Friday, August 23, 2019

The Promise Ep 63 Part 1

Sebelumnya....

Lanjut gaes,,, makin makin makin seru....


Na Yeon marah Hwi Kyung menciumnya.

Hwi Kyung : Aku sadar aku tidak sopan, tapi inilah perasaanku!

Na Yeon berdalih kalau dia tidak ingat dan tidak tahu apapun.

Hwi Kyung tanya, apa Na Yeon yakin tidak menolak semuanya?

Hwi Kyung : Tidak peduli ingatanmu atau aku, bukankah kau menolak dua2nya?

Na Yeon : Mungkin Baek Do Hee yang kau kenal jatuh cinta padamu tapi bagiku, pikiranku kosong. Jadi tolong jangan membuat kesalahan seperti ini lagi berdasarkan perasaan sepihakmu.


Na Yeon beranjak masuk dan berdiri di depan pagar.

Hwi Kyung : Kau sudah keterlaluan! Aku tidak bisa memberimu waktu lagi. Semakin sulit bagiku untuk meraihmu. Aku mencoba yang terbaik, tapi tetap tidak bisa! Aku akan berhenti menunggu dan datang kepadamu!

Hwi Kyung beranjak pergi.


Tae Joon yang melihat semua itu, menghela nafas. Lalu ia menyalakan mesin mobilnya, mau pergi tapi Na Yeon tiba2 datang.

Tae Joon heran Na Yeon tahu dia disana.

Na Yeon : Aku melihat mobilmu.

Tanpa mereka sadari, seseorang memotret mereka.


Tae Joon membawa Na Yeon ke kafe. Tae Joon tanya, apa Na Yeon akan menikah dengan Hwi Kyung.

Na Yeon : Kenapa bertanya?

Tae Joon : Jawab aku. Iya atau tidak.

Na Yeon : Tidak ada alasan bagiku untuk menjawabmu.

Tapi Na Yeon akhirnya menjawab pertanyaan Tae Joon. Ia bilang, ia masih belum tahu.

Tae Joon : Kalau begitu, biarkan aku yang memberi jawaban. Jangan menikah dengannya.

Na Yeon : Kenapa aku harus mendengarkanmu?

Tae Joon : Kumohon. Jika kau menikah dengannya, kau dan aku akan menjadi keluarga. Kita mungkin akan tinggal di rumah yang sama. Aku tidak berpikir, aku bisa menerimanya.

Na Yeon : Karena aku mirip mantan pacarmu yang sudah meninggal?


Tae Joon : Bukan hanya wajah kalian yang mirip. Na Yeon.... sangat berbeda darimu, tentu saja. Dia hangat dan penuh kasih sayang. Tapi beberapa kali, aku melihatnya dalam dirimu.

Na Yeon : Dan kau tidak menyukainya?

Tae Joon : Aku terus membuat kesalahan. Aku tidak mau terlibat denganmu lagi.

Na Yeon : Jadi apa saranmu?

Tae Joon : Setelah bisnis waralaba ini selesai, aku akan kembali ke kantor pusat dan kau harus kembali ke BSS. Itulah satu-satunya cara agar semua orang tidak terluka. Aku bersedia menerima sampai saat itu tiba. Aku pantas mendapat hukuman sebanyak itu..

Na Yeon meminum tehnya.

Na Yeon : Aku mengerti maksudmu. Tapi siapa yang harus memutuskan? Siapa yang memutuskan apa yang pantas kau dapatkan? Tidak sulit tepatnya bagimu memutuskan sendiri.


Na Yeon kemudian tertawa dan mengaku, tiba2 ingin menikah dengan Hwi Kyung.

Tae Joon : Baek Do Hee-ssi..

Na Yeon : Jangan kaget. Aku tidak mengatakan bahwa aku akan menikah dengannya. Tapi melihatmu melakukan kesalahan, sangat menyenangkan. Aku penasaran soal kenapa kau pantas menerima hukuman. Aku pikir akan lebih menyenangkan jika kita tinggal di rumah yang sama. Aku minta maaf, tapi aku tidak berencana meninggalkan AP. Dan aku yakin kau merasakan hal yang sama. Aku pergi.


Se Jin marah setelah menerima kiriman foto2 Tae Joon menjemput Na Yeon.


Dong Jin yang duduk di ruang tengah rumahnya sambil membaca koran, kepikiran Young Sook yang memanggilnya 'Oppa' saat mereka di taman tadi. Ia merasa ada yang tidak beres dengan Young Sook.

Na Yeon datang.

Dong Jin : Apa Hwi Kyung datang?

Na Yeon : Ya, kami bicara diluar.

Dong Jin : Sering-sering lah mengunjungi ibu Hwi Kyung. Dia terlihat kesepian dan rapuh. Aku meminta ini demi sebuah kebaikan.

Na Yeon : Akan kulakukan.


Sung Joo datang dan mendengar permintaan Dong Jin. Na Yeon lantas masuk ke kamar Do Hee. Sung Joo mendekati Dong Jin dan marah2. Ia tidak suka melihat Dong Jin yang begitu bersemangat membicarakan Young Sook dan merasa hidup dengan cangkang seorang pria.

Sung Joo : Jika kau sangat merindukannya, kenapa tidak pergi saja? Sekarang pergilah!


Tapi ternyata semua itu hanyalah lamunan Sung Joo. Kenyataannya ia tidak mengatakan apapun.

Dan saat Dong Ji tanya ada apa, dia tidak menjawab dan pergi ke kamarnya.


