Thursday, June 20, 2019

The Promise Ep 55 Part 2

Sebelumnya...


Man Jung ke rumah Young Sook. Yoo Kyung sudah menunggunya di depan pintu. Yoo Kyung berkata, ia tidak mengharapkan kedatangan Man Jung sama sekali. Tapi

Man Jung tak peduli dan malah sibuk mengomentari rumah baru Yoo Kyung. Dia bilang, rumah baru Yoo Kyung lebih besar dari rumah lama Yoo Kyung. Ia juga yakin, jika ia berteriak, suaranya akan bergema.

Dengan noraknya, Man Jung pun berteriak2 hanya untuk membuktikan suaranya bergema apa tidak.

Man Jung lalu tertawa.

Man Jung : Rumah ini sangat bagus sehingga suaranya bergema.


Yoo Kyung beranjak ke sofanya, diikuti oleh Man Jung. Yoo Kyung tanya, apa Man Jung datang hanya untuk melihat rumahnya.

Man Jung pun berkata, ia datang untuk menanyakan apartemen barunya.

Yoo Kyung heran, apartemen baru?

Man Jung : Aigo, itu memang sering terjadi di usia kita. Kita sangat pelupa. Kau menyebutkan apartemen 1000 kaki persegi tapi sepertinya kau lupa.

Yoo Kyung : Tapi aku baru saja membelikan toko untukmu...

Dan Yoo Kyung pun meminta waktu. Ia bilang semua butuh waktu.

Man Jung mengerti.

Man Jung : Aku hanya terus melihat apartemen bagus untuk dijual.

Man Jung lantas minta izin melihat kamar Tae Joon dan Se Jin. Yoo Kyung berkata, kamarnya di lantai atas.


Sampai di kamar Tae Joon dan Se Jin, Man Jung mengomel.

Man Jung : Mereka menikmati semua di ruangan ini tetapi mereka tidak akan membelikanku apartemen?

Man Jung lalu membuka sarung bantal Tae Joon dan meletakkan jimatnya di dalam sana.

Man Jung : Tunggu saja sampai Tae Joon masuk. Kamar utama akan jadi milikku, Oh Man Jung.

Adegan berikutnya adegan yg sy suka.....


Man Jung tiba2 saja berlari menuruni tangga dan mengejar pembantu Yoo Kyung yang mau membuang sampah.

Pembantu pun heran Man Jung memarahinya, padahal ia hanya mau membuang sampah.

Man Jung mengambil obat herbalnya dari dalam plastik sampah dan berkata, ia membayar mahal untuk membeli obat itu.

Man Jung terdiam saat tahu Yoo Kyung yang menyuruh pembantu membuang obat itu.


Yoo Kyung yang lagi minum teh langsung berdiri dan mendekati Man Jung. Sementara pembantunya bergegas masuk ke dalam.

Yoo Kyung berkata, tidak bisa membiarkan anak gadisnya meminum tonik murahan.

Yoo Kyung : Aku merawat putriku cukup baik jadi kau tidak perlu khawatir.

Man Jung : Kau bilang ini murah? Dan aku tidak perlu khawatir? Kau sangat kejam!


Tae Joon dan Se Jin pulang. Mereka kaget melihat keributan itu.

Man Jung pun memarahi Se Jin.

Man Jung : Teganya kau melakukan ini. Kau tahu berapa banyak yang kuhabiskan untuk ini? Aku bahkan tidak memberikan ini untuk anakku, tapi aku memberinya padamu agar kau bisa hamil! Tapi kau membuangnya?

Se Jin : Ibu, itu...


Man Jung : Kau mungkin berpikir aku adalah ibu mertua yang tidak berharga, tapi aku melakukan yang terbaik untukmu. Aku mungkin jahat pada orang lain tapi padamu, aku berusaha keras bersikap baik. Aku melakukannya!


Yoo Kyung meminta Tae Joon membawa Man Jung pergi.

Diluar dugaan, Tae Joon membela Man Jung.

Yoo Kyung dan Tae Joon ribut.


