Friday, March 15, 2019

Babel Ep 12 Part 1

Lanjut gaes.....

Sebelumnya...


Woo Hyuk dengan emosional mengungkapkan alasan kenapa Jung Won membunuh Min Ho.

"Pasti sangat tak tertahankan sehingga kau ingin mati. Bagi yang lain, kalian berdua tampaknya menikah dengan bahagia. Itu yang bahkan dipercayai oleh keluarga. Kau tidak bisa memberi tahu siapa pun karena kau adalah seorang aktris terkenal dengan gelar menantu dari keluarga chaebol. Dan kemudian kau tidak tahan lagi. Jika Tae Min Ho menjadi penerus Geosan Group, kau tidak akan bisa melarikan diri selamanya. Karena tidak tahan lagi, kau meminta perceraian pada hari kejadian. Bukan begitu? Permintaan perceraian pasti membuat marah Tae Min Ho. Karena kehilangan pikiran, Tae Min Ho menyerangmu lagi."

Jung Won menangis mendengar penuturan Woo Hyuk.


Woo Hyuk lantas berdiri dan membacakan catatan medis Jung Won.

Woo Hyuk : Segera setelah kejadian itu ada catatan bahwa lehermu terluka karena dicekik. Mengapa diam saja? Mengapa? Bukankah kau tidak punya pilihan lain untuk menyelamatkan hidupmu? Tolong jawab. Apa kau mengakui kau membunuhnya untuk membela diri?

Jung Won berdiri. Ia lalu menatap tajam Woo Hyuk.

Jung Won : Aku tidak akan menjawab lagi.


Staff pria berkacamata masuk ke ruangannya. Ia menghela nafas, lalu melihat ke ruangan Woo Hyuk. Wajahnya menatap cemas papan nama Woo Hyuk.

Ia lalu mengingat jawaban Jung Won saat dirinya mengatakan bahwa karir seorang jaksa akan tamat jika membela dan melindungi tersangka. Jung Won pun berkata, tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


Ponsel staff pria berbunyi. Staff pria kembali menutup pintu dan menjawab teleponnya. Telepon dari Deok Bae yang menyuruhnya segera datang karena semua orang sudah berkumpul.

Staff pria mengerti. Ia mematikan lampu dan langsung keluar dari ruangannya.


Jae Il meminta Woo Hyuk bicara, bukti apa yang dimiliki penuntut.

Jae Il : Bukankah itu satu dari dua bukti?

Woo Hyuk tidak menjawab dan mengambil botol sojunya. Wajah nya terlihat frustasi.

Jae Il mengambil botol soju dari tangan Woo Hyuk.

Jae Il : Entah itu kasus yang sempurna atau omong kosong. Jika bukan itu, lalu mengapa menolak untuk bersaksi? Dia tidak punya alasan untuk itu. Yang mana itu?

Woo Hyuk : Tidak bisakah kau diam saja hari ini?

Woo Hyuk lalu menuang soju ke gelasnya.


Jae Il : Ini kasus yang sempurna, bukan? Jika itu omong kosong, maka kau tidak punya alasan untuk menjadi seperti ini sekarang. Jika itu benar, maka tidakkah kau pikir kau perlu menjauh dari Jung Won?

Jae Il pun berusaha menasehati Woo Hyuk.

"Jika kau melakukan kejahatan, kau harus membayarnya. Bukankah itu yang selalu kau katakan?" ucap Jae Il.

Woo Hyuk terdiam. Tak lama kemudian, bulir air matanya menetes. Woo Hyuk terluka.


Staff pria yang baru datang, meminta maaf atas keterlambatannya. Ia mengaku ada yang harus diselesaikannya tadi.

Staff pria lalu melihat hidangan di atas meja.

"Kau gelandangan di seberang jalan, kau tidak bisa makan makanan semacam ini di rumahmu, bukan? Komisaris membeli untuk semua kerja keras yang telah kau lakukan. Ribeyes adalah suguhan istimewa." ucap staff pria.

"Lebih tepatnya, kita makan dengan uang pajak." jawab staff wanita.


Staff pria duduk. Staff wanita menuangkan soju untuknya.

Mereka pun merayakan keberhasilan mereka mengungkap pembunuh Min Ho.


"Tapi bukankah itu agak aneh?" ucap Detektif Lee.

