Thursday, June 20, 2019

The Promise Ep 55 Part 1

Sebelumnya...


Hwi Kyung melihat Na Yeon berduaan dengan Tae Joon di atap. Hwi Kyung yang datang dengan membawa kopi pun menatap cemburu pada mereka.


Hwi Kyung kembali ke kantornya. Ia meletakkan dua cangkir kopi nya di atas meja karyawan.

Hwi Kyung kesal, sekaligus bingung melihat Na Yeon yang tampak dekat dengan Tae Joon.

Hwi Kyung lalu meraih ponselnya, mungkin mau menghubungi Na Yeon, tapi Na Yeon tiba-tiba datang dan mengambil kopinya.

Hwi Kyung memarahi Na Yeon yang menghilang begitu saja pada jam kerja.

Na Yeon melihat jamnya.

Na Yeon : Aku masih punya delapan menit lagi untuk istirahat makan siangku. Apa aku harus melapor padamu apa saja yang mau kulakukan?

Hwi Kyung : Benar. Laporkan kemana pun kau pergi dan apapun yang kau lakukan padaku.

Na Yeon : Jangan salah paham. Aku bukan bawahanmu. Tuntutan seperti ini membuatku tidak nyaman.


Na Yeon lantas meletakkan kembali gelas kopinya ke meja dan beranjak ke mejanya tapi langkahnya langsung terhenti saat Hwi Kyung bilang tidak mau hubungan mereka mendingin. Tapi Hwi Kyung tidak menyembutkan kata 'hubungan' secara gamblang. Ia mengganti kata 'hubungan' menadi 'itu'.

Na Yeon berbalik. Ia menatap Hwi Kyung dan tanya maksud Hwi Kyung.

Hwi Kyung : Kopi. Jika kopinya dingin, aku harus membuangnya.

Na Yeon : Hanya itu?

Hwi Kyung pun mencari2 alasan. Ia bilang, mereka akan segera mendapatkan karyawan baru. Jika mereka kikuk, karyawan akan takut pada mereka. Hwi Kyung yang salting, langsung pergi ke ruangannya.


Tae Joon masih di atap. Tangannya menggenggam radio milik Na Yeon.

Tae Joon ingat saat Na Yeon memberikan itu padanya. Na Yeon bilang, karena Tae Joon terlihat nyaman dengan lagunya, maka radionya akan menjadi milik Tae Joon. Na Yeon juga bilang, akan memberikannya sebagai hadiah. Lagu yang ada di radio itu.


Se Jin sendiri sedang memeriksakan dirinya ke dokter kandungan. Dokter mengatakan tidak ada masalah dengan diri Se Jin.

Dokter : Kau tidak menggunakan alat kontrasepsi kan? Dan kau tidak meminum obat apapun?

Se Jin : Aku tidak menggunakannya karena kami sangat menginginkan bayi. Tapi aku meminum beberapa obat tambahan karena kudengar itu bisa membantuku memiliki anak.

Dokter : Tolong bawakan obat itu saat kau datang lain kali. Aku ingin melihatnya.

Se Jin mengerti.


Se Jin mengucapkan terima kasih. Setelah itu ia beranjak pergi.

Begitu Se Jin keluar, Geum Bong langsung masuk ke dalam ruangan dokter.


Geum Bong masuk ke rumahnya dengan wajah lesu. Ia duduk di ruang tengah dan teringat penjelasan dokter tadi kalau ia cuma kena radang perut, bukan hamil.

Wkwkwkwk... harusnya sih bersyukur ni Geum Bong gk hamil, dia pan belum nikah... Eh tapi di Korea sono wajar sih ya hamil duluan...

Lanjut.....


Geum Bong tidak percaya dirinya cuma kena radang perut.

Dokter tanya, apa kau banyak minum air?

Geum Bong : Aku tidak haid sudah dua bulan dan aku mengalami mual sepanjang hari seolah2 aku mabuk perjalanan.

Dokter bilang, itu karena diet yang dijalani Geum Bong.

Dokter : Itu menstruasi tidak teratur dan asam lambung berlebih disebabkan oleh ketidakseimbangan nutrisi.

Flashback end...


Geum Bong sedih tapi kemudian ia sadar harusnya ia senang.

Geum Bong : Kwang hilang, bayi Kwang juga hilang. Aku sudah mengucapkan selamat tinggal kepada semua Kwang, jadi kenapa aku merasa kesal?


