Monday, March 18, 2019

Babel Ep 12 Part 2

Sebelumnya...


Pengacara Kwon memberikan laporan kontrak untuk Pabrik Geosan Electric yang ada di India.

Pengacara Kwon : Tidak ada masalah besar tapi kami baru saja menambahkan bagian paten seperti yang kau sebutkan.

Yoo Ra memeriksanya, setelah itu ia menandatanganinya dan kembali menyerahkan laporannya pada Pengacara Kwon.

Pengacara Kwon menatap Yoo Ra, seperti ingin menyampaikan sesuatu.

Yoo Ra bertanya, wae? Apa masalahnya?

Pengacara Kwon pun memberikan surat permohonan cuti. Tapi Yoo Ra menolaknya.

Yoo Ra : Berhentilah bicara konyol. Kau bertindak seperti ini karena masalah kemarin? Apa kau memberontak?

Pengacara Kwon : Kau pikir aku ini apa? Ini tidak terlalu sibuk. Memberikan hadiah padaku yang hanya bekerja...

Yoo Ra : Tidak, kau tidak bisa.


Pengacara Kwon : Benar! Aku tidak bisa. Tidak mungkin aku bisa.

Yoo Ra tambah sewot, haruskah aku membuatmu terus pergi selamanya?

Pengacara Kwon : Ah masa?! Kau bos yang buruk. Aku akan menuntutmu karena melanggar cara liburan.

Yoo Ra : Keluar!

Pengacara Kwon keluar tapi balik lagi ke ruangan Yoo Ra.

"Apa lagi?" tanya Yoo Ra ketus.

"Samonim. Samonim." bisik Pengacara Kwon.

Yoo Ra kaget, eomma?


Yoo Ra langsung berdiri dan melihat kedatangan ibunya dari depan pintu.

Yoo Ra : Kenapa dia datang?

Pengacara Kwon : Aku tidak bisa mengatakannya. Aku juga bertanya-tanya kenapa?

Disusul kemudian dengan kedatangan Manajer Lee dan seluruh kuasa hukum Geosan.


Nyonya Shin bertanya, apa cara tercepat untuk membebaskan Jung Won dari jeratan hukum.

Yoo Ra masuk dan menatap sinis kuasa hukumnya.

"Tidak peduli apa, keluarkan dia. Jika kau melakukan itu, kau akan dipromosikan menjadi direktur utama." ucap Nyonya Shin.

Mendengar itu, Pengacara Geosan langsung bersemangat. Ia berkata, kantor kejaksaan hanya memiliki bukti tidak langsung dan tidak memiliki bukti langsung untuk pembunuhan tersebut.

"Sama seperti yang kami lakukan untuk putramu, jika kami berpendapat bahwa tidak ada bukti yang cukup, itu mungkin." ucap pria itu.

"Kau harus mewujudkannya. Kalau tidak, akan kupastikan bahwa kau tidak akan pernah bisa memamerkan jabatan pengacaramu di mana pun." ancam Nyonya Shin.

"Ya, Bu. Tolong jangan khawatir, santai saja. jawab pria itu.

"Apa bukti yang diperoleh kantor kejaksaan?" tanya Yoo Ra.


"Ah, itu? Kami sedang berusaha mencari tahu sekarang." jawab pria itu.

"Kau bahkan tidak tahu apa itu, dan kau akan mengabaikan kasus ini tanpa bukti yang cukup? Bagaimana bisa hal seperti itu keluar dari mulut pengacara?" ucap Yoo Ra.

"Masalahnya adalah... yang paling penting, tidak ada motif pembunuhan. Jika kita bertahan dengan titik itu...." jawab pria itu.

"Kantor kejaksaan tidak dapat menemukan motif pembunuhan? Kau yakin tidak tahu jaksa mana yang bertanggung jawab atas kasus ini? Itu Cha Woo Hyuk yang dikenal sebagai pendekar pedang di Kantor Distrik Barat. Ketika dia mengelas pedangnya pada kasus ini, apakah itu mungkin?" ucap Yoo Ra lagi.

Yoo Ra menyuruh pengacara itu pergi. Pengacara itu menghela nafas kesal, lalu pergi diikuti dengan seluruh tim hukum Geosan.


