Sunday, March 24, 2019

Babel Ep 14 Part 3

Sebelumnya...


Yoo Ra ke ruangan Soo Ho.

"Kau akan berhenti?" tanya Soo Ho.

Yoo Ra terkejut dan bertanya bagaimana Soo Ho bisa tahu.

Soo Ho : Aku punya orang yang memberiku informasi seperti itu.

Yoo Ra : Kau punya mata-mata karena tak memercayaiku?

Soo Ho : Apa kau tahu bahwa kau paling mirip ayah dari caramu memahami situasi dan mengatasi masalah.


Yoo Ra : Kenapa mendadak menyuruhku datang lalu bicara seperti itu?

Soo Ho : Kau mau menghadiri rapat pemegang saham?

Yoo Ra : Masih kupertimbangkan.

Soo Ho : Kuharap kau mau datang.

Yoo Ra : Kau butuh aku sebagai aksesori? Untuk pamer seperti keluarga bahagia?

*Yoo Ra ini ngegas mulu...

Soo Ho menghela nafas, lalu menjalankan kursi rodanya ke depan Yoo Ra. Soo Ho lalu berkata, kalau ia membutuhkan Yoo Ra dan sudah waktunya bagi Yoo Ra untuk mengambil keputusan.

Yoo Ra heran, memutuskan?


Jung Won akhirnya tiba di persidangan. Para reporter yang sudah menunggunya pun langsung memburunya.

Dari kejauhan, Woo Hyuk melihat Jung Won yang digiring masuk ke dalam gedung.


Yoo Ra kemudian datang dan menghampiri Woo Hyuk.

Yoo Ra : Dia akan bebas, kan?

Woo Hyuk : Seharusnya begitu.

Yoo Ra : Kau masih percaya Jung Won tak bersalah?

Woo Hyuk : Sunbae.

Yoo Ra : Kau tak peduli. Aku ingin menyaksikan pembunuh dan jaksa yang melindungi pembunuh menjadi remuk redam, dengan mataku sendiri. Kau pikir selamanya aku takkan tahu kau sengaja mendekatiku? Apa yang kau lakukan sejauh ini? Di seluruh datamu, tak ada yang membuktikan ayahku melakukan pembunuhan.

Woo Hyuk : Pengakuan bisa diterima?

Yoo Ra : Pengakuan? Ayahku mengakui dosanya padahal pikirannya sedang tak waras?

Woo Hyuk : Tidak, ibumu.

Yoo Ra sontak kaget, apa?

Woo Hyuk : Dia mengaku membunuh orang. tapi sama sekali tak merasa bersalah. Ibumu, orang macam apa?


Sementara itu, hakim memutuskan kalau Jung Won tidak bersalah.


Woo Hyuk dan Yoo Ra masih di depan pengadilan. Nyonya Shin kemudian datang.

Yoo Ra pun langsung menatap ibunya dengan kesal. Nyonya Shin menatap Yoo Ra.

"Kenapa kau di sini? Kasus ini kini tak ada kaitannya denganmu." ucap Nyonya Shin.


Direktur Eksekutif Go datang. Nyonya Shin menanyakan keputusan akhir sidang Jung Won. Direktur Eksekutif Go : Dia dinyatakan bebas.

Sontak, Yoo Ra makin kesal.


Nyonya Shin lantas menatap Woo Hyuk.

"Jaksa Cha, semua berjalan sesuai keinginanmu, kan? Jangan terlalu senang karena kenyataan berbeda dengan cerita dongeng." ucap Nyonya Shin.

Nyonya Shin pamit. Ia mengaku, ada janji dengan Jung Won.

Woo Hyuk : Apa maksudmu?

Nyonya Shin : Adakah yang tidak kau ketahui?

Nyonya Shin lalu pergi.


Tak lama kemudian, Jung Won keluar ditemani beberapa kuasa hukum dari Geosan.

Langkah Jung Won terhenti sejenak. Ia lalu menatap Woo Hyuk.


Setelah itu, Jung Won kembali berjalan dan masuk ke mobil Nyonya Shin.


Jung Won lantas pergi ke tempat ia menyimpan surat wasiat Pimpinan Tae.


Setelah mengambil surat itu, ia kembali masuk ke mobil Nyonya Shin.

Jung Won menyerahkan surat itu pada Nyonya Shin.

Nyonya Shin : Kau pasti menderita.


Nyonya Shin lalu membaca isi surat itu. Di surat itu tertulis, bahwa Min Ho lah pewaris Pimpinan Tae.

Nyonya Shin kesal.

Nyonya Shin lalu bertanya, tujuan Jung Won selanjutnya. Ia berkata, akan mengantarkan Jung Won.

Jung Won menolak.

Nyonya Shin : Terserah padamu. Kuharap kita takkan pernah bertemu lagi.

Jung Won : Tentu saja.


Jung Won hendak turun, tapi Nyonya Shin menanyakan ayah dari anak Jung Won.

Jung Won :  Kini kau tak ada hubungannya dengan anak ini.

Nyonya Shin : Perempuan kurang ajar.


Jung Won akhirnya turun dan pergi.

Di belakang Jung Won, Kyeong Wan muncul.


Sementara itu, Nyonya Shin menghubungi seseorang.

