Friday, April 12, 2019

Dong Yi Ep 1 Part 2

Sebelumnya...


Dong Yi membawa polisi ke pria itu. Tapi saat polisi tiba disana, pria itu sudah tewas. Dong Yi kaget, ia lantas memeriksa nadi pria itu dan memang benar, pria itu sudah meninggal. Dong Yi terkejut. Ia mengatakan, pria itu tadi masih hidup.


Di istana, Oh Tae Suk terkejut mendapat laporan Jang Ik Heon tewas. Pengawal juga berkata, Menteri Hukum Yi Jo dan Menteri Keuangan Kedua, Han Jung So juga ditemukan tewas. Tae Suk bertanya-tanya, bagaimana itu bisa terjadi.


Mayat Jang Ik Heon diperiksa oleh petugas koroner. Melihat itu, Dong Yi berkata yang merasa lakukan salah. Dong Yi bilang, tubuh mayat yang sudah terkena air, harusnya dibungkus dengan kain linen dan bukan jerami.

"Kau akan menghancurkan semua bukti! Dan lihatlah, mereka bahkan tidak mengambil sepatunya!" ucap Dong Yi.

Si petugas kesal mendengarnya.

Dong Yi : Aku minta maaf, tapi semua yang kau lakukan ini salah! Laki2 ini banyak menelan air. Di buku "Risalah Kedokteran Forensik" mengatakan tubuh mayat yang tenggelam harus dibungkus dengan kapas. Lhatlah, jari2nya berkerut dan itu harus segera  ditutup dengan busa putih!

Petugas : Diam kau! Kau pikir kau ini siapa!


Lalu Kapten Polisi datang dan mengatakan kalau apa yang dikatakan Dong Yi benar. Kapten itu lantas menegur bawahannya yang tidak tahu dasar forensik mengurus mayat. Polisi yang satunya bertanya, darimana Dong Yi tahu semua itu. Dong Yi pun berkata, ayahnya seorang koronen.


Kapten polisi lalu menarik Dong Yi ke bawah jembatan. Ia berkata, akan memberikan Dong Yi hadiah jika Dong Yi memberinya informasi.

Dong Yi tertarik. Kapten polisi bertanya, apa Jang Ik Heon sempat mengatakan sesuatu pada Dong Yi sebelum meninggal. Dong Yi mengaku, pria itu mencoba mengatakan sesuatu tapi suaranya tidak keluar. Dong Yi pun bertanya apa ia masih bisa dapat hadiah. Kapten polisi mengetok kepala Dong Yi dan mengaku, bahwa sia2 saja ia datang kesana.


Seo Yong Gi tiba di Saheonbu dan bertanya dimana mayat2 itu. Kapten polisi berkata, semua sudah dikirim ke kamar mayat. Yong Gi kemudian bertanya, bukti2 pembunuhan. Kapten polisi berkata, semua sudah lengkap. Tapi saat ditanya, waktu terjadinya pembunuhan, ia gelagapan dan malah menyuruh rekannya yang menjawab. Sang rekan pun meminta maaf karena belum bisa menyimpulkan waktu pembunuhan.

"Apa jabatanmu?" tanya Yong Gi.

"Aku..Aku..Aku adalah Letnan Polisi,  Hwang Jong Gu."

"Lambat, Tidak efisien, dan Tidak berguna,  tapi seorang Letnan. Mulai hari ini, kau bukan lagi letnan polisi, tapi seorang polisi penjaga."

Sontak Jong Gu kaget. Yong Gi lalu berkata, bahwa seorang pria harus tahu batasan diri sendiri.

Yong Gi :  Aku akan memeriksa mayat-mayat ini. Pergi dan cari laki2 yang aku jelaskan tadi.


Dong Joo menghindari kontak mata dengan penjaga istana. Polisi yang melihatnya pun jadi curiga. Polisi kemudian berjalan ke arah Dong Joo. Tepat saat itu,

Dong Yi datang dan polisi itu hanya melewati Dong Joo saja. Dong Joo lega dan tanya kenapa Dong Yi ada disana. Dong Yi berkata, ia tadi ada di pasar dan ingin pulang bersama kakaknya.


