Skip to main content

Different Dreams Ep 21-22 Part 2

Sebelumnya...


Oda bertandang ke rumah Hiroshi. Oda mengaku, ia hampir lupa bahwa Hiroshi seorang tentara.

Oda : Siapapun yang akan menjadi gubernur, aku akan bekerja sama denganmu. Aku di pihakmu.

Hiroshi : Gubernur barunya Jenderal Ugaki.

Oda terkejut.

Hiroshi tanya, kenapa Oda begitu terkejut.

Oda bilang, Ugaki adalah dalang kudeta.

Hiroshi : Apa kesaksian tentang pasukan pendudukan ada kaitannya dengan dia? Kau tidak perlu khawatir selama kau di pihakku. Begitu hal itu selesai, semuanya akan kembali seperti semula.

Oda : Jadi, kau di pihak mana? Tentara atau rumah sakit?

Hiroshi : Aku selalu dokter berseragam militer Kau mengerti maksudku. Biar kuceritakan rahasiaku. Operasi akan dimulai di Manchuria besok. Era perdamaian sudah berakhir.

*Curiga sy, ntar di akhir cerita, Young Jin akan berhadapan dengan Hiroshi sebagai musuh.


Fukuda memberitahu Oda, kalau ia mau menyelidiki lagi kasus kematian Pangeran Noda.

Oda bilang kasus itu sudah ditutup.

Fukuda : Dan ada sesuatu yang mencurigakan tentang kematian direktur RS. Orang terakhir yang dia temui adalah Direktur Hiroshi. Saat mayat diautopsi, lebih dari dua dokter harus ambil bagian dan membuat laporan tentang itu. Begitulah protokolnya. Tapi direktur rumah sakit tidak diautopsi. Dan tes darah Pangeran Noda hanya dilakukan oleh wakil direktur, Lee Young Jin.

Oda : Aku kira kau ingin menikah dengan Lee Young Jin. Dan Hiroshi tampaknya sangat peduli padamu.

Fukuda : Aku tidak ingin mencampuradukkan masalah pribadi dan pekerjaan.

Oda : Dengan gubernur yang baru, sebagian besar pejabat akan diganti. Hiroshi akan berperan penting. Dan aku akan membantunya.

Oda lantas meminta Fukuda melupakan Hiroshi dan Young Jin untuk saat ini.

Oda : Pastikan memburu Korps Pahlawan dan menyelamatkan kehormatan Biro Urusan Hukum.


Daiki sedang mengawasi kediaman ayah Seung Jin.

Matsuura tiba2 saja nongol, membuatnya kaget.

Matsuura : Kau sudah makan?

Daiki : Aku makan sedikit.

Matsuura : Kau pergi makan yang benar dan mandilah. Dan kembali ke kantor.

Daiki heran, apa?

Matsuura : Istirahat saja saat aku menyuruhmu Aku akan tetap di sini. Pergilah.

Daiki : Baik, Pak.


Istri Seung Jin membujuk ayah Seung Jin makan. Ia bilang, sudah membuatkan sup ayam favorit ayah Seung Jin tapi ayah Seung Jin menolak makan.


Seung Jin tiba2 datang. Sontak, sang ayah marah melihat ia datang.

"Begitu seorang pria memutuskan dan meninggalkan rumahnya, dia seharusnya tidak pernah kembali." ucap sang ayah.

"Bagaimana keadaan Ayah? Apa Ayah merasa baikan?" tanya Seung Jin.

"Kau dokter? Kau menerima panggilan rumah?" ucap sang ayah.

Sang ayah lalu mengambil sapu dan memukuli Seung Jin.

Menantunya mencoba menghentikan ia memukuli Seung Jin, tapi ia mendorong menantunya dan memukuli Seung Jin.

"Keluar dari rumahku sebelum polisi menerobos masuk." pinta sang ayah. Ia juga menyebut bahwa putranya sudah meninggal, lalu kembali ke rumah.


