Skip to main content

The Promise Ep 43 Part 2

Sebelumnya...


Se Jin membujuk orang tuanya untuk menunda pernikahannya dengan Tae Joon. Se Jin menjelaskan, kondisi Sae Byeol belum membaik ditambah dengan Na Yeon yang baru meninggal, jadi mereka tidak bisa menikah dalam kondisi seperti itu.

Yoo Kyung tidak setuju. Ia tidak mau Se Jin menjadi sasaran empuk media lagi kalau pernikahan itu sampai ditunda.

Kyung Wan setuju dengan Yoo Kyung. Ia bilang, pernikahan Se Jin akan berjalan sesuai rencana.


Paginya, Hwi Kyung menemui Kyung Wan.

"Kau terlihat sangat baik." sindir Hwi Kyung.

"Oh, tentu saja. Besok Se Jin menikah. Jelas aku bahagia." jawab Kyung Wan.

"Ya kau benar, besok hari pernikahan Se Jin." ucap Hwi Kyung.

"Kau ingin mengatakan sesuatu?" tanya Kyung Wan.


"Apa mantan pacar Tae Joon ada di rumah sakit? Rumah sakit yang kebakaran kemarin?"

"Aku yakin kau sudah mendengarnya. Ini memalukan. Wanita itu meninggal kemarin."

"Dan pernikahan Se Jin akan tetap berjalan sesuai rencana?"

"Kami tidak punya pilihan. Pernikahan tidak bisa batal hanya karena wanita masa lalu Tae Joon."

"Aku merasa seperti kau bahagia dengan kematiannya. Demi Se Jin."

"Cobalah jadi orang tua. Kau akan mengerti apa yang kurasakan."

Hwi Kyung pun berdiri. Ia lalu berkata, tiba2 saja ia takut menjadi orang tua. Hwi Kyung lalu beranjak pergi.


Hwi Kyung memanggil Tae Joon ke ruangannya.

"Akhirnya besok kau akan menjadi keponakanku. Bagaimana perasaanmu?"

"Rasanya seperti mimpi."

"Kau lebih baik dari yang kubayangkan."

"Apa maksudmu?"

 "Kang Tae Joon! Bagaimana bisa kau bekerja sekarang? Kau tidak seharusnya berada disini. Kau seharusnya ke pemakamannya."

Tae Joon terdiam.

Hwi Kyung lalu berkata lagi, kalau hari bahagia Tae Joon, dimana Tae Joon akan memulai kehidupan yang baru, adalah hari kematian Na Yeon.

"Aku tidak tahu aku harus menghiburmu sebagai sesama manusia atau meneriakimu sebagai calon pamanmu."


"Aku minta maaf."

"Kau mungkin berpikir, aku kelewat batas, tapi kau seharusnya memohon pengampunan dan mengakhirinya dengan baik. Itu langkah pertama sebelum memulai hidup barumu."

Lalu, Hwi Kyung menyuruh Tae Joon pergi.

Balik ke ruangannya, Tae Joon dihubungi Se Jin.

Se Jin memberitahu kalau orang tuanya tidak setuju pernikahan mereka ditunda.

Se Jin : Tapi aku tidak akan meminta bulan madu. Kita bisa lakukan itu nanti.

Tae Joon : Mianata, Se Jin-ah, sudah membuatmu sulit.

Se Jin : Haruskah kita membawa Sae Byeol?

Tae Joon : Kita bicarakan itu nanti.


Selesai bicara dengan Se Jin, Tae Joon yang sudah tidak tahan lagi, akhirnya berteriak marah dan membuang semua barang2nya di meja.


Sae Byeol tidak mau makan. Ia merengek, minta dipanggilkan ibunya.

Geum Bong berusaha membujuk Sae Byeol. Tapi Sae Byeol bilang dia hanya akan makan kalau ibunya sudah datang.

Geum Bong menangis dan memeluk Sae Byeol.


Di restoran, Se Gwang heran tidak bisa menghubungi Geum Bong. Ia menduga, Geum Bong marah karena dia hanya memesankan seporsi iga untuk Geum Bong.


Seorang pria datang. Se Gwang pun terkejut melihat pria itu dan langsung menghampirinya.

Se Gwang bertanya, bagaimana pria itu bisa mengetahui ia kerja disana.

Pria itu mencubit pipi Se Gwang.

"Astaga, anak anjingku. Kau tidak merindukan ayahmu?"