Di rumah, Dong Joo terkejut sekaligus antusias mendengar cerita adiknya yang menemukan mayat Jang Ik Heon. Dong Joo tanya, apa Dong Yi tidak takut.

Dong Yi berkata, kalau ia sering melihat ayah mereka melakukan otopsi selama ini dan sering membaca buku forensik juga.


Lalu kemudian, ayah mereka, Choi Hyo Won, datang membawakan baki berisi makanan dan menyuruh mereka makan.

Dong Joo : Ayah, Dong Yi kita ini sangat pemberani untuk ukuran seumuran nya. Gadis kecil ini bahkan lebih berani dari laki2! Aku yakin dia bukanlah orang biasa!

Dong Yi : Mengapa aku tidak boleh melakukan sesuatu hal hanya karena aku wanita? Aku menggunakan otakku!

Hyo Won : Iya, kau benar sekali. Siapa yang peduli kau laki2 atau perempuan asalkan kau berbakat?

Dong Yi : Tapi sepertinya dia memang gadis tomboy! Tidak heran kau belum juga terpilih pada awal tahun!

Dong Yi : Hal itu bukan karena saya tidak dipilih.

Hyo Won : Pesta tahun baru?

Dong Joo : Iya, ayah. Mereka selalu memilih anak2 setiap tahun untuk menggunakan baju dari sutra dan memberikan hadiah tahun baru kepada para bangsawan.

Hyo Won : Oh, itu benar. Kau ingin berada di kementerian.


Dong Yi : Iya, tapi aku belum mendapatkannya Mereka bilang akan memilih anak yang berasal dari keluarga biasa. Mereka bilang tidak boleh ada anak keluarga miskin. Aku sangat ingin menggunakan baju sutra itu.

Hyo Won sedih mendengarnya.

Dong Yi lalu teringat kue nya. Ia pun langsung mengeluarkannya dari dalam tas jeraminya dan memberikannya pada ayah dan kakaknya. Dong Joo berkata, itkue mahal. Hyo Won mencicipinya dan berkata rasanya enak. Dong Yi sangat senang bisa memberikan kue itu pada ayah dan kakaknya.


Sekarang Dong Yi sudah tidur. Ayah dan kakaknya meletakkan kue bagian Dong Yi di dekat kepala Dong Yi. Dong Joo menyuruh ayahnya tidur.

Ayahnya lalu membahas kejadian di Dosung.

"Mereka membunuh seorang bangsawan terkaya di daerah selatan. Aku heran, siapa di balik semua kejadian ini."

Dong Joo lalu pamit, ia bilang ingin memeriksa pintu.


Setelah Dong Joo pergi, Hyo Won mengelus kepala Dong Yi. Lalu ia mengeluarkan dompetnya dan teringat kala Dong Yi memberikan dompet itu sebagai hadiah.

Dong Yi mengaku, menghabiskan waktu 5 hari hanya untuk membuat dompet itu dan meminta sang ayah membawa dompet itu kemana pun sang ayah pergi.


Hyo Won lalu kembali mengelus kepala Dong Yi. Terlihat sekali bahwa Dong Yi sangat disayangi kakak dan ayahnya.


Dong Joo menghirup udara sambil menatap langit. Tak lama kemudian, ia mendengar langkah kaki seseorang. Dong Joo pun langsung memelintir pria itu dan tanya siapa dia. Yong Gi masuk dan meminta Dong Joo melepaskan pria itu. Yong Gi bilang, pria itu datang dengannya.


Hyo Won keluar dan menghampiri Yong Gi. Ia bersikap hormat pada Yong Gi. Ya, Hyo Won dan Yong Gi saling kenal. Hyo Won penasaran kenapa Yong Gi mencarinya. Yong Gi berkata, ia adalah seorang Kepala Polisi dan jika ia sudah punya keinginan, ia bisa menemukan Hyo Won dengan mudah. Yong Gi lalu bertanya, kenapa Hy Won mengilang tanpa pamit.

