini, Tersangka Tae Soo Ho yang diminta oleh Pengacara Tae Yoo Ra, Kwon Seung Chan, Lee Ju Yeong dan Kim Bo Hyeong.

Dengan ini, pengadilan memberikan mosi karena alasan yang dikutip oleh pembela.

Yoo Ra langsung menarik napas lega, tapi ia juga heran kenapa Woo Hyuk tidak membalas argumennya.


Diluar, Woo Hyuk mengucapkan selamat pada Yoo Ra. Yoo Ra pun bertanya, kenapa Woo Hyuk tidak membalas argumennya tadi. Apa Woo Hyuk menemukan tersangka lain? Woo Hyuk tidak menjawab dan minta diri.

Sontak, Yoo Ra yang mengira Jung Won pelakunya, langsung menatap kepergian Woo Hyuk dengan tatapan kesal.


Hyeong Cheol masuk ke ruangan Pimpinan Tae dan menemui kakaknya yang duduk di sana.

Hyeong Cheol : Ini melegakan kan karena Soo Ho sudah dibebaskan.

Nyonya Shin : Itu adalah perjalanan yang panjang sampai dia kembali.

 Akhirnya ia telah menemukan posisi yang selayaknya.

Hyeong Cheol : Bisakah kita meninggalkan kakak ipar sendirian? Dia tidak dalam kondisi dimana dia bisa melakukan apa-apa.

Nyonya Shin menatap Hyeong Cheol.

Hyeong Cheol : Wae?

Nyonya Shin tersenyum, tidak apa-apa.


Seung Hee tergeletak tak sadarkan diri di dalam kurungannya. Tak lama, si penjaga datang membawakan makanan. Curiga melihat Seung Hee tidak bergerak, ia memeriksanya dan melihat pergelangan tangan Seung Hee yang berlumur darah.

Tak lama kemudian, Seung Hee membuka matanya dan menggigit lengan si penjaga. Si penjaga kesakitan.


Kesempatan itu digunakan Seung Hee untuk kabur, tapi sayangnya ia kembali tertangkap. Si penjaga menginjak tangan Seung Hee. Seung Hee mengedarkan pandangannya dan menemukan tang catut tak jauh dari tempatnya. Ia pun langsung mengambil tang catut dan memukul kaki si penjaga. Si penjaga kesakitan dan Seung Hee langsung kabur.


Si penjaga bergegas mengejar Seung Hee tapi melihat Seung Hee berhasil menyetopkan sebuah mobil dan dua orang pria turun dari mobil menolong Seung Hee, si penjaga langsung kabur.

Seung Hee pun  pingsan.


Si penyusup sedang melakukan push-up. Selesai melakukan push-up, ia berdiri dan mengelap keringatnya.

Saat matanya mengarah pada layar yang terhubung dengan gudang tempat penyekapan Seung Hee, ia kaget. Ia tidak menyangka Seung Hee bisa kabur.


Nyonya Shin mengadakan rapat darurat.

Nyonya Shin : Sekaranglah saatnya kita harus melakukan yang terbaik untuk mendukung Tae Soo Ho sebagai pewaris Grup Geosan.

Seorang anggota dewan bertanya soal rumor Pimpinan Tae yang sudah bangun.

Nyonya Shin membenarkan rumor itu.

Anggota dewan itu menolak Soo Ho sebagai pewaris Grup Geosan. Ia juga menghasut anggota dewan yang lainnya dan mengatakan, bahwa Geosan Grup adalah milik Pimpinan Tae.


Sontak, Hyeong Cheol marah dan membela kakaknya.

"Hei, Direktur Shin. Aku Direktur Eksekutif Goo Sang Wook. Kau tidak tahu tempatmu!"

Hyeong Cheol tambah marah dan berniat menghajar Direktur Goo tapi dihentikan anggota dewan yang lain.


Nyonya Shin lalu memberi kode pada asistennya. Sang asisten pun mengerti dan langsung memencet remote yang dipegangnya.

Ruangan seketika menjadi gelap. Anggota dewan kaget. Nyonya Shin menyuruh semuanya duduk.

Atas perintah Nyonya Shin, asistennya memberikan instruksi pada seseorang di rumah sakit.

Sebuah layar yang terhubung ke kamar Pimpinan Tae pun menyala.

Direktur Go dan anggota dewan lain sontak kaget melihat kondisi Pimpinan Tae.


Nyonya Shin : Mereka mengatakan itu tidak dapat diubah. Itulah yang terjadi pada pimpinan kita. Ini kemalangan bagi kita semua. Untuk menghilangkan masa depan yang tidak pasti dan untuk menyelamatkan Geosan, kita harus menyelesaikan proses pengangkatan Soo Ho secepat mungkin.

Hyeong Cheol tampak puas.


Kamera lalu kembali menyoroti wajah Pimpinan Tae yang linglung.


Nyonya Shin bangkit dari duduknya dan beranjak pergi tapi ia berhenti melangkah di depan Direktur Goo.

Direktur Goo : Aku pikir keputsan bijak anda akan menyelamatkan Geosan. Anda luar biasa.


Nyonya Shin dan Hyeon Cheol kembali ke mobil sambil tertawa. Nyonya Shin lantas meminta Hyeon Cheol tetap waspada.


Hyeon Cheol membukakan pintu untuk Nyonya Shin. Setelah Nyonya Shin masuk, supir langsung mengunci pintu dan tidak membiarkan Hyeon Cheol masuk.

Supir itu adalah Ricky! Ricky membawa Nyonya Shin pergi.


Hyeon Cheol berusaha mengejar namun gagal.


Ricky : Sudah lama, Nyonya. Sangat sulit untuk bertemu anda. Maafkan saya.

Nyonya Shin : Kau siapa?

Ricky : Ini Sopir Kim. Anda tidak ingat?

Nyonya Shin : Sopir Kim, apa yang kau lakukan!

Ricky hanya tersenyum.


Nyonya Shin lantas mengambil ponselnya, berniat memanggil polisi tapi Ricky memberikan sesuatu dan meminta Nyonya Shin melihatnya sebelum memanggil polisi.

Bersambung ke part 3...........

No comments:

Post a Comment