Mal Sook tiba2 keluar dari dapur dan tanya siapa Kwang yang dibicarakan Geum Bong.

Mal Sook : Kau bermain Go-Stop?

Geum Bong berdiri dan mengatakan kalau ia tidak pernah menyebut Kwang.

Melihat sang ibu yang sepertinya mau pergi, Geum Bong pun tanya, sang ibu mau kemana. Kenapa aku mencium bau kimchi?

Mal Sook :  Bukan urusanmu.

Mal Sook bergegas pergi membawa dua bundelan berisi makanan.

Geum Bong : Kau tidak akan kesana lagi, kan?


Se Gwang lagi di toko ibunya. Ia tanya, kenapa ibunya mau kembali ke rumah itu.

Man Jung bilang, setelah melihat foto Do Hee, ia terus kepikiran Do Hee dan itu sangat mengganggunya.

Se Gwang : Kau memiliki memori ikan mas, jadi kenapa meributkan dia? Lupakan! Jangan coba2 datang kesana dan jangan pernah bertanyan soal ini lagi.


Se Gwang lalu berbaring di kursi pijat. Man Jung tanya, apa Se Gwang sangat dekat dengan keluarga Do Hee. Ia juga tanya, bagaimana Se Gwang bisa bertemu Do Hee.

Se Gwang : Dia putri atasanku.

Man Jung : Putri? Ada dia punya kembaran?

Se Gwang : Tidak, dia tidak punya. Menjauhlah dariku. Orang2 mungkin akan berpikir kita adalah ibu dan anak.

Man Jung sewot, Hya! Kenapa kau berbaring di kasur baru? Jika kau ingin berbaring, bayar aku!

Se Gwang : Harusnya aku tidak pernah berusaha mencarimu.


Se Jin masuk ke ruangannya dan menemukan ibunya sudah duduk disana.

Yoo Kyung bilang ia tidak bisa menunggu lebih lama lagi.

Yoo Kyung lalu memberikan Se Jin obat dan meminta Se Jin meminumnya secara teratur meski ada di kantor.

Se Jin melihat obat itu.

Se Jin : Aku masih memiliki beberapa. Ini bukan suplemen, bukankah seharusnya aku melakukan sesuatu yang bisa membuatku hamil?

Yoo Kyung : Kehamilan tidak penting sekarang. Kau harus merawat tubuhmu dulu.


Se Jin : Itu karena selain aku, Tae Joon dan ibunya juga menunggu aku hamil.

Yoo Kyung : Orang-orang itu memikirkan bayi sebagai asuransi. Kau harus punya bayi sesegera mungkin, sehingga mereka bisa menggunakannya untuk mengendalikanmu. Tidak bisakah kau melihatnya?

Se Jin : Mereka tidak akan melakukan itu.

Yoo Kyung : Kau memilih seseorang seperti Tae Joon karena kau naif. Jangan lengah. Dia memintaku, untuk membuatnya menjadi pimpinan Baekdo berikutnya.

Se Jin : Dia mengatakan itu?

Yoo Kyung : Kau pikir aku mengada-ada? Jangan terlalu percaya padanya. Kau tahu apa yang disukai pria seperti dia? Pengkhianatan. Dia sudah mengkhianati seseorang, jadi dia pasti bisa melakukannya lagi.


Hwi Kyung, Tae Joon, Na Yeon sedang berkumpul dengan staff lama mereka.

Hwi Kyung berterima kasih para staff mau membantunya. Ia berkata, ia sudah putus asa mencari staff baru jadi ia meminta bantuan mereka.

Tuan Bae berkata, mereka merasa terhormat dipanggil oleh Hwi Kyung.

Tuan Bae : Tetapi sekarang kita dapat bekerja sama lagi.

Hwi Kyung : Kalian sudah mengenal Pak Kang, kan?

Mereka mengangguk. Hwi Kyung lalu mengenalkan Na Yeon sebagai Direktur Pelaksana dari BSS Group.


Na Yeon : Senang bertemu kalian.

Tuan Bae tak berkedip memandangi Na Yeon. Ia lalu memberi saran pada Hwi Kyung untuk memperpanjang jam kerja mereka.

Tuan Bae : Kami memiliki Direktur Pelaksana yang cantik, jadi kita harus kerja lembur.

