Monday, August 12, 2019

Watcher Ep 11 Part 2

Sebelumnya...


Di mobil, Jae Sik lagi belajar bahasa inggris lewat video tutorial yang ditontonnya.

Jae Sik : Didn't you speak it once before? Pineapple.

Young Koon kemudian mengetuk pintunya.


Jae Sik pun turun. Jae Sik : Mau kuantar ke rumah sakit?

Young Koon : Tidak usah. Pengacara Han punya kenalan ahli forensik. Kau mengenalnya?

Jae Sik : Tentu saja. Kami butuh ahli yang bisa membantu dalam perkara pidana. Psikiater, ahli tes DNA, analis barang bukti, dan lainnya. Setiap kategori butuh satu ahli.

Young Koon memberikan kantong yang dibawanya dan meminta Jae Sik memeriksanya.

Jae Sik : Apa ini?

Young Koon : Abu yang kusita dari Koryo Cleaning. Tim forensik kami tidak sempat menganalisis ini.

Jae Sik : Mintalah lewat Pengacara Han.


Jae Sik mau kembali ke mobil tapi pintunya langsung ditahan Young Koon.

Young Koon : Koryo Cleaning tampak mencurigakan, tapi aku tidak tahu sebabnya. Ini permintaan pribadi. Tolong bantu aku.


Soo Yeon datang dan memanggil Young Koon. Young Koon menoleh ke Soo Yeon. Soo Yeon menunjukkan kotak obat yang ia bawa dan menunjuk lehernya.

Young Koon : Ini hanya luka gores.

Jae Sik : Kenapa masih di sini? Akan kubantu, pergi sana.


Soo Yeon memasangkan plester ke leher Young Koon yang luka. Lalu ia berterima kasih karena Young Koon sudah menjaga rahasianya.

Young Koon : Aku tidak sempat membicarakannya. Aku juga tidak ingin membahasnya.

Soo Yeon : Maaf. Tapi aku tidak pernah membocorkan data investigasi kita. Divisi Inspeksi memintaku memantau Pak Do. Tidak ada lagi yang kurahasiakan. Aku masuk Badan Forensik lewat program khusus dan pindah kemari setelahnya.

Young Koon : Aku tahu.

Soo Yeon : Andaikan kau melaporkan ini, tim kita pasti sudah dibubarkan. Perbuatan kita ini ilegal dan memanipulasi hukum.

Young Koon : Ya, memang.

Soo Yeon : Aku tidak mendaftar ke Divisi Inspeksi. Mereka pikir mengutus yang ahli jelas mencurigakan. Jadi, mereka mengutusku.

Young Koon : Kenapa mereka mau Pak Do dipantau?

Soo Yeon : Entahlah. Aku hanya disuruh memantau. Mereka curiga kenapa Pak Do memasuki Kepolisian Seyang. Ini perintah dari petinggi. Jangan beri tahu Pak Do.

Young Koon : Kau berbeda dari kami. Kami ada di tim ini karena sudah kepalang basah. Carilah alasan untuk pindah ke tim lain. Kuharap kau mau pindah.


Young Koon kemudian berdiri. Lalu ia bertanya lagi kenapa Soo Yeon tidak merubah sandi laptopnya.

Soo Yeon : Entahlah. Mungkin aku memang ingin ketahuan. Kita satu tim. Aku merasa bersalah berahasia dari kalian.

Young Koon : Setiap orang punya rahasia.

Young Koon lalu menunjuk lehernya dan mengucapkan terima kasih.


Young Koon kembali ke ruangannya. Disana, sudah menunggu Chi Gwang dan Tae Joo. Chi Gwang tanya apa Young Koon sempat membaca catatan suapnya.

Young Koon : Sedikit. Folder di catatan itu disortir sesuai tahun, dari 2004 sampai 2017. Namamu juga ada.

Chi Gwang : Namaku?

Young Koon : Ada tulisan, 'Mengejar Jang Society', 'Butuh penanganan khusus'.


Young Koon kemudian duduk dan tanya apa itu 'Jang Society'. Tae Joo ikut duduk. Dia duduk di sebelah Young Koon dan Chi Gwang duduk di mejanya.

Chi Gwang : Jang Society. Apa lagi?

Young Koon : Ada folder-folder terpisah. Folder yang dinamai Park Jin Woo dan Min Young Ki.

Chi Gwang : Ada siapa lagi?

Young Koon : Go Jun Gil dan Moon Gi Beom. Masih banyak nama lain.

