Skip to main content

Different Dreams Ep 21-22 Part 1

Sebelumnya...


Seung Jin membawa Matsuura ke sebuah gudang. Disana, seorang pria tergantung dengan kepala tertutup.

Matsuura senang.

"Kim Won Bong, kau akhirnya jatuh ke tanganku!" ucapnya, lalu meninju perut Won Bong.


Episode 21-22 "Apa yang Diinginkan Hati"


Pagi itu, Nam Ok dan Majar berhasil menyusup ke RSU Pemerintah dengan menyamar sebagai dokter.

Sementara itu, Young Jin dan So Min menuju kamar Won Bong.

Polisi yang berjaga, memperhatikan mereka.


Tak lama, So Min keluar lagi dengan langkah terburu-buru. Polisi mencegatnya dan tanya apa yang terjadi. So Min mengatakan, pasien sudah sadar.

Sontak, si polisi langsung berlari pergi. Dan So Min menatapnya dengan tatapan senang.


Si polisi menghubungi Matsuura untuk memberitahukan bahwa Won Bong sudah siuman.


Usai menghubungi Matsuura, dia melihat kedatangan Fukuda. Fukuda langsung berlari menuju kamar Won Bong begitu tahu Won Bong sudah sadar.


Tapi Polisi Militer menghalangi mereka masuk.

Si polii marah, pasien sudah sadar!


Young Jin keluar dan menyuruh Fukuda masuk.


Fukuda masuk, tapi ia melihat Won Bong masih belum siuman.

Young Jin : Pasien yang terluka parah bisa sadar sesekali.

Fukuda : Aku dengar ada cara untuk membangunkannya sementara.

Young Jin : Dia mungkin akan terguncang. Apa ada alasan kau harus melakukannya pada pasien ini?

Fukuda : Dia satu-satunya saksi dan petunjuk. Kurasa Korps Pahlawan dalang dari kasus Kantor Gubernur Joseon dan kasus pembunuhan Pangeran Noda Haijiro.

Young Jin : Menurutmu Pangeran Noda dibunuh? Jadi, kau tidak memercayai laporan autopsiku.

Fukuda : Kami membutuhkan kesaksiannya. Investigasi menemui jalan buntu, jadi, kami tidak punya pilihan.

Young Jin diam. Tapi tak lama kemudian, ia setuju membangunkan Won Bong menggunakan sebuah obat.

Suster melarang Young Jin.

Fukuda : Aku akan bertanggung jawab penuh atas apa yang mungkin terjadi.

Young Jin : Kemungkinan terburuknya, dia bisa mati.


Young Jin pun mulai menyuntikkan cairan ke tubuh Won Bong.

Setelah menerima suntikan itu, Won Bong langsung kejang2.

Fukuda berusaha membangunkan Won Bong.

Young Jin berteriak, meminta obat penenang.

Tapi Won Bong tampak semakin kesakitan.

Young Jin pun melakukan CPR dengan menekan dada Won Bong.

Suster kemudian datang membawa obat penenang, ia terkejut melihat usaha Young Jin.

Beberapa saat kemudian, Won Bong muntah darah dan.... meninggal dunia.


Young Jin menatap Fukuda dengan tatapan marah.

Fukuda syok Won Bong meninggal.

Young Jin menatap Won Bong.


Ternyata Won Bong masih hidup. Sebelumnya, Young Jin memberikan sebuah benda kecil yang dibungkus kain ke tangan Won Bong.

Young Jin memberinya saat ia masuk ke kamar Won Bong bersama So Min.

Young Jin : Tahan dengan gerahammu dan gigitlah saat waktunya tiba. Itu akan tampak seperti darah.

Won Bong : Jika dia mencurigai sesuatu, kau akan kena masalah.

Young Jin : Aku siap untuk itu.

Young Jin lalu menatap So Min. So Min mengangguk dan langsung keluar, memberitahu polisi bahwa Won Bong sudah siuman.

Flashback end...


'Jasad' Won Bong dibawa keluar oleh petugas.

Fukuda dan Young Jin mengikutinya di belakang.

'Jasad' Won Bong terus dibawa ke kamar mayat.


Sementara Fukuda bicara dengan Young Jin.

Fukuda : Kau menduga ini akan terjadi?

Young Jin : Begitulah. Lagi pula dia sekarat. Bahkan jika dia sadar, kau tidak akan pernah mendengar apa pun.

Fukuda : Aku akan bertanggung jawab.

