Babel Ep 15 Part 1

Sebelumnya...


Seketaris Woo berusaha menabrak Jung Won.

Melihat ada mobil yang berusaha menabrak Jung Won, Woo Hyuk langsung menyambar tubuh Jung Won ke pinggir.

Seketaris Woo lantas turun dari mobilnya dan membawa Jung Won pergi.

Woo Hyuk sontak menghalangi Jung Won dibawa pergi. Seketaris Woo menendang Woo Hyuk.

Woo Hyuk kesakitan. Jung Won pun dibawa pergi.


Woo Hyuk menghubungi Jae Il.


-Ep 15, AMARAH-


Jung Won menyuruh Seketaris Woo menghentikan mobilnya. Tapi Seketaris Woo tidak mau.


Jae Il datang menjemput Woo Hyuk.

Di jalan, Woo Hyuk memberitahu Jae Il kalau Jung Won diculik Seketaris Woo.

Jae Il kaget.

"Kenapa brengsek itu menculik Jung Won?"

"Aku juga tak tahu alasannya." jawab Woo Hyuk.


Woo Hyuk lalu melihat mobil Seketaris Woo di seberang jalan. Jae Il langsung memutar mobilnya dan melakukan pengejaran.

Sementara itu, Jung Won menyuruh Seketaris Woo menghentikan mobil. Seketaris Woo tidak mau dan meminta Jung Won menepati janji untuk menyelamatkan Moo Yi.

Woo Hyuk : Jae Il-ah, ppalli!


Mobil Woo Hyuk dan Seketaris Woo kejar-kejaran di basement parkir.

Namun mobil Woo Hyuk nyaris menabrak mobil lain yang hendak keluar.

Seketaris Woo bersembunyi di salah satu sisi basement.


Jung Won berusaha kabur. Ia membuka pintu tapi sayangnya pintunya dikunci.

Seketaris Woo mengawasi mobil Woo Hyuk yang masih mencarinya.


Woo Hyuk dan Jae Il turun dari mobil. Mereka mengedarkan pandangan mencari Jung Won.

Tiba-tiba, mobil Seketaris Woo muncul dan melaju ke arah Woo Hyuk.

Jae Il yang melihat itu, langsung mendorong Woo Hyuk dan tertabrak mobil Seketaris Woo.

Woo Hyuk : Jae Il-ah! Jae Il-ah!


Jung Won marah. Ia bertanya, haruskah Seketaris Woo bertindak sejauh itu.

Seketaris Woo : Apa salahku sampai sejauh ini? Takkan kubiarkan kalau kau ingkar janji.

Jung Won : Aku tak pernah berjanji. Yang kujanjikan bukan hal seperti ini.


Jung Won teringat saat Seketaris Woo menjemputnya di bandaranya saat ia mau kabur dari Min Ho. Saat itu, Jung Won bilang bahwa ia ingin bebas dari Min Ho. Seketaris Woo lantas menerima telepon dari klinik yang mengabarkan kondisi Moo Yi. Disinilah, Jung Won pertama kali bertemu Moo Yi.

Lalu dalam perjalanan kembali ke rumah Min Ho, Jung Won berkata, akan menjadi pendonor Moo Yi bila cocok.

Flashback end...


Seketaris Woo marah. Ia menuding Jung Won mau melempar semua kesalahan padanya.

Jung Won : Hari itu, aku berterima kasih atas bantuanmu... tapi bukan itu yang kuinginkan. Aku tak pernah minta kau membunuh Min Ho. Kau tahu aku hanya ingin bebas darinya. Aku minta abaikan sekali itu saja.

Seketaris Woo : Aku tak mau membahas keputusanku benar atau salah lagi. Aku sudah menepati janjiku. Kini giliranmu menepati.

Jung Won : Tidak. Itu keputusanku saat ini.

Seketaris Woo : Apa kau bilang?


Jae Il digotong ke ambulance.

Woo Hyuk cemas, Jae Il-ah...

Jae Il : Aku tak apa. Pergilah mencari Jung Won.