Setelah itu, Seung Jin meraih tangan istrinya. Ia meletakkan sesuatu ke tangan istrinya. Sang istri kaget. Seung Jin kemudian pergi.


Diluar, Seung Jin bertemu Matsuura. Matsuura langsung pergi. Seung Jin mengikutinya.

Ternyata inilah alasan Matsuura menyuruh Daiki pergi.

Sebagai gantinya, Matsuura meminta Seung Jin menyerahkan Won Bong padanya.

Seung Jin : Kau ingin dia hidup atau mati? Aku dengar imbalan untuk menangkapnya 1.000 dolar.

Sontak, Matsuura marah dan berusaha memukul Seung Jin.

Seung Jin : Aku ingin setidaknya seperseratus dari imbalan itu. Beri aku 10 dolar. Itu syarat terakhirku. Aku akan pergi setelah menyerahkan Kim Won Bong kepadamu. Ke tempat yang tidak bisa ditemukan. Aku butuh uang untuk menata hidupku.

Matsuura : Kau pikir kau penting? Kau hanyalah keparat yang mengkhianati rekanmu. Kau tidak berguna untuk Joseon dan Jepang. Hanya bedebah rendahan.

Seung Jin : Aku mempertaruhkan hidupku. Kita hampir berhasil. Kau ingin berhenti di sini?

Matsuura : Jika kau memainkan trik murahan, keluargamu akan mati. Aku, Matsuura, pasti akan menghancurkan mereka.

*Oke sy baru paham sekarang tujuannya si Seung Jin ini apa.. dia gk bener2 mengkhianati Won Bong. Ingat kan saat Jung Im memberi ide gila, untuk menukar Won Bong dengan sebuah jasad? Nah, pas Jung Im nyetusin ide ini kan, si Seung Jin ada di sana dan memikirkan sesuatu. Jadi intinya, dia menggunakan idenya Jung Im untuk menyelamatkan keluarganya. Dia pura2 akan menyerahkan Won Bong tapi yang diserahkannya adalah Won Bong palsu. Gitu gaes...


Matsuura ke rumah bordil, menemui Kenta yang lagi minum2 ditemani dua wanita penghibur.

Kenta menawari Matsuura minum. Matsuura menolak.

Matsuura : Matahari masih terik. Aku tidak bisa minum.

Kenta : Jika kau tidak minum, pergilah.

Matsuura : Ini tentang Kim Won Bong.Suruh gadis-gadis itu keluar.

Kenta kesal dan menyuruh gadis2nya keluar.


Kenta : Jika kau membuang-buang waktuku, kau akan terima akibatnya.

Matsuura : Kim Seung Jin ingin menyerahkan Kim Won Bong kepadaku. Namun, dia punya satu syarat.

Kenta : Kita harus memberikan apa saja untuknya.

Matsuura : Dia minta 10 dolar dan hak pengampunan.

Kenta marah.

Kenta : Kau tidak bisa memberikan 10 dolar kepada kriminal itu.

Matsuura : Dia tidak akan menyerahkannya kecuali jika dia melihat uang itu. Begitu kita menangkap Kim Won Bong, dia hanya akan punya kesempatan untuk melihat uang itu. Tolong izinkan aku menggunakan dana investigasi untuk Tim Tugas Khusus.

Kenta terpaksa setuju.


Matsuura bergegas pergi. Tanpa ia sadari, Se Joo mengawasinya.


Seung Jin kembali menghubungi Matsuura.

Matsuura : Serahkan Kim Won Bong padaku. Uangnya sudah siap.


Usai bicara dengan Matsuura, Matsuura mengambil pistolnya.

Daiki lewat.

Matsuura : Daiki, hubungi semua tim tugas khusus yang sedang berjaga dan minta bantuan dari Kantor Polisi Jongno.

Daiki bingung, bantuan?


Matsuura berdiri dan menatap pistolnya.

Bersambung ke part 3...

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...