Staff cowok disamping Tuan Bae menyuruh Tuan Bae berhenti bicara. Ia bilang, Tuan Bae mencontek kalimatnya.

Mereka tertawa.


Staff cewek menyuruh kedua pria itu berhenti menjilat.

Na Yeon : Aku akan menganggap kalian senang ada disini. Aku punya sesuatu yang manis untuk menyambut kalian.


Na Yeon lalu membagi-bagikan kopi yang ia bawa.

Tak lama kemudian, Se Jin datang membawa kopi. Suasana yang tadinya ceria, langsung berubah tegang.

Se Jin menatap Na Yeon dengan wajah kesal. Ia bilang, tadinya ia datang untuk menunjukkan dukungannya tapi sekarang ia merasa malu.

Na Yeon tersenyum.

Na Yeon : Aku minta maaf. Aku pikir kita memiliki ide yang sama.

Tuan Bae berkata, mereka bisa minum dua kopi.


Tuan Bae : Setiap orang minum kopi tiga kali sehari.

Staff cowok disamping Tuan Bae pun bilang kalau Tuan Bae mengada-ngada.

Se Jin : Tidak apa-apa. Bukan cuma kalian karyawan disini. Aku bisa memberikannya pada karyawan di kantorku.

Se Jin langsung pergi.


Na Yeon meminum kopinya. Tae Joon menatap Na Yeon.

Se Jin membuang kopinya di toilet.

Tak lama, Na Yeon datang.

Na Yeon : Kau pasti kesal.


Se Jin yang gengsi menunjukkan kekesalannya pun langsung memasang senyum di wajahnya.

Se Jin : Setelah kupikirkan, kopi dingin tidak ada gunanya bagi semua orang.

Se Jin lalu kembali membuang kopinya. Setelah itu ia beranjak pergi. Na Yeon tersenyum.


Yoo Kyung pulang ke rumah dan melihat Young Sook di ruang tengah tengah menatap album dan tersenyum.

Yoo Kyung mendekati Young Sook. Ia tanya, apa yang membuat Young Sook kelihatan bahagia sampai tidak menyadari kepulangannya.

Young Sook : Kau pulang? Kami sangat cantik hari itu.

Yoo Kyung : Kau bicara apa?

Young Sook pun menunjukkan albumnya.

Young Sook : Ini aku, ini kau dan gadis berkepang dua ini adalah Lee Yoon Ae. Yoon Ae sangat cantik dan dia sangat baik. Ingat apa yang biasa kita katakan? Yoon Ae itu akan bertemu seseorang yang sangat baik dan dihujani cinta. Kau ingat, kan?

Yoo Kyung sontak marah dan menatap tajam Young Sook.


Yoo Kyung : Yoon Young Sook, kau sudah tua. Kau tinggal di masa lalu. Aku tidak tertarik.

Yoo Kyung lalu mengungkit soal pertemuan Young Sook dan Dong Jin. Young Sook marah. Ia pikir, Yoo Kyung menguntitnya. Yoo Kyung bilang, ia terlalu sibuk untuk menguntit Young Sook. Yoo Kyung menjelaskan, ia tahu dari seorang reporter yang dikenalnya. Seorang reporter yang dikenalnya melihat mereka bertemu.

Yoo Kyung : Apakah terlalu bagus bagimu bertemu dengannya di depan umum, terutama saat ayah baru saja meninggal?

Young Sook : Jaga ucapanmu! Aku hanya mentraktirnya makan siang sebagai ucapan terima kasih karena sudah membantu Hwi Kyung!

Yoo Kyung : Alasan tetaplah alasan. Hati-hatilah. Jangan memberi orang banyak hal untuk digosipkan.

Yoo Kyung beranjak meninggalkan Young Sook.


Sung Joo memarahi pembantunya karena membiarkan Mal Sook masuk ke rumahnya. Mal Sook juga meninggalkan makanan serta surat untuk Do Hee. Pembantunya menjelaskan, kalau ia tidak membukakan pintu untuk Mal Sook tapi makanan itu serta suratnya ditinggalkan Mal Sook di depan pintu.


Sung Joo lantas membaca surat Mal Sook.

Aku sangat menyesal tentang hari itu. Yang bisa aku lakukan hanyalah memasak, jadi aku membawa beberapa kimchi dan lauk pauk. Orang yang sama memiliki selera makanan dan gaya yang sama. Putriku menyukai ini saat dia masih hidup.