Young Jin : Aku melakukannya karena permintaanmu, tapi kematian pasien tetaplah tanggung jawab dokter.

Fukuda : Young Jin-ssi...

Young Jin : Rumah sakit adalah organisasi independen. Aku tidak ingin Biro Urusan Hukum memerintah kami lagi.

Young Jin kemudian beranjak pergi.


Matsuura tiba di RS. Rekannya sudah menunggunya diluar.

Rekannya memberitahu bahwa Won Bong sudah meninggal.

Matsuura : Kau memeriksa untuk memastikan dia sudah mati?

Rekannya : Dokter yang memeriksanya.

Fukuda menghampiri mereka.

Matsuura tanya, siapa dokter yang bertanggung jawab. Saat tahu itu, Young Jin, ia langsung berlari ke dalam.

Fukuda kembali masuk. Wajahnya menyiratkan ia mencurigai sesuatu.


Matsuura berlari ke kamar mayat.

Tapi pintunya terkunci.

Matsuura marah, Lee Young Jin! Buka pintunya!

Karena pintu tak kunjung dibuka, Matsuura menyuruh Taro mendobraknya. Tapi tepat saat itu, Young Jin membuka pintu.


Matsuura memeriksa satu per satu mayat yang ada di sana.

Ia tak percaya, saat anak buahnya menunjukkan yang mana mayat Won Bong.

Fukuda datang dan menyuruh Matsuura berhenti.


Matsuura mendatangi Young Jin.

"Kau pikir ini sudah berakhir? Aku pastikan akan mencopot..."

"Sudah cukup!" ucap Fukuda.

Matsuura lalu pergi dengan wajah kesal.

Fukuda terdiam sejenak, sebelum akhirnya ia juga pergi.


Di depan kamar mayat, ia berhenti melangkah. Entah apa yang ada di pikirannya.

Dan Young Jin menatap ke pintu.

*Insting Matsuura kuat yaa... Dia gk percaya si tukang listrik meninggal.. Fukuda dari wajahnya juga nunjukin kalau dia tahu Young Jin terlibat. Btw, seandainya Matsuura ini pro ke Joseon, cucok ni setim ama Won Bong.


Young Jin menutup pintu.

Lalu ia mendekat ke lemari pendingin dan membetulkan kain penutup mayat yang disingkap Matsuura tadi.


Fukuda menyuruh Matsuura dan anak buahnya pergi dari RS.

Matsuura marah, Geomsanim!


Kembali ke Young Jin yang masih membetulkan kain putih penutup mayat.

Tiba2, dari bawah ranjang, sebuah kotak terjatuh.

Young Jin langsung jongkok dan menyingkap kainnya.

Ternyata dibawah sana, ada Nam Ok dan Majar yang bersembunyi.

Nam Ok menyuruh Young Jin mengulurkan tangannya, agar ia bisa keluar.


Dari ranjang sebelah, sebuah kotak berjatuhan lagi.

Young Jin menyingkapnya. Won Bong bersembunyi disana.

Young Jin langsung menggenggam tangan Won Bong.

Young Jin : Kau baik-baik saja?

Won Bong : Ya.

Young Jin : Untuk berjaga-jaga, jangan lepas perbannya sampai kau tiba di butik.

Won Bong : Sampai jumpa diluar.


Nam Ok menyuruh Young Jin membantunya keluar. Won Bong pun langsung men-skak Nam Ok. Ia menyuruh Nam Ok diam. Tapi Nam Ok terus saja bicara. Mereka berdebat. Young Jin tersenyum melihat Won Bong.


Sekarang, Nam Ok dan Majar membawa Won Bong keluar dari RSU Pemerintah.

Young Jin melihat kepergian mereka.


Won Bong sudah berada di ruang rahasia, bersama Jung Im, Nam Ok dan Majar.

Jung Im membuka perban Won Bong.

Perlahan, Won Bong membuka matanya. Tapi kemudian, ia memejamkannya lagi.

Jung Im menangis.

Won Bong membuka matanya dan melihat Jung Im menangis.


Nam Ok juga menangis. Tapi kemudian ia tersenyum pada Won Bong.

Majar minta maaf pada Won Bong karena bom rakitannya lah yang sudah melukai Won Bong. Tapi Won Bong bilang tak apa.


Jung Im lalu mencium tangan Won Bong.

Won Bong meminta Jung Im berhenti menangis.

Jung Im mengerti. Ia menghapus tangisnya, lalu membersihkan luka di wajah Won Bong.

Bersambung ke part 2...

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...