Wednesday, March 27, 2019

Babel Ep 15 Part 2

Sebelumnya...


Seketaris Woo memberitahu Jung Won tentang kondisi Moo Yi yang semakin kritis.

Seketaris Woo :  Kenapa kau seperti ini? Kenapa?! Kau bilang akan membantu!

Jung Won terdiam sejenak, sebelum akhirnya, ia mengaku bahwa ia ingin melindungi anaknya.

Sontak Seketaris Woo terkejut dan langsung menghentikan laju ambulance yang disetirnya.

Jung Won : Ketika aku tahu sedang mengandung, untuk menepati janjiku, aku memikirkan sebuah alternatif. Tapi aku tak bisa. Selang waktu berlalu, aku semakin ingin melindungi anakku. Maaf. Aku benar-benar minta maaf.


Jaksa Kepala masuk ke ruangan tim Woo Hyuk. Sontak tim Woo Hyuk langsung menghentikan pekerjaan mereka membantu Woo Hyuk.

Jaksa Kepala : Apa yang kalian lakukan? Kalian mengeluh soal cuti Jaksa Cha. Tapi kini kembali bekerja seperti biasa? Bagus sekali.

Setelah Jaksa Kepala pergi, mereka menarik napas lega.


Staff pria bertanya pada Manajer Oh, apa sudah menemukan sesuatu.

Manajer Oh : Sejak peristiwa Tae Min Ho, Sekretaris Woo tak memiliki transaksi kartu kredit. Sepertinya sengaja hanya menggunakan tunai.

Deok Baek berkata, Seketaris Woo tak memiliki  catatan kriminal dan data militernya juga bersih.

Staff pria menghela nafas.


"Dia tak punya tanah atau bangunan selain rumah di Seoul." ucapnya.

"Sepertinya aku menemukan sesuatu." jawab staff wanita.

"Apa?" tanya staff pria.

"Sebentar. Sebentar." jawab staff wanita, lalu membuat sebuah panggilan.


Setelah membuat panggilan, ia memberitahu rekan-rekannya soal temuannya.

"Aku juga tak bisa temukan apapun mengenai Sekretaris Woo. Jadi kubandingkan Sekretaris Woo dengan Han Jung Won... untuk menganalisis persamaannya. Aku menemukan dua hal. Berdasarkan catatan panggilan mereka, Tae Min Ho dan wanita bernama Moo Yi muncul bergantian."

"Tae Min Ho sudah mati, jadi percuma." jawab staff pria.

"Kuperiksa Moo Yi dirawat di fasilitas perawatan jangka panjang. Dia imigran gelap yang tak dilindungi asuransi kesehatan. Katanya suaminya yang orang Korea membayar biaya perawatan setiap bulannya." ucap staff wanita lagi.

Staff pria senang mendengarnya dan mengajak rekan-rekannya menemui Moo Yi.

"Tapi belum lama ini dia keluar." ucap staff wanita.

"Apa? Kembali ke awal lagi?" tanya staff pria.

"Rasanya ada yang janggal. Saat pertama masuk, dia menderita gagal ginjal kronis. Tapi dia menghilang ketika kondisinya paling parah." jawab staff wanita.

"Lalu apa yang satunya?" tanya staff pria.


Staff pria langsung menghubungi Woo Hyuk.

"Sekretaris Woo dan Han Jung Won mengambil tes HLA di waktu yang berdekatan. Itu tes awal untuk tranplantasi organ. Dilakukan di rumah sakit yang sama. Tapi sepertinya bukan kebetulan, kan?"


Woo Hyuk sontak teringat kata-kata Seketaris Woo saat mereka bertengkar usai Woo Hyuk melihat Seketaris Woo menjemput Jung Won di depan restoran.

Seketaris Woo : Kau takut yang kau bayangkan menjadi nyata?


Woo Hyuk juga ingat saat memergoki Jung Won sedang melakukan pemeriksaan kandungan.

