Skip to main content

The Promise Ep 41 Part 1

Sebelumnya...

Di episode kali ini gaes, gagal membuat Do Hee berhenti kepo pada Tae Joon dan Se Jin, Kyung Wan pun meminta Hwi Kyung menghentikan Do Hee... terus Do Hee akhirnya memberikan pilihan, dia nyuruh Hwi Kyung milih antara dirinya dengan Se Jin...... Siapakah yang dipilih Hwi Kyung?????

Oya gaes... episode berikutnya, si kembar udah ketemu... tapi sayangnya, ada kebakaran di rumah sakit tempat Na Yeon dirawat dan Do Hee tidak selamat....


Se Jin menemui Na Yeon. Na Yeon yang kehilangan ingatannya, tersenyum melihat Se Jin.

Melihat itu, Se Jin bicara dalam hatinya.

Se Jin : Benar. Hanya tersenyum seperti itu. Tetaplah bersembunyi untuk sebentar lagi. Kenapa kau terus muncul disaat aku tidak mau melihatmu? Aku tidak peduli kenapa kau disini. Menjauhlah dari duniaku sampai aku menikah dengan Tae Joon. Kumohon Lee Na Yeon.

Se Jin lalu beranjak pergi.

*Kesel pas si Se Jin nganggap Na Yeon yang terus mengganggunya. Padahal dia dan keluarganya yang terus mengganggu Na Yeon.


Do Hee terkejut mendengar laporan Detektif Choi tentang Na Yeon. Detektif Choi mengaku, ia tidak bisa melacak keberadaan Na Yeon. Ditambah ponsel Na Yeon tidak bisa dihubungi. Detektif Choi juga mengatakan, bahwa Na Yeon tidak terlihat seperti seseorang yang melarikan diri. Na Yeon terlihat seperti orang hilang.

Detektif Choi : Aku telah mengerahkan pencarian nasional. Kita akan segera menemukannya jika tidak putus asa. Tunggu dan bersabarlah sedikit lagi.

Do Hee pun cemas.


Dokter sedang memeriksa Sae Byeol, lalu dokter menjelaskan kondisi Sae Byeol pada Mal Sook. Mal Sook menangis saat dokter mengatakan, hasil MRI Sae Byeol buruk. Dokter lantas meminta Mal Sook menyiapkan diri untuk kondisi terburuk.


Setelah dokter pergi, Mal Sook langsung duduk dan memegang tangan Sae Byeol.

"Gomabta, Sae Byeol-ah. Halmeoni.... jeongmal gomawo."


Eun Bong menuju kamar Sae Byeol dengan buru-buru. Sampai di depan kamar Sae Byeol, ponselnya berdering. Telepon dari Do Hee yang ingin melihat-lihat kamar Na Yeon.


Usai bicara dengan Do Hee, Eun Bong langsung melihat Sae Byeol bersama Geum Bong dan Joong Dae. Mereka senang melihat Sae Byeol sudah sadar.

Geum Bong menangis.

"Sae Byeol-ah, bibi minta maaf. Bibi janji tidak akan meninggalkanmu sendirian lagi."


Mal Sook sedih.

"Ini adalah hari yang membahagiakan tapi orang yang paling bahagia tidak ada disini. Kemana dia sebenarnya?"

"Eomma, nanti dia mendengar." jawab Eun Bong.


Tae Joon kemudian datang. Mal Sook marah dan menyuruh Tae Joon pergi. Eun Bong menenangkan ibunya dan berkata, bahwa dirinya lah yang menelpon Tae Joon, menyuruh Tae Joon datang. Mal Sook mengalah dan membiarkan Tae Joon melihat Sae Byeol. Tae Joon pun mendekati Sae Byeol.

"Appa, bukankah Amerika jauh? Guruku bilang, itu sangat jauh. Terima kasih sudah pulang."

"Benar, appa pulang karena ingin melihatmu."

Tae Joon lantas terdiam saat Sae Byeol menanyakan Na Yeon. Ia tidak tahu harus mengatakan apa.


Do Hee masuk ke rumah Na Yeon saat tidak ada orang di rumah. Sepertinya Eun Bong lah yang memberitahu Do Hee password pintu rumahnya.

Do Hee masuk ke kamar mandi dan mengambil sikat gigi Na Yeon. Sepertinya Eun Bong juga yang memberitahunya yang mana sikat gigi Na Yeon.


Setelah itu, Do Hee ke kamar Na Yeon dan mengambil beberapa helai rambut Na Yeon di sisir.


Do Hee lalu melihat foto Na Yeon dan Sae Byeol.

Do Hee : Kau terlihat lebih cantik dariku atau lebih jelek? Bagaimana bisa kita terlihat sama? Kau benar-benar persis sepertiku.


Do Hee pergi ke salon. Ia berniat merubah tatanan rambutnya sama seperti Na Yeon.

Do Hee : Aku merasa aku harus melakukannya. Aku merasa ini akan membuat kami bertemu secepatnya.


Yoo Kyung memanggil Man Jung ke rumahnya. Ia memberikan antingnya dan menyuruh Man Jung mencari pasangannya.

Man Jung bertanya, dimana pasangan anting itu. Ia terkejut saat Yoo Kyung mengatakan pasangan anting itu ada di rumah Na Yeon. Semula, Man Jung agak keberatan harus mencari anting itu di rumah Na Yeon tapi saat disogok dengan perhiasan, ia langsung bersemangat dan berubah pikiran.

Man Jung : Tidak sulit mencarinya di rumah kecil itu.