Tae Joon : Setelah belajar berjalan dan berbicara, hal berikutnya yang didapatkan bayi adalah masalah. Aku masih belum dewasa.

Tae Joon yang marah itu pun beranjak ke atas.

Man Jung bahkan tercengang Tae Joon membelanya.

Yoo Kyung kian marah.


Se Jin menyusul Tae Joon ke kamar. Se Jin bilang, Man Jung sudah memaafkannya dan sudah pulang.

Se Jin : Tapi apakah kau harus mengatakan itu pada ibuku. Aku yakin dia benar-benar marah.

Tae Joon : Aku tidak menyesali apapun yang kukatakan. Ibumu terlalu kasar.

Se Jin : Kau tahu, kan? Ibumu sulit ditangani.

Tae Joon : Tidak ada yang bisa kita lakukan tentang itu. Kita tidak bisa membalikkan punggung kita padanya.

Se Jin : Bukan seperti itu. Untuk semua kepentingan kita, mari jaga jarak dengannya.

Tae Joon makin kesal.

Tae Joon : Kau tidak mengenalnya dengan baik, jadi harus jaga jarak. Kedengarannya bagus. Tapi jangan coba2 menginjak kami. Kami mungkin melawan, seperti yang kami lakukan hari ini.

Se Jin malah sewot dan menyebut Tae Joon sudah hilang akal.


Se Jin : Bekerja di AP sepertinya menguras tenagamu.

Se Jin lalu berdiri dan menyuruh Tae Joon tidur. Setelah itu, ia pergi dengan wajah kesal.

*Mamam tuh Se Jin yang lo pilih! Kalau Na Yeon, dia gak mungkin bersikap kasar ke ibu lo meski lo dan ibu lo ngasarin dia!


Paginya, semua staff AP sedang mencoba berbagai ayam yang telah dilabeli dengan angka 1-10. Pilihan para staff jatuh pada ayam terakhir. Mereka tidak tahu siapa pemilik dari ayam2 goreng itu.

Hwi Kyung pun membuka penilaian mereka.


Ayam terakhir ternyata berasal dari restoran Mal Sook! Sontak Tae Joon kaget dan langsung melirik Na Yeon.

Na Yeon : Baiklah, tidak perlu menunda lagi. Mari kita mulai proyeknya.

Para staff setuju.

Hwi Kyung menyuruh Tuan Bae menyiapkan surat kontrak. Tuan Bae yakin, akan mendapatkan tanda tangan Mal Sook dalam waktu seminggu.

Tae Joon : Katakan pada mereka, kita dari Baekdo. Ini akan membantu dalam penandatanganan kontrak.

Na Yeon yang tahu maksud Tae Joon, langsung melirik Tae Joon.


Setelah itu, Tae Joon langsung menemui Kyung Wan. Kyung Wan tanya, apa Tae Joon yakin dengan hasilnya.

Tae Joon : Ini berpeluang bagus tapi aku keberatan karena resikonya terlalu tinggi. Dan kontrak ini tidak akan terjadi.

Kyung Wan : Kenapa tidak?

Tae Joon : Restoran yang mereka pilih milik ibunya Na Yeon.

Kyung Wan kaget, apa?

Kyung Wan pun meminta Tae Joon menghentikan Hwi Kyung apapun caranya. Kyung Wan bilang, Hwi Kyung tidak boleh tanda tangan kontrak dengan ibu Na Yeon.


Se Jin tiba2 menerobos masuk.

Se Jin marah karena Hwi Kyung akan menandatangani kontrak dengan ibu Na Yeon.

Se Jin : Aku kehilangan bayiku karena ibunya Na Yeon. Ini tidak boleh terjadi!

Tae Joon menenangkan Se Jin. Ia bilang, ibu Na Yeon akan langsung menolak begitu tahu AP dan Baekdo bekerja sama.


Dan benar saja, Joong Dae mengusir mereka atas perintah Mal Sook.

Tuan Bae yang heran, langsung menghubungi kantor.


Setelah itu, Hwi Kyung yang sedang bersama Na Yeon, mendapatkan telepon dari Tae Joon soal penolakan itu.

