Wednesday, March 13, 2019

Babel Ep 11 Part 1

Sebelumnya...

Kita ke Babel ya gaes... Untung Babel 4 episode terakhir lagi.... klo gk, kayaknya sy bakal stop nonton... ceritanya bikin sy emosi...

Si Yoo Ra makin betingkah... makin lama makin mirip dia sama emaknya.. jd inget kata-kata Young Eun, klo dalam diri Yoo Ra juga mengalir darah Geosan.. so, sebejat apapun Grup Geosan, si Yoo Ra ini bakal menutup mata dan belain Geosan mati2an..

Semoga endingnya, Soo Ho mampu melindungi Geosan.. Nyonya Shin dan Pimpinan Tae dapat balasannya... awalnya sy pikir, di Geosan, yg waras itu hanya Yoo Ra.. tapi ternyata sy salah.. Yoo Ra karakter paling munafik disini... Yg waras di keluarga itu hanya Soo Ho. Narkoba? Soo Ho kenal narkoba juga karena Min Ho. Soo Ho juga gk pernah mukulin Young Eun meskipun dia tahu Young Eun ada affair ama Min Ho. Pengen Soo Ho dapat akhir yg bahagia disini. Begitu pun dengan Woo Hyuk. Sy gk ngarep sih dia bersatu ama Jung Won.

Cukup Woo Hyuk ngehukum pembunuh ayahnya (kalo ayahnya memang bener dibunuh), terus dia bener2 jadi seorang jaksa, tanpa ada embel2 balas dendam lagi.


Jung Won terkejut melihat kemunculan Woo Hyuk di bandara. Ia penasaran dan bertanya, bagaimana Woo Hyuk bisa tahu dia ada di bandara.

Woo Hyuk diam saja.

Tak lama kemudian, rekan-rekan Woo Hyuk muncul. Sontak Jung Won kaget. Apalagi saat Detektif Lee maju dan memborgol tangannya, ia semakin kaget.


Woo Hyuk : Han Jung Won-ssi, kau ditangkap atas dugaan pembunuhan Tae Min Ho. Mulai saat ini, kau berhak untuk diam. Kau berhak didampingi pengacara. Mulai saat ini, apapun yang kau katakan, akan digunakan untuk melawanmu di pengadilan. Bila kau tak mampu membayar pengacara...

Woo Hyuk yang terguncang atas penangkapan Jung Won, menghindari kontak mata dengan Jung Won. Sementara Jung Won, dia menatap Woo Hyuk dengan mata berkaca-kaca.


-Ep 11, KONSEKUENSI-


Nyonya Shin yang sedang membersihkan wajahnya, dihubungi seseorang yang memberitahukan soal penangkapan Jung Won.

Setelah menerima kabar itu, ia pun tertawa dan berkata situasi berubah menjadi lucu sekarang.


Rekan2 Woo Hyuk masih tak menyangka Jung Won pelaku pembunuhan Min Ho.

Detektif Lee mengaku, saat melihat wajah Jung Won, membuatnya bingung.

Staf pria berkacamata berkata, kalau mereka punya bukti Jung Won membunuhnya.


Staff pria berkacamata lalu mencari sesuatu.

"Kau mencari apa?" tanya staff wanita berkacamata.

"Catatan panggilan tersangka." jawab staff pria.

"Sudah kuberikan padamu." ucap staff wanita.

"Makanya. Soal dokumen itu, jaksa... kenapa jaksa tak kelihatan?" tanya staff pria lagi.


"Dia di ruang interogasi." jawab Manajer Oh.

"Dia menginterogasi tersangka sendirian?" tanya Kepala Jang.

"Tidak, katanya mau bertemu sebentar." jawab Manajer Oh.

Kepala Jang merasa aneh.


Jung Won duduk di ruang interogasi. Woo Hyuk menatapnya dari balik kaca.

Woo Hyuk lalu masuk ke ruang interogasi.

Woo Hyuk : Kau tak apa, Jung Won-ssi?

Jung Won : Jaksa...

Woo Hyuk : Kau terkejut, kan?

Jung Won diam karena takut pembicaraan mereka terdengar.

Woo Hyuk yang menyadari hal itu pun berkata, kalau hanya ada mereka berdua.

Barulah Jung Won bicara. Jung Won mengatakan, dia tak apa.


Woo Hyuk menghibur Jung Won. Kalau tidak akan terjadi apa-apa. Woo Hyuk bilang, dia gagal menjadi reporter tapi cukup lumayan menjadi jaksa.

Woo Hyuk lalu bertanya, kenapa Jung Won ada di bandara? Kemana Jung Won mau pergi? Ia juga meminta Jung Won mengatakan padanya bagaimana Min Ho bisa tewas. Ia mengatakan, bahwa mereka memiliki video Jung Won yang memegang pisau. Tapi Jung Won tetap bungkam.

Woo Hyuk : Aku tak peduli kalau kau memanfaatkanku dalam kasus Tae Min Ho. Meski kau membunuh Tae Min Ho, tak ada yang berubah. Karena apapun yang terjadi, aku akan melindungimu. Karena aku mencintaimu. Tapi untuk melakukannya, aku harus tahu kejadian sebenarnya malam itu. Tolong katakan... agar aku dapat melindungimu.