Terakhir Woo Hyuk ingat saat menangkap Jung Won di bandara.


Sadarlah Woo Hyuk apa alasan Jung Won tetap diam dan ingin kabur dari Korea.

Woo Hyuk lalu menyuruh staff pria mencari nomor telepon klinik tempat Moo Wee dirawat.


Setelah mendapatkan nomornya, Woo Hyuk langsung mengontak klinik itu.

Woo Hyuk : Aku dari Kejaksaan Seoul Barat, Cha Woo Hyuk.  Kau dokter yang merawat wanita bernama Moo Yi? Sekarang Moo Yi di mana?

Dokter : Dia pasien kami tapi aku tak tahu dia di mana.

Woo Hyuk : Aku tahu kau merencanakan transplantasi organ ilegal.

Si dokter langsung takut.

Woo Hyuk : Katakan dimana! Han Jung Won eodiseo!

Dokter : Itu aku tak tahu. Aku menghubungkannya dengan dokter bayangan karena aku diancam.


Woo Hyuk lantas menghubungi Kepala Jang.

Kepala Jang : Di pinggiran kota Goori. Karena malpraktik, lisensinya dicabut. Dilihat dari hasil pemantauan ponselnya, sejak pagi ini dia berada di kota Goori.

Woo Hyuk : Dalam radius 300 meter cari rumah sakit penyakit dalam atau bedah.


Kepala Jang langsung menyuruh Detektif Lee melacak rumah sakit itu.


Sementara itu, Seketaris Woo mengaku bahwa ia bisa memahami Jung Won.

"Semua ini demi melindungi orang yang berharga bagi kita masing-masing. Namun faktanya kita tak mencapai mufakat."

Seketaris Woo lantas kembali melajukan ambulance nya.


Di jalan, Woo Hyuk berpapasan dengan ambulance yang membawa Jung Won.

Woo Hyuk pun langsung melakukan pengejaran.


Detektif Lee berhasil melacak rumah sakit itu.

"Ketua tim, di sana hanya ada satu rumah sakit."

"Cepat berangkat setelah kirim SMS ke jaksa." jawab Kepala Jang.


Yoo Ra menemui ayahnya.

Yoo Ra : Appa, ayah Woo Hyuk, Cha Seong Won, benarkah dibunuh ibu? Tak benar, kan? Apa kebenarannya? Ayah tahu tapi menutupinya selama tiga puluh tahun? Kenapa? Sebenarnya kenapa? Coba jelaskan padaku. Tolong jawab aku.

Sadar tak mungkin dapat jawaban dari ayahnya karena kondisi sang ayah, Yoo Ra beranjak pergi.


Setelah Yoo Ra pergi, sang ayah tiba-tiba saja teringat hari itu.

Pimpinan Tae : Sopir Kim? Dia melihatnya.

[Tiga puluh tahun yang lalu]


Pimpinan Tae menampar Sopir Kim (Ricky).

Pimpinan Tae marah.

"Kenapa kau membuatku melihat itu? Sudah kubilang awasi dia!"

"Aku hanya mengawasi dan memotret seperti perintahmu. Apa salahku, nyonya membunuh Cha Seong Won?" jawab Ricky.

Pimpinan Tae marah. Ricky lantas mengklaim bahwa dirinya adalah satu-satunya saksi.

Pimpinan Tae mengancam akan membunuh Ricky. Ricky tak takut sedikit pun. Ia berkata, meski Pimpinan Tae membunuhnya, Pimpinan Tae takkan bisa melenyapkan pisau itu.

Pimpinan Tae : Pisau?


"Pisau yang digunakan nyonya untuk menusuk pria itu. Di pisau itu terdapat darah Cha Seong Won dan sidik jari nyonya."

Ricky lantas minta uang 300 juta.

Pimpinan Tae : Kuberi 200 juta. Tapi kau harus meninggalkan Korea dan tak pernah kembali. Kalau muncul lagi, aku akan menghancurkanmu, hingga setiap helai rambutmu.</i>

Ricky : Syaratnya lumayan juga.

