Sunday, June 2, 2019

The Promise Ep 54 Part 2

Sebelumnya...

-Baekdo Construction-


Hwi Kyung menghampiri Na Yeon yang sedang bekerja. Ia bilang, mau mengenalkan seseorang pada Na Yeon.

Tak lama, Tae Joon masuk. Hwi Kyung mengenalkan Tae Joon ke Na Yeon secara resmi.

Tae Joon baper menatap Na Yeon.

Na Yeon mengenalkan dirinya sebagai Baek Do Hee, Direktur Eksekutif yang dikirim Grup BSS. Ia lalu mengulurkan tangannya, mengajak Tae Joon salaman.

Tae Joon pun memperkenalkan dirinya dan bersalaman dengan Na Yeon.

Na Yeon : Tanganmu hangat.

Sontak, Tae Joon langsung menarik tangannya.


Sekarang, Tae Joon sedang mencuci mukanya di toilet.


Yoo Kyung menemui orang suruhannya di kafe. Orang suruhannya membawakan informasi mengenai Do Hee.

"Baek Do Hee anak semata wayangnya Baek Dong Jin dan Ahn Sung Joo. Tentu saja, dia tidak memiliki saudara kembar. Tidak ada catatan tentang itu dimana pun."


Tuan Bae memberikan laporan daftar merger dan akuisisi yang diusulkan Tae Joon.

Tuan Bae : Diantara perusahaan yang ada di dalam daftar, dia menandai Angel Tourism dengan skor tinggi.

Se Jin mengerti. Tuan Bae beranjak pergi.

Setelah Tuan Bae pergi, Se Jin menghubungi Tae Joon tapi tidak dijawab. Ia pun resah.


Tae Joon sendiri lagi rapat dengan Hwi Kyung dan Na Yeon.

Hwi Kyung setuju saat Tae Joon bilang, bahwa ada banyak produk tapi tidak ada yang terlintas dalam pikiran siapapun saat mendengar AP Food.

Hwi Kyung : Kita harus mengembangkan produk baru. Kita sudah menginjakkan kaki di bidang produk ayam, jadi bagaimana kalau waralaba restoran ayam?

Na Yeon : Ayam adalah camilan paling populer tapi membosankan.

Hwi Kyung : Bagaimana kalau kita mencari restoran lokal yang tidak terkenal? Kita bisa mengubahnya menjadi pub ayam yang menjadi trend baru-baru ini.

Na Yeon : Restoran lokal favorit? Kedengarannya tidak buruk. Kita bisa menghemat waktu untuk mengembangkan produk baru juga.

Hwi Kyung : Kita sudah memiliki pabrik ayam dan pemasoknya juga. Jika kita fokus pada mereka untuk membuat waralaba, ini akan menjadi peluang.


Tae Joon : Tapi akan sulit menemukan restoran yang bagus dalam waktu cepat dan meskipun kita menemukannya, akan butuh waktu untuk bernegosiasi. Bagaimana kalau kita membuat layanan kotak makan siang saja? Mungkin itu bisa lebih menarik generasi muda.

Na Yeon : Idemu bagus tapi itu juga sangat membosankan. Semua koki terkenal sudah melakukannya.

Tae Joon : Kita bisa menggunakan selebritis dan memasuki pasar secara agresif.

Tapi Hwi Kyung tak setuju dengan ide Tae Joon.

Hwi Kyung lalu tanya, apa Tae Joon dan Na Yeon bisa merekomendasikan restoran lokal ayam.


Tae Joon pun langsung menatap Na Yeon.

Na Yeon tersenyum dan berkata, ia akan melakukannya.


Di kamarnya, Young Sook sedang menggosok saputangan Dong Jin.

Lalu ia ingat saat Dong Jin memberikan saputangan itu padanya.

Dong Jin : Aku tidak suka melihatmu menangis. Tolong hapus air matamu.

- Grup BSS-


Kyung Wan menemui Dong Jin.

Kyung Wan : Kudengar, kau membantu Hwi Kyung saat dia membutuhkan pertolongan? AP berhasil keluar dari masa sulit berkat mu.

Dong Jin : Aku bukan yayasan amal. Itu bukan bantuan tapi investasi.

Kyung Wan : Terima kasih, tapi tolong akhiri bantuanmu disini. Aku tidak membantunya bukan karena aku tidak mampu. Jika kau terbiasa menerima bantuan, kau akan terus mengharapkan bantuan. Itu bukan yang diinginkan mendiang pimpinan dan itu bukan caraku. Dia harus bangkit dengan caranya untuk menumbuhkan akar.

Dong Jin : Kau butuh air dan cahaya untuk menumbuhkan akar. Jika aku tidak berinvestasi, AP akan layu dan mati. Kau tidak menginginkan itu, kan?


Kyung Wan : Tentu saja tidak. Aku akan mengembalikan uang yang kau berikan pada Hwi Kyung untuk berinvestasi. Aku khawatir dia yang tidak punya pengalaman akan merugikanmu. Tolong tinggalkan AP.

Dong Jin tertawa.

"Kau salah. Aku berinvestasi di AP bukan karena Baekdo. Aku berinvestasi pada seseorang. Orang itu Park Hwi Kyung. Jika aku rugi, tidak masalah. Aku menyerahkannya pada takdir."

Kyung Wan pun kesal usahanya gagal.