"Ya, sudah kupastikan. Laksanakan." perintahnya.


Jung Won duduk di halte. Ia mendongak, menatap langit dan mengingat pembicaraannya dengan Woo Hyuk di ruang interogasi.


"Itu sebabnya kau diam? Itu sebabnya kau lari?" tanya Woo Hyuk.

"Maaf. Aku tak pernah mencintaimu. Karena aku merasa menderita, sesaat aku butuh seseorang untuk membantuku." jawab Jung Won.

Flashback end...


Jung Won lantas memegang perutnya.

Setelah itu, ia ingat kejadian itu. Bagaimana Min Ho bisa terbunuh.

Flashback...


Jung Won yang merasa terancam, melindungi dirinya dengan pisau. Ia mengarahkan pisau itu pada Min Ho.

Min Ho :  Kenapa? Kau akan menusukku?

Jung Won menangis, minggir.


Min Ho lantas mencengkram tangan Jung Won yang memegang pisau. Pisau itu pun jatuh.


Setelah itu, Min Ho memegangi wajah Jung Won.

Min Ho : Selamanya, kau takkan lari dariku. Karena di dunia ini hanya kau yang akan mencintaiku.

Jung Won lantas menjauhkan wajahnya dari Min Ho.

Jung Won : Mustahil. Kau tak punya pilihan untuk bertahan? Kau menjalani kehidupan sesuai keinginanmu. Hanya itu. Untuk menikmati penderitaan orang lain.

Min Ho : Bukan ini yang kuinginkan. Aku mencintaimu, Jung Won-ah. Kita akan bahagia. Kau melahirkan anak yang mirip denganku. Dan kita bisa jadi keluarga bahagia. Jung Won-ah, kita bisa bahagia bersama."


Min Ho lalu memeluk Jung Won.

Jung Won : Meski aku mengandung anak pria lain, apa kau masih bisa mencintaiku?


Mendengar itu, Min Ho sontak melepaskan pelukannya dan menatap Jung Won dengan wajah syok.

Jung Won : Aku takkan mencintaimu selamanya.

Min Ho marah dan mencekik Jung Won.

Min Ho : Kau berani menipuku! Kau sama seperti mereka! Aku bilang cinta padamu!


Tepat saat itu, seseorang datang dan menusukkan pisau ke dada Min Ho.

Min Ho terkejut, kau...

Orang itu adalah Asisten Woo.

Min Ho seketika jatuh dan... tewas.


Setelah itu, Asisten Woo membantu Jung Won berdiri.


Melihat Min Ho tewas, Jung Won terkejut dan langsung mendekati Min Ho.

Jung Won nyaris menyentuh pisau di dada Min Ho. Tapi Asisten Woo menghentikannya dan mengatakan, Min Ho sudah tewas.


Asisten Woo lalu menatap Jung Won.

"Dengar aku baik-baik. Jangan sentuh apapun, tunggu aku di tempat parkir. Paham?"

Jung Won mengangguk.


Asisten Woo lantas memapah Jung Won keluar.

Flashback end...


Jung Won kemudian mengingat kata-kata Woo Hyuk di ruang interogasi.

Woo Hyuk : Kau tak punya pilihan selain membela diri, kan? Jawab aku. Demi membela diri, kau harus membunuhnya. Kau mengakuinya?


Woo Hyuk menunggu Jung Won di depan restoran Mi Sun.

Ia mengingat kata-kata Jung Won.

Jung Won : Tae Min Ho menikahiku demi mendapatkan Geosan, kau mendekatiku demi membalas dendam. Kalian sama saja.

Karena Jung Won tak kunjung muncul, Woo Hyuk akhirnya pergi.


Di tepi jalan, mereka bertemu.


Tanpa mereka sadari, Asisten Woo mengawasi mereka.

Asisten Woo lalu mengingat kejadian setelah ia membunuh Min Ho.

Flashback...


Asisten Woo menemui Jung Won yang menunggunya di tepi Sungai Han.

Jung Won : Kenapa kau membunuhnya?

Asisten Woo : Bukankah itu yang kau inginkan?

Jung Won : Aku minta bantu bebas darinya, bukan membunuhnya. Aku ingin bebas darinya. Itu yang kuinginkan.

Asisten Woo : Besok, Geosan akan berada dalam genggaman Presdir Tae Min Ho. Dia akan memiliki kekuatan yang tak terbayangkan dibandingkan situasi saat ini. Bila tak kubunuh malam ini, kau takkan bisa bebas darinya. Sudah kubereskan dengan baik. Tak perlu khawatir. Pulanglah dan anggap tak terjadi apa-apa. Maka takkan ada yang mencurigaimu. Aku akan menghubungimu di waktu yang tepat.

Asisten Woo lalu menagih Jung Won untuk menjadi pendonor Moo Wee.

Flashback end...


Jung Won mulai berjalan ke arah Woo Hyuk. Begitu pun dengan Woo Hyuk.

Mobil Asisten Woo juga mulai berjalan ke arah Jung Won.

Asisten Woo berniat menabrak Jung Won.

Woo Hyuk yang melihat itu kaget.

"Jung Won-ssi!" teriak Woo Hyuk.

Bersambung......

No comments:

Post a Comment