Yong Gi : Aku sangat marah atas menghilangnya kau oleh karena itu aku segera mencarimu. Tapi aku menunggu saja karena aku tahu pasti ada sebuah alasan mengapa kau melakukan itu.

Hyo Won : Kau seharusnya tidak berada disini bersama orang2 miskin sepertiku ini. Tidakkah itu bisa mengganggu reputasimu?

Yong Gi :  Apakah aku seorang laki2 yang begitu peduli  dengan sebuah reputasi? Kau memang seseorang yang miskin. Tapi dihatiku, kau adalah yang terbaik dan menjadi guru bagiku.


Yong Gi mengajak Hyo Won memeriksa mayat.

Dua polisi bawahan Yong Gi mulai bergosip, mengatai Hyo Won. Mereka tidak yakin orang miskin sepert Hyo Won bisa mengotopsi mayat.


Yong Gi : Bagaimana?

Hyo Won : Ketiga tubuh ini memiliki beberapa luka tusukan. Sepertinya disebabkan tusukan pedang yang membuat pembuluh darah utama pecah dan menyebabkan dia mati.

Yong Gi : Letnan polisi itu berspekulasi bahwa tusukan itu dikarenakan pedang berbilah ganda.

Hyo Won : Iya sepertinya memang begitu.

Yong Gi lalu menanyakan lokasi pembunuhan. Hyo Won berkata, dua tubuh ditemukan di lokasi pembunuhan tapi Dae Sa Yong Gam meninggal di tempat berbeda saat ditemukan.

Yong Gi : Iya, itulah mengapa mereka mengatakannya juga. Tapi hanya itu saja. Tak ada satu pun dari mereka yang punya petunjuk dimana kira2 laki2 itu diserang.

Bawahan Yong Gi beralasan, itu karena Dae Sa Yong Gam ditemukan di dalam air.


Yong Gi lantas menanyakan pada Hyo Won dimana Dae Sa Yong Gam diserang.

Bawahan Yong Gi langsung mengatakan bahwa Hyo Won hanyalah pemeriksa mayat kelas rendah jadi mana mungkin tahu.

Hyo Won : Penyerangan itu sepertinya terjadi di Persimpangan Samban.

Yong Gi : Mengapa bisa begitu?

Hyo Won : Aku dengar bahwa Inspector-General pergi memancing pagi tadi.

"Jadi itu sebabnya kau berkata kejadiannya di persimpangan Samban? Dosung adalah daerah yang punya banyak tempat memancing!"sewot bawahan Yong Gi.

"Namun, hanya ada 10 tempat dimana kolamnya memiliki bau yang tidak enak dan menyengat. Aku mencium bau ikan yang hidup di kolam berbau pada tangannya. Selain itu, dilihat dari jumlah tusukan pada tubuhnya dan kondisi musim dingin, sepertinya ia sudah meninggal jauh sebelum ia terjatuh ke air. Tapi faktanya dia selamat dan itu menunjukkan bahwa kondisi airnya cukup hangat." jawab Hyo Won.


"Suhu airnya hangat?" tanya Yong Gi.

"Iya. Sungai Inam hari ini dikabarkan hanya ada angin sejuk  sehingga membuat airnya hangat seperti musim semi. Jadi itu berarti bahwa Inspector-General sedang memancing di suatu tempat di Sungai Inam untuk mencari ikan berbau. Jika seseorang menggunakan dugaan ini berarti tubuh itu  bisa terikut arus sepanjang 10 m dalam dua jam dan satu2nya tempat yang mungkin yaitu persimpangan Sangban." jawab Hyo Won.

Dua bawahan Yong Gi langsung kesal, sementara yang seorang lagi tercengang.

Yong Gi lalu menyuruh anak buahnya memeriksa tempat itu.


Setelah itu, Yong Gi bergumam kalau lokasinya memang disitu.

Bersambung ke part 3............

No comments:

Post a Comment