"Aku tahu? Ini bukan daging sapi Korea, kan?" jawab Manajer Oh.

"Tidak, aku berbicara tentang jaksa. Dia mengendarai kasus untuk pertahanan diri. Dia bahkan bukan pengacara. Apa hanya aku yang merasakan hal ini?" ucap Detektif Lee.

"Aku bertanya-tanya apakah dia akan berhenti menjadi jaksa penuntut dan membuka kantor untuk menjadi pengacara pembela." jawab Kepala Jang.

Kepala Jang menyuap makanannya dengan wajah sedikit kesal.


"Detektif Lee, ini cara kerjanya. Ada banyak bukti tetapi bukti penting, tidak ada bukti penting. Jadi apa yang penting?" ucap staff pria.

"Itu adalah..." Detektif Lee mencoba menjawab.

"Ini pengakuan." sambung Manajer Oh.

"Dia akan mengarahkan kasus sebagai kejahatan yang dilakukan sebagai pembelaan diri dan kemudian mendapatkan pengakuan. Maka kasus pembunuhan dibuat. Apakah itu membela diri atau tidak,
itu bisa diperdebatkan di pengadilan nanti." ucap staff pria.

"Daebak." jawab Detektif Lee.

Deok Bae memikirkan sesuatu. Staff pria bertanya, ada apa dengan Deok Bae.

Detektif Lee : Dia agak lambat.

Deok Bae : Itu aneh.


Detektif Lee : Apa yang aneh? Kau tidak pernah siap untuk mendengarkan dan belajar.Hei, katanya Jaksa sedang mengerjakannya dengan tingkat strategi yang sangat tinggi.

Deok Bae : Bukan itu. Aku bertanya kenapa Han Jung Won tidak mengatakan itu?  Jika dia menjawab, maka itu menjadi pembelaan diri.

Staff wanita : Mungkin dia tidak bisa mengakuinya.

Detektif Lee : Kenapa tidak?

Staff wanita : Karena dia tidak membunuhnya.

Kepala Jang : Dia bisa memohon yang kelima kalinya jika dia membunuhnya, kan?

Staff pria : Kau bahkan tidak tahu prinsip yang dianggap tidak bersalah, bukan? Mendidik diri sendiri. Dia membunuhnya atau tidak, kita tidak mendapat pengakuan darinya.

*Cuma Kepala Jang, Deok Bae dan Staff wanita yang merasa Jung Won bukan pelakunya.


Jung Won masih di ruang interogasi. Ia mulai kelelahan.


Polisi menyetopkan taksi yang ditumpangi Woo Hyuk. Polisi meminta sopir taksi mengambil jalur lain karena ada kecelakaan di jalur depan. Sopir taksi membangunkan Woo Hyuk.


Woo Hyuk berjalan mendekati jalur polisi. Polisi menyuruh Woo Hyuk pergi.

Woo Hyuk melihat ke arah jasad di dalam kantong mayat. Sontak Woo Hyuk kaget dan memaksa mendekat tapi dihalangi polisi.

Woo Hyuk pun berkata, kalau dia jaksa tapi para polisi tidak percaya karena mencium alkohol dari mulut Woo Hyuk.

Woo Hyuk menerobos kerumunan polisi dan membuka kantong mayat. Ia terkejut melihat jasad itu jasad Ricky.


Woo Hyuk masuk ke ruangan di rumahnya tempat ia menyimpan arsip2 dan data Geosan.

Ia membuka foldernya yang berhubungan dengan Geosan dan menatap foto Ricky.


Jae Il yang baru tiba di restoran Mi Sun, dihubungi Woo Hyuk. Jae Il minta maaf atas sikapnya tadi menyuruh Woo Hyuk menjauhi Jung Won. Ia mengaku dirinya hanya terkejut.

Woo Hyuk : Ricky sudah mati.

Jae Il kaget, apa?

Woo Hyuk : Kupikir dia terbunuh di depan rumah.

Jae Il : Maksudmu, di rumahmu? Benarkah?

Woo Hyuk : Aku melihat dengan mata kepala sendiri.

Jae Il : Siapa yang membunuhnya? Siapa yang bisa membunuh ... Bagaimana jika kau dalam bahaya juga?

Woo Hyuk : Lalu aku tahu siapa yang melakukannya.

Jae Il : Kau gila? Aku gugup, Hyung. Bagaimana jika ini dikubur selamanya?