Se Jin sampai di rumah dan tidak sengaja mendengar tawa Man Jung dari kamar ibunya. Se Jin pun ingin masuk, menyapa ibu Tae Joon, tapi saat mendengar omongan Man Jung tentang Sae Byeol, ia kesal.

Man Jung : Sae Byeol sudah sadar. Kalau Na Yeon tidak pulang juga, keluarganya bisa curiga.


Se Jin masuk ke kamarnya. Ia kesal dan melemparkan tasnya.

Lalu, ia menghubungi Tae Joon dan marah karena Tae Joon tidak mengabarinya soal Sae Byeol yang telah siuman.


Hwi Kyung menghubungi Do Hee. Ia minta penjelasan kenapa Do Hee tidak bisa dihubungi sepanjang hari.

Do Hee : Tidak bisakah orang-orang meninggalkan pesan lebih banyak daripada menelpon? Jika mau mengatakan sesuatu, kau bisa mengirimkan pesan padaku!

Hwi Kyung : Kau tidak bisa mendengar suaraku lewat pesan teks dan aku ingin mendengar suaramu juga.

Do Hee : Kulitku sangat kering sekarang. Jangan buat aku merinding.

Hwi Kyung : Suaramu terdengar lebih dingin hari ini. Ini aneh.

Do Hee : Kau benar, suasana hatiku sedang tidak enak sekarang. Aku tutup.

Hwi Kyung : Do Hee-ssi!


Do Hee keburu menutupnya. Hwi Kyung pun aneh dengan sikap Do Hee tapi ia berusaha memaklumi. Hwi Kyung lantas melihat sepasang cincin yang akan ia gunakan untuk melamar Do Hee.


Paginya, Se Jin membahas tempat bulan madu dengan Tae Joon tapi Tae Joon lagi2 tidak mendengarnya. Ia pun kesal.

Tae Joon menatap Se Jin dan menyuruh Se Jin memilih sendiri.

Se Jin : Ini menakutkan. Aku memilih gaun pengantin sendiri, memilih cincin sendiri, memilih tempat bulan madu sendiri. Aku merasa cintaku seperti bertepuk sebelah tangan.

Tae Joon : Kenapa kau bilang begitu?

Se Jin : Sae Byeol sudah tidak apa-apa sekarang!

Tae Joon : Aku hanya banyak pikiran.

Se Jin : Itu karena Lee Na Yeon? Dia luar biasa. Dia tetap bisa menusukku meski dia telah pergi.

Tae Joon : Se....


Ponsel Tae Joon berdering. Telepon dari Do Hee yang mengajak Tae Joon bertemu tapi Tae Joon menolaknya. Do Hee lalu menanyakan keberadaan Na Yeon. Do Hee mengatakan, bahwa ia merasa Tae Joon tahu dimana Na Yeon.

Tae Joon : Imajinasimu tambah liar.

Do Hee : Aku menyiapkan cerita menarik untukmu. Aku menelpon agar kau tidak terkejut.

Tae Joon : Lakukan saja apa maumu. Aku tidak akan terkejut dengan cerita karanganmu.

Se Jin bertanya, siapa yang menghubungi Tae Joon. Tae Joon berbohong, mengatakan yang menelponnya bukan siapa-siapa.


Do Hee kesal.

"Kau membuat si ular putih semakin berbisa!"


Do Hee lantas menghubungi Kyung Wan.

Kyung Wan terkejut dapat telepon dari Do Hee.

Do Hee mengajak bertemu tapi Kyung Wan berkata tidak ada alasan baginya untuk menemui Do Hee.

Do Hee : Seperti yang kuduga kau menolak. Kalau begitu bisa aku ajukan pertanyaan lewat telepon?

Kyung Wan : Kuberi 3 menit.

Do Hee : Kau tahu Lee Na Yeon menghilang?


Kyung Wan : Kenapa kau berpikir aku tahu?

Do Hee : Kudengar kau berusaha menghentikan artikelku.

Kyung Wan terkejut.

Do Hee : Aku punya feeling kau tahu sesuatu. Ini tentang Kang Tae Joon, Jang Se Jin dan Lee Na Yeon.


Kyung Wan kesal dan memutuskan panggilan Do Hee.

Do Hee tambah kesal.


Merasa Do Hee ancaman, Kyung Wan memanggil Hwi Kyung ke ruangannya.


Kyung Wan memberitahu Hwi Kyung soal Na Yeon. Kyung Wan : Tae Joon memiliki pacar dan Se Jin mengetahui itu tapi Se Jin tetap ingin bersamanya. Wanita itu memiliki anak dari Tae Joon, tapi Tae Joon tidak mengetahuinya. Karena itulah, Tae Joon dan Se Jin dianggap orang jahat.

Hwi Kyung syok mendengarnya.

Kyung Wan : Kau tahu Baek Do Hee dari Jungle News? Kudengar kalian berkencan. Dia mengetahui cerita ini. Tolong hentikan dia. Jika cerita ini tersebar, Se Jin akan hancur.

Hwi Kyung : Kau ingin mereka tetap menikah?

Kyung Wan : Se Jin sangat menginginkannya. Tolong aku. Dia keponakanmu. Hanya kau satu2nya yang bisa menghentikan dia.


Hwi Kyung  kembali ke ruangannya. Ia bingung harus bagaimana. Tapi tak lama kemudian, ia menghubungi Do Hee dan mengajak Do Hee makan malam.

Bersambung ke part 2..............

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...