Monday, August 12, 2019

Watcher Ep 11 Part 3

Sebelumnya..


Jin Woo kesal Chi Gwang masuk ruangan Bu Yeom tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Sementara yang punya ruangan biasa aja.

Si empunya ruangan lalu menatap Young Koon.

Bu Yeom : Katanya kau hampir tewas.

Young Koon mengiyakan dan menunjukkan lehernya yang luka.

Bu Yeom : Apa fengsui rumah itu buruk? Tapi, kenapa pembunuhnya menyerangmu?

Young Koon : Aku menemukan catatan itu.


Jin Woo kaget, sungguh? Bukankah Han Tae Joo yang membawanya?

Chi Gwang : Ada di rumah Young Koon, tapi direbut oleh si pembunuh. Sepertinya si pembunuh memantaunya selama ini.

Bu Yeom : Apa rencana kalian?

Chi Gwang : Akan kutangkap pembunuh dan kuambil catatan itu. Senjata pembunuhnya tertinggal di rumah Young Koon.

Bu Yeom : Minta tim forensik mengutamakan pemeriksaannya.

Chi Gwang : Baik.


Young Koon lantas memberitahu kalau ia sempat membaca isi catatan itu. Sontak Chi Gwang kaget dan langsung memelototi Young Koon.

Young Koon : Ada banyak nama di dalamnya.

Jin Woo langsung bereaksi panic, meskipun ia berusaha menutupinya. Sementara Bu Yeom biasa saja dan tanya ada nama siapa saja.

Young Koon : Saat membacanya, seseorang menyelinap. Aku nyaris mati, jadi, tidak ingat jelas. Tapi aku ingat satu orang. Jaksa Wilayah Min Young Ki.

Chi Gwang : Ada videonya sedang menghirup bubuk putih di bar.Itu pasti obat hirup.

Jin Woo : Mungkin saja.

Bu Yeom : Karena itu masih meragukan, coba periksa itu juga. Bisa jadi masalah besar jika jaksa wilayah saat ini dicurigai melakukannya. Lalu, selidiki kasus lama kejaksaan wilayah mengenai narkoba. Kasus ini cocok untuk Tim Investigasi Korupsi.


Bu Yeom lantas menanyakan pendapat Jin Woo.

Jin Woo menyuruh Chi Gwang menemukan catatan suap itu dulu.

Chi Gwang : Baik. Akan kutemukan.

*Si Jin Woo mulai panic,, jadi si pembunuh bekerja untuk Jin Woo??


Chi Gwang dan Young Koon beranjak keluar. Bu Yeom juga ikut dengan mereka.

Young Koon membukakan pintu untuk mereka. Bu Yeom lantas menatap Young Koon.

Bu Yeom : Sudah kukatakan bukan? Aku ingin membantu, jadi katakan jika kau butuh bantuan?

Young Koon : Baik.

Bu Yeom beranjak pergi.


Young Koon : Umpan sudah dilempar. Kita tinggal menunggu, kan?

Chi Gwang : Mereka semua serakah. Mereka harus mencari tahu lokasi pemiliknya dulu.


Chi Gwang dan Young Koon beranjak pergi. Ponsel Chi Gwang berbunyi. Telepon dari Tae Joo yang mengaku menemukan sesuatu dan meminta Chi Gwang bergegas datang ke kantor tim investigasi korupsi.


Tae Joo menjelaskan temuannya sambil menatap papan investigasi.

Tae Joo : Video Jaksa Wilayah Min Young Ki diambil pada bulan Mei.

Lalu Tae Joo menunjuk foto Kim Joong San.

Tae Joo : Bulan Juni, anggota geng pengedar narkoba dan Ketua Tim Strategi Muil menghilang sekaligus.

Young Koon : Maksudmu Muil menyewa preman untuk mencari kelemahan Kejaksaan, tapi malah diserang.

Tae Joo : Mereka pikir video Jaksa Wilayah yang mengonsumsi narkoba bisa cukup mengalihkan semua kesalahan mereka. Kejaksaan bergeming terhadap ancaman mereka. Kejaksaan mengancam Muil dengan menyuruh Kura-Kura membunuh dan memotongi jari korban.


Tae Joo lalu menulis nama 'Kura-Kura' di atas sekali.

Tae Joo : Ini nama si polisi pembunuh dan pemotong jari itu. Hanya ini yang Park Si Young peroleh setelah melacak Kura-Kura.

Soo Yeon : Apa Jaksa Wilayah mengendalikan Kura-Kura?

Seseorang mengetuk pintu. Chi Gwang bergegas ke pintu lalu kembali duduk dengan membawa dokumen.