Pelakunya siapa lagi kalau bukan Nyonya Shin. Nyonya Shin mengucapkan terima kasih pada seseorang di telepon dan mengaku sudah menerimanya.

Setelah itu, ia tersenyum melihat pisau yang ada di dalam kotak. Pisau itu adalah pisau yang disebut-sebut Ricky sebagai barang bukti tewasnya ayah Woo Hyuk.


Woo Hyuk mengambil air di kulkas.

Lalu ia ingat kata-kata Ricky saat menghubunginya tadi sebelum ia menginterogasi Jung Won. Ricky bilang, akan memberitahu siapa pembunuh ayah Woo Hyuk. Tapi saat itu, Woo Hyuk bilang akan menemui Ricky nanti setelah urusannya selesai.

Ricky bertanya, kau pikir ada kesempatan lain?

Barulah Woo Hyuk mengerti maksud Ricky tentang kesempatan lain.Ia baru sadar Ricky dalam bahaya saat menelponnya tadi.


Besoknya, Pengacara Geosan menemui Jung Won.

Pengacara Geosan : Grup Geosan mendapatkan tim hukum sekarang. Jangan khawatir. Kau hanya perlu masuk di sini.

Pengacara Geosan menyuruh Jung Won menandatangani sesuatu.

Pengacara Geosan : Putusan yang tidak bersalah mungkin sulit, tetapi kami akan mengurangi hukuman serendah mungkin. Aku akan bertanya apa yang kau lakukan pada hari kejahatan itu. Kenapa kau datang kesana.

Jung Won : Biarkan aku bertemu ibu mertuaku.

Pengacara Geosan : Mengingat kasusnya, kupikir tidak baik untuk kalian bertemu sekarang.

Jung Won mengambil buku agenda Pengacara Geosan yang ada di atas meja dan menuliskan sesuatu.

"Berikan ini ke Nyonya. Jika dia membacanya, dia akan bertemu denganku." ucap Jung Won.


-Ep 12, LARANGAN-


Pengacara Geosan memberikan surat titipan Jung Won pada Nyonya Shin. Sesuai perkataan Jung Won, Nyonya Shin langsung menyuruh manajernya, Manajer Lee, menyiapkan mobil. Ia berniat menemui Jung Won setelah membaca pesan itu. Wajahnya nampak menahan amarah.

Nyonya Shin : Kau membaca ini?

Pengacara : Tentu saja tidak.


Jaksa Kepala meminta Woo Hyuk menyerahkan surat perintah penangkapan Jung Won.

Jaksa Kepala : Karena dia tidak mau menjawab, abaikan pembelaan diri.

Woo Hyuk menolak. Ia mengatakan, mereka masih menginterogasi Jung Won dan ada bagian yang belum ditanyakan.

Jaksa Kepala, Alibi, senjata pembunuhan, motif, kau menemukan semuanya! Apalagi yang kau butuh?

Woo Hyuk sewot, beri aku waktu!

Jaksa Kepala : Kenapa kau marah? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah? Sudah cukup teliti, jadi serahkan surat perintah.


Woo Hyuk kekeuh menolaknya. Ia berkata itu kasusnya dan ia akan melakukannya dengan caranya.

Woo Hyuk beranjak pergi. Jaksa Kepala sewot.


Diluar, dia bertemu Nyonya Shin, Manajer Lee dan pengacara Geosan.

Nyonya Shin mengaku datang untuk menjenguk Jung Won tapi Woo Hyuk melarang mereka bertemu Jung Won.

Nyonya Shin : Sepertinya kau masih tidak tahu tempatmu.

Woo Hyuk : Aku seorang jaksa penuntut dan ini kantor jaksa jadi silahkan pergi.

Manajer Lee memberitahu kalau Jung Won lah yang menyuruh mereka datang.


Di ruangannya, staff pria bertanya, apakah dia seperti salah satu dari orang2 Geosan jika dia membunuh putranya?

Deok Bae : Kau membicarakan Shin Hyeon Sook? Dia masih anggota keluarga jd bukankah wajar kalau dia mengunjunginya?


Manajer Oh : Tetapi anggota keluarga saling memegang pisau?

Staff wanita : Mereka berbeda dari orang2 kita bukan? Itu tepat bagi mereka untuk memuluskan semuanya dari sudut pandang Geosan.