Setelah itu, Yoo Ra meminta kasus Jung Won. Ia berkata, akan membela Jung Won.

Nyonya Shin : Aku menghargai bahwa kau membuktikan betapa tidak bergunanya mereka, tetapi kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran?

Yoo Ra pun menggunakan Jung Won yang menjadi korban kekerasan Min Ho sebagai alasan.

Nyonya Shin : Apa itu benar? Min Ho melakukannya?

Yoo Ra : Jung Won menyembunyikan itu.

Nyonya Shin : Karma membunuh Min Ho. Kami hidup bersama selama tujuh tahun tetapi tidak ada yang memperhatikan sama sekali. Jung Won pasti menderita.

Yoo Ra : Sekarang kita perlu melindungi Jung Won?

Nyonya Shin : Kita harus melindunginya. Aku akan memberimu alat yang berguna.

Nyonya Shin lalu menuliskan nomor telepon seseorang di kertas.


Yoo Ra : Nomor siapa ini?

Nyonya Shin : Seorang informan. Itu akan berguna.

Yoo Ra pun kesal menyadari ibunya punya mata-mata.


Jae Il mengunjungi kedai kecil Kim Myung Shin.

Ia pura-pura membeli sesuatu.

Myung Shin bertanya, siapa yang mau Jae Il kunjungi karena biasanya hanya tetangga saja yang datang membeli di kedainya.

Jae Il : Aku datang untuk melihat Kim Myung Shin.

Myung Shin : Untuk apa?

Jae Il : Kau tahu Kim Jae Goo, bukan?

Myung Shin : Dia tidak ada hubungannya denganku.

Jae Il : Kim Jae Goo terbunuh tadi malam.

Sontak, Myung Shin kaget.

Jae Il lalu bertanya, apa ada yang datang mencari Ricky atau Ricky meninggalkan sesuatu.

Myung Shin tidak mau menjawab. Ia berteriak, tidak mengenal Ricky dan menyuruh Jae Il pergi.


Setibanya diluar, Jae Il mendengar suara tangisan. Ia melihat ke dalam dan melihat Myung Shin menangis. Jae Il menghela nafas, lalu kembali ke dalam.


Di kantor layanan forensik. Woo Hyuk memikirkan kata-kata Jung Won yang menunjuk Geosan sebagai kuasa hukumnya.


Si dokter forensik datang, membuyarkan lamunan Woo Hyuk.

"Jaksa Cha, kau sedang apa disini? Karena sudah datang, masuklah."


Woo Hyuk menanyakan penyebab kematian Ricky.

Dokter forensik bilang, pendarahan berlebih dan merasa Ricky dibunuh pembunuh profesional.

"Ada memar di seluruh tubuhnya. Dia hanya menekan titik-titik tekanan. Siapa yang melakukan ini?"

Woo Hyuk tidak menjawab dan memikirkan sesuatu.


Woo Hyuk bicara dengan Jae Il di telepon sambil keluar dari ruangan pendingin mayat. Jae Il berkata, ia tidak mendapatkan apapun dari Myung Shin.

"Kau sudah bekerja keras. Hati-hati di jalan." jawab Woo Hyuk sembari menghela nafas kecewa.


Pimpinan Tae sedang merobek2 koran saat Nyonya Shin datang.

"Kau sudah makan?" tanya Nyonya Shin, lalu tertawa melihat apa yang sedang dilakukan Pimpinan Tae.

"Apa menyenangkan melakukan itu?" tanyanya lagi sambil menatap sinis Pimpinan Tae.


Nyonya Shin lalu menunjukkan pisau itu. Pisau yang direbutnya dari Ricky setelah membunuh Ricky.

"Ini, setelah 30 tahun, benda ini masih ada. Apa kau tau betapa sulit dan melelahkannya bagiku untuk mengurus masalah ini?"


Nyonya Shin lantas menatap tajam pimpinan Tae.

"Ini semua salahmu. Jika kau tidak melakukan hal seperti itu, situasinya tidak akan sesulit ini."

Tapi yang diajak bicara malah diam saja seperti orang bodoh.