Yoo Kyung pulang dan melihat Young Sook sedang menyulam di ruang tengah. Yoo Kyung mendekati Young Sook. Ia tanya, haruskah mereka minum teh layaknya ibu dan anak.

Young Sook : Ibu dan anak? Tidakkah itu lucu kedengaran di telingamu?

Yoo Kyung : Itu akan menyenangkan.

Young Sook : Aku baru minum teh.

Yoo Kyung : Aku juga mau. Tapi kau tahu kan aku tidak bisa buat teh? Kau pandai membuat teh.

Young Sook menatap Yoo Kyung kesal. Tapi kemudian, ia menyuruh Yoo Kyung menunggunya sebentar dan pergi ke dapur.


Young Sook membuatkan teh untuk Yoo Kyung.

Yoo Kyung mencium tehnya.

Yoo Kyung : Wangi sekali, teh apa ini?

Young Sook : Kau akan tahu setelah meminumnya.


Yoo Kyung : Hwi Kyung Eomma, bukankah sulit hidup denganku?

Young Sook : Kenapa begitu?

Yoo Kyug : Kalau begitu, jika kau ingin bertemu Baek Do Hee, temui dia diluar. Jangan bawa dia kesini. Paham?

Young Sook : Kenapa aku harus melakukannya?

Yoo Kyung : Aku tidak mau melihatnya. Aku tidak tahan.

Young Sook : Kenapa seperti itu?

Yoo Kyung : Baek Do Hee berusaha menusuk Se Jin dari belakang. Dia berusaha menghancurkan Se Jin dan Tae Joon saat dia masih seorang reporter.


Young Sook : Do Hee pasti punya alasan melakukannya. Apa yang sudah dilakukan Tae Joon dan Se Jin sampai dia seperti itu?

Yoo Kyung, apa?

Young Sook : Apa yang terjadi? Aku harus tahu!

Yoo Kyung beranjak dari duduknya.

Yoo Kyung : Kuperingatkan, jangan pernah berani membawa Baek Do Hee kemari. Kau paham?

Yoo Kyung beranjak pergi.


Sekarang Yoo Kyung duduk di restoran. Tak lama kemudian, Tae Joon datang.

Tae Joon : Dimana ayah dan Se Jin?

Yoo Kyung : Mereka masih rapat, sepertinya agak lama. Aku ingin makan siang dengan keluargaku, tapi aku sedih kau yang datang duluan.

Tae Joon : Kalau begitu, aku akan kembali nanti.

Yoo Kyung : Kau membenciku?

Tae Joon :  Kenapa begitu? Aku hanya tidak nyaman.

Yoo Kyung : Itu tidak benar. Aku melihatmu merasa jijik dan tidak senang.


Tae Joon : Lalu apa yang harus kulakukan agar kau senang?

Yoo Kyung : Ingin membuatku senang? Berpisah dari Se Jin.

Tae Joon tersenyum mendengarnya.

Yoo Kyung : Wae? Kau pikir aku main-main?

Tae Joon : Kau tidak akan melakukannya dan aku tidak meninggalkannya karena anda.


Yoo Kyung : Kau benar, ini belum saatnya. Bagaimana perasaanmu bekerja dengan Baek Do Hee yang mirip Lee Na Yeon?

Tae Joon : Tolong bantu aku kembali ke kantor pusat.

Yoo Kyung : Kau lupa tugasmu? Kau harus menghancurkan Baek Do Hee dan AP.


Tae Joon : Jika aku melakukan apa yang kau inginkan, apa yang akan kau berikan padaku.

Yoo Kyung : Betapa menyenangkan. Apa yang kau mau?

Tae Joon : Buat aku jadi pewaris Baekdo. Lalu aku akan menjadi anjing dan pelayan setiamu.

Yoo Kyung tertawa.

Yoo Kyung : Pastikan saja kau mendukung Se Jin jika kau ingin sesuatu jatuh dari piringnya ke piringmu.


Tak lama, Se Jin dan Kyung Wan datang. Se Jin senang saat Tae Joon bilang tadi mereka terlibat pembicaraan menarik.


Sekarang Tae Joon pergi ke atap.

Sampai disana, dia melihat Na Yeon lagi mendengarkan musik.

Seketika, Tae Joon teringat pada Na Yeon yang dulu.


Tae Joon lantas menghampiri Na Yeon.

Na Yeon : Kau membenciku?

Tae Joon diam saja.

Na Yeon pun mendengar earphone nya.

Na Yeon : Aku tidak ingat, tapi kudengar aku sering mengganggumu dan Se Jin. Masa lalu adalah masa lalu, mari berteman.

Tae Joon : Kedengarannya tidak buruk. Bagaimana kau tahu tempat ini?

Na Yeon : Tempat ini bagus. Ini keren dan jauh. Kau sering kesini?

Tae Joon : Sesekali saat aku merasa kacau.

Na Yeon : Kau sudah mendengar apa? Ini, aku pastikan perasaanmu akan lebih baik setelah mendengarnya.


Na Yeon pun memakaikan earphone nya ke telinga Tae Joon.

Tae Joon menatap Na Yeon. Na Yeon juga menatap Tae Joon. Mereka saling bertatapan dalam diam.


Tak lama, Hwi Kyung datang membawa dua cangkir kopi. Hwi Kyung cemburu melihat keduanya.


Bersambung....

No comments:

Post a Comment