"Benar, jika Han Jung Won pelakunya, Geosan akan kehilangan muka."

"Dia datang kesini dengan sepatu wanita yang sama."

"Tidak mungkin. Tetap saja dia membunuh putranya."


Woo Hyuk yang mendengarkan pembicaraan teman2nya dr ruangannya hanya bisa menghela nafas kesal.


Sementara itu, Nyonya Shin meminta penjelasan kenapa Jung Won membunuh Min Ho.

Jung Won berkata ia yakin Nyonya Shin datang bukan untuk menanyakan itu.

Nyonya Shin lalu menunjukkan surat Jung Won.

Nyonya Shin : Bagaimana kau bisa mendapatkan ini?


Jung Won pun mengingat malam itu, saat dia berjalan gontai di depan ruangan tempat Min Ho ditemukan tewas.


Setelah Jung Won pergi, seorang pria datang mendekati jasad Min Ho. Ia yang mengenakan sarung tangan hitam, menghapus sidik jari pada pisau yang menancap di dada Min Ho.

Lalu orang itu mengambil tas Jung Won yang ketinggalan disamping jasad Min Ho.


Dia juga membersihkan sidik jari diatas meja.

Orang itu, Asisten Woo! Wajahnya tampak babak belur.


Di depan Sungai Han, Jung Won menangis ketakutan.

Tak lama Asisten Woo datang dan masuk ke mobil Jung Won.

Asisten Woo : Aku sudah mengurus sisanya. Ketika kau tiba di rumah, kau harus bertindak seperti tidak ada yang terjadi. Maka tidak ada yang mencurigaimu Nyonya. Aku akan menghubungimu pada waktu yang tepat. Aku percaya kau akan menepati janjimu.

Asisten Woo lantas pergi.


Setelah itu, Jung Won melihat amplop yang ditinggalkan Asisten Woo untuknya.
Ia membukanya dan mengambil foto2nya dengan Woo Hyuk. Foto itu membuatnya nangis lagi.
Kemudian, ia mengambil amplop berwarna cokelat didalam map itu. Betapa terkejutnya ia mengetahui isi amplop itu.

Flashback end...


Jung Won : Terlepas bagaimana aku mendapatkan ini, bukankah penting bahwa aku memiliki surat wasiat yang mengatakan bahwa Min Ho adalah pewaris?

Nyonya Shin : Kemudian kau mau apa dengan itu?

Jung Won : Tergantung pada apa yang akan kau lakukan.

Jung Won meminta Nyonya Shin mengeluarkannya dari sana. Tapi Nyonya Shin menolak. Nyonya Shin bilang Jung Won tidak punya hak atas harta itu karena Jung Won sudah membunuh Min Ho.
Nyonya Shin lalu bilang akan mengirimkan cukup uang ke rekening penjara Jung Won.

Nyonya Shin kemudian bangkit, mau pergi tapi Jung Won mengaku hamil anak Min Ho.
Jung Won : Min Ho ayah anak ini dan aku ibunya. Aku tidak punya hak tapi anak berbeda. Aku perlu berdiskusi dengan pengacara bagaimana hukum itu bekerja.

Nyonya Shin sontak kaget dan merasa kesal.

Nyonya Shin : Kau wanita kurang ajar.

Jung Won merasa diatas angin.


Begitu keluar dari ruang interogasi, Nyonya Shin menemui Woo Hyuk yg menunggu diluar sejak tadi. Nyonya Shin pura2 tersenyum dan mengaku senang bisa bertemu Jung Won lagi berkat Woo Hyuk.


Setelah Nyonya Shin pergi, Woo Hyuk menemui Jung Won. Woo Hyuk meminta penjelasan kenapa Jung Won menemui Nyonya Shin.

Jung Won bilang itu karena dia mau mendiskusikan sesuatu.

Woo Hyuk meminta Jung Won bicara jujur tapi Jung Won menolak.

Woo Hyuk lalu memberitahu Jung Won kalau ia akan menginterogasi Jung Won lagi dan meminta Jung Won menjawab ya untuk setiap pertanyaannya.

Jung Won : Aku tidak akan diinterogasi lagi. Aku bisa mengurus masalahku sendiri. Mulai hari ini, masalahku akan diurus Grup Geosan.

Woo Hyuk kaget mendengarnya.

Bersambung ke part 2...

1 comment: