Friday, April 5, 2019

The Promise Ep 40 Part 1

Sebelumnya...


Yoo Kyung mengatakan, ibu Na Yeon meninggal tak lama setelah Na Yeon dilahirkan. Yoo Kyung : Itu sangat mengejutkan. Bahkan hingga sekarang, terlalu menyakitkan untukku menerimanya. Aku iri padamu. Kau tidak tahu apapun karena kau masih bayi.

Na Yeon : Jadi ibuku meninggal saat aku masih bayi?

Yoo Kyung : Benar, itulah kenapa, meski ingatanmu pulih, kau tidak akan mengingat ibumu. Aku tidak tahu, jika aku harus menceritakan ini saat kau sedang sakit.

Na Yeon : Terima kasih sudah menceritakannya. Tidak ada rahasia, aku akan mencari tahu sendiri.

Wajah Yoo Kyung langsung berubah tegang.

Na Yeon : Aku yakin kau merindukan ibuku juga.

Yoo Kyung : Aku tidak pernah melupakannya.


Na Yeon : Tolong ceritakan tentang ibuku.

Yoo Kyung : Baiklah. Dia sangat cantik dan pintar. Sama sepertimu, dia cantik dan baik pada semua orang di sekitarnya. Jadi dia selalu populer.

Na Yeon : Sepertimu?

Yoo Kyung : Na? Aku sebaliknya.

Na Yeon : Kata suster, kau sangat baik padaku, seperti malaikat pelindungku.


Yoo Kyung : Sejujurnya, aku berhutang budi pada ibumu. Ada sesuatu yang dimiliki ibumu, yang sangat aku inginkan. Jadi aku mencurinya.

Na Yeon : Jeongmalyo? Lalu?

Yoo Kyung : Dia memaafkanku setelah dia mengetahuinya. Dia bilang padaku, aku boleh memilikinya dan membiarkanku. Aku sangat bersyukur sekaligus menyesal.

Na Yeon : Mungkin itu karena kalian berteman. Tapi apa yang kau curi?

Yoo Kyung : Itu rahasia. Aku yakin ibumu tidak ingin kau tahu rahasia itu. Itu rahasa antara kami berdua.

Na Yeon : Kalian pasti sangat dekat. Semakin dekat, kau cenderung memiliki rahasia yang seperti harta karun.

Yoo Kyung : Tentu saja, tidak ada hubungan seperti itu di dunia ini.


Yoo Kyung menemui dokter yang menangani Na Yeon. Dokter berkata, semua masih terasa asing bagi Na Yeon.

Yoo Kyung lantas menanyakan kondisi Na Yeon.

Dokter berkata, itu tergantung keinginan Na Yeon. Dokter : Tidak jelas. Bisa sebulan, atau sepuluh tahun.

"Aku siap. Tolong urus Lee Na Yeon sampai ingatannya pulih." pinta Yoo Kyung.

"Kau bilang Lee Na Yeon adalah teman putrimu?" tanya dokter.

"Benar."

"Lalu apa dia punya keluarga lain."

"Tidak punya. Seperti yang kukatakan padamu sebelumnya, Na Yeon memiliki seorang anak tapi anaknya meninggal dalam kecelakaan mobil dan Na Yeon menjadi aneh sejak itu. Aku pikir dia akan membaik tapi dia lari ke tengah jalan hari itu."


"Apa kau bisa membawa foto anak itu?"

"Untuk apa?"

"Itu bisa membantu memulihkan ingatannya. Jika kita memicu ingatan yang paling menyakitkan, itu bisa membantu memulihkan ingatannya."

Yoo Kyung yang tak mau ingatan Na Yeon pulih, jelas menolaknya dengan alasan tidak mau menyakiti Na Yeon. Ia lalu meminta dokter merahasiakan anak Na Yeon dari Na Yeon. Dokter tampak keberatan.

Yoo Kyung : Rumah sakit ini sangat bagus. Kau juga sangat baik tapi lokasinya sangat jauh. Pasti sulit menjalankannya. Mungkin aku bisa membantu. Bisakah aku bertemu direkturmu?


Do Hee pulang ke rumah dan terkejut melihat Hwi Kyung sedang duduk bersama orang tuanya.

Sung Joo : Kenapa sangat lama? Kau tidak tahu ada tamu di rumah kita?

Do Hee : Ada apa ini?

Hwi Kyung : Kenapa terburu-buru? Santai saja.

Sung Joo : Hwi Kyung membawakan ini (kue). Duduklah. Aku akan mengambilkan tehmu.

Dong Jin : Aku baru mau memintanya datang tapi dia datang sendiri.

Hwi Kyung : Aku minta maaf karena mampir tanpa pemberitahuan. Aku ingin bertemu denganmu secepatnya.

Dong Jin : Aku bersyukur. Kau  harus bergerak selagi api menyala. Aku juga terburu-buru.


Dong Jin lalu menatap Do Hee yang diam saja. Ia pun menyuruh Do Hee duduk. Do Hee langsung duduk disamping Hwi Kyung.

Dong Jin : Tetapkan tanggal pernikahan saat keluarga kita bertemu akhir pekan ini.

Hwi Kyung : Kedengarannya bagus.

Dong Jin : Bagaimana menurutmu? Ayahnya menunggu.