Na Yeon : Itu dari Kang Tae Joon?

Hwi Kyung : Apa yang harus kita lakukan? Menandatangani kontrak dengan mereka tidak akan mudah. Tae Joon dapat telepon dari Tuan Bae yang pergi kesana.

Na Yeon : Aku pikir, kau harus turun tangan. Restoran itu dimiliki oleh keluarga mantan pacar Kang Tae Joon.

Hwi Kyung kaget.


Hwi Kyung ke restoran Mal Sook.

Restoran sedang penuh. Joong Dae minta maaf karena tidak ada tempat lagi untuk Hwi Kyung, ditambah ayam mereka sudah habis.

Mal Sook, Geum Bong, Eun Bong keluar dari dapur.

Hwi Kyung langsung menatap Mal Sook.

Hwi Kyung : Anda pemiliknya?

Mal Sook : Iya, tapi tidak peduli berapapun kau bertanya padaku, kami sudah kehabisan ayam. Jika kau datang lain kali, aku akan membuatkan ayam yang lezat untukmu.

Hwi Kyung : Berjanjilah.

Hwi Kyung lalu memberikan kartu namanya ke tangan Mal Sook.

Hwi Kyung : Anda harus menyambutku saat aku datang lagi.

Hwi Kyung langsung pergi.

Saat tahu Hwi Kyung datang dari AP, mereka marah. Mal Sook pun langsung merobek kartu nama Hwi Kyung.


Na Yeon keluar dari ruangan Hwi Kyung dan mendengar Tae Joon lagi teleponan ama Se Jin. Mereka janjian minum wine.

Usai teleponan ama Se Jin, Tae Joon kaget melihat Na Yeon berdiri di depannya. Na Yeon pun berkata, ia akan pulang.

Tae Joon memanggil Na Yeon dan mengembalikan radio Na Yeon. Tae Joon bilang ia tidak membutuhkannya.

Na Yeon : Kalau kau membutuhkannya, kabari saja.

Na Yeon kemudian mengambil tasnya dan beranjak pergi.

Tae Joon tertegun.


Hwi Kyung kembali ke kantor sambil menghubungi Na Yeon.

Hwi Kyung : Baek Do Hee-ssi...

Na Yeon sendiri baru keluar dari lift.

Na Yeon : Bagaimana hasilnya?

Hwi Kyung : Aku dalam perjalanan kembali ke kantor.

Na Yeon : Aku bisa melihatmu.


Mereka pun bertemu di lobbi.

Hwi Kyung : Kau mau pulang duluan?

Na Yeon : Semuanya berakhir seperti itu.

Hwi Kyung : Kau tidak terlihat sibuk. Mau makan malam denganku? Restoran ayam terjual habis dan aku bekerja keras.

Na Yeon : Aku sudah ada janji sebelumnya. Aku akan menemuimu besok.

Na Yeon pun pergi.


Tae Joon sendiri menunggu Se Jin di bar.

Se Jin minta maaf karena akan datang terlambat karena sang ayah tiba2 mau bertemu dengannya. Se Jin juga sudah menawari Tae Joon minum di rumah jika keberatan menunggunya.

Tae Joon lalu menenggak wine nya.


Tiba2, terdengar suara dentingan piano.

Tae Joon terhenyak dan langsung mencari sumber suara.

Dari kejauhan, ia melihat Na Yeon kecil sedang bermain piano.

Perlahan2, Tae Joon mendekati gadis itu.


Tae Joon terkejut melihat sosok yang memainkan piano itu.

Tae Joon : Kau siapa?

Na Yeon : Kau masih tidak tahu siapa aku?

Tangis Tae Joon mulai muncul.

Tae Joon : Kau siapa?

Na Yeon : Kau benar-benar tidak tahu? Itu tidak mungkin benar.


Tae Joon yang sudah tidak tahan lagi, mencium Na Yeon.

Se Jin muncul dan terkejut melihat pemandangan itu.


Bersambung...

No comments:

Post a Comment