Tae Joo : Bisa jadi. Narkoba itu masih beredar setelah Kim Joong San tewas. Lalu Jung Han Wook kecanduan.


Chi Gwang : Apa alasannya?

Tae Joo : Alasan apa?

Chi Gwang mendekati papan investigasi.

Chi Gwang : Jaksa Wilayah. Padahal cukup jika dia membunuh Ketua Tim Strategi Muil dan Kim Joong San. Kenapa narkoba itu dibiarkan beredar terus? Mereka berdua. Kenapa Kura-Kura membunuh mereka?

Young Koon mengajak mereka menangkap Park Jung Geun untuk menanyakan tempat peredaran narkobanya setelah Kim Joong San tewas.


Chi Gwang pun menanyakan lokasi Park Jung Geun pada Soo Yeon.

Soo Yeon langsung melihat komputernya.

Soo Yeon : Dia menjadi pekerja sosial di Panti Sosial Seyang. Dia bertanggung jawab atas mencuci piring.

Chi Gwang lalu mencabut foto Park Jung Geun.

Chi Gwang : Bu Han, mau ikut?

Tae Joo : Tidak, infokan saja pembicaraan kalian nanti.

Chi Gwang lantas memberikan foto itu ke Young Koon dan beranjak pergi.

Setelah keduaya pergi, Tae Joo menatap lagi papan investigasi.


Park Jung Keun sendiri sedang mencuci piring. Seorang pria setengah baya tanya padanya, kenapa ia ada disana. Pria itu ngaku, ia disana karena mengemudi saat mabuk.

Park Jung Keun diam saja. Tak lama, Park Jung Keun menerima pesan spam. Pria itu ikut melihat pesan spam yang diterima Park Jung Keun.

"Karena berjudi, ya?" tanya pria itu.

Park Jung Keun bergegas pergi tanpa mengatakan apapun.


Tak lama, Chi Gwang dan Young Koon datang. Chi Gwang menunjukkan foto Park Jung Keun pada pria itu. Pria itu memberitahu, Park Jung Keun pergi setelah menerima pesan spam. Mendengar itu,


Keduanya bergegas pergi. Young Koon ingat saat Song Yi mengaku, menerima pesan spam yang sama.

Chi Gwang menghubungi Soo Yeon dan tanya, lokasi telepon umum di sekitar panti sosial Seyang.


Soo Yeon langsung mencarinya dan tak lama ia menemukannya.


Chi Gwang dan Young Koon bergegas kesana sesuai petunjuk yang diberikan Soo Yeon.


Tak lama, mereka menemukan Park Jung Keun berada di telepon umum.

Young Koon langsung mengeluarkan borgolnya dan menahan Park Jung Geun dengan tuduhan penyeludupan dan pengedaran narkoba.


Chi Gwang mengambil ponsel Park Jung Geun dan mengikuti petunjuk pesan spam judi itu.

Tak lama, terdengar lah perintah yang menyebut lokasi sebuah panti Pijat Yeongrak di Gawon-dong.


Tae Joo ke ruang otopsi, tak lupa ia membawa oleh2 untuk si dokter otopsi. Si dokter otopsi mengaku takut setiap kali melihat Tae Joo datang karena ia pikir akan ada mayat lagi.

Tae Joo : Apa hasil analisis dari senjata di rumah Kim Young Koon sudah keluar?

Dokter : Tidak terdapat sidik jari, tapi ada sepuluh noda darah berbeda. Berarti setidaknya ada sembilan korban.

Tae Joo : Pembunuhnya sengaja tidak menyeka darahnya?

Dokter : Itu semacam trofi. Dengan melihat darah itu, pembunuhnya bisa mengenang aksinya. Pertama, akan kubandingkan darah itu ke DNA orang hilang dan korban...

Tae Joo : Bandingkan dengan darahku dan mantan suamiku dahulu.


Chi Gwang dan Young Koon sedang di jalan, bersama Park Jung Geun yang mereka borgol di jok belakang.

Young Koon : Park Jung Keun, aku tahu kau miskin. Kau takut dikubur seperti bosmu. Kini kau buron. Para penjahat itu tidak akan menolongmu walau kau bungkam, tahu?

Chi Gwang : Kau masih menyelundupkan narkoba?

Park Jung Keun : Apa?

Chi Gwang : Kau masih menyelundupkan narkoba setelah Kim Joong San tewas?

Park Jung Keun : Tidak.


Mereka lalu tiba di Panti Pijat Yeongrak.

Chi Gwang : Pikirkan matang-matang. Pikirkan langkah yang harus kau ambil sekarang dan ke depannya. Apa kau mau terus-menerus menuruti perintah lalu dibunuh?