Nyonya Shin : Semuanya sudah berakhir sekarang.

Nyonya Shin kembali menyimpan pisau itu.


Nyonya Shin membuang pisau itu ke laut.


Di ruangannya, Woo Hyuk melihat foto Ricky di laptopnya. Setelah itu, ia mengetikkan kalimat, 'Kematian Karena Pembunuhan'.

"Apa sudah berakhir seperti ini?" gumam Woo Hyuk.


Pengacara Kwon menemui Yoo Ra. Ia memuji keputusan Yoo Ra yang mau jadi pengacara Jung Won.

Yoo Ra tidak menanggapi dan memberikan Pengacara Kwon tiket liburan.

Sontak, Pengacara Kwon kaget.

"Apa yang kau bicarakan? Bukankah kau melarangku? Kami akan sangat sibuk mempersiapkan pertahanan."


Tak lama kemudian, Pengacara Kwon sadar apa rencana Yoo Ra. Lalu ia bertanya, kenapa Yoo Ra bilang mau membela Jung Won.

"Untuk menjadikannya seorang pembunuh? Sebagai anggota keluarga atau pengacara, kau tidak bisa melakukan itu!"

"Jika dia melakukan kejahatan, dia harus membayarnya."

Pengacara Kwon mengembalikan tiket itu dan menolak pergi.


Asisten Nyonya Shin memberitahu Soo Ho soal Direktur Go yang diam-diam pergi menemui Pimpinan Tae.

"Dia bahkan pergi ke sana tanpa sekretarisnya." ucap asisten Nyonya Shin.

Soo Ho lalu menatap ke arah pintu. Ia tahu ada yang menguping dan menyuruh orang itu masuk.

Young Eun pun masuk.

"Kau sedang berbicara, bukan? Aku akan kembali lagi nanti."

"Kenapa kau menyembunyikan diri dan hanya mendengarkan? Jika kau ingin mendengarkan, kau bisa masuk. Kau bisa melakukannya mulai sekarang."

Young Eun pun masuk dan duduk di depan Soo Hoo.


"Jadi, Direktur Eksekutif pergi bertemu ayahku?"

"Iya. Tapi... Telinganya terluka."

"Telinga siapa? Ayah?"

"Bukan. Ketua menggigit telinga Direktur Eksekutif Go."

Young Eun tertawa mendengarnya.

"Kenapa bisa? Karena dia lapar? Dia tidak suka makanan rumah sakit?"

Tapi saat Soo Ho menatapnya, ia minta maaf, sambil tertawa.

Soo Ho menyuruh asisten ibunya bicara lagi.

"Sebagian besar direktur mendukung suksesi anda."


Soo Ho menghela nafas, lalu mengambil cangkir tehnya dan menanyakan kasus Direktur Park.

Asisten Nyonya Shin memberikan fotonya.

"Kirim foto-foto ini kepadanya dan katakan padanya aku akan mengirimnya pulang jika dia terus berjalan di atasku." suruh Soo Ho.

"Iya. Aku mengerti."

"Ibu tahu tentang ini?"

"Tidak. Nyonya belum tahu."

"Baik. Jangan beritahu ibu tentang ini!"


Yoo Ra masuk ke kafe, menemui mata-mata ibunya di kejaksaan.

"Aku bertanya-tanya siapa orang itu. Ini sangat tidak terduga. Bagaimanapun, aku senang melihatmu. Aku ingin menemuimu. Karena aku perlu tahu siapa yang mengerjakannya." ucap Yoo Ra.

Yoo Ra lantas kaget, dia akan membawa kasus ini untuk membela diri? Dia akan mengorbankan dirinya sendiri? Kedengarannya seperti Cha Woo Hyuk. Yang aku butuhkan adalah informasi Jaksa Cha. Aku meminta semua catatan investigasi tentang Han Jung Won tanpa melewatkannya.

Dan sekarang, mereka sudah pergi.


Di cangkir mereka, ada bekas lipstik.

Berarti si tahi lalat, antara Manajer Oh dan si staf berkacamata niiih...

Bersambung ke part 3.....

No comments:

Post a Comment