Do Hee : Aku tidak tahu. Kenapa terburu-buru? Pernikahan bukan mainan. Ini tidak benar.

Hwi Kyung kecewa mendengarnya. Sementara Dong Jin dan Sung Joo kaget mendengarnya.


Do Hee mengantarkan Hwi Kyung keluar. Ia lalu protes karena Hwi Kyung tidak menghubunginya lebih dulu.

Hwi Kyung : Do Hee-ya, bukankah kau pernah memintaku datang ke rumahmu sebelumnya? Kenapa kau sangat sensitif?

Do Hee : Pikirkan itu. Ini rumah seorang wanita.

Hwi Kyung : Tidak membedakan pria dan wanita, apa yang paling kau benci? Bagaimana pun aku minta maaf. Tapi apa kau habis dari suatu tempat?

Do Hee : Apa maksudmu?

Hwi Kyung : Aku merasa kau seperti habis dari bulan dan menatapku seperti orang asing.

Do Hee : Apa kau berpikir aku selalu bahagia?

Hwi Kyung : Kau mungkin benar-benar sedang kesal. Aku sungguh2 minta maaf soal malam ini.

Do Hee menyuruh Hwi Kyung pergi. Ia beralasan, sedang dikejar deadline.


Hwi Kyung : Do Hee-ssi, apa aku melakukan kesalahan.

Do Hee : Tidak.

Do Hee lalu masuk begitu saja. Hwi Kyung pun heran dengan sikap Do Hee.


Do Hee masuk ke kamarnya. Begitu masuk kamar, ponselnya langsung berdering. Telepon dari pimpinannya yang mengaku diancam Kyung Wan.

Do Hee kesal.

"Jadi kita tidak bisa menyentuh Kang Tae Joon dan Jang Se Jin begitu? Orang-orang itu sudah salah menilaiku. Aku mengerti."


Usai bicara dengan pimpinannya, Do Hee langsung menghubungi Eun Bong. Ia mengaku penasaran apa yang terjadi pada Na Yeon.

Eun Bong : Bukankah kau bilang kau mau berhenti? Terima kasih atas perhatianmu tapi aku tidak mau jadi pengganggu.

Do Hee : Siapa yang bilang begitu?

Eun Bong : Ibumu datang menemuiku dan memintaku berhenti meminta bantuanmu tentang adikku.

Do Hee kaget, ibuku?


Do Hee pun langsung keluar dan meminta penjelasan ibunya yang sedang merangkai ibunya. Sang ibu mengaku ia melakukannya karena tak mau

Do Hee terlibat masalah orang lain.

Do Hee : Aku bilang aku mau menolong mereka! Aku ingin menolong si tukang masak!

Sung Joo : Aku bilang aku tidak suka! Aku tidak mau kau berurusan dengan mereka!

Sung Joo masuk ke kamarnya.


Dong Jin datang dan menyuruh Do Hee duduk. Dong Jin menyuruh Do Hee berhenti sekarang juga menjadi reporter. Do Hee pun mengalah. Ia bilang akan berhenti tapi setelah menyelesaikan pekerjaannya. Dong Jin setuju.


Di kamarnya, Sung Joo langsung cemas. Ia takut rahasia kalau Do Hee bukan putri kandungnya terbongkar dan membuat Dong Jin meninggalkannya.


Do Hee masuk ke kamarnya dan kembali menghubungi Eun Bong. Ia minta maaf dan ingin bertemu dengan Na Yeon.

Eun Bong : Sebenarnya, sejak dia pergi untuk menemuimu, dia tidak pernah pulang ke rumah.

Do Hee kaget, dia tidak pulang?

Eun Bong : Dia pergi berdoa tapi aku tidak mengerti. Dia tidak pernah seperti ini. Kami tidak bisa menghubunginya. Dia hanya mengirimkan pesan.

Do Hee pun curiga. Ia bertanya, siapa yang tau kalau ia dan Na Yeon akan bertemu hari itu.

Eun Bong : Kang Tae Joon dan Jang Se Jin sepertinya tahu. Kang Tae Joon datang hari itu.

Do Hee : Aku akan mencoba mencari tahu. Bisakah kah kau kirimkan informasi adikmu padaku. Seperti tanggal lahir, alamat atau seperti itu. Kirimkan juga fotonya.

Eun Bong : Baek Gija-nim. Terima kasih. Aku akan berterima kasih setelah kita bertemu.


Usai bicara dengan Eun Bong, Do Hee pun menghubungi Detektif kenalannya yang bernama Choi. Ia minta Detektif Choi mencari seseorang.

Di rumah sakit, Eun Bong mengirimkan foto dan informasi Na Yeon pada Do Hee.


Usai bicara dengan Detektif Choi, Do Hee menerima pesan dari Eun Bong soal data2 Na Yeon.

Do Hee terkejut membaca tanggal lahir Na Yeon yang sama dengannya.


Do Hee lalu menerima foto Na Yeon. Sontak ia terkejut melihatnya.


Sekarang, Do Hee duduk di sebuah kafe, menunggu seseorang. Tak lama orang yang ditunggunya, Eun Bong, datang. Eun Bong kaget melihat sosok

Do Hee yang mirip Na Yeon.

Do Hee : Bukankah kita harus berbicara banyak?

Bersambung ke part 2...............

No comments:

Post a Comment