Saturday, April 6, 2019

The Promise Ep 42 Part 1

Sebelumnya...

Episode terakhir yang ada Do Hee nya gaes.... habis ini kita hanya akan melihat Lee Na Yeon saja yang balas dendam menggunakan nama Do Hee..... tidak ada lagi Na Yeon dan Do Hee yang periang... dan kita juga akan kehilangan Sae Byeol...


Do Hee tiba di rumah sakit tempat Na Yeon dirawat.

Ia lalu melihat hasil tes DNA antara dirinya dan Na Yeon. Di hasil tes DNA itu tertulis kalau ia dan Na Yeon adalah saudara kembar.

Do Hee kemudian melihat seorang pasien pria yang diseret masuk ke dalam rumah sakit oleh dua petugas medis. Pria itu berteriak, ingin mati.

*Ntar pria ini lah gaes yang menyebabkan Do Hee tewas. Kampang emang ni orang, mau bunuh diri ngajak2 orang lain.


Petugas tidak mengizinkan Do Hee mengunjungi Na Yeon. Petugas berkata, wali Na Yeon menolak semua kunjungan untuk Na Yeon.

Do Hee pun kebingungan. Petugas itu lantas menerima telepon tentang pasien pria yang mau bunuh diri tadi yang menghuni kamar no 325.

Do Hee keluar. Ia bingung bagaimana caranya menemui Na Yeon.


Do Hee lantas melihat seorang wanita muda yang kesusahan memapah ibunya yang merupakan pasien rumah sakit itu menuju ke dalam. Do Hee pun bergegas membantunya.

Petugas yang menolak kunjungan untuk Na Yeon kini sudah selesai menelpon.

Do Hee masuk ke dalam sambil memapah wanita tua itu.

Sampai di lantai atas, Do Hee langsung mencari kamar Na Yeon.


Tapi dua satpam tiba2 muncul. Do Hee pun langsung bersembunyi di dalam salah satu kamar pasien.

Kamar yang dimasuki Do Hee ternyata kamar Na Yeon. Do Hee terkejut melihat Na Yeon.


Do Hee mendekati Na Yeon. Ia melepaskan topinya sambil menatap Na Yeon lekat2. Na Yeon langsung berdiri dari ranjangnya. Ia kaget melihat Do Hee.

Do Hee lantas memeluk Na Yeon.

Na Yeon : Kau siapa?


Do Hee melepas pelukannya dan menyuruh Na Yeon memperhatikan wajahnya baik2.

Na Yeon terkejut, tidak mungkin....

Do Hee : Kegilaan ini adalah kenyataannya. Kau dan aku saudara kembar. Kau paham? Kau dan aku adik kakak.

Na Yeon : Bagaimana bisa... bahkan meski aku hilang ingatan, bagaimana mungkin aku tidak ingat aku punya kembaran. Kenapa aku tidak mengenalimu?

Do Hee kaget Na Yeon hilang ingatan.


Na Yeon : Mereka bilang aku tidak punya keluarga. Aku hanya punya ibuku yang meninggal setelah melahirkanku.

Do Hee : Sadarlah Lee Na Yeon. Kau tidak sendirian. Kau punya keluarga dan putri bernama Sae Byeol.

Na Yeon : Sae Byeol i?

Do Hee : Benar. Putri Lee Na Yeon, Sae Byeol. Dia sakit. Kau harus melihatnya.

Na Yeon : Tidak mungkin. Aku kembar? Aku punya anak? Tidak mungkin.

Do Hee : Benar. Aku diadopsi sesaat setelah aku lahir. Lee Yoon Ae mungkin nama ibu kita.


Do Hee lantas menunjukkan hasil tes DNA itu. Na Yeon kaget.

Do Hee lalu memeluk Na Yeon. Ia minta maaf karena terlambat menemukan Na Yeon.

Na Yeon menangis. Ia kebingungan karena belum bisa ingat siapa dirinya.


Do Hee melepas pelukannya dan menghapus tangis Na Yeon.

Do Hee : Kita akan bicara setelah keluar dari sini. Tapi sulit bagimu untuk pergi tanpa izin walimu. Kita harus cepat.

Do Hee lalu melepas mantelnya.

Na Yeon : Bagaimana denganmu?


Petugas rumah sakit berkeliling memeriksa setiap kamar.


Sementara itu, Do Hee sudah memakai seragam pasien sekarang dan Na Yeon memakai pakaian Do Hee.

Do Hee : Naneun Baek Do Hee-ya, Baek Do Hee. Kau harus keluar dari sini dan pura-pura lah sebagai Baek Do Hee dan carilah Sae Byeol.

Na Yeon : Kau bagaimana?

Do Hee : Aku akan segera keluar. Aku harus tahu kenapa kau disini dan siapa yang membawamu. Jangan gugup dan berjalan lah dengan percaya diri.


Do Hee lalu memberikan tasnya pada Na Yeon.

Do Hee : Disini ada ponselku. Aku akan segera menelponmu. Jika aku tidak menelpon sampai malam, hubungi polisi.

Na Yeon mengerti, hati-hati. Kita harus bertemu lagi.

Do Hee juga memberikan kalung S nya.


Na Yeon pun pergi.

Tepat setelah Na Yeon pergi, dokter ditemani suster datang ke kamar Na Yeon. Mereka yang tidak sadar pasien yang ada di depan mereka bukanlah Na Yeon, melakukan pemeriksaan pada Do Hee.


Pria yang ingin mati tadi, terus-terusan menyalakan korek api.


Sung Joo tidak sengaja memecahkan vasnya. Cemas, Sung Joo langsung menghubungi Do Hee tapi tidak dijawab.


Mal Sook juga dapat firasat. Jarinya terluka saat memotong bawang.

Cemas, Mal Sook langsung pergi. Pada Geum Bong ia mengatakan ingin ke kantor polisi mencari Na Yeon.


Asap mulai muncul dibawah pintu kamar Na Yeon.

Do Hee terkejut dan langsung membuka pintunya.

Ia seketika terjatuh dan batuk2 mencium asap.

Alarm kebakaran pun segera dibunyikan.


Na Yeon yang sudah berada diluar, terkejut mendengar teriakan kebakaran.

Na Yeon menoleh ke belakang dan kaget melihat asap serta orang2 yang berhamburan keluar dari rumah sakit.


Na Yeon pun berlari ke dalam untuk menyelamatkan Do Hee.

Ia terkejut melihat Do Hee yang sudah tergeletak di lantai.

Na Yeon menangis.

"Do Hee-ya, ayo bangun! Kita harus keluar! Do Hee-ya!"

"Na Yeon-ah, kenapa kembali? Aku akan segera mati."

Na Yeon lalu berusaha menarik Do Hee keluar tapi dia tidak sanggup menahan tubuh Do Hee sendirian.


Na Yeon berlari keluar, untuk mengambil kursi roda. Tapi saat mau kembali ke kamarnya, ia terjatuh.

Na Yeon lalu merangkak menuju Do Hee. Do Hee melihat usaha Na Yeon menolongnya.

Do Hee : Aku... bersyukur... aku bersyukur... memilikimu.

Do Hee pun hilang kesadaran.

Sementara Na Yeon, dia berusaa meraih tangan Do Hee sebelum akhirnya kesadarannya ikut menghilang.

Bersambung ke part 2...........

No comments:

Post a Comment