Friday, February 1, 2019

Blessing of the Sea Ep 3 Part 3

Sebelumnya...


Di sekolah, Hong Joo sedang membagi-bagikan brosur makanan ditemani dua temannya, Jo Hun Jung dan Lee Woo Yang.

"Sim Chung Yi, kau berusaha meningkatkan penjualan? Kau berkali-kali melanggar." ucap Hun Jung.

"Ini, kuberikan dua pamflet terakhir untuk kalian." jawab Hong Joo memberikan brosurnya.

Hong Joo lantas merengek, minta Hun Jung memberitahukannya dimana Si Joon bekerja.

Lalu terdengar bunyi bel dan Hong Joo pun buru-buru pergi.


Di bandara, terpajang spanduk bertuliskan "Pemenang Kontes Piano Chopin ke-16" disertai foto seorang pria berambut panjang.

Tak lama kemudian, pria di foto keluar dari terminal kedatangan. Para fans nya langsung berteriak.

"Poong Do! Kau tampan sekali! Ma Poong Do si tampan berkulit pucat."


Poong Doo lantas menghubungi temannya, Ryan. Poong Doo mengaku sedang dalam perjalanan menuju hotel. Ryan pun meminta Poong Doo waspada.

"Kurasa ada yang menguntitmu. Sisa air botol minummu dijual daring sebagai air suci." ucap Ryan.

Poong Do tertawa mendengarnya.


Hong Joo pulang ke rumahnya, membawa dua plastik penuh berisi lauk. Tapi baru masuk rumah, ia langsung disambit kemarahan sang ibu.

"Orang-orang bilang aku menggunakan anak tiri sebagai budak. Kau yang gila uang dan terus bekerja, jadi, kenapa harus aku yang disalahkan?"

Hak Kyu datang dan meminta Deok Hee berhenti memarahi Hong Joo.

"Sim Hak Gyu! Di mana kau menghabiskan 20 dolarmu kemarin? Kenapa kau beri aku kurang dari seharusnya?" tanya Deok Hee.

Mendengar itu, Hak Kyu pun pura-pura sakit perut dan berlari keluar.


Deok Hee berusaha mengejar Hak Kyu tapi dihalangi Hong Joo.

"Ibu. Aku dapat makanan gratis dari toko lauk. Mau kubawakan untuk Ji Na? Ada rebusan akar lotus dan telur puyuh, kesukaannya."

"Ini sebabnya aku tidak tahan denganmu. Kau tidak pernah peduli padanya selain memberikan barang gratis. Kapan kau pernah peduli pada Ji Na?"

"Hanya dia yang tidak pernah menjawab teleponku."

"Berikan kepadanya dengan kotak lauk yang bersih. Jangan pakai plastik juga. Ji Na benci berantakan dan kotor."

"Jangann cemas, Bu Bang!"


Sekarang, Hong Joo sudah berada di kamarnya. Ia sedang menatap buku rekeningnya.

Setelah itu, ia membuka lacinya dan mencium cat nya.


Lalu, ia melihat sebuah jas berwarna biru.


Tak lama kemudian, ia dihubungi Hun Jung, yang memberitahunya dimana tempat Si Joon bekerja.

Hong Joo pun senang.


Hong Joo langsung ke hotel tempat Si Joon bekerja. Ia menelpon Si Joon dan berkata akan menunggu Si Joon di lobby.

Sementara, Poong Doo juga berada di lobby yang sama. Poong Doo kemudian bangkit dan pergi tanpa membawa tasnya.


Hong Joo lantas melihat para fans Poong Doo yang diusir keamanan hotel.

Hong Joo lalu mendekati tempat Poong Doo duduk tadi dan melihat sejumlah papan bertuliskan 'Istri Poong Doo' dan 'Ma Poong Doo Berkulit Pucat' berserakan dilantai.


Hong Joo tertawa, lalu meletakkan papan2 itu di atas meja dan duduk di kursi.

Ia pun kembali melihat jas yang ternyata akan dia berikan pada Si Joon. Ia berharap, Si Joon menyukainya. Tak lama kemudian, Poong Doo datang dan melihat Hong Joo sedang mencium jas itu tapi dalam penglihatannya, Hong Joo sedang mencium jas berwarna hitam.


Mengira jas itu miliknya, Poong Doo langsung mendekati Hong Joo dan merebut jas Hong Joo.

"Orang tuamu tahu apa rencanamu?" tanya Poong Doo.

Sontak, Hong Joo terheran-heran dan meminta jas nya dikembalikan.

Poong Doo lantas melihat papan-papan milik fansnya di atas meja. Mengira Hong Joo akan menjual jas nya, Poong Doo pun bertanya berapa harga jas itu.

"Tanya saja di toko baju." jawab Hong Joo, lantas berusaha mengambil jas nya.

"Kudengar kau bahkan menjual air yang kuminum. Anggap saja itu manis, tapi ini pencurian."

"Apa yang kau bicarakan? Beraninya kau meremehkanku?" Hong Joo mulai marah.


"Jika menyukai seseorang, harus dengan tulus. Dari mana kau mempelajari trik kotor itu?" tanya Poong Doo.

"Kau benar-benar sudah gila. Kembalikan jaketku!" teriak Hong Joo.

"Kau... beraninya kau. Kau hanya penguntit!" ucap Poong Doo.

"Apa yang kau bicarakan? Apa kau sakit? Apa yang membuatmu berpikir aku menyukaimu? Kau seperti bandit!" jawab Hong Joo.

"Bandit? Itu lebih buruk daripada pencuri." ucap Poong Doo.


Hong Joo berusaha mengambil jaketnya. Poong Doo pun memanggil keamanan untuk mengusir Hong Joo.

Hong Joo marah dan memukul hidung Poong Doo dengan kepalanya.

Poong Doo langsung jatuh. Hong Joo pun mengambil jaketnya dan bergegas pergi.


Poong Doo terkejut menyadari hidungnya berdarah.

"HYA!!" Poong Doo meneriaki Hong Joo.

Hong Joo pun menghentikan langkahnya dan tersenyum puas.


Bersambung.........

No comments:

Post a Comment