Chi Gwang : Keduanya polisi. Mereka lulusan muda Akpol yang menjadi superintenden. Aku mengusut mereka sebelum pindah ke tim ini. Park Jin Woo bagaimana?

Young Koon : Belum sempat kucek. Folder Min Young Ki paling atas, jadi, aku mengeceknya dahulu. Ada video. Dia sepertinya mengonsumsi narkoba.


Sontak, Tae Joo dan Chi Gwang kaget. Chi Gwang lalu tanya, dimana lokasi videonya. Young Koon mengingat-ingat.

Young Koon : Bukan di rumahnya. Sepertinya itu di bar. Ada minuman keras dan mesin mirip mesin karaoke.

Chi Gwang : Tanggalnya?

Young Koon : Bulan Mei 2017.

Chi Gwang : Kapan tanggal pastinya?


Tae Joo kemudian berdiri dan mendekati papan investigasi.

"Kim Joong San dari Geng Samsun. Dia menghilang pada bulan Juni 2017. Dia diinterogasi atas penyelundupan narkoba. Dia pemilik asli kelab bernama In Dream." ucap Tae Joo sambil menunjuk foto Joong San.

Chi Gwang mengambil dokumennya dan mendekati papan investigasi.

"Jung Han Wook dari bisnis keluarga Muil adalah investor dari kelab itu." tambah Chi Gwang sambil menempelkan foto Han Wook.

"Jung Han Wook juga pernah mengonsumsi narkoba. Apa dia terlibat kasus ini?" tanya Young Koon.

"Akan kucari tahu." jawab Tae Joo.

"Caranya?" tanya Young Koon.

"Aku pengacara kerabat dekatnya Jung Han Wook." jawab Tae Joo, lalu bergegas pergi.


Chi Gwang mengejar Tae Joo keluar.

Chi Gwang mendekati Tae Joo dan memintanya hati-hati. Tae Joo tanya, kenapa.

Chi Gwang : Seperti katamu, jika benar pembunuhnya hilang kendali, dia juga akan mengincarmu.

Tae Joo : Ya, kuharap pelakunya mengincarku. Aku sungguh berharap dia mengincarku, bukan orang lain. Jika petinggi kepolisian benar-benar melindungi pembunuh, apa tindakan mereka kali ini? Pembunuhnya gelap mata, dan barang bukti tertinggal satu per satu. Apa mereka akan merebut catatan itu, lalu membuang pembunuhnya? Atau tetap melindungi pembunuhnya?

Chi Gwang : Apa rencanamu?

Tae Joo : Apa pun yang lebih berat dan menyakitkan bagi mereka.

Tae Joo beranjak pergi. Chi Gwang menatapnya cemas, lalu menghela nafas.


Soo Yeon sedang bersama tim forensik di rumah Young Koon.

Soo Yeon memasukkan barang2 yang ditinggalkan pelaku ke dalam kotak. Saat mau pergi, Hae Ryong datang.

Hae Ryong : Kudengar Young Goon nyaris dibunuh.

Hae Ryong lantas berniat melihat barang2 si pelaku, tapi Soo Yeon melarangnya.

Hae Ryong : Aku berniat menolongnya.


Soo Yeon pun akhirnya mengizinkan Hae Ryong melihatnya. Hae Ryong terkejut melihat tang itu.

Hae Ryong : Pembunuhnya mau memotong jari Young Koon?

Soo Yeon mengangguk.

Hae Ryong lalu melemparkan kembali tang nya ke dalam kotak. Lalu ia melihat ke kamar mandi tempat Jae Myung ditemukan tewas bersimbah darah.


Tae Joo ke lapas, menemui Si Young.

Si Young : Kau tidak bawa oleh-oleh.

Tae Joo : Uang simpananmu banyak. Beli saja sendiri.

Si Young : Tidak memberi pakan pada ikan yang terpancing, ya? Kau selalu begitu. Kudengar sidangnya ditunda. Apa semuanya lancar?

Tae Joo : Saat bekerja untuk Muil, kau menutupi kasus narkoba Jung Han Wook, bukan?

Si Young : Kenapa kau menanyakannya?

Tae Joo : Sidangnya lancar.

Si Young : Itu cuma sampingan. Tugas utamaku di Muil adalah mencari Ketua Tim Strategi yang hilang.

Tae Joo : Pendahulumu? Katanya dia mengundurkan diri?