Jung Won : Gomawoyo. Jangan ambil resiko demi aku. Kau adalah Jaksa. Bila jaksa melindungi tersangka, masyarakat akan mengkritiknya.

Woo Hyuk : Itu alasanmu pergi? Hanya itu? Itu sebabnya kau diam? Itu sebabnya kau lari?

Jung Won : Maaf, kau... aku tak pernah mencintaimu. Karena beratnya penderitaan, sesaat aku butuh seseorang untuk membantuku. Melihatmu mempertaruhkan hidupmu untukku, maaf, tapi itu terlalu berat.

Woo Hyuk : Bicara kejam padaku seperti itu, membuatmu merasa tenang? Pasti ada alasan yang tak bisa kau katakan. Tak jadi soal karena aku akan mengetahuinya.


Woo Hyuk bangkit dari duduknya dan beranjak ke pintu tapi ia kembali menatap Jung Won.

Woo Hyuk : Suatu saat kasus ini akan selesai. Pada saat itu kita pergi bersama. Aku tak peduli walau tanpa tujuan. Di mana pun tak menjadi masalah asalkan kita bersama. Berkelana ke banyak tempat, ketika menemukan tempat yang kau suka, di sana... kita bertiga bersama... akan hidup bersama selamanya.

Jung Won berkaca-kaca mendengarnya.


Tanpa mereka sadari, omongan mereka didengar staff pria berkacamata. Staff pria berkacamata sontak kaget. Tangannya tampak memegang catatan panggilan ponsel Min Ho.


Woo Hyuk menuju ruangannya. Manajer Oh langsung bertanya, apa yang dikatakan Jung Won.

Woo Hyuk pun berkata, tidak ada yang penting.

Detektif Lee : Tim detektif kita sukses besar hari ini. Kita terus menggali dan menemukan bukti yang tak pernah terbayangkan.

Deok Bae : Apa? Ketua Tim Jang yang menemukannya. Kau coba mengabaikan hal itu?

Detektif Lee : Aku bilang apa? Bukankah aku bilang Ketua Tim Jang menemukannya?

Staff pria berkacamata masuk.

Woo Hyuk : Sekali lagi, kita harus bangun kasus dalam batas waktu 48 jam setelah penangkapan. Kumpulkan semua data kasus Tae Min Ho tanpa ada yang tertinggal. Semua kedatangan terakhir ke rumah Tae Min Ho dan data kasus helikopter, susun dengan baik. Dan kendalikan media serta rahasiakan selama mungkin.

Tim Woo Hyuk mengerti.

Woo Hyuk lalu masuk ke ruangannya.

Staff pria berkacamata mulau menatap Woo Hyuk dengan tatapan curiga.


Kepala Jang minum sangat banyak. Staff pria berkacamata yang duduk di depannya pun menyuruhnya makan.

Staff pria : Jangan minum dengan perut kosong. Pencernaanmu bisa bermasalah.

Staff pria lalu menanyakan kabar kedua anak Kepala Jang, Yi Soo dan Won Yeong. Ia juga menanyakan kabar istri Kepala Jang.

Kepala Jang : Kenapa mendadak aku jadi sasaran interogasi? Mau kucarikan janda kaya raya?

Staff pria : Aneh. Pelaku ditangkap dan bukti penting ditemukan. Tinggal menunggu hasil penilaian kinerja. Kenapa tampangmu cemberut?



Kepala Jang : Memangnya aku kenapa?

Staff pria : Wajah santaimu seperti itu?

Kepala Jang : Di perutmu ada sepuluh ekor ular?

Staf pria : Kau sendiri? Apa yang kau sembunyikan?

Kepala Jang : Kau tak perlu tahu. Kalau kau pikirkan, kau akan bingung.

Staff pria : Kau tak takut yang kau pikirkan mungkin benar?


Kepala Jang : Kau bicara begitu karena tahu? Atau kau menebak? Sudahlah. Hari ini aku takkan tertipu.

Staff pria : Terserah.

Kepala Jang : Tapi... apa Han Jung Won benar-benar pelakunya?

Staff pria : Itu pendapatmu atau pendapat orang lain?

Kepala Jang : Bukan aku. Tapi ada orang lain... yang berharap Han Jung Won bukan pembunuhnya.

Staff pria : Kenapa?

Kepala Jang : Karena perasaan pribadi.

Staff pria : Hentikan, aku akan pura-pura tidak mendengar.

Kepala Jang : Lalu bagaimana kalau dia berusaha menutupinya?

Staff pria : Bicaramu semakin membosankan. Kau, berhenti membuka mulutmu. Kalau terus kau buka, hanya tersembur dan tersebar bualanmu.

Kepala Jang :  Kau yang mengajukan semua pertanyaan padaku.


Di ruangannya, Woo Hyuk sedang mempelajari berkas-berkas.


Sementara Jung Won duduk sendirian di ruang interogasi.


Asisten Woo menyusup ke kamar Jung Won. Dia mengepalkan tangannya, kesal, karena tak menemukan Jung Won di sana.

Tak lama kemudian, ia mendengar suara langkah.


Langkah itu berasal dari Mi Sun. Mi Sun masuk ke kamar Jung Won. Ia terkejut menemukan jendela kamar Jung Won terbuka.

Bersambung ke part 2.........

No comments:

Post a Comment