"Berhenti, kau membuatku malu."

Se Gwang lalu berkata, ia kabur dari rumah karena benci pekerjaan ayahnya.

"Kau masih belum berubah." ucap pria itu, lalu duduk di salah satu meja.


Pria itu kemudian memesan seporsi besar daging. Se Gwang pun bertanya, apa sang ayah punya uang. Se Gwang berkata, itu restoran bos nya jadi ia tidak bisa memberi makanan gratis.

Pria itu pun menunjukkan uangnya pada Se Gwang.

Se Gwang : Ayah berjudi lagi!

Pria itu menyuruh Se Gwang diam.


Yoo Kyung ke pemakaman Do Hee. Eun Bong kesal melihat Yoo Kyung. Yoo Kyung berkata, ia datang untuk memberikan penghormatan.

Mal Sook langsung pergi begitu melihat Yoo Kyung.

Yoo Kyung bicara dalam hatinya.

"Jika kau tidak mengacaukan hidupku, kau tidak akan berakhir seperti ini. Ayo kita akhiri hubungan darah yang buruk ini. Aku akan mengurus Sae Byeol. Demi kebaikan Sae Byeol jangan menyimpan dendam dan beristirahatlah dengan tenang."

Yoo Kyung lalu beranjak pergi.


"Kau yang membawa Na Yeon ke rumah sakit itu, kan!" tanya Eun Bong.

Yoo Kyung berbalik dan menatap Eun Bong dengan senyum penuh kemenangan.

"Akan kubiarkan kau bicara omong kosong. Jangan khawatirkan soal Sae Byeol. Kalian tidak berhubungan darah. Sekarang ibunya sudah tiada, kami akan membawa Sae Byeol."


Eun Bong marah. Ia mau membalas tapi ibunya tiba2 datang dan menyiram Yoo Kyung dengan seember air.

Yoo Kyung marah.

"Apa yang kau lakukan!"

"Itu untuk Na Yeon! Aku pikir Na Yeon akan terlalu marah meninggalkan kehidupan ini setelah melihatmu, jadi aku melakukan itu atas namanya!"

Yoo Kyung kesal tapi dia memilih pergi tanpa meladeni Mal Sook.


Mal Sook menjatuhkan dirinya. Eun Bong memeluk sang ibu.


Tae Joon kemudian datang dan berlutut di hadapan foto Na Yeon.

"Haruskah kau melakukan ini?" tanya Mal Sook.

"Aku akan tetap disini hari ini." jawab Tae Joon.

Mal Sook kembali menjerit histeris.

Eun Bong pun berkata kalau Na Yeon membutuhkan Tae Joon sekarang.


Kyung Wan datang. Ia kesal melihat Tae Joon ada di sana.


Hari pernikahan Tae Joon dan Se Jin tiba.

Se Jin sedang berfoto bersama kedua temannya.


Kyung Wan dan Yoo Kyung datang.

"Kau terlihat seperti bidadari yang jatuh dari langit. Anak siapa ini?" tanya Yoo Kyung.

"Tentu saja dia anakku." jawab Kyung Wan.

"Tae Joon sudah jalan?" tanya Yoo Kyung.

"Aku bicara dengannya tadi. Dia bilang sudah di jalan." jawab Se Jin.

"Aku yakin dia akan segera datang." ucap Kyung Wan.


Man Jung sedang menyambut teman2nya.

Yoo Kyung dan Kyung Wan juga sedang melakukan hal yang sama.


Pimpinan Park, Young Sook dan Hwi Kyung datang. Yoo Kyung agak kesal melihat Young Sook dan Hwi Kyung tapi dia menahan diri.

Pimpinan Park mengajak Hwi Kyung masuk.


Yoo Kyung : Apa yang terjadi pada ayah?

Young Sook : Ini hari bahagia. Dimana pengantin laki2nya?

Yoo Kyung : Di ruang make up.

Young Sook : Baiklah, kami menunggumu di dalam.


Se Jin kesal karena tidak bisa menghubungi Tae Joon.

Yoo Kyung menemui Se Jin dan menanyakan Tae Joon. Se Jin berkata Tae Joon tidak bisa dihubungi.

Yoo Kyung : Apa pria brengsek itu menemui Na Yeon? Ini hari pemakamannya kan?


Tae Joon ke pemakaman Do Hee.

Sementara Na Yeon masih belum sadar.


Bersambung..........

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...