Sung Joo kesal. Ia lantas menyuruh pembantu membuang makanan itu.

Tapi kemudian ia meralat ucapannya dan menyuruh pembantu menyimpan makanan itu di kulkas.


Malamnya, Sung Joo menyajikan kimchi dan lauk itu pada Dong Jin dan Na Yeon.

Na Yeon terhenyak memakannya. Ia tahu, itu masakan ibunya.

Sung Joo menatap curiga Na Yeon.

Dong Jin memuji rasa kimchi nya yang enak.

Sung Joo tanya, pendapat Na Yeon soal rasa kimchi nya. Ia bilang, itu kimchi dan lauk yang dibawa wanita yang datang ke rumah mereka kemarin.

Na Yeon : Aku benar-benar tidak suka.

Dong Jin : Wanita kemarin? Siapa?

Sung Joo : Aku senang kau menyukainya.


Di kamar baca, Sung Joo minta Dong Jin mengundang Young Sook ke rumah mereka untuk makan. Sung Joo bilang, ia tidak enak pada Young Sook karena tidak datang memenuhi undangan makan siangnya.

Dong Jin : Baiklah. Aku akan tanya kapan itu nyaman untuknya.

Dong Jin menyuruh Sung Joo tidur.

Tapi Sung Joo ingin tidur di kamar itu bersama Dong Jin.

Dong Jin mencari alasan. Ia bilang, harus mengerjakan beberapa pekerjaan. Cahaya dan kebisingan kertas akan membuat Sung Joo terganggu. Sung Joo mengerti dan langsung pergi.


Setelah Sung Joo keluar, Dong Jin membuka lacinya dan mengambil sebuah amplop. Ia membuka amplop itu yang isinya hasil tes DNA ia dan Do Hee.

Dong Jin ternyata tahu Do Hee bukan putrinya.


Di dapur, Na Yeon melihat lauk pemberian Mal Sook. Sung Joo masuk. Na Yeon bilang, dia akan mengembalika lauk itu.

Sung Joo kaget, sekarang?

Na Yeon : Iya, jika kita menerimanya, dia akan terus mengganggu kita. Aku akan segera kembali.


Na Yeon menunggu seseorang di kafe.

Tak lama kemudian, Eun Bong yang ditunggunya pun datang. Eun Bong mengaku senang saat Na Yeon menghubunginya dan mengajaknya bertemu jadi ia buru2 datang.

Na Yeon pun meletakkan lauk2 itu di atas meja.

Eun Bong heran, apa ini?

Na Yeon : Ibumu datang ke rumahku hari ini. Apa kau tahu?

Eun Bong : Ibuku datang lagi?

Na Yeon : Aku tidak bisa memasak sama sekali tapi aku tahu itu membutuhkan banyak waktu dan usaha untuk membuat kimchi dan lauk seperti ini. Jadi bukannya membuangnya, aku ingin mengembalikannya padamu.

Eun Bong agak terdiam.

Eun Bong lalu meminta maaf dan berjanji ibunya tidak akan datang lagi.

Na Yeon : Aku harap kita tidak pernah bertemu lagi.


Na Yeon berdiri. Ia mau pergi tapi Eun Bong kembali memanggilnya. Eun Bong tanya, apa Na Yeon datang ke rumah abu Na Yeon.

Na Yeon : Menurutmu kenapa aku harus mengunjungi tempat itu?

Eun Bong : Ada anting yang Na Yeon minta aku simpan untuknya, dan itu hilang.

Na Yeon : Kenapa tanya padaku?

Eun Bong : Untuk berjaga-jaga.

Na Yeon : Kau bertanya-tanya tentang itu, membuatku merasa tersinggung. Biarkan kukatakan sekali lagi. Aku tidak tahu apa2 soal itu.


Na Yeon pergi. Eun Bong pun menahannya dan minta penjelasan atas sikap dingin Na Yeon.

Eun Bong : Kau tidak seharusnya begini. Aku tidak membuat masalah, kan? Aku dan ibuku hanya bersyukur, kau terlihat seperti Na Yeon.

Eun Bong lantas menghapus tangisnya. Ia minta maaf dan beranjak pergi tanpa membawa lauk yang dikembalikan Na Yeon.

Na Yeon hanya bisa diam dengan wajah sedih.

Bersambung ke part 2...

No comments:

Post a Comment