Young Koon mengambil topi Park Jung Keun, lalu memakainya. Setelah itu mereka berdua turun dan masuk ke dalam. Park Jung Keun teriak, minta dilepasin.


Young Koon memencet bel di depan pintu, tapi tak ada yang membukakan pintu.

Kamera pengawas merekam mereka.

Young Koon menekan hendel, pintunya ternyata tidak dikunci. Young Koon pun menatap Chi Gwang.

Chi Gwang langsung mengambil pistolnya. Young Koon mengerti. Ia mencampakkan topi Park Jung Keun ke lantai dan mengambil pistolnya.

Setelah itu mereka masuk ke dalam tapi tidak ada siapa-siapa disana.


Chi Gwang menemukan komputer yang menampilkan kedatangan mereka. Komputer yang terhubung dengan CCTV di depan pintu tadi.

Chi Gwang pun langsung memberi kode, mengajak Young Koon memeriksa tempat lain.


Chi Gwang dan Young Koon memeriksa tempat lain. Mereka membuka satu per satu pintu yang ada disana, tapi tidak menemukan siapapun.

Tak lama, Young Koon kaget melihat sesuatu dibalik pintu yang dibukanya.

Young Koon : Pak Do.

Chi Gwang langsung datang dan melihat apa yang dilihat Young Koon di ruangan itu. Chi Gwang terkejut melihat dua mayat bersimbah darah disana.


Young Koon lantas memeriksa ruangan yang diperuntukkan untuk karyawan. Tapi tidak ada siapa-siapa disana.


Chi Gwang melihat ibu jari salah satu mayat terpotong! *Omo... Jarinya bahkan masih ada di ember yang berisi air dibawahnya.


Young Koon memeriksa ke belakang tapi tidak bertemu siapapun.


Young Koon kembali ke dalam. Ia menggeleng pada Chi Gwang. Chi Gwang lantas meraih ponselnya dan menghubungi Soo Yeon.

Chi Gwang : Bu Jo Soo Yeon, kirimkan polisi dan ambulans kemari. Periksa juga riwayat panggilan dari panti pijat ini sejak sejam sebelum insiden dalam radius 50 meter.

Soo Yeon : Datanya pasti banyak sekali.

Chi Gwang : Atur lokasi penerima panggilan di kantor polisi dan kejaksaan. Itu bisa mempersempit datanya.


Setelah Chi Gwang menutup teleponnya, Young Koon membahas kedua korban.

Young Koon : Kedua orang ini...

Chi Gwang : Kita mengenal mereka.


Kedua pria itu adalah CEO Risk Control. Foto mereka terpampang di papan investigasi.

Young Koon : Ini ulah Kura-Kura. Kedua ibu jari mereka dipotong. Apa motifnya?

Chi Gwang : Kura-Kura berusaha menghabisi semua geng. Setelah catatan itu jatuh ke tangan mereka, mereka menyingkirkan semua yang mungkin berisiko.


Keduanya beranjak keluar.

Young Koon tanya, mereka mau kemana sekarang. Chi Gwang : Mencari dalangnya.


 Di ruangannya, Jin Woo menonton berita soal ditemukannya kedua mayat CEO Risk Control.

"Polisi menduga kemungkinan besar insiden ini dipicu oleh perselisihan antargeng. Tapi dari kesamaannya dengan kasus mayat di Sungil, masyarakat ragu bahwa kasus terakhir bukan kejahatan tunggal oleh Park Si Young yang tengah dipenjara. Mereka menduga adanya kaki tangan atau komplotan. Aku yakin masyarakat ingat kasus penemuan enam mayat di Sungil yang menggemparkan dunia. Sebelum masyarakat pulih dari kengerian itu, di sebuah panti pijat di Gawon-dong..."


Chi Gwang datang dan ikut menonton berita itu. Tak lama, Jin Woo mematikan TVnya.

Chi Gwang : Jaksa Wilayah terlibat kasus ini. Karena rumornya menyebar dan pihak yang terlibat kasus itu dihabisi aku yakin dia masih pecandu. Jika dibiarkan, nanti kau juga akan digunjingkan.

Jin Woo : Bagaimana menangkapnya? Meminta izin investigasi terhadap Jaksa Wilayah ke Kejaksaan?

Chi Gwang : Kita panggil dia ke kantor polisi, lalu tangkap tanpa surat perintah.

Jin Woo : Kau yakin dia mau ke sini?

Chi Gwang : Bilang saja kau ingin menyerahkan berkas kasus ini dan mau membujuk Komisaris Yeom. Dijamin dia akan kemari. Hubungi dia. Jika datang, artinya dia bersalah akan sesuatu.

Jin Woo diam.