Pimpinan Tae : Pisau! Berikan pisaunya padaku!

Ricky : Pisau itu akan menjagaku tetap hidup. Sampai kesepakatan kita selesai, aku harus menyimpannya. Setelah kau siapkan uangnya, hubungi aku. Boleh aku tanya satu hal? Bukankah kau membenci nyonya? Kenapa berbuat sejauh ini? Karena martabatmu?


Pimpinan Tae : Kau pikir akan kuceritakan perasaanku padamu?

Flashback end...

Pimpinan Tae : Ini... Ini apa... Balas dendam?


Diluar, Yoo Ra dihubungi mata-matanya. Ia terkejut mendengar kabar Jung Won diculik.


Sementara itu, Woo Hyuk sedang baku hantam dengan Seketaris Woo.

"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau lakukan ini?" tanya Woo Hyuk.

"Karena aku harus melindungi orang yang kucintai." jawab Seketaris Woo.

"Aku tak bisa menerimanya bila orang yang kucintai terluka." ucap Woo Hyuk.


Tapi lepas dari mulut buaya, mereka masuk ke mulut singa.

Dua orang suruhan Nyonya Shin menculik mereka.


Kyeong Wan membawa Jung Won.

Dan penculik Jo Seung Hee membawa Woo Hyuk.


Seketaris Woo tiba di ruang operasi.

Tapi Moo Yi sudah meninggal.

Dokter : Dia terus mencari suaminya. Dia berpesan agar kau melupakannya dan hidup dengan tenang.


Rekan-rekan Woo Hyuk heran karena Woo Hyuk tiba2 tak bisa dihubungi. Manajer Oh cemas kalau terjadi sesuatu pada mereka.

Deok Bae menyarankan rekan2nya untuk melaporkan kejadian itu.

Staff pria : Masalahnya kita tak paham situasinya!

Kyeong Wan mengubungi Nyonya Shin setelah membuang ponsel Jung Won.

Kyeong Wan : Apa harus dilaksanakan sesuai caramu?

Nyonya Shin : Lakukan sesuai perintahku.


Yoo Ra menemui ibunya. Ia meminta penjelasan ibunya soal Jung Won. Ia juga bertanya, apa sang ibu juga membunuh pamannya.

Nyonya Shin : Hyeon Cheol masih hidup.

Yoo Ra : Jangan bohong padaku. Ibu memiliki surat wasiat ayah dan besok oppa akan menjadi ketua. Kenapa ibu lakukan ini? Kenapa?

Nyonya Shin : Bukankah dia orang yang paling kau benci?

Yoo Ra : Kalau benci, tak suka, maka dibunuh? Bukan begitu caranya.

Nyonya Shin : Pergilah. Banyak yang harus dipersiapkan untuk rapat pemilihan Soo Ho besok.


Yoo Ra lantas meminta penjelasan soal kematian ayah Woo Hyuk. Melihat ibunya diam saja, Yoo Ra pun sadar kalau memang ibunya yang membunuh ayah Woo Hyuk.

Yoo Ra : Apa yang membuat ibu benci padanya? Apa hak ibu hingga membunuh manusia?

Nyonya Shin : Sejak bertemu ayahmu, ibu tak pernah menjadi manusia. Ibu tak mau bicara denganmu lagi, keluar!

Yoo Ra pergi dengan wajah terpukul.


Diluar, Yoo Ra menghubungi polisi tapi belum sempat tersambung, Manajer Lee menangkapnya dan menyita ponselnya.


Manajer Lee membawa Yoo Ra ke suatu tempat.

Manajer Lee : Maaf. Ini perintah nyonya, aku tak punya pilihan. Setelah rapat pemilihan besok selesai, kau boleh keluar.

Yoo Ra tambah syok.

Bersambung ke part 3...........

No comments:

Post a Comment