Si Young : Dia hilang pada bulan Juni 2017. Kejaksaan memulai investigasi terhadap Pak Jung atas malapraktik. Dia berusaha menghentikannya sebelum hilang.

Tae Joo : Siapa penanggung jawab investigasi itu?

Si Young : Min Young Ki, Kepala Kejaksaan Wilayah Seyang saat ini. Aku berusaha menyelidiki. Tapi begini akibatnya gara-gara Kura-Kura.

Si Young menunjukkan jarinya yang bekas dipotong.

Tae Joo : Nugu?

Tae Joo : Pembunuh yang memotong jariku dan jarimu.

Tae Joo sontak kaget.


Si Young : Sudah kuselidiki diam-diam. Ternyata Kura-Kura adalah seorang anggota kepolisian. Hanya kita yang selamat setelah melihat Kura-Kura.

Tae Joo : Maksudmu, si Kura-Kura itu memotong jarimu yang memimpin investigasi? Kura-Kura pasti ingin mencegahmu menyelidiki.

Si Young : Kura-Kura memperingatkan Muil. "Jangan korek lebih dalam jika tidak mau mati". Gantinya, Jung Han Wook bebas dari kasus narkoba dan kasus malapraktik Muil terkubur.

Tae Joo : Siapa yang menyusun catatan itu?

Si Young : Pendahuluku yang hilang. Dia juga dari kepolisian. Setelah dia hilang, catatan itu tidak diperbarui.

Tae Joo : Dia hilang pada tahun 2017.


Tae Joo lalu ingat kata2 Young Koon. Young Koon : Folder di catatan itu disortir sesuai tahun, dari 2004 sampai 2017.

Tae Joo lantas bertanya, apa Si Young bisa melacak keberadaan catatan itu.

Si Young : Bisa, selama di tempat yang punya koneksi internet.

Tae Joo : Baik. Terima kasih.


Tae Joo lalu pamit. Si Young lantas memberitahu Tae Joo bahwa Han Wook bukan pecandu dulunya. Han Wook hanya lah konglomerat bodoh yang suka berhura-hura.

Si Young : Lalu dia terjerumus ke narkoba. Pimpinan Muil pikir Jung Han Wook membawa catatan itu ke rumah selingkuhannya atas perintah bandar narkoba. Kura-Kura membantu

mereka. Aku memperingatkanmu agar berhati-hati. Terkadang mati itu lebih baik.

Tae Joo : Jangan khawatir. Aku akan bertahan hidup sampai kasusmu beres.

Tae Joo beranjak pergi.


Young Koon memberitahu Chi Gwang bahwa nama sang ayah juga disebut di catatan itu.

Chi Gwang yang lagi memegang ponselnya, langsung menatap Young Koon.

"Tapi foldernya kosong. Aneh, bukan? Tidak ada bukti korupsi, hanya namanya yang disebut. Apa ayahku menghapusnya? Padahal dia bisa menyerahkannya langsung. Kenapa dia menyembunyikannya sebelum mati? Bagaimana jika tidak kutemukan? Nanti dia bisa dianggap polisi korup dan pembunuh." ucap Young Koon sambil mainin borgolnya.


Chi Gwang pun mendekati Young Koon dan membesarkan hati Young Koon.

Chi Gwan : Kau menemukannya. Dia pasti ingin memecahkan kasusnya sendiri, lalu memberitahumu. Dia menyimpan catatannya buatmu untuk berjaga-jaga.

Ponsel Chi Gwang berbunyi dan Chi Gwang langsung mengajak Young Koon pergi.

Young Koon : Kemana?

Chi Gwang : Menemui Komisaris. Aku minta dikabari jika dia bergerak.

Young Koon : Siapa yang menghubungi?

Chi Gwan : Sudah kubilang, sebagai polisi, kita punya kenalan dari banyak kalangan.

Keduanya bergegas pergi.


Di depan ruangan Bu Yeom, Soo Yeon sudah menunggu.

Soo Yeon : Komisaris baru saja masuk.

Soo Yeon lalu minta penjelasan tentang apa yang terjadi tapi Chi Gwang mengabaikannya dan terus berjalan menuju ruangan Bu Yeom bersama Young Koon.

Soo Yeon : Mungkin bisa.


Young Koon : Katamu kenalanmu banyak.

Chi Gwang : Dia bukan kenalanku, tapi orang yang kubutuhkan.

Keduanya masuk ke ruangan Bu Yeom.

Bersambung ke part 3....

No comments:

Post a Comment