Chi Gwang ke kantor Tae Joo habis menemui Jin Woo.

Tae Joo : Kudengar ada yang selamat.

Chi Gwang : Park Jung Keun dari Geng Samsun. Tapi dia tidak mau bicara. Mungkin dia takut dibunuh oleh Kura-Kura.

Tae Joo : Apa ada bukti persekongkolan Jaksa Wilayah di pembunuhan itu?

Chi Gwang : Sebelum insiden, ada yang menghubungi Kejaksaan dari lokasi kejadian. Dari ponsel sekali pakai, dan sekarang tidak aktif.

Tae Joo : Akan sulit menginvestigasi Jaksa Wilayah. Kau butuh barang bukti lain. Menyerahlah dan limpahkan kasus ini ke tim lain. Semua orang sensitif karena catatan itu. Mereka akan ribut sendiri. Saat itulah kesempatan terbaikmu.

Chi Gwang : Kau memintaku diam saja sementara para bedebah itu membunuh tanpa henti? Aku yakin kini kau pun tahu bahwa pembunuh yang kau cari hanyalah orang suruhan.

Tae Joo : Jadi, kau juga mau menemukan dalangnya?

Chi Gwang mengangguk.


Tae Joo : Lalu kita harus menangkap dalang di baliknya lagi. Setelah itu, pihak lain yang terlibat. Kapan habisnya? Polisi dan Kejaksaan sejak dahulu selalu korup. Menutup-nutupi kejahatan, mengambil yang bukan hak, dan orang tidak bersalah menjadi korban.

Chi Gwang : Maksudmu, percuma saja menangkap mereka?

Tae Joo : Aku masih bermimpi buruk tentang hari itu. Waktu sudah lama berlalu tapi ingatan itu masih jelas sekali. Aku ingin meneruskan hidupku. Makanya aku mau menangkapnya.

Chi Gwang : Kura-Kura sudah kehilangan kendali. Besok pagi, kita mungkin dikabari bahwa dia bunuh diri dan kasus selesai. Apa saat itu kau akan puas?

Tae Joo : Lalu apa rencanamu?

Chi Gwang : Besok Jaksa Wilayah akan datang ke kantor polisi. Dia akan menyelamati Komisaris Yeom atas penugasannya dan meminta bantuan investigasi.

Tae Joo : Tapi Komisaris Yeom sudah menjabat lebih dari setahun.

Chi Gwang : Jika kau membantu, kita bisa menangkapnya.

Tae Joo diam.


Sekarang, Tae Joo berdiri di depan jendelanya. Chi Gwang sudah pergi. Tak lama, dia menghubungi Reporter Kim dan ingin memberikan cerita menarik.


Soo Yeon membangunkan Young Koon yang tertidur di sofa dan menyuruhnya pulang.

Young Koon : Kau menemukan sesuatu?

Soo Yeon : Ya. Ada banyak sidik jari dan darah. Tapi ini tempat yang ramai. Pemiliknya menghilang. Karena itu lokasinya ditutup.

Young Koon : Sudah berapa lama?

Soo Yeon : Tiga sampai empat hari. Pemiliknya belum ditemukan, dan karyawan sudah melaporkan ke Kantor Buruh. Pembunuhnya tahu ini dan beraksi di sana. Atau dia juga membunuh pemiliknya.

Young Koon : Apakah Koryo Cleaning juga mengurus mayatnya?

Soo Yeon : Mungkin, karena mereka dekat dengan polisi.


Young Koon berdiri dan beranjak menuju pintu.

Soo Yeon : Ternyata, di sana Pak Jang memberi pekerjaan untuk polisi yang butuh uang.

Young Koon berhenti melangkah dan menatap Soo Yeon.

Soo Yeon : Katanya dia bisa membantu. Orang yang mengirimku kemari. Dia ingin membantu investigasi.

Young Koon : Akan kupertimbangkan.

Soo Yeon : Aku bilang kepadanya aku tidak akan melapor lagi. Juga, aku minta dipindahkan ke tim lain sesegera mungkin. Terima kasih atas segalanya. Aku juga minta maaf.

Young Koon : Aku juga.


Young Koon beranjak pergi.

Soo Yeon terdiam. Ia terlihat sedih dan menyesal.


Young Koon kembali ke rumahnya. Ia membuka kulkas, mengambil minum lalu beranjak ke kamarnya sambil minum. Tapi di pintu kamar, dia menemukan pesan dari Chi Gwang yang menyuruhnya agar tidak lupa mengunci pintu.

Young Koon tersenyum, lalu mengambil pesan itu dan masuk ke kamarnya.

Bersambung ke part 4.....

No comments:

Post a Comment