Tak lama setelah masuk ke kamar, Na Yeon masuk kamarnya.

Na Yeon yang terluka ingin tidur dengan Sung Joo malam itu. Sung Joo menatap Na Yeon penuh cinta.

Sung Joo menatap Na Yeon. Lalu ia cerita kalau Do Hee tidak suka tidur bersama orang lain.

Sung Joo : Dia benci jika tubuhnya disentuh orang lain.

Na Yeon : Aku harap aku tidak membuatmu merasa tidak nyaman.

Sung Joo : Tidak. Aku hanya merasa sedih sesekali.


Na Yeon lalu bangun dan tanya kenapa ia dan Do Hee bisa terpisah.

Sung Joo ikutan bangun dan berkata, Na Yeon pasti sangat penasaran dengan hal itu. Na Yeon diam saja.

Sung Joo cerita, bahwa Yoon Ae bukanlah wanita bersuami saat Na Yeon dan Do Hee lahir. Do Hee menderita kelainan jantung dan haru segera dioperasi. Ia pun mengadopsinya dan membayar biaya operasinya. Dong Jin tidak tahu dan ia sengaja ingin merahasiakan hal itu selamanya.

Sung Joo : Aku mungkin ibu ketigamu, tapi bagiku hanya ada satu Do Hee. Jadi jangan berusaha terlalu keras. Jangan berusaha menjadi yang terbaik.


Flashback,, saat Sung Joo menculik Do Hee. Yoon Ae berusaha mengejar Sung Joo tapi gagal.


Sung Joo kemudian mengelus pipi Na Yeon.

Sung Joo : Buatlah kesalahan, sakiti hatiku dan buat aku cemas. Bersikaplah seperti putriku. Bersikap lah seperti itu.

Tangis Sung Joo pecah. Tak lama kemudian, Sung Joo merentangkan tangannya dan memeluk Na Yeon. Na Yeon nangis di pelukan Sung Joo.


Tae Joon baru masuk kamar, langsung diinterogasi Se Jin darimana. Tae Joon bohong, dia ngakunya habis nyelesein pekerjaan di kantor karena gak mau nunda2 pekerjaan.

Se Jin lantas menunjukkan foto2 Tae Joon dan Na Yeon di ponselnya.

Se Jin : Pria selalu berbohong 2 atau 3 tahun setelah pernikahan mereka. Tapi ini baru beberapa bulan, kau sudah berbohong. Di depan rumah Baek Do Hee dan di kafe! Kau menyebut tempat itu kantor?

Tae Joon kaget melihat foto2 itu.

Tae Joon : Apa ini?

Se Jin : Itulah yang mau aku tanyakan padamu.

Tae Joon minta maaf karena sudah berbohong. Ia mengaku tidak ingin membuat semuanya menjadi sulit. Tapi berikutnya, ia marah Se Jin mematai2nya.

Se Jin : Yang penting disini kau mulai berbohong padaku! Kenapa kau membuatku membungkuk begitu rendah? Kenapa aku harus menjadi tipe wanita beruami yang selalu dikasihani dan dianggap tidak bahagia, kenapa!

Tae Joon : Kau membiarkan imajinasimu kemana2 dan menyiksa diri sendiri!

Se Jin : Tidak, ada sesuatu diantara kalian berdua! Ada yang tidak beres!

Tae Joon : Geumanhae! Jebal! Ini melelahkan!


Tae Joon beranjak pergi. Se Jin menangis.


Se Jin menerobos ke kamar Hwi Kyung saat Hwi Kyung lagi bekerja. Hwi Kyung kesal karena Se Jin masuk kamarnya tanpa mengetuk pintu dulu.

Se Jin : Maaf tapi aku tidak dalam kondisi memikirkan sopan santunku.

Hwi Kyung : Apa yang membuatmu melupakan sopan santunmu?

Se Jin : Samchoon, kau masih ingin menikahi Baek Do Hee? Jika kau tertarik untuk menikahinya tolong jaga dia.

Hwi Kyung : Aku tidak mengerti.

Se Jin : Aku tahu kau mengerti maksudku. Baek Do Hee mengacaukan semua orang. Pekerjaan, kau dan Tae Joon. Jangan biarkan Baek Do Hee mengacaukan orang lain. Kenapa kau tidak menikah saja dengannya? Itulah yang mau kukatakan sampai aku melupakan sopan santunku. Kumohon, Samchoon.

Se Jiin beranjak keluar. Hwi Kyung terdiam.


Paginya, tim AP, kecuali Tae Joon, senang membaca komentar positif orang2 soal restoran Mal Sook. Hwi Kyung pun memuji Tae Joon. Ia bilang itu berkat kerja keras Tae Joon.

Tae Joon merendah, ia bilang itu berkat kerja tim.

Hwi Kyung : Seperti kata Tuan Kang, kita harus melakukannya apa yang perlu dilakukan bahkan ketika kita sedang terburu-buru.

Na Yeon : Berikutnya adalah kampanye iklan. Apakah kalian punya saran?

Soran mengusulkan Mal Sook menjadi model iklan mereka.

Tae Joon tidak setuju. Ia berdalih, mereka harus membicarakan itu dengan Kyung Wan dulu karena itu menyangkut wajah perusahaan.

Hwi Kyung setuju dan mengajak mereka rapat dengan Kyung Wan.


Tae Joon lantas melirik Na Yeon.

Bersambung ke part 2....

No comments:

Post a Comment