Setelah ambulance pergi membawa Jae Il, Woo Hyuk menerima SMS dari Seketaris Woo yang isinya Jung Won akan mati bila ia menghubungi polisi atau masih mencari mereka.


Kepala Jang menerima telepon dari Woo Hyuk saat ia sedang makan siang bersama Detektif Lee dan tim kejaksaan.

Kepala Jang kaget mendengar cerita Woo Hyuk.

Usai menerima telepon dari Woo Hyuk, Kepala Jang langsung mengajak Detektif Lee pergi.


Tak lama setelah mereka pergi, staff pria juga menerima telepon dari Woo Hyuk.

Usai menerima telepon dari Woo Hyuk, ia mengajak rekan-rekannya kembali ke kantor.


Di jalan, Woo Hyuk menerima telepon dari Kepala Jang. Kepala Jang berkata, bahwa plat mobil Seketaris Woo tidak terdaftar dan sudah meminta departemen kendali Kepolisian Seoul untuk melacak lokasinya.

Woo Hyuk : Cari lokasinya saat ini dan lacak balik di basis data serta lokasi keberangkatannya.

Pembicaraan mereka terhenti lantaran Kepala Jang menerima telepon dari dari departemen kendali Kepolisian Seoul. Setelah mengetahui jejak Seketaris Woo, Kepala Jang langsung memberitahu Woo Hyuk.

"Jaksa, terlacak sampai di selatan Jembatan Sanghwang di Yeoido tapi kemudian jejaknya hilang. Sepertinya di sekitar tepian Sungai Han." ucap Kepala Jang.

Woo Hyuk mengerti.



Di kantor, staf pria memberitahukan soal telepon dari Woo Hyuk.


"Ada telepon penting dari Jaksa Cha katanya Han Jung Won diculik Sekretaris Woo." katanya.

"Kenapa?" tanya Deok Bae.

"Itu aku tak tahu. Ketua Tim Jang sedang melacak mobilnya. Dia minta bantuan kita." jawab staff pria.

"Segera ajukan surat perintah penangkapan." ucap Manajer Oh.

"Tidak. Sepertinya pelaku mengancam. Bila dilaporkan dia akan melukai korban. Sepertinya kita harus membantunya secara tak resmi." jawab staff pria.

"Tapi apa tak aneh? Bagaimana jaksa yang sedang cuti bisa tahu?" tanya staff wanita.

"Apa itu penting ketika ada yang diculik!" sewot staff pria.

"Kalau dibuat tak resmi dan membantu secara tak resmi bisa menjadi masalah menyalahgunakan wewenang." ucap staff wanita.


"Apa tak ada jalan lain?" tanya Manajer Oh.

Staff pria tambah sewot.

"Apa Jaksa Cha pernah berbuat salah? Dia memberi kita kemudahan. Kalian lupa? Kalian senang ketika dia melindungi kita, kini saat dia mengalami kesulitan, kalian hanya memikirkan diri sendiri? Kalau tak mau, tak usah terlibat."

"Siapa bilang tak mau? Aku cuma bilang itu peraturannya. Tunggu apa? Tak ada waktu lagi!" jawab staff wanita.


Woo Hyuk kembali menghubungi Kepala Jang.

"Mobilnya ditemukan tapi kosong. Sepertinya dia menyiapkan mobil untuk ganti. Lokasi keberangkatannya di mana?"

"Tempat istirahat di jalan tol. Sepertinya dia sudah memperkirakan pengejaran kita." jawab Kepala Jang.


Jung Won kini duduk dengan tangan terikat di ambulance.


Seketaris Woo menerima telepon dari dokter yang akan mengoperasi Moo Yi.

Dokter : Kau tak berniat operasi? Kondisi pasien akan semakin buruk. Takkan ada harapan lagi. Uang itu penting, tapi ini soal nyawa manusia. Cepat datang.


Moo Yi sendiri sudah berada di ruang operasi.

Bersambung ke part 2...